Connect with us

Blockchain

Pengertian NFT ART Finance dan Serba Serbinya, Simak Disini!

Published

on

NFT art token

Meski tergolong baru, token yang diluncurkan pada April 2021 ini dinilai cocok untuk memperjualbelikan karya seni digital. Mengapa demikian? Mari simak penjelasan Token NFT Art Finance berikut ini!

Apa itu NFT ART Finance?

Apa itu NFT Art Finance
Sumber: coinmarketcap.com/nft-art-finance/

NFT ART Finance adalah sebuah token yang beroperasi dalam jaringan Binance Smart Contract (BSC). Fungsi utamanya adalah sebagai alat tukar dalam transaksi jual beli NFT. Token ini diciptakan oleh Enter, perusahaan blockchain asal Norwegia. Sejak diperkenalkan pada 22 April 2021 lalu, NFT ART Finance cenderung fokus pada ekosistem karya seni digital. Sebab, market Enter sendiri ada pada dunia seni digital, terutama fotografi, video, dan juga musik.

Baca juga: Yuk, Pahami Konsep dan Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT!

Ketika pertama diluncurkan, harga awal NFT Art Finance sangat rendah, bahkan bisa dibilang ekstrem, sekitar 0,0000000010 USD. Saat itu, supply token yang disediakan sangat besar karena masih tergolong baru, yaitu mencapai 100 kuadriliun.

Namun, kini sirkulasinya terbilang lancar. Dilansir dari CoinMarketCap per 20 Desember  2021, sirkulasi supply NFT ART token telah mencapai angka 30 kuadriliun lebih dengan kapitalisasi pasar mencapai 20 juta USD. Rata-rata volume penjualannya ada pada angka 205.580,56 USD.

Cara kerja Token NFT ART Finance

Cara kerja NFT ART Finance

Lalu, bagaimana cara kerja token NFT ART Finance? Apa perbedaannya dengan token NFT lainnya?

Keunggulan utama token ini terletak pada biaya transaksinya yang cukup rendah. Enter juga tidak menerapkan biaya pendaftaran. Menariknya lagi, seniman NFT bisa mendapatkan komisi tambahan tiap karyanya berpindah tangan.

Token ini beroperasi dengan mekanisme hiper deflasi, memungkinkan Anda untuk mendapatkan passive income yang didapat secara real-time.

Berdasarkan Official Website dari token ini, operasional token mengikuti 6 prinsip yaitu:

1. Deflasi

NFT ART token menerapkan pajak transaksi sebesar 10%. Lima persen akan dibakar dan lima persen sisanya kembali kepada pemilik.

2. Utilitas

NFT ART mendukung ekosistem Enter, sebagai aset default yang berfungsi untuk membuat, mengklaim, membeli, hingga menjual NFT.

3. Passive income

Dengan 5% redistribusi pajak pada setiap transaksi, pemilik token bisa mendapatkan keuntungan tambahan untuk dijadikan passive income.

4. Diaudit dan aman

Dilengkapi dengan kontrak khusus yang telah lulus audit kode lengkap oleh TechRate.

5. Biaya transaksi rendah

Dikarenakan BSC menerapkan biaya transaksi yang relatif rendah, sehingga pembuatan dan perdagangan NFT dapat terjangkau siapa saja.

6. Tokenomics (tanpa pemilik)

Tokenomics merupakan bagian dari kontrak dan tidak akan pernah berubah, termasuk kode khusus yang menandakan kepemilikan. Pajak transaksi 5% akan didistribusikan kembali kepada pemegang token. Dengan begitu, pemegang jangka panjang bisa memperoleh pendapatan pasif. Mekanisme ini bertujuan untuk mendorong investasi jangka panjang dalam token.

Lalu Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Cara mendapatkan NFT Art Token
Sumber: https://mobile.twitter.com/NFTArt_Finance

Saat baru diluncurkan, NFT ART token hanya bisa dibeli melalui PancakeSwap. Namun, kini Enter telah bekerja sama dengan lebih banyak platform. Selain melalui PancakeSwap, Anda juga bisa mendapatkan utility token ini DigiFinex, FEGex, Hotbit, dan juga Lbank.

Pada update terbarunya, NFT ART token kini juga bisa dibeli melalui AutoShark. Lewat AutoShark ini, para penikmat NFT bisa membeli atau menjual NFT ART hingga farming NFT ART-BNB. Untuk farming, Anda bisa mendapatkan FINS yang bisa langsung dipanen atau dikelola kembali untuk meraih keuntungan lebih besar.

Enter juga terus mengupayakan agar NFT ART finance bisa tersedia di lebih banyak platform jual beli aset kripto. Selain itu, Enter juga sedang menjajaki peluang kerja sama dengan payment gateway agar pengguna bisa membeli NFT ART token dan mengklaim NFT menggunakan akun bank mereka.

Masa depan Token NFT ART

roadmap dari nft art finance
https://mobile.twitter.com/NFTArt_Finance

Enter telah membekali token ini dengan beragam fitur unik yang membuat token hiper deflasi ini mudah diakses dan ramah pengguna. Pengembangan dan kerja sama juga terus berjalan, membuka peluang transaksi yang lebih luas dengan mitra potensial untuk membuka pasar baru bagi NFT ART token. Untuk meningkatkan aksesibilitas token, di Q4 2021 ini pun Enter juga sedang dalam tahap pengembangan aplikasi smartphone.

Rasanya tidak berlebihan jika menganggap masa depan NFT ART finance ini cukup cerah. Terlebih, mekanisme operasional yang diterapkan pun sangat mendukung kesejahteraan seniman NFT. Utility token ini memungkinkan para seniman untuk mendapatkan penghasilan seumur hidup melalui pekerjaan mereka.

Bagaimana, tertarik untuk mulai mengumpulkan NFT ART token? Anda bisa langsung menuju platform yang telah bekerja sama dengan Enter untuk membeli utility token tersebut. Namun, jika Anda baru mulai terjun ke dunia NFT dan belum menemukan platform yang tepat untuk memamerkan karya seni, TokoMall yang merupakan NFT marketplace pertama di Indonesia bisa menjadi solusi.

TokoMall menghubungkan Official Partner (Kreator) dan Creator (Kolektor) NFT. Di TokoMall, Anda bahkan bisa meluncurkan kreasi terbaik ke panggung dunia. Bagi para Creator juga disediakan ruang untuk memperlihatkan koleksi yang dimiliki. Yuk, tunjukkan kreasi terbaik Anda bersama TokoMall sekarang juga!

Metaverse

Riset: 88% Pekerja di Indonesia Siap Rapat di Metaverse

Published

on

Ilustrasi ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse.

Riset terbaru mengatakan sudah banyak pekerja atau karyawan di Indonesia yang siap untuk melakukan rapat di metaverse. Literasi mengenai konsep metaverse atau dunia virtual semakin membuahkan hasil.

Penelitian global yang dilakukan oleh Ciena, mendapati kesiapan para pekerja profesional untuk berkolaborasi di dunia virtual. Menariknya, riset itu mengungkap sebanyak 98% responden di Indonesia mengakui nilai tau value dari rapat virtual.

Bahkan, 88% responden telah menyatakan siap berpartisipasi dalam rapat kerja di metaverse dibandingkan tool konferensi video yang sudah ada. Kesediaan untuk memanfaatkan lingkungan kerja virtual baru ini, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 78%.

Ilustrasi metaverse
Ilustrasi metaverse.

Baca juga: Kenal Aset Kripto DODO, Fundamental Protokol Blockchain DeFi Optimal

Efisien Rapat di Metaverse

Penelitian yang melakukan survei terhadap 15.000 profesional bisnis di 15 negara ini menemukan bahwa 66% pekerja Indonesia mengakui betapa efisiennya rapat virtual.

Salah satu keunggulannya adalah minimnya distraksi atau celah untuk ngobrol, dibandingkan dengan rapat tatap muka. Sementara lebih dari setengah (55%) responden setuju bahwa rapat virtual bisa menciptakan lingkungan yang memudahkan kolaborasi.

Hambatan

Terlepas dari tumbuhnya keinginan untuk memanfaatkan platform kerja virtual, masih ada penghalang untuk mengadopsi platform ini secara luas. Sebanyak 59% responden Indonesia yakin bahwa performa jaringan internet yang tidak bisa diandalkan adalah alasan utama perusahaan enggan menggunakan platform kerja virtual.

bekerja lewat metaverse
Ilustrasi bekerja lewat metaverse.

Baca juga: Grup K-pop Aespa Luncurkan Koleksi NFT Bersama Blake Kathryn

Faktor hambatan lain adalah kekhawatiran tak mempunyai hardware yang tepat (52%), atau teknologi yang belum tersedia (43%).

“Agar antusiasme ini menjadi kenyataan, kita membutuhkan infrastruktur yang tepat untuk menciptakan tempat kerja masa depan. Jaringan kita harus cepat, bisa beradaptasi dan memiliki latensi yang rendah, serta memiliki bandwidth yang memadai untuk mendukung lingkungan kerja virtual-reality baru kita,” kata Dion Leung, Regional Managing Director, Ciena ASEAN.

Continue Reading

Metaverse

Platform Metaverse Terbesar di Asia, Zepeto Tingkatkan Ekspansi Global

Published

on

Zepeto semakin fokus kembangkan dunia metaverse. Foto: Zepeto.

Platform metaverse terbesar di Asia, Zepeto, meningkatkan ekspansi globalnya untuk bersaing dengan perusahaan besar lainnya untuk kembangkan dunia virtual. Seperti diketahui, banyak perusahaan teknologi yang bertaruh miliaran dolar AS untuk menciptakan dunia metaverse.

Zepeto yang dimiliki oleh grup teknologi Korea, Naver, telah menarik 340 juta pengguna sejak diluncurkan pada 2018. Saat ini dikutip dari laporan Financial Times, pengguna Zepeto didominasi oleh segmen perempuan muda.

Hal tersebut memang bukan kejutan, karena Zepeto fokus pada K-pop dan fashion. Zepeto sendiri telah bernilai lebih dari US$ 1 miliar, dan menarik investasi dari perusahaan hiburan Korea JYP Entertainment, YG Entertainment dan Hybe, serta dari Vision Fund II SoftBank.

“Perjalanan kami masih panjang untuk menjadi pemain yang lebih dominan secara global, tetapi kami sangat berada di jalur yang benar,” kata Head of Business at Naver Z, Ricky Kang.

Ilustrasi avatar Zepeto. Foto: Zepeto.
Ilustrasi avatar Zepeto. Foto: Zepeto.

Baca juga: Penyebab Harga Kripto Terra Luna Classic Melonjak 40%

Ekspansi Metaverse

Zepeto menambahkan ekspansi ke negara di kawasan Amerika Latin, seperti Brasil. Perusahaan juga mengumumkan sedang mengerjakan platform versi bahasa Turki dan Arab sebagai bagian dari dorongan ke Timur Tengah.

Itu datang ketika grup dari induk Facebook Meta hingga Microsoft bertaruh miliaran bahwa metaverse 3D yang digadang-gadang akan menjadi platform teknologi besar berikutnya.

Zepeto dengan cepat menjadi situs terbesar di Asia. Ini memiliki sekitar 15-20 juta pengguna aktif bulanan, terutama di Korea Selatan, Jepang dan China. Dari jumlah tersebut, 70 persen adalah perempuan dan sebagian besar berusia antara 13 dan 21 tahun.

Zepeto pun sudah melakukan kerja sama strategis dengan The Sandbox, dunia virtual game terdesentralisasi terkemuka dan anak perusahaan Animoca Brands. Kedua mitra masing-masing akan menawarkan ruang 3D paralel di lingkungan dunia virtual masing-masing, di mana pengguna dapat bersosialisasi, mengobrol, berinteraksi, dan bersenang-senang, sambil dapat mengakses serangkaian NFT untuk digunakan di The Sandbox yang menampilkan item game Zepeto.

Zepeto jalin kemitraan strategis dengan The Sandbox. Foto: Zepeto.
Zepeto jalin kemitraan strategis dengan The Sandbox. Foto: Zepeto.

Baca juga: Lihat Lebih Dekat NFT Noah yang Jadi Tiket Konser Satu Dekade

Hambatan

Kang mengakui kesulitan dalam melakukan ekspansi dan mengembangkan metaverse, khususnya dalam mengawasan kebijakan komunitas. Ia mengatakan bahwa Naver Z memiliki program kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi perilaku yang tidak pantas dan call center yang dapat dihubungi pengguna untuk meminta bantuan.

Wi Jong-hyun, seorang profesor bisnis di Universitas Chung-Ang di Seoul, mengatakan perusahaan perlu “untuk membuat langkah-langkah yang lebih keras dan lebih pragmatis.”

“Banyak dari remaja ini benar-benar mengidentifikasi dengan avatar, sehingga mereka terkejut dengan pengalaman online yang tidak menyenangkan ini,” pungkasnya.

Continue Reading

Blockchain

Ini Wujud Pernikahan Metaverse Pertama di The Sandbox

Published

on

The Sandbox gelar pernikahan pertama di dunia metaverse. Foto: Smobler Studios.

The Sandbox akhirnya membawa realitas virtual ke level berikutnya dengan memanfaatkan metaverse tidak hanya untuk bermain game, tetapi juga untuk pernikahan. Untuk menggelar momen suci ini, Sandbox bekerja sama dengan 1-Group dan Smobler Studios.

The Sandbox mengadakan pernikahan pertamanya di metaverse-nya secara hybrid, digital dan kehidupan nyata. Ini merupakan lompatan baru dari perkembangan metaverse dan mendobrak tradisi pernikahan di Asia.

 The Sandbox gelar pernikahan pertama di dunia metaverse. Foto: Smobler Studios.
The Sandbox gelar pernikahan pertama di dunia metaverse. Foto: Smobler Studios.

Baca juga: The Sandbox Rilis Alpha Season 3 Harapkan Pengguna Bahagia di Metaverse

Pengantin yang menikah di metaverse Sandbox adalah pasangan asal Singapura, Joanne Tham dan Clarence Chan, yang merupakan CEO Bandwagon. Mereka merayakan pernikahan pada hari Sabtu (17/9) dalam tema “disko glam 70-an”, yang berlangsung di replika digital The Alkaff Mansion yang terkenal di Singapura.

Desain Pernikahan Metaverse

Untuk momen spesial ini, arsitektur metaverse dan agensi desain Web3, Smobler Studios, membuat aset melalui The Sandbox yang menciptakan The Alkaff Mansion dan arsitekturnya yang khas.

Sementara, pasangan itu secara fisik hadir di tempat hotel dunia nyata bersama dengan beberapa tamu, avatar digital mereka juga hadir dalam metaverse The Sandbox dan dapat dilihat oleh tamu yang bergabung dari jarak jauh. Acara ini diresmikan oleh salah satu pendiri dan kepala operasi The Sandbox Sebastien Borget dalam bentuk avatar digital.

Baca juga: Bank DBS dan The Sandbox Kolaborasi Luncurkan Metaverse Interaktif

Setelah ciuman virtual pertama mereka sebagai suami dan istri, pasangan itu keluar dari Metaverse untuk melanjutkan perayaan mereka secara offline.

Pernikahan digital sangat dapat disesuaikan sehingga dapat dibentuk sejauh imajinasi seseorang membawanya. Pasangan dapat mewujudkan impian fantastis mereka di dunia metaverse, semua tanpa biaya yang lebih besar dan batasan pernikahan fisik di dunia pasca pandemi.

Continue Reading

Popular