LINK Kembali Raih Harga Tertinggi! Ini Dia Penyebabnya

0
174
LINK raih ATH

LINK terlihat mengalami apresiasi ke harga tertinggi barunya pada beberapa jam yang lalu bersama apresiasi yang terjadi pada altcoins. Hari ini koin dari Chainlink ini dikabarkan telah naik sekitar 19% dalam 24 Jam terakhir.

Apresiasi tersebut membawa LINK untuk mencapai harga tertinggi barunya pada $23.60 atau setara dengan Rp 333.326. Sebelumnya LINK berada di bawah $20 dan apresiasinya kemarin membawanya untuk naik membentuk harga tertingginya saat ini, walau sedang terkoreksi.

Harga $23.60 berhasil diraih pada platform Binance dimana walau saat ini mulai terkoreksi, harganya masih kuat di atas $20. Akibatnya banyak pihak yang memprediksi bahwa apresiasi masih dapat terjadi bahkan lebih tinggi.

Baca juga:Apa itu ChainLink $LINK ? Panduan untuk Pemula

Apresiasi ini disebabkan oleh beberapa hal penting yang telah membuat mayoritas investor LINK menambah kepemilikannya. Hasilnya, hanya dalam 24 Jam, harganya naik dengan mayoritas transaksi beli, akibat volume perdagangan jauh di bawah apresiasi sebelumnya.

Penyebab Utama Apresiasi

Apresiasi harga yang baru saja terjadi dikabarkan adalah akibat dari implementasi baru dalam smart contracts Chainlink. Implementasi ini telah membuat hubungan antara blockchain dan data dunia nyata menjadi lebih mudah terhubung dibanding sebelumnya.

Akibat kabar ini, LINK berhasil mendapatkan volume perdagangan sekitar $2,52 Miliar hanya dalam 24 Jam. Saat ini akibat kenaikan harga kemarin, LINK terhitung sudah naik sekitar 37% dalam tujuh hari terakhir dan 65% dalam satu bulan terakhir.

Kabar implementasi tersebut datang bersama beberapa pembaharuan terhadap sistem jaringan Chainlink secara menyeluruh, terutama dalam oracle-nya. Pembaharuan ini membuat pelaporan data harga sebuah aset menjadi lebih akurat.

Salah satu koin yang menggunakan oracle dari Chainlink adalah Litecoin, yang saat ini memiliki catatan pergerakan harga yang lebih akurat berkat oracle Chainlink. Saat ini semakin banyak protokol DeFi yang beralih ke Chainlink untuk menggunakan oracle datanya.

Baca juga: Analis Prediksi Pertumbuhan DeFi Dapat Dorong Harga Chainlink (LINK) Terus Naik

Hanya satu pekan terakhir platform seperti NULS, Opyn, Neutrino, Paxos, Warp Finance, Poolz, dan SynLev telah mengadopsi oracle data dari Chainlink. Pergerakan ini menunjukkan bahwa ketertarikan dan persepsi positif terhadap pertumbuhan Chainlink semakin naik.

Salah satu peneliti mengutarakan bahwa bukan hanya Chainlink yang membantu mendorong pertumbuhan sektor DeFi. Namun, sektor DeFi akibat pergerakan adopsi oracle ini juga terus mendorong sentimen positif terhadap Chainlink yang berimbas kepada harga LINK.

Dengan semakin pentingnya data pada era industri saat ini, oracle Chainlink mendapatkan ketertarikan tersendiri. Hal ini membuat sentimen positif bersama dengan peluncuran situs berbasis bahasa Cina yang mendorong pertumbuhannya di Asia.

Baca juga: Analis: Chainlink Tetapkan All-Time-High, Akan Ada Koreksi Sebelum Rally Selanjutnya

Akibat dari banyaknya sentimen positif ini, komunitas Chainlink yang disebut Link Marines memprediksi bahwa LINK akan mencapai urutan ketiga dalam kapitalisasi pasar pada akhir Maret 2021.

Untuk membuat pencapaian ini memungkinkan, Link harus mengalahkan lima aset crypto lainnya dan meningkatkan kapitalisasinya sebesar $15 Miliar. Walau terlihat berat, apresiasi ini masih sangat mungkin akibat jaraknya yang tidak terlalu jauh dengan beberapa aset crypto di depannya.

Baca Juga: Bitcoin, Jalan Alternatif?

Aset Crypto Lain Juga Terus Naik

Walaupun terlihat mudah akibat jaraknya yang pendek, saat ini aset-aset crypto yang harus dikalahkan LINK juga terlihat masih bergerak positif. Walau mayoritas terlihat stagnan, beberapa koin terlihat naik mencetak pencapaian baru.

Binance Coin terlihat naik sekitar 9% mencapai harga tertingginya di $47 beberapa jam yang lalu. Polkadot (DOT) dan Cardano (ADA) juga terlihat masih kuat mengalami apresiasi dan mencerminkan bahwa dominasi altcoins akan segera dimulai.

Apresiasi ini terlihat bersama dengan Bitcoin yang stagnan bahkan mulai terkoreksi turun. Pada akhir pekan kemarin, harga Bitcoin terlihat berkonsolidasi dan telah turun sekitar $4.000 hingga $5.000 dari harga tertingginya.

sumber.