Connect with us

Crypto

Inilah Alasan Mengapa Kehadiran NFT Dapat Mengurangi Pelanggaran Hak Cipta

Published

on

pelanggaran hak cipta

Pelanggaran hak cipta merupakan salah satu masalah yang kerap dihadapi para pencipta karya seni, termasuk seni musik. Pembajakan musik masih sering terjadi dan sulit dikontrol laju persebarannya.

Kemunculan NFT ternyata tidak hanya mampu memberi angin segar bagi para pegiat aset kripto, tapi juga mereka yang menggeluti industri musik. Pasalnya, NFT diklaim mampu mengurangi risiko terjadinya pelanggaran hak cipta. Seperti apa mekanismenya?

Apa itu Pelanggaran Hak Cipta ?

Sangat disayangkan, kasus pelanggaran hak cipta di dunia seni masih sangat sering terjadi dan bahkan seringkali dinormalisasi. Pelanggaran ini lebih dikenal dengan istilah pembajakan. Pembajakan adalah tindakan pelanggaran yang dilakukan dari melanggar hak eksklusif tertentu dari sebuah karya. Padahal berbagai cara sudah ditempuh, misalnya dengan menghadirkan platform streaming musik yang terjangkau atau mengadakan program bundling album musik dengan produk lain seperti yang dilakukan oleh brand fast food kenamaan.

Meski begitu, belum ditemukan cara yang efektif untuk memberantas pelanggaran hak cipta di tanah air. Pembajakan dan plagiasi karya masih sering terjadi. Hadirnya inovasi teknologi NFT serta blockchain memberikan secercah harapan bagi para pencipta karya seni untuk mengatasi permasalahan tersebut.

NFT sebagai Solusi Pelanggaran Hak Cipta

NFT sebagai Solusi Pelanggaran Hak CiptaBagaimana NFT bisa menjadi solusi atas masalah tersebut? NFT bisa menjadi langkah preventif creator untuk melindungi karya mereka dari risiko pelanggaran hak cipta seperti pembajakan maupun plagiasi.

Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa musisi dunia. Salah satu contohnya adalah musisi asal Amerika Serikat, Kings of Leon. Bekerja sama dengan YellowHeart yang merupakan komunitas NFT, Kings of Leon berhasil menciptakan album musik NFT bertajuk “When You See Yourself”. Per Maret 2021, band rock ini berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar $2 juta dari penjualan album NFT.

Jika melihat kesuksesan tersebut, diprediksi ke depannya akan semakin banyak musisi dan penggiat musik lain yang mengikuti jejak Kings of Leon. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika NFT akan menjadi model jual-beli musik di masa mendatang.

Alasan Mengapa NFT Dapat Mengurangi Pelanggaran Hak Cipta dalam Karya Seni

Apa kira-kira alasan yang mendorong Kings of Leon dan musisi lain untuk membuat album NFT? Jika melihat sifat NFT itu sendiri, berikut adalah beberapa alasan mengapa NFT bisa menjadi solusi atas masalah pelanggaran hak cipta karya seni.

1. Adopsi Blockchain

NFT bisa menjadi solusi atas pembajakan musik karena sudah mengadopsi teknologi blockchain. Apa itu blockchain? Jika Anda melihat pedagang, mereka pasti memiliki buku besar akuntansi untuk mencatat pembelian dan penjualan. Dengan begitu, saat ada barang yang hilang atau jumlah stok yang kurang, maka bisa langsung diketahui penyebabnya.

Nah, blockchain adalah buku besar akuntansi tersebut dalam versi digital. Setiap karya seni yang tersimpan di dalam blockchain akan langsung tersimpan datanya. Begitu pula saat terjadi transaksi, sistem secara otomatis mencatat data yang berhubungan dengan transaksi. Selain itu, karya yang ada di blockchain juga memiliki sertifikat keaslian.

2. Kejelasan Hak Kepemilikan

Salah satu penyebab terjadinya pelanggaran hak cipta adalah karena hak kepemilikan karya yang tidak jelas. Satu karya bisa saja memiliki banyak pencipta karena memang tidak ada data resmi yang menjelaskan. Hal semacam ini tidak akan terjadi di NFT.

Karya seni yang menjadi aset digital NFT akan memiliki “identitas” unik yang sulit untuk dipalsukan. Sebuah karya seni akan sangat mudah ditelusuri asal-usul dan penciptanya. Di samping itu, creator masih memiliki hak cipta penuh atas karyanya meski sudah berpindah tangan. Sebab, NFT pada dasarnya hanya mengakui satu kepemilikan untuk sebuah karya seni.

3. Hadirnya Dukungan antar Anggota Komunitas NFT

pelanggaran hak ciptaAlasan lainnya datang dari ekosistem NFT itu sendiri. Ekosistem NFT dapat menekan pelanggaran hak cipta hingga seminimal mungkin. Sebab, pemilik karya memiliki kuasa penuh atas karya mereka. Pemilik karya dapat menentukan sendiri jalur distribusi mereka dan komunitas mana yang akan mereka ikuti. . 

Apalagi hal ini didukung dengan besarnya peran komunitas bagi para anggotanya. Tak jarang, di dalam komunitas yang diikuti para anggota dapat bebas bertukar informasi. Nah, biasanya apabila terdapat karya seni NFT yang mencurigakan, mereka bisa segera melakukan laporan kecurangan pada platform marketplace yang mereka temui dan karya seni mencurigakan tersebut bisa dilaporkan untuk ditindaklanjuti lebih lanjut. Di sinilah peran komunitas dalam membantu pemecahan problem dalam masalah pelanggaran hak cipta.

Selain itu, kolaborasi antara Kings of Leon dengan komunitas NFT YellowHeart sendiri sudah membuktikan bahwa komunitas NFT mendukung musisi untuk berkembang dan mendapatkan keuntungan yang memang pantas bagi mereka.

Baca juga Tertarik dengan NFT? Gabung dengan 5 Komunitas NFT Ini, Yuk!

Bagaimana cara membuat NFT untuk musik Anda?

Kini saatnya mengetahui bagaimana cara membuat NFT musik. Sama dengan karya seni lainnya, mulanya lagu, video clip, audio visual, atau artwork digital harus melalui proses upload digital pada blockchain yang disebut dengan istilah minting. Nah, proses minting karya ini dilakukan pada NFT marketplace yang dipilih. 

Baca juga Yuk, Mengenal Apa itu NFT Music dan Perkembangannya Saat Ini

Bisa disimpulkan bahwa penerapan NFT dapat menekan risiko terjadinya pelanggaran hak cipta. Ingin membuat karya tanpa dihantui rasa takut akan pembajakan dan plagiasi? Anda bisa bergabung menjadi komunitas NFT sebagai Official Partner di TokoMall! Melalui TokoMall, Anda bisa memamerkan dan menjual karya seni dengan aman. Yuk, kunjungi https://mall.tokoscape.com/ dan segera daftarkan diri Anda!

Crypto

Token TKO Terdaftar Bappebti, Dorong Ekosistem Blockchain Lebih Masif 

Published

on

Ilustrasi satu tahun TKO, proyek kripto dari Tokocrypto.

Bappebti (Badan Pengawas Perdagagan Berjangka Komoditi) resmi memasukkan Toko Token (TKO) sebagai aset kripto yang legal diperdagangkan di pasar fisik aset kripto di Indonesia. TKO masuk ke dalam daftar baru dari 383 aset kripto yang dapat diperdagangkan saat ini. 

Keputusan tersebut merupakan bagian dari terbitnya Peraturan Bappebti (PerBa) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto Yang Diperdagangkan Di Pasar Fisik Aset Kripto. Dalam PerBa itu terjadi peningkatan signifikan jumlah daftar legal dari 229 aset kripto yang sebelumnya boleh diperdagangkan.

Masuknya TKO ke dalam daftar aset kripto legal Bappebti membuktikan bahwa token kripto tersebut, sudah memenuhi aspek legalitas di Indonesia melalui proses due diligence yang ketat berdasarkan metode penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP).

TKO sendiri merupakan project aset kripto dari Tokocrypto yang telah genap memasuki usia satu tahun pada bulan April lalu. TKO mengusung desain project kripto pertama di Indonesia yang menyediakan model token hybrid unik, Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.
Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Bintang Crystal Luncurkan Koleksi NFT Eksklusif Gandeng Irukandji

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan pencapaian ini tentunya merupakan kabar baik untuk seluruh pihak yang terlibat dalam development TKO dan semua holders token. Selain itu, momentum ini juga baik untuk mengenalkan utilitas TKO yang ingin mendorong adopsi ekosistem blockchain di Indonesia.

“Telah banyak hal yang dilalui oleh TKO dalam menghadirkan utilitas yang bermanfaat bagi kemajuan adopsi ekosistem blockchain di indonesia. Kami akan terus memperkokoh fundamental dari TKO. Di samping itu,  TKO ini telah menjadi backbone dalam pengembangan ekosistem blockchain dari Tokocrypto bernama TokoVerse,” kata Kai.

Lebih lanjut Kai, menjelaskan saat ini TKO telah berfungsi sebagai utilitas benang pemersatu yang menjalin berbagai komponen ekosistem blockchain di TokoVerse. Mulai dari TokoMall (NFT marketplace), TKO sebagai alat redeem NFT. Aplikasi learn & earn, Kriptoversity, belajar blockchain dan aset kripto bisa dapet TKO yang didapatkan bisa di klaim ke wallet kripto Tokocrypto atau bisa didonasikan via TokoCare. 

Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.
Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.

Baca juga: Aset Kripto Lokal yang Masuk Daftar Legal Bappebti

Fitur dan Utilitas Lain TKO

Tokocrypto selalu mengembangkan fitur untuk membuat TKO terus berkembang. Salah satunya adalah TKO Lock yang menguntungkan bagi para holders TKO. Dengan “mengunci” TKO selama pilihan periode waktu tertentu, investor bisa mendapatkan rewards sampai dengan 0,065 TKO per hari. Ini bisa jadi salah satu cara mendapatkan passive income dari investasi aset kripto.

Ada pula TKO Trading Fee, di mana pengguna bisa membayar biaya trading menggunakan TKO dan mendapatkan diskon sebesar 25%. Diskon trading fee ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

Ilustrasi TKO Token yang terdaftar resmi Bappebti.
Ilustrasi TKO Token yang terdaftar resmi Bappebti.

Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

Tidak hanya itu, untuk menjaga nilai kelangkaan token, Tokocrypto melakukan TKO burn setiap kuartal. Tokocrypto menyisihkan 10% dari revenue generated berdasarkan trading volume crypto-to-crypto platform untuk burn token TKO sebanyak 10% dari total token suplai. Untuk kuartal 2 2022, ada 778.164 TKO yang akan di-burn secara bertahap.

“Fase TKO burn dapat dijadikan kesempatan bagi para user untuk mengakumulasi kepemilikan TKO-nya. Token burn akan kami lakukan rutin setiap kuartal demi mempertahankan tingkat inflasi TKO sebagai kelanjutan dari kebijakan kami dalam rangka mengoptimalkan nilai dan potensi token TKO,” pungkas Kai.

Continue Reading

Crypto

Jadwal Baru Rilis Ethereum 2.0 dan Gas Fees Lebih Murah

Published

on

Ilustrasi Ethereum.

Era baru Ethereum 2.0 mungkin akan datang lebih cepat dari yang diharapkan. Peningkatan Ethereum yang telah lama ditunggu-tunggu — dikenal sebagai The Merge — telah diumumkan akan terjadi lebih cepat dari jadwal sebelumnya.

Dilaporkan Decrypt, pengembang Ethereum telah mengumumkan proses migrasi jaringan blockchan ETH yang Proof-of-Work (PoW) menjadi Proof-of-Stake (PoS) akan terjadi pada 15 atau 16 September mendatang.

Pembaruan yang akan menyelesaikan perpindahan Ethereum ke mekanisme konsensus bukti kepemilikan ini pada awalnya diharapkan terjadi pada atau sekitar 19 September 2022.

Anthony Sassano, seorang “Ethereum educator” independen, yang ikut mendirikan situs web penelitian Ethereum EthHub, mengatakan di Twitter: “Penggabungan mainnet Ethereum telah dijadwalkan untuk sementara sekitar 15/16 September.”

Baca juga: Analis: Ethereum Mungkin Bisa Beri Banyak Untung Daripada Bitcoin

Era Baru ETH 2.0 Semakin Dekat

Ada dua langkah tersisa sampai Ethereum menyelesaikan peningkatannya: dikenal sebagai “Bellatrix” dan “Paris.” Pengembang ETH mengatakan bahwa “Bellatrix” akan berlangsung pada 6 September.

Bagian terakhir dari peningkatan, yang dikenal sebagai “Paris,” akan terjadi ketika tingkat hash Ethereum (ukuran kekuatan komputasi jaringan) mencapai tingkat tertentu. Itu saat ini diperkirakan akan terjadi pada 15 September.

Tapi ini bisa berubah dalam beberapa hari dan minggu mendatang, karena tingkat hash jaringan tidak konstan dan dapat meningkat atau menurun seiring waktu.

Ethereum 2.0: Ramah Lingkungan dan Lebih Cepat

Upgrade Ethereum ke ETH 2.0 berarti bahwa alih-alih menjadi blockchain Proof-of-Work, Ethereum akan menjadi Proof-of-Stake. Ini akan menghilangkan kebutuhan akan penambang. Validator akan menggantikan mereka dan menjaga keamanan jaringan dengan mengunci kripto asli jaringan, ETH.

Perubahan yang telah lama ditunggu-tunggu dan dibicarakan ini diharapkan membuat blockchain smart contract terkemuka di dunia lebih cepat, lebih terukur, dan jauh lebih hemat energi. Pada Konferensi Komunitas Ethereum di Prancis pada bulan Juli lalu, salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, mengatakan bahwa pembaruan jaringan berikut akan “bagus untuk desentralisasi”.

Perubahan ini juga diharapkan memiliki dampak deflasi pada ETH, karena mempertaruhkan kemungkinan akan memperlambat laju peningkatan pasokan ETH. Dan jika pertumbuhan pasokan melambat sementara permintaan meningkat, itu terbukti bermanfaat bagi investor Ethereum.

Ethereum 2.0: Gas Fees Murah

Buterin juga mengatakan biaya gas fees US$ 5 di Ethereum terlalu tinggi untuk beberapa negara. Ini adalah salah satu hal penting yang dapat diperbaiki oleh The Merge.

Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin bicara soal ETH 2.0..
Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin bicara soal ETH 2.0.

Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

“Hari ini, dengan rollup, kadang-kadang sudah 25 sen, kadang-kadang kurang dari 25 sen. Dan jika Anda menganalisis apa yang akan terjadi sebagai hasil dari perbaikan, maka kita berbicara tentang biaya potensial mungkin US$ 0,05 sen, atau mungkin bahkan sebagai serendah US$ 0,002,” kata Buterin dikutip Kitco.

“Transaksi yang jauh lebih murah ke titik di mana transaksi on-chain akan menjadi terjangkau bagi banyak orang yang saat ini tidak terjangkau?”

Continue Reading

Crypto

Bos Apple: Investasi Kripto adalah Keputusan Masuk Akal dan Menarik

Published

on

CEO Apple, Tim Cook. Sumber: Reuters.

Aset kripto kini menjadi salah satu pilihan investasi yang banyak diminati. Tak disangka, CEO Apple, Tim Cook, juga turut bersuara mengenai investasi aset kripto yang tengah tren ini.

Dikutip CNBC, Cook mengakui keunggulan aset kripto sebagai instrumen investasi. Menurutnya berinvestasi pada aset digital itu akan menjadi suatu hal yang umum dan masuk akal.

Dalam sebuah video wawancara, Cook bahkan menceritakan dia memiliki sejumlah aset kripto yang disimpan. Meski, untuk membuat perusahaannya, Apple masuk ke industri kripto atau blockchain belum dilakukan.

“Ya, saya pribadi bersedia (investasi kripto). Saya rasa memilikinya sebagai bagian dari portofolio yang terdiversifikasi adalah hal (yang) masuk akal,” katanya.

CEO Apple, Tim Cook.
CEO Apple, Tim Cook. Sumber: Getty Images

Baca juga: Kenal Fear and Greed Index Crypto dan Cara Kerjanya

Tak Berikan Saran Investasi

Sosok Cook memang bisa menjadi patut dalam hal apapun, terlebih dia adalah nakhoda perusahaan teknologi raksasa dunia. Pria berkacamata itu pun menekankan tidak berniat mengajak atau memberikan rekomendasi ataupun nasihat keuangan terkait investasi dalam bentuk apapun, termasuk kripto.

Cook sendiri pun dari awal telah memutuskan tetap terus melakukan riset mendalam soal ekosistem kripto, hingga akhirnya menganggap hal tersebut adalah menarik.

Ilustrasi investasi aset kripto.
Ilustrasi investasi aset kripto.

Baca juga: Data Baru Inflasi AS Dorong Market Kripto Reli Kencang, Tanda Bull Run?

Cook juga menegaskan bahwa minatnya berasal dari “sudut pandang pribadi” dan menolak saran bahwa Apple mungkin mengambil aset kripto dengan imbalan produk sebagai tender atau membelinya dengan dana perusahaan.

“Perusahaan tidak akan berinvestasi di kripto, bukan karena saya tidak akan menginvestasikan uang saya sendiri, tetapi karena saya tidak berpikir orang membeli saham Apple untuk mendapatkan eksposur ke kripto,” pungkasnya.

Continue Reading

Popular