Crypto
Vitalik Buterin Ingin Adopsi Desain Bitcoin untuk Skalakan Ethereum
Tim Research Tokocrypto menilai proposal ini muncul untuk menjawab salah satu masalah lama Ethereum, yaitu pertumbuhan state yang membuat node semakin berat dijalankan.
Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, mendukung rencana perubahan cara Ethereum memproses pembayaran sederhana dengan mengadopsi konsep yang sudah lama digunakan Bitcoin. Ide tersebut berfokus pada model UTXO atau unspent transaction output, yaitu cara Bitcoin melacak “koin” yang belum dibelanjakan sejak jaringan itu berjalan pada 2009.
Tim Research Tokocrypto menilai proposal ini muncul untuk menjawab salah satu masalah lama Ethereum, yaitu pertumbuhan state yang membuat node semakin berat dijalankan.
“Dalam model saat ini, setiap akun Ethereum yang pernah dibuat akan tetap tersimpan dalam state jaringan, meskipun akun tersebut tidak lagi aktif,” ungkapnya.
Ethereum Foundation mencatat statelessness menjadi bagian penting dari roadmap teknis Ethereum, karena perubahan cara node menangani state dapat membantu jaringan tetap lebih ringan untuk diverifikasi.
Daftar Isi
Mengapa Ethereum Semakin Berat?
Ethereum dijalankan oleh ribuan node yang menyimpan salinan data jaringan. Salah satu tantangan terbesarnya adalah account state, yaitu catatan akun dan saldo yang terus bertambah dari waktu ke waktu.
Dalam model akun Ethereum saat ini, setiap akun baru menambah beban penyimpanan. Entry akun tersebut dapat tetap berada dalam state jaringan secara permanen, bahkan jika akun itu hanya digunakan sekali.

Masalah ini berbeda dari Bitcoin. Dalam Bitcoin, jaringan tidak menyimpan akun seperti Ethereum. Bitcoin melacak UTXO, yaitu output transaksi yang belum dibelanjakan. Setelah UTXO digunakan, statusnya dapat dianggap selesai dan tidak perlu terus berada dalam active state dengan cara yang sama seperti akun Ethereum.
Karena itu, pertumbuhan state Ethereum menjadi salah satu hambatan untuk menjaga node tetap ringan dan mudah dijalankan oleh pengguna biasa. Jika kebutuhan hardware untuk menjalankan node terus meningkat, risiko sentralisasi juga ikut naik.
Baca juga: CZ Sebut Miliarder pun Bisa Sulit Punya 1 Bitcoin, Ini Alasannya
Proposal Native UTXO di Ethereum
Peneliti Ethereum Foundation, Toni Wahrstätter, mengajukan proposal native UTXOs on Ethereum pada Juli 2026. Proposal tersebut menjelaskan model pembayaran yang menggunakan UTXO untuk mengurangi permanent state, dengan konsep bahwa menerima pembayaran tidak harus menambah beban state jaringan selamanya.
Dalam proposal tersebut, pembayaran sederhana dapat dibuat lebih mirip Bitcoin. Uang direpresentasikan sebagai output yang dapat dibelanjakan satu kali. Setelah dibelanjakan, hanya jejak minimal yang perlu dipertahankan untuk mencegah double spending.
Ethereum Foundation Protocol Prototyping juga mencatat proposal Native UTXOs on Ethereum sebagai rancangan execution layer yang menggunakan EIP-8141 frame transactions untuk mengurangi permanent state dengan menyimpan spent bits dan membuktikan keberadaan UTXO dari history.
Secara teoritis, pendekatan ini dapat memangkas beban penyimpanan untuk pembayaran sederhana secara signifikan. Jika model akun biasa membutuhkan ruang besar untuk setiap akun yang pernah dibuat, model UTXO dapat mengurangi jejak permanen setelah output dibelanjakan.
Mengapa Desain Bitcoin Dianggap Relevan?
Dilaporkan BeInCrypto, Bitcoin menggunakan model UTXO sejak awal. Model ini sederhana untuk pembayaran karena setiap transaksi mengonsumsi output lama dan membuat output baru. Jika output sudah dibelanjakan, jaringan hanya perlu memastikan output tersebut tidak digunakan lagi.
Bagi Ethereum, desain ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan seluruh sistem akun dan smart contract. Ethereum tetap membutuhkan model akun untuk aplikasi kompleks, DeFi, NFT, dan smart contract.
Namun, untuk pembayaran sederhana, UTXO dapat menjadi opsi yang lebih efisien. Banyak transaksi harian tidak membutuhkan logika smart contract yang kompleks, sehingga dapat diproses dengan model yang lebih ringan.
Inilah yang membuat ide tersebut menarik. Ethereum dapat mempertahankan fleksibilitas smart contract, tetapi menyediakan jalur transaksi sederhana yang lebih hemat state untuk aktivitas pembayaran.
Buterin Soroti Utreexo dan STARK
Buterin juga menyinggung Utreexo, proyek dari ekosistem Bitcoin yang memungkinkan verifikasi koin tanpa menyimpan seluruh daftar UTXO secara penuh. MIT Digital Currency Initiative menjelaskan Utreexo sebagai desain scaling Bitcoin yang bertujuan membuat proses verifikasi lebih kecil dan efisien.
Dalam konteks Ethereum, pendekatan serupa dapat dikombinasikan dengan bukti kriptografi seperti STARK. Ethereum.org menjelaskan bahwa pada roadmap statelessness, validator dapat memverifikasi zero-knowledge proof untuk memastikan eksekusi block benar tanpa harus mengeksekusi ulang semua transaksi secara langsung.
Jika digabungkan, UTXO untuk pembayaran sederhana dan STARK untuk bukti eksekusi dapat membantu Ethereum memproses lebih banyak transaksi tanpa membuat node semakin berat.
Namun, proposal ini masih berada di tahap riset. Belum ada tanggal implementasi, dan keputusan akhir tetap bergantung pada pengembang client, komunitas, serta proses standar Ethereum.
Sempat Picu Tuduhan Meniru Cardano
Ide membawa UTXO ke Ethereum juga memicu perdebatan. Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, menuduh Ethereum meniru model yang sudah digunakan Cardano melalui extended UTXO atau EUTXO.
Namun, proposal Ethereum lebih banyak merujuk pada model UTXO Bitcoin untuk mengurangi beban state pembayaran sederhana. TokenPost mencatat proposal Toni Wahrstätter memang terinspirasi dari model UTXO Bitcoin, sekaligus memicu klaim dari Hoskinson bahwa Ethereum mengadopsi ide yang mirip dengan Cardano.
Perdebatan ini menunjukkan bahwa desain blockchain tidak selalu berkembang secara terpisah. Banyak jaringan mengambil inspirasi dari pendekatan yang terbukti efektif, lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing.
Dalam kasus Ethereum, tantangannya adalah menggabungkan efisiensi UTXO dengan kompleksitas smart contract yang menjadi kekuatan utama jaringan tersebut.
Dampak ke Ethereum Belum Langsung Terlihat
Secara teknis, proposal ini dapat menjadi bagian penting dari upaya hyperscale Ethereum. Jika berhasil diterapkan, pembayaran sederhana dapat menjadi lebih ringan, node lebih mudah dijalankan, dan beban state jangka panjang dapat ditekan.
Namun, dampaknya terhadap harga ETH belum langsung terlihat. Materi sumber mencatat ETH masih diperdagangkan di sekitar US$1.900 dan belum mampu bertahan di atas US$2.000 dalam beberapa pekan terakhir.
Hal ini menunjukkan pasar belum sepenuhnya memberi premi terhadap riset teknis Ethereum. Investor kemungkinan masih menunggu kejelasan implementasi, timeline upgrade, dan dampak nyata terhadap penggunaan jaringan.
Untuk saat ini, proposal UTXO menjadi sinyal bahwa Ethereum masih berupaya menyelesaikan masalah fundamental pada level protokol, bukan hanya mengandalkan layer-2.
Ethereum Coba Ringankan Beban Jangka Panjang
Secara keseluruhan, dukungan Vitalik Buterin terhadap desain UTXO ala Bitcoin menunjukkan arah baru dalam riset scaling Ethereum. Tujuannya bukan mengubah Ethereum menjadi Bitcoin, melainkan mengambil elemen desain yang efisien untuk mengurangi beban state.
Jika proposal ini diadopsi, Ethereum dapat memiliki dua jalur yang saling melengkapi. Model akun tetap digunakan untuk smart contract kompleks, sementara model UTXO digunakan untuk pembayaran sederhana yang lebih ringan.
Namun, jalan menuju implementasi masih panjang. Proposal perlu diuji, diperdebatkan, dan diterjemahkan ke dalam perubahan client sebelum dapat masuk ke jaringan utama.
Untuk jangka panjang, keberhasilan ide ini dapat membantu Ethereum menjaga desentralisasi node sambil meningkatkan kapasitas transaksi. Namun, sampai ada roadmap implementasi yang lebih jelas, pasar kemungkinan masih melihatnya sebagai perkembangan riset penting, bukan katalis harga langsung bagi ETH.
Baca juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Market7 days agoBitcoin dan XRP Hadapi Pekan Volatil, Data CPI hingga Konflik Iran Jadi Sorotan
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 11 Agustus 2026: Altcoin Menguat, LINK Diproyeksikan Naik
-
Altcoin News6 days agoPresiden Putin Resmikan Aturan Kripto Baru Rusia, Apa Saja Isinya?
-
Market6 days agoData CPI Juli Jadi Ujian Besar untuk The Fed, Bitcoin, dan Pasar Global


