Connect with us

Altcoin News

5 Crypto dengan Kabar Potensial Saat Transisi Bulan Juni ke Bulan Juli

Published

on

crypto potensial

Pada awal pekan ini nampaknya mayoritas crypto berusaha untuk bergerak naik, membuka harapan baru untuk awal Juli 2021.

Dengan mulai bergerak naiknya Bitcoin (BTC) kemungkinan besar mayoritas Altcoins akan mencoba mengikuti pergerakan tersebut.

Dalam artikel ini akan dituliskan lima crypto dengan kabar potensial yang kemungkinan dapat membawanya bergerak naik bersama dengan Bitcoin pada pekan ini.

1. Cardano (ADA)

Pertama adalah Cardano (ADA) yang pekan ini memiliki beberapa kabar positif yang dapat membawa harganya untuk naik.

Pada pekan ini, Cardano nampaknya akan kembali menjalankan proyek Afrikanya dengan kemungkinan publikasi kelanjutan pada acara Africa Blockchain Week.

Kemungkinan besar dalam acara tersebut, Cardano akan memberikan paparan mengenai rencana lanjutannya dalam membangun ekosistem keuangan terdesentralisasi di Afrika.

Selain kabar tersebut, terdapat kabar positif bahwa saat ini Cardano telah mencapai lebih dari 650.000 alamat dompet staking.

Dengan semakin bertambahnya pihak yang melakukan staking, kemungkinan besar jumlah ADA yang beredar akan semakin langka.

Jika permintaannya terus naik, kemungkinan besar harganya akan terus naik, terutama mengingat Cardano juga menggunakan sistem mekanisme Proof of Stake.

Dari sisi teknikal, saat ini ADA baru saja keluar dari pola segitiga simetris dan kemungkinan dapat membuka jalan untuk harganya bergerak naik lebih tinggi.

Grafik 4 Jam ADAUSD

Kemungkinan besar saat ini ADA akan bergerak turun untuk menguji kembali batas sebelumnya pada sekitar $1.3 atau Rp18.796.

Jika berhasil naik kemungkinan besar target selanjutnya beradap pada $1.4 atau Rp20.242 hingga $1.6 atau Rp23.134.

Namun, jika gagal menjaga batas pengaman pada $1.3 atau Rp18.796, kemungkinan besar ADA akan kembali turun menuju $1.2 atau Rp17.350.

2. Pancakeswap (CAKE)

Berikutnya adalah CAKE yang dikabarkan akan melakukan pembaruan sistem yang cukup signifikan pada pekan ini.

Terdapat kabar bahwa pekan ini akan terjadi migrasi versi Pancakeswap secara resmi dari versi 1 (V1) ke versi 2 (V2) yang membuat tidak lagi didukungnya versi sebelumnya.

Selain itu saat ini juga terdapat beberapa kabar adopsi dan pembaruan sistem yang akan didatangkan bersama banyaknya crypto baru yang masuk ke ekosistem Pancakeswap.

Oleh karena itu, kemungkinan besar akan ada beberapa sentimen positif pada pekan ini yang dapat membuat ketertarikan terhadap CAKE meningkat bersama harganya.

Dari sisi teknikal, saat ini pergerakan CAKE hampir mirip dengan pergerakan ADA karena mayoritas crypto sedang bergerak selaras.

Grafik 4 Jam CAKEUSD

Kemungkinan besar setelah koreksi menuju batas bawah pada $12.7 atau Rp183.627, jika kembali naik,tujuan berikutnya berada pada $13.6 atau Rp196.640 hingga $16 atau Rp231.341.

Namun, jika batas bawah tersebut gagal untuk dijaga dan CAKE terus bergerak turun, kemungkinan besar harganya akan turun menuju $12 atau Rp173.506 hingga $11 atau Rp159.047.

3. Theta Network (THETA)

THETA juga menjadi salah satu crypto yang berpotensi mengalami apresiasi akibat adanya kabar pembaruan jaringan pada akhir Juni 2021.

Dikabarkan bahwa Theta Network akan resmi migrasi ke versi 3.0 yang juga akan memulai proses staking untuk validator, mengingat konsensusnya menggunakan mekanisme Proof of Stake.

Saat ini Bursa Non Fungible Token atau NFT dari THETA yaitu ThetaDrop juga telah mulai beroperasi yang dapat membuat aktivitas transaksi pada Blockchain Theta lebih ramai.

Oleh karena itu, melihat adanya pembaruan jaringan ini dan ekosistemnya yang terus berkembang, kemungkinan besar THETA akan mendapatkan sentimen positif.

Baca Juga: Mengenal TFUEL, Komponen Penting Di Theta Network

Sentimen positif ini juga dapat dirasakan oleh Theta Fuel (TFUEL) yang merupakan crypto utama selain THETA, pada ekosistem Theta Network.

Dari sisi teknikal, dapat dilihat bahwa pergerakannya juga masih terlihat sama dengan crypto yang sebelumnya di analisis.

Grafik 4 Jam THETAUSD

Kemungkinan besar, jika batas bawah pada $6.7 atau Rp96.874 terus terjaga, THETA dapat terus naik menuju $7.3 atau Rp105.549 hingga $8.7 atau Rp125.791.

Namun, jika batas bawah tersebut berhasil di lewati, kemungkinan besar THETA akan terus turun menuju $6.18 atau Rp89.355.

4. Solana (SOL)

Solana menjadi salah satu crypto yang masih terlihat terus bergerak kuat walau terdapat koreksi pasar yang cukup signifikan beberapa hari terakhir.

Walaupun begitu, pergerakannya masih tetap mencerminkan mayoritas pergerakan crypto di pasar saat ini.

Tapi kemungkinan besar akan ada kabar baik yang dapat mendorong harganya untuk naik lebih tinggi dalam pekan ini.

Kabar tersebut adalah kabar mengenai ekosistemnya yang terus berkembang dalam kecepatan yang di atas rata-rata.

Perkembangan ekosistem ini membuat Solana menjadi salah satu blockchain dengan ekosistem terlengkap mulai dari proyek tersentralisasi hingga terdesentralisasi.

Selain itu, Solana juga baru saja menjalankan kerja sama bersama dengan salah satu perusahaan pengelola aset digital.

Kerja sama tersebut bertujuan untuk menerbitkan saham yang telah ditokenisasi dengan sistem free floating atau terbuka untuk diperdagangkan oleh siapa pun.

Oleh karena kabar tersebut, kemungkinan besar Solana dapat naik bersama dengan mayoritas crypto yang sedang berusaha naik.

Dari sisi teknikal saat ini Solana sedang berusaha keluar dari zona segitiga simetris sama seperti beberapa crypto sebelumnya.

Grafik 4 Jam SOLUSD

Saat ini kemungkinan besar jika batas bawah pada $31 atau Rp448.224  terus terjaga, harga dapat terus naik menuju $32.9 atau Rp475.696 hingga $37.5 atau Rp542.206.

Tapi jika batas bawah berhasil dilewati, kemungkinan besar tujuan berikutnya akan berada pada $28.8 atau Rp416.414 hingga $26.7 atau Rp386.051.

Baca Juga: Tertarik Investasi? Inilah Rekomendasi Aset Coin Kripto di 2021!

5. Polygon (MATIC)

Terakhir adalah MATIC yang pekan ini akan mendapat beberapa crypto baru dalam ekosistemnya yang kemungkinan dapat mendorong harganya naik.

Semakin banyak crypto yang masuk ke dalam ekosistemnya, berarto semakin besar volume transaksi yang terjadi pada ekosistemnya.

Beberapa crypto yang dikabarkan akan mulai masuk ke ekosistem MATIC pada pekan ini adalah Auto (AUTO), Xend Finance (XEND), Vox Finance (VOX), dan PhoenixDAO (PHNX).

Selain itu, saat ini Polygon sedang dalam proses untuk meningkatkan efisiensi dalam solusi lapisan keduanya untuk beberapa blockchain termasuk Ethereum.

Dengan beberapa kabar ini, terutama peningkatan efisiensi pada solusi lapisan kedua, kemungkinan besar MATIC akan kembali mendapat ketertarikan yang naik.

Dari sisi teknikal, saat ini MATIC baru saja keluar dari zona descending triangle yang kemungkinan dapat memulai apresiasi baru.

Grafik 4 Jam MATICUSD

Jika batas bawah pada $1.07 atau Rp15.470 terus terjaga, kemungkinan besar MATIC dapat terus naik menuju $1.12 atau Rp16.193 hingga $1.21 atau Rp17.495.

Namun, jika gagal menjaga batas bawahnya saat ini, kemungkinan besar MATIC dapat terus turun menuju $1 atau Rp14.458.

*Disclaimer

Perlu diingat bahwa artikel ini hanya merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan ajakan atau saran untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

sumber.

Altcoin News

Aset Kripto The Graph (GRT) Mampu Reli Lebih dari 130% Seminggu

Published

on

Ilustrasi aset kripto The Graph (GRT). Sumber: The Graph.

Menyusul penurunan nilai pada tahun 2022, The Graph (GRT) telah pulih bersama aset kripto lainnya. Namun, nilai GRT telah meningkat lebih cepat sejak awal Februari 2023. Jadi, untuk apa hal ini terjadi, dan apa yang mungkin terjadi di masa depan?

Dalam pantauan situs CoinMarketCap pada Rabu (8/2) pukul 12.00 WIB, harga kripto The Graph (GRT) telah meningkat 49,5% selama 24 jam terakhir menjadi US$ 0,20. Selama seminggu terakhir, GRT telah mengalami kenaikan lebih dari 130,0%. Saat ini, nilai tertinggi token sepanjang masa adalah US$ 2,84 .

Token GRT mulai naik pada awal tahun 2023 setelah jatuh pada paruh kedua tahun 2022. kapitalisasi pasar GRT telah meningkat di atas US$ 2 miliar. Volume perdagangan koin telah meningkat 1714,0% selama seminggu terakhir menyimpang dari pasokan koin yang beredar, yang telah menurun 1,38%. Hal ini membuat pasokan yang beredar menjadi 8,89 miliar, yang merupakan perkiraan 88,93% dari pasokan maksimumnya sebesar 10 miliar.

Apa itu The Graph (GRT)?

Ilustrasi aset kripto The Graph (GRT). Sumber: The Graph.
Ilustrasi aset kripto The Graph (GRT). Sumber: The Graph.

Baca juga: Harga Bitcoin Kembali Tembus Rp 350 Juta, Efek Pidato Ketua The Fed

The Graph adalah protokol pengindeksan untuk kueri data untuk jaringan seperti Ethereum dan IPFS, mendukung banyak aplikasi di DeFi dan ekosistem Web3 yang lebih luas. Siapa pun dapat membuat dan menerbitkan API terbuka, yang disebut subgraf, yang dapat dikueri oleh aplikasi menggunakan GraphQL untuk mengambil data blockchain.

Ada layanan yang dihosting dalam produksi yang memudahkan pengembang untuk mulai membangun Grafik dan jaringan terdesentralisasi akan diluncurkan akhir tahun ini. Grafik saat ini mendukung pengindeksan data dari Ethereum, IPFS dan POA, dengan lebih banyak jaringan segera hadir.

The Graph ini memungkinkan pengembang untuk mengakses dan menggunakan data dengan cepat dari aplikasi terdesentralisasi (dApps). Akibatnya, mengembangkan aplikasi yang berjalan di atas blockchain menjadi lebih sederhana. Selanjutnya, token GRT digunakan untuk mendorong orang dan bisnis untuk menyumbangkan daya komputasi ke jaringan.

Gerak GRT

Grafik harga harian GRT/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga harian GRT/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: BI Bakal Terbitkan Proof of Concept Rupiah Digital pada Juli 2023, Apa Itu?

Jangka waktu harian token Graph mengungkapkan pola harga yang menarik. Pada saat penulisan, token telah meningkat sebesar 40% dalam periode perdagangan yang diamati. Selain itu, telah meningkat sebesar 170% sejak 8 Januari, dengan kenaikan di bulan Februari mencapai lebih dari 118% dari total pertumbuhan.

Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bahwa tren bullish saat tulisan ini dibuat dan diperdagangkan pada sekitar US$ 0,19. Garis RSI juga mengisyaratkan potensi pembalikan harga, yang menunjukkan bahwa token berada di wilayah overbought.

Penghitungan transaksi whale untuk GRT menurut Santiment sedang meningkat. Hal yang diperhatikan, Februari telah mencatat jumlah yang tinggi. Total transaksi whale yang dilaporkan pada 5 Februari lalu merupakan yang terbesar dalam enam bulan.

Nilai GRT dapat terus meningkat karena peningkatan jumlah transaksi whale dan arus masuk staking. Pembalikan harga, bagaimanapun, mungkin terjadi di beberapa titik dan menawarkan posisi masuk yang fantastis. Popularitas proyek Kecerdasan Buatan (artificial intelligence/AI) dapat berkontribusi pada kenaikan harga token.

Continue Reading

Altcoin News

Mengenal Kripto SingularityNET (AGIX) yang Naik 800% Sejak Awal 2023

Published

on

Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.

Aset kripto SingularityNET (AGIX) turut mendapatkan efek positif dari market yang telah mengalami kebangkitan cukup besar selama awal tahun 2023 ini. Sebagian besar kripto dalam daftar 100 teratas telah mencatat kenaikan dua dan tiga digit, sementara beberapa bahkan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

Sekarang, token lain yang telah meningkat pesat belakangan ini adalah AGIX, aset kripto asli dari proyek SingularityNET. Token yang relatif belum pernah terdengar ini telah menguat hampir 800% sejak awal tahun 2023 dan tampaknya siap untuk melanjutkan momentum pertumbuhannya.

Berdasarkan peringkat AGIX di CoinMarketCap pada Rabu (8/2) pukul 08.00 WIB adalah #74, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 653.178.827. Jumlah token yang beredar 1.199.121.857 AGIX dan maksimal pasokan 2.000.000.000 AGIX.

Tapi apa itu SingularityNET dan mengapa token AGIX nilainya meroket di awal tahun ini?

Apa itu SingularityNET?

SingularityNET adalah proyek Artificial Intelligence (AI) berbasis blockchain yang dibangun di jaringan Cardano. Ini diluncurkan pada 2017 dan mendapatkan pendanaan US$ 36 juta melalui ICO yang diadakan pada tahun yang sama. Didirikan oleh ilmuwan kognitif terkenal dan peneliti AI terkemuka, Dr Ben Goertzel, proyek ini bertujuan untuk menciptakan Artificial General Intelligence (AGI) sumber terbuka yang terdesentralisasi.

Untuk yang belum tahu, AGI mengacu pada solusi machine learning atau mesin pembelajaran dengan kapasitas untuk belajar dan melakukan sejumlah tugas besar yang diselesaikan oleh manusia. Pada dasarnya, ini adalah bentuk AI tingkat lanjut yang memahami dunia seperti halnya manusia mana pun.

Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.
Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.

Baca juga: Prediksi Harga Terra Luna Classic (LUNC), Inilah Hal Harus Diperhatikan

Beberapa bentuk awal AGI termasuk ChatGPT dan platform AI lainnya yang saat ini mampu menyelesaikan tindakan manusia dalam jumlah besar namun terbatas. Bersamaan dengan misinya untuk membangun fondasi AGI, SingularityNET juga menciptakan ekosistem platform yang akan menyediakan layanan terkait AI.

SingularityNET saat ini memiliki 15 atau lebih platform berbasis AI di jaringannya. Platform ini tersebar di industri keuangan, robotika, biomedis, media, seni, dan hiburan. Pengguna dapat memanfaatkan layanan ini menggunakan aset kripto asli platform, AGIX. Pengguna juga dapat mempertaruhkan AGIX untuk mendapatkan insentif dan menggunakan token mereka untuk memberikan suara pada berbagai proposal tata kelola platform.

Kebangkitan AGIX

Alasan percepatan pertumbuhan AGIX baru-baru ini sangat sederhana, yaitu semakin populernya platform berbasis AI. Jika kamu melihat papan AI dan data besar di CoinMarketCap, akan melihat bahwa hampir semua dari 100 token teratas dalam daftar berada di YTD hijau, termasuk AGIX.

AGIX memulai pendakiannya pada 23 Januari, ketika Microsoft mengumumkan investasi US$ 10 miliar di ChatGPT. Sejak saat itu, semakin banyak investor institusional yang keluar untuk mendukung platform berbasis AI. Misalnya, pada 4 Februari, Google mengumumkan investasi US$ 300 juta dalam startup AI, Anthropic.

Perkembangan ini telah menyebabkan proyek blockchain berbasis AI melonjak. Misalnya, AGIX telah naik 790% sejak awal tahun. Pada saat penulisan, token diperdagangkan pada US$ 0,4111 setelah mencatat lonjakan pertumbuhan 25 persen lebih lanjut selama 24 jam terakhir.

Volume perdagangan token dan kapitalisasi pasar juga meningkat masing-masing sebesar 117 persen dan 24 persen selama 24 jam terakhir.

Proyeksi AGIX

Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.
Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.

Baca juga: Harga Shiba Inu Naik 16% saat Peluncuran Shibarium Semakin Dekat

Sebuah studi baru-baru ini oleh raksasa keuangan, JP Morgan, menemukan bahwa pedagang institusional mengalihkan perhatian mereka dari blockchain ke AI. Lebih dari setengah dari 835 investor institusional yang disurvei oleh JP Morgan merasa bahwa AI dan machine learning akan menjadi teknologi paling penting dan berpengaruh dalam beberapa tahun ke depan.

Pada saat yang sama, laporan tersebut juga menyatakan bahwa “Kripto dan aset digital, komoditas, dan kredit diperkirakan akan mengalami peningkatan terbesar dalam volume perdagangan elektronik selama tahun depan.” Oleh karena itu, sebagai kombinasi kripto, blockchain, dan AI, SingularityNET tampaknya akan memiliki masa depan yang cerah.

SingularityNET, jika dapat mencapai tujuannya dan mengimplementasikan roadmap-nya, akan mendapat manfaat besar dari sentimen positif seputar AI dan teknologi blockchain ini.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Altcoin News

Prediksi Harga Terra Luna Classic (LUNC), Inilah Hal Harus Diperhatikan

Published

on

Ilustrasi aset kripto,Terra Luna Classic (LUNC).

Harga Terra Luna Classic (LUNC) telah turun sebesar 2,04% dalam 24 jam terakhir, jatuh ke US$ 0,0001816 menyusul kerugian untuk keseluruhan pasar kripto akhir pekan ini. Harganya saat ini mewakili keuntungan 5% dalam seminggu dan kenaikan 18% dalam 30 hari terakhir, dengan altcoin diuntungkan dari sejumlah proposal dari komunitas Terra Luna Classic untuk menaikkan harganya.

Dilaporkan Crypto News, dengan perdagangan 24 jam LUNC tetap tinggi di lebih dari US$ 150 juta, masih ada cukup likuiditas untuk token menyaksikan kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat. Tentu saja, mungkin perlu koreksi ke bawah sedikit lebih jauh sebelum kembali naik.

Indikator LUNC menunjukkan bahwa token mungkin harus turun sedikit sebelum naik kembali. Dilihat dari relative strength index (ungu) telah berada di sekitar angka 50, setelah turun hampir 30 selama akhir pekan, menunjukkan bahwa ia telah memasuki fase penjualan.

Gerak LUNC

Grafik harga harian LUNC/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga harian LUNC/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: 82% Jutawan Dunia Pertimbangkan Investasi Aset Kripto Karena Cuan

Secara paralel, rata-rata pergerakan 30 hari LUNC (merah) telah mulai turun menuju 200 hari (biru). Penurunan ini mungkin tidak akan berakhir hingga menyentuh atau jatuh di bawah rata-rata jangka panjang, di mana investor dapat mulai mengharapkan kenaikan lebih lanjut.

Dalam hal level resistance dan support, tampaknya US$ 0,00018 mungkin menjadi level support utama saat ini. Jika LUNC turun di bawah harga ini, kemungkinan kerugian tambahan meningkat, meskipun penurunan ke level ini juga bisa menjadi pendahulu pemulihan.

Sebaliknya, US$ 0,00019 adalah level resistensi LUNC sekarang, menyiratkan bahwa penembusan melalui level ini dapat menandakan kenaikan lebih lanjut. Melihat gambaran yang lebih besar, pemegang LUNC memiliki berbagai alasan untuk optimis dalam jangka panjang.

Sentimen LUNC

Ada beberapa yang bisa menjadi sentimen gerak LUNC. Mulai dari komunitas Terra Luna Classic yang terus bekerja untuk mengurangi pasokan LUNC dan meningkatkan nilainya. Proposal baru-baru ini untuk mematok ulang stablecoin USTC menjadi US$ 1 kini telah disetujui, sesuatu yang kemungkinan akan berdampak positif pada harga LUNC dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

Ilustrasi aset kripto, Terra LUNA.
Ilustrasi aset kripto, Terra Luna Classic (LUNC).

Baca juga: BI Bakal Terbitkan Proof of Concept Rupiah Digital pada Juli 2023, Apa Itu?

Mengenai masalah pembakaran LUNC, beberapa minggu terakhir ini juga melihat pembaruan pada protokol Terra Luna Classic yang menyediakan whitelist sehubungan dengan pembakaran pajak on-chain aslinya. Daftar putih semacam itu dapat membebaskan pihak-pihak tertentu dari pembakaran on-chain, sebuah perubahan yang dicari Binance untuk melanjutkan pembakaran biaya perdagangan regulernya sendiri.

Perselisihan yang sedang berlangsung dalam komunitas Terra Luna Classic dapat menghambat upaya untuk mencapai target pengembalian ke level US$ 0,001 dan US$ 0,01 (atau lebih), seperti proposal saat ini untuk mengakhiri pembayaran kepada pengembang Jacob Gadikian yang diduga karena “menyerang dan memfitnah validator di Luna Classic Blockchain.”

Meskipun kehilangan satu pengembang mungkin tidak berakibat fatal bagi jaringan Terra Luna Classic, hal itu berpotensi menunda pengembang lain untuk berkontribusi. Hal ini juga menimbulkan kemungkinan masyarakat tidak menyepakati rencana pelaksanaan usulan re-peg tersebut di atas, yang berlalu tanpa roadmap yang pasti dan tetap.

Meskipun demikian, LUNC jelas merupakan salah satu yang harus diperhatikan di tahun yang akan datang, dan bisa menjadi salah satu pemenang besar tahun 2023.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Popular