Inilah Alasan Mengapa Kehadiran NFT Dapat Mengurangi Pelanggaran Hak Cipta

0
82
pelanggaran hak cipta

Pelanggaran hak cipta merupakan salah satu masalah yang kerap dihadapi para pencipta karya seni, termasuk seni musik. Pembajakan musik masih sering terjadi dan sulit dikontrol laju persebarannya.

Kemunculan NFT ternyata tidak hanya mampu memberi angin segar bagi para pegiat aset kripto, tapi juga mereka yang menggeluti industri musik. Pasalnya, NFT diklaim mampu mengurangi risiko terjadinya pelanggaran hak cipta. Seperti apa mekanismenya?

Apa itu Pelanggaran Hak Cipta ?

Sangat disayangkan, kasus pelanggaran hak cipta di dunia seni masih sangat sering terjadi dan bahkan seringkali dinormalisasi. Pelanggaran ini lebih dikenal dengan istilah pembajakan. Pembajakan adalah tindakan pelanggaran yang dilakukan dari melanggar hak eksklusif tertentu dari sebuah karya. Padahal berbagai cara sudah ditempuh, misalnya dengan menghadirkan platform streaming musik yang terjangkau atau mengadakan program bundling album musik dengan produk lain seperti yang dilakukan oleh brand fast food kenamaan.

Meski begitu, belum ditemukan cara yang efektif untuk memberantas pelanggaran hak cipta di tanah air. Pembajakan dan plagiasi karya masih sering terjadi. Hadirnya inovasi teknologi NFT serta blockchain memberikan secercah harapan bagi para pencipta karya seni untuk mengatasi permasalahan tersebut.

NFT sebagai Solusi Pelanggaran Hak Cipta

NFT sebagai Solusi Pelanggaran Hak CiptaBagaimana NFT bisa menjadi solusi atas masalah tersebut? NFT bisa menjadi langkah preventif creator untuk melindungi karya mereka dari risiko pelanggaran hak cipta seperti pembajakan maupun plagiasi.

Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa musisi dunia. Salah satu contohnya adalah musisi asal Amerika Serikat, Kings of Leon. Bekerja sama dengan YellowHeart yang merupakan komunitas NFT, Kings of Leon berhasil menciptakan album musik NFT bertajuk “When You See Yourself”. Per Maret 2021, band rock ini berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar $2 juta dari penjualan album NFT.

Jika melihat kesuksesan tersebut, diprediksi ke depannya akan semakin banyak musisi dan penggiat musik lain yang mengikuti jejak Kings of Leon. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika NFT akan menjadi model jual-beli musik di masa mendatang.

Alasan Mengapa NFT Dapat Mengurangi Pelanggaran Hak Cipta dalam Karya Seni

Apa kira-kira alasan yang mendorong Kings of Leon dan musisi lain untuk membuat album NFT? Jika melihat sifat NFT itu sendiri, berikut adalah beberapa alasan mengapa NFT bisa menjadi solusi atas masalah pelanggaran hak cipta karya seni.

1. Adopsi Blockchain

NFT bisa menjadi solusi atas pembajakan musik karena sudah mengadopsi teknologi blockchain. Apa itu blockchain? Jika Anda melihat pedagang, mereka pasti memiliki buku besar akuntansi untuk mencatat pembelian dan penjualan. Dengan begitu, saat ada barang yang hilang atau jumlah stok yang kurang, maka bisa langsung diketahui penyebabnya.

Nah, blockchain adalah buku besar akuntansi tersebut dalam versi digital. Setiap karya seni yang tersimpan di dalam blockchain akan langsung tersimpan datanya. Begitu pula saat terjadi transaksi, sistem secara otomatis mencatat data yang berhubungan dengan transaksi. Selain itu, karya yang ada di blockchain juga memiliki sertifikat keaslian.

2. Kejelasan Hak Kepemilikan

Salah satu penyebab terjadinya pelanggaran hak cipta adalah karena hak kepemilikan karya yang tidak jelas. Satu karya bisa saja memiliki banyak pencipta karena memang tidak ada data resmi yang menjelaskan. Hal semacam ini tidak akan terjadi di NFT.

Karya seni yang menjadi aset digital NFT akan memiliki “identitas” unik yang sulit untuk dipalsukan. Sebuah karya seni akan sangat mudah ditelusuri asal-usul dan penciptanya. Di samping itu, creator masih memiliki hak cipta penuh atas karyanya meski sudah berpindah tangan. Sebab, NFT pada dasarnya hanya mengakui satu kepemilikan untuk sebuah karya seni.

3. Hadirnya Dukungan antar Anggota Komunitas NFT

pelanggaran hak ciptaAlasan lainnya datang dari ekosistem NFT itu sendiri. Ekosistem NFT dapat menekan pelanggaran hak cipta hingga seminimal mungkin. Sebab, pemilik karya memiliki kuasa penuh atas karya mereka. Pemilik karya dapat menentukan sendiri jalur distribusi mereka dan komunitas mana yang akan mereka ikuti. . 

Apalagi hal ini didukung dengan besarnya peran komunitas bagi para anggotanya. Tak jarang, di dalam komunitas yang diikuti para anggota dapat bebas bertukar informasi. Nah, biasanya apabila terdapat karya seni NFT yang mencurigakan, mereka bisa segera melakukan laporan kecurangan pada platform marketplace yang mereka temui dan karya seni mencurigakan tersebut bisa dilaporkan untuk ditindaklanjuti lebih lanjut. Di sinilah peran komunitas dalam membantu pemecahan problem dalam masalah pelanggaran hak cipta.

Selain itu, kolaborasi antara Kings of Leon dengan komunitas NFT YellowHeart sendiri sudah membuktikan bahwa komunitas NFT mendukung musisi untuk berkembang dan mendapatkan keuntungan yang memang pantas bagi mereka.

Baca juga Tertarik dengan NFT? Gabung dengan 5 Komunitas NFT Ini, Yuk!

Bagaimana cara membuat NFT untuk musik Anda?

Kini saatnya mengetahui bagaimana cara membuat NFT musik. Sama dengan karya seni lainnya, mulanya lagu, video clip, audio visual, atau artwork digital harus melalui proses upload digital pada blockchain yang disebut dengan istilah minting. Nah, proses minting karya ini dilakukan pada NFT marketplace yang dipilih. 

Baca juga Yuk, Mengenal Apa itu NFT Music dan Perkembangannya Saat Ini

Bisa disimpulkan bahwa penerapan NFT dapat menekan risiko terjadinya pelanggaran hak cipta. Ingin membuat karya tanpa dihantui rasa takut akan pembajakan dan plagiasi? Anda bisa bergabung menjadi komunitas NFT sebagai Official Partner di TokoMall! Melalui TokoMall, Anda bisa memamerkan dan menjual karya seni dengan aman. Yuk, kunjungi https://mall.tokoscape.com/ dan segera daftarkan diri Anda!