Connect with us

Bitcoin News

Inilah Daftar 7 Koin NFT Terpopuler Saat Ini!

Published

on

daftar koin NFT

Mengetahui daftar koin NFT yang sedang populer saat ini akan membantu Anda dalam mengelola aset digital. Koin NFT sendiri merupakan aset digital yang bisa menjadi alternatif mata uang kripto. Aset digital berupa NFT menjadi menarik karena sifatnya yang “one of a kind” sehingga sulit untuk ditiru. Simak ulasan berikut untuk mengetahui daftar koin NFT terpopuler saat ini!

Naiknya Popularitas NFT

Memasuki tahun 2021, NFT menjadi semakin populer. Hal ini bisa dibuktikan dengan peningkatan penjualan NFT secara online. Pada kuartal pertama 2021, total penjualan NFT mencapai US$2 biliun. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan yang amat tajam dari tahun 2020. Tercatat, total penjualan NFT pada 2020 “hanya” mencapai angka US$250 juta.  

Meski begitu, sebenarnya popularitas NFT tidak dibangun dalam sekejap mata. Jika diurut, penjualan NFT bahkan tidak langsung menanjak sejak diperkenalkan oleh Robert Dermody, Adam Krellenstein, dan Evan Wagner pada 2014 silam. NFT baru mulai ramai diperbincangkan pada 2017, tepatnya saat CryptoPunks muncul dan standar operasional seperti ERC-721 diperkenalkan.

Apa itu Koin NFT?

Koin NFT merujuk kepada kepemilikan aset digital yang baru Anda bisa didapatkan melalui kepemilikan digital atas suatu aset. Menariknya lagi, koin NFT tidak memiliki nilai tukar seperti Bitcoin, sehingga tiap koin NFT memiliki sifat yang unik. 

Perbedaan Koin NFT dengan Mata Uang Kripto

Meski sama-sama bisa digunakan untuk bertransaksi di dunia digital, koin NFT memiliki perbedaan mendasar dengan mata uang kripto. Mata uang kripto masih mirip dengan uang konvensional karena sifatnya yang fungible atau dapat ditukarkan. Katakanlah Anda punya satu Bitcoin, maka nilainya sama dengan satu Bitcoin lain.

Di sisi lain, koin NFT bersifat non-fungible alias tidak dapat ditukar. Seperti yang sudah disebutkan di atas, nilai satu koin NFT belum tentu sama dengan nilai koin NFT lainnya. Sebab, masing-masing koin NFT memiliki sertifikat autentikasi khusus yang unik dan tidak bisa diduplikasi.

Daftar Koin NFT dengan Kapitalisasi Terbesar

Daftar Koin NFT dengan Kapitalisasi Terbesar

Lalu, apa saja daftar NFT yang populer saat ini? Jika melihat data dari Coinmarketcap, terlihat bahwa koin AXS dari Axie Infinity merupakan koin NFT dengan kapitalisasi terbesar. Berikut adalah daftar koin atau token NFT dengan kapitalisasi terbesar mengikuti standar ERC-721 dan ERC-1155 yang dirangkum dari situs Coinmarketcap.

1. AXS (US$10,247 biliun)

AXS Coins

Koin AXS dari Axie Infinity menempati urutan pertama pada daftar  NFT dengan kapitalisasi terbesar menurut Coinmarketcap. Hingga November 2021, token AXS berhasil mencatat kapitalisasi pasar sebesar US$10.247.008.859.

2. THETA (US$7,372 biliun)

Theta coinPeringkat berikutnya ada Theta Network dengan native token-nya yang bernama Theta. Adapun yang menjadi daya tarik dari platform ini sendiri adalah ia menghadirkan infrastruktur video streaming yang terdesentralisasi. Per November 2021, Theta memiliki market cap sebesar US$7.372.728.385.

3. FLOW (US$4,215 biliun)

Flow coinDi peringkat ketiga ada koin Flow yang dikelola oleh jaringan Flow. Memasuki 2021, performa koin Flow memang cukup baik hingga mampu mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$4.215.255.643. Awal November 2021 lalu, satu  Flow-nya ada pada kisaran US$13,57.

Baca Juga: Cara Memilih Koin Micin Potensial dan Rekomendasinya

4. MANA (US$3,874 biliun)

MANA CoinDecentraland memang selalu bisa diandalkan untuk masalah token NFT. Melalui token MANA, Decentraland mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$3.874.516.003, membuatnya berada di peringkat keempat daftar  NFT paling populer menurut Coinmarketcap. Pada awal November 2021 lalu, satu koin MANA dihargai US$2,85.

5. ENJ (US$3,094 biliun)

Enjin Coin

Berikutnya ada Enjin Coin atau lebih dikenal dengan kode namanya, ENJ. Pada penghujung tahun 2021 ini, ENJ mampu mempertahankan performanya dan meraih kapitalisasi pasar sekitar US$3.094.924.191. Sedangkan, harga ENJ stabil pada level US$3,26.

6. CHZ (USD2,515 biliun)

token CHZ

Bagi Anda yang baru mulai melakukan transaksi NFT, token CHZ dari Chiliz bisa dipertimbangkan. Sebab, harga per koinnya relatif terjangkau, sekitar US$0,49. Meski begitu, kemampuannya bisa dibilang stabil dari waktu ke waktu. Terbukti dari total kapitalisasi pasarnya yang mencapai angka US$2.515.267.769.

7. SAND (US$4,94 biliun)

SAND CoinTerakhir ada token SAND dari The Sandbox. Memasuki bulan Desember 2021, performa SAND memang terus meningkat. Harga satu SAND terbilang aman di level US$2,64. Untuk kapitalisasi pasarnya, The Sandbox mampu mencapai angka US$2.403.476.637 pada penghujung tahun 2021 ini.

Tertarik untuk menggunakan koin NFT sebagai alat transaksi? Kini Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di NFT Marketplace milik Tokocrypto, bursa kripto terkemuka di Indonesia. Langsung saja buka website Tokocrypto, klik menu Toko Token, lalu pilih Toko NFT.

Anda juga bisa memulai dengan TKO yang merupakan utility token asli dari Tokocrypto. TKO saat ini bahkan dapat diperjualbelikan dan ditukarkan dengan utility token lain. Klik di sini untuk mulai transaksi dengan koin NFT!  

Bitcoin News

Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

Published

on

Ilustrasi Bitcoin vs emas.

Riset pasar kripto terbaru dari Bloomberg Intelligence menunjukkan bahwa karakter Bitcoin (BTC) kini mungkin mulai berperilaku lebih seperti obligasi dan emas, daripada saham.

Dalam laporan berjudul “Crypto Outlook” yang dirilis awal Agustus lalu, Senior Commodity Strategist Bloomberg Intelligence, Mike McGlone dan Senior Market Structure Analyst, Jamie Coutts, mengatakan unit penelitian yang dilakukan adalah membandingkan pasar Bitcoin dengan pasar emas, obligasi dan minyak.

Mereka menyarankan bahwa pengaruh makroekonomi seperti kebijakan moneter The Fed telah menghasilkan kesamaan antara pasar obligasi dan Bitcoin.

“Pasar yang mengetat dan jatuhnya pertumbuhan global mendukung pergeseran Federal Reserve ke bias ‘pertemuan demi pertemuan’ pada bulan Juli, yang dapat membantu mengarahkan Bitcoin ke arah kemiringan lebih seperti obligasi daripada saham.”

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Crypto Nowadays: Suku Bunga The Fed Naik, Market Justru Naik

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa “komoditas yang bersifat dump-follow-pump” dan penurunan imbal hasil obligasi menunjukkan peningkatan kemungkinan obligasi, emas dan Bitcoin didukung karena inflasi menurun.

Bitcoin Punya Potensi Walau Harganya Turun

Laporan tersebut mencatat bahwa pasar kripto mencapai ‘diskon terbesar’ yang pernah ada dibandingkan dengan 100-week moving average pada bulan Juli. Para analis mengatakan bahwa fakta bahwa harga BTC pada awal Agustus masih di bawah 70% dari nilai puncaknya, tetapi masih lima kali lebih tinggi dari terendah Maret 2020 itu menunjukkan potensinya.

Mereka menandai zona US$ 20.000 sebagai dukungan utama dan diharapkan basis sedang dibangun, mirip dengan level US$ 5.000 pada tahun 2018-2019.

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto di Indonesia?

Para peneliti menyimpulkan bahwa Bitcoin telah menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik sejak diluncurkan sekitar satu dekade lalu.

“Kami pikir lebih banyak hal yang sama ada di depan, terutama karena mungkin transisi menuju agunan global, dengan hasil yang lebih selaras dengan obligasi Treasury atau emas.”

Penelitian Coinbase yang dilakukan pada bulan Juli menunjukkan bahwa profil risiko kelas aset kripto mirip dengan saham minyak dan teknologi. Menurut Chief Economist Coinbase, Cesare Fracassi, mengatakan “korelasi antara harga saham dan aset kripto telah meningkat secara signifikan” sejak pandemi 2020.

Continue Reading

Bitcoin News

Investor Kripto Yakin Harga Bitcoin Tembus Rp 7,4 M Dalam 5 Tahun

Published

on

Iustrasi aset kripto Bitcoin

Investor kripto yang juga seorang miliarder, Mike Novogratz, percaya bahwa bear market saat ini hanyalah gejolak pasar biasa yang terjadi dalam ekonomi global. Meskipun begitu, tingkat adopsi kripto akan mendorong harga Bitcoin capai US$ 500.000 (Rp 7,4 miliar) dalam lima tahun ke depan.

Novogratz yang pernah menyebut dirinya sebagai ‘Forrest Gump of Bitcoin,’ mengatakan turbulensi baru-baru ini dalam industri kripto adalah krisis sementara dan telah memperkirakan bahwa Bitcoin pada akhirnya akan mencapai harga tertinggi terbarunya dalam lima tahun ke depan atau lebih.

“Ini adalah kisah tentang dua hal: Tentang adopsi dan ekonomi global. Sementara ini ada ‘hambatan’ di tengah jalan dalam adopsi. Ini tentu saja bukan putaran balik,” kata Novogratz di Bloomberg Crypto Summit pada hari Selasa (19/7).

Novogratz berargumen bahwa kondisi pasar saat ini membuat para pemain institusional gelisah. Mereka ragu-ragu dan tidak “menyelam dengan dua kaki”. Namun, institusi yang tidak segera terlibat akan melihat peluang yang seharusnya mengarah pada narasi gelombang baru.

Michael Novogratz, CEO Galaxy Digital Holdings Ltd. Photo by Seb Daly / RISE via Sportsfile
Michael Novogratz, CEO Galaxy Digital Holdings Ltd. Photo by Seb Daly / RISE via Sportsfile

Selama wawancara dengan CNBC pada bulan Juni lalu, Novogratz berpendapat bahwa Bitcoin mungkin mendekati titik terendah dan lonjakan baru akan segera terjadi. Pada saat itu, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 22.480. Pada saat menulis artikel ini, Bitcoin bertahan sekitar US$ 23.176.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 20 Juli 2022: Aset Kripto Terus Optimis Terbang

Inflasi Tinggi akan Selamatkan Kripto

Bitcoin telah berjuang untuk keluar dari kisaran harga US$ 19.000 hingga US$ 22.000 karena dipicu oleh pengetatan kebijakan moneter dan diperburuk oleh penggulingan Celsius dan stablecoin TerraUSD pada bulan Mei lalu. Ini telah mundur dari rekor tertinggi hampir US$ 69.000 pada bulan November 2021.

Beberapa penggemar memperkirakan bahwa Bitcoin akan menutup kerugian tahun ini setelah siklus pengetatan The Fed selesai. Nilai pasar kripto keseluruhan telah merebut kembali level US$ 1 triliun.

Novogratz juga menyebutkan bagaimana keadaan keuangan global saat ini berperilaku sebagai dorongan ke atas untuk kripto. Dia berpendapat bahwa ekonomi global memburuk dari hari ke hari dan kripto masih merupakan pilihan investasi yang baik meskipun harganya jatuh dan akan menjadi satu-satunya pilihan bagi orang-orang di masa depan.

Ilustrasi tampilan aset Bitcoin.
Ilustrasi tampilan aset Bitcoin.

“Berdasarkan total kapitalisasi pasar semua ekuitas di planet ini […] kripto adalah sekitar 1% dari itu. Beberapa tahun yang lalu, mereka 0,01%. Beberapa tahun sebelumnya, jumlahnya bahkan lebih sedikit,” kata Novogratz yang juga CEO Galaxy Digital.

Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

Tingkat Adopsi Kripto Bakal Meningkat

Pada Juni 2022, ahli strategi komoditas senior Bloomberg News, Mike McGlone, baru-baru ini mengatakan dia memperkirakan Bitcoin akan mencapai harga US$ 100.000 (Rp 1,4 miliar) pada tahun 2025.

Seperti Novogratz, dia juga percaya bahwa peningkatan tingkat adopsi dikombinasikan dengan penurunan pasokan BTC pasti akan menyebabkan lonjakan harga.

McGlone mengklaim bahwa Bitcoin mungkin terus jatuh untuk beberapa saat lagi. Namun, itu akan meningkat menjadi US$ 100K dalam dua tahun segera setelah menemukan titik dasarnya.

Selain itu, laporan terbaru tentang adopsi pengguna menunjukkan bahwa lonjakan adopsi aktual dalam Bitcoin belum datang. Menurut angka, Bitcoin akan memasuki fase pertumbuhan eksponensial pada tahun 2030 dan melampaui 10% adopsi.

Continue Reading

Bitcoin News

Prediksi Titik Balik Kripto Momen Super Bullish

Published

on

Ilustrasi Bitcoin.

Indeks ketakutan dan kerakusan di pasar kripto (Crypto Fear and Greed Index) menunjukkan tanda-tanda positif. Hal ini, lantaran secara signifikan kedua hal ini meningkat ke level tertinggi dua bulan.

Menurut laporan Bloomberg, jika melihat sentimen pasar menunjukkan comeback besar untuk aset kripto tak lama lagi, atau paling tidak memperlambat kenaikan tingkat aksi jual.

Dalam index tersebut, terlihat nilai yang menggembirakan sebesar 19 pada tanggal 6 Juli. Meskipun nilai ini menunjukkan sentimen pasar soal “Extreme Fear” di dalam pasar kripto, hal tersebut masih merupakan peningkatan dari nilai 6 yang dicapainya pada 18 Juni.

Mengutip artikel Arcane Research, laporan Bloomberg mengemukakan kebangkitan pasar yang muncul berdasarkan metrik ini.

“Sentimen di pasar kripto telah tertekan selama beberapa bulan, tetapi kami melihat sedikit peningkatan minggu ini. Sementara kami masih merasa nyaman di area Extreme Fear, dan kami sekarang mendorong ke arah area Fear, supaya pasar sedikit lebih optimis daripada yang kami lihat akhir-akhir ini,” tulis keterangan di artikel Arcane Research, Selasa (19/7).

Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 20 Juli 2022 pukul 07.00 WIB.
Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 20 Juli 2022 pukul 07.00 WIB.

Baca juga: Bitcoin Tetap Berpeluang Bersaing Ketat dengan Emas

Selain indikasi dari Fear and Greed Index, volume perdagangan Bitcoin tampaknya berjalan normal setelah lonjakan besar-besaran dicatat pada bulan Juni.

Pergerakan ini menunjukkan banyak aktivitas perdagangan, karena sebagian besar investor menggunakan aksi jual. Volume perdagangan rata-rata 7 hari telah kembali ke nilai sedikit di bawah US$ 40 miliar, yang dianggap sebagai level normal.

Dalam salah satu kinerja bulanan terburuknya sejak awal, Bitcoin mengakhiri bulan Juni dengan penurunan 37% dalam harganya dari awal bulan.

Diketahui, harga Bitcoin sendiri di akhir bulan bernilai US$ 19.000. Kinerja buruk Bitcoin telah dikaitkan dengan kebijakan makroekonomi yang tidak menguntungkan yang diperhitungkan oleh inflasi yang meningkat.

Meskipun kinerja yang kurang baik tumpah ke jam-jam pertama di awal Juli, tampaknya ada metrik yang menggembirakan untuk Bitcoin pada bulan ini. Volume perdagangan aset telah naik 53% bulan ini.

Karena, kinerja tampaknya tergantung pada arah pergerakan harga Bitcoin, altcoin utama sudah mengungguli kripto sulung pada bulan Juli. 

Di lain pihak, peneliti dari Korea Selatan mengatakan bahwa musim dingin kripto akan berakhir sebelum tahun keuangan berakhir. Namun, upaya Federal Reserve AS untuk meningkatkan ekonomi Amerika Serikat dapat terus mempengaruhi pasar kripto sementara itu.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Pemuda Indonesia Bobol Wallet Coinbase Raup Rp 16 M Ditangkap FBI

Penelitian dilakukan oleh bursa domestik Korbit dan dilansir Maeil Kyungjae. Unit penelitian bursa memperkirakan bahwa musim dingin kripto yang “berkepanjangan”, ditandai dengan harga Bitcoin (BTC) dan altcoin yang rendah atau stagnan.

Prediksi pun masih akan berlanjut selama berbulan-bulan, tetapi akan berakhir sebelum akhir kuartal keempat tahun keuangan saat ini.

Para peneliti melihat tren dari musim dingin kripto sebelumnya, dan menggambar paralel dengan kemerosotan yang dimulai pada akhir 2018.

“Penurunan pasar ini mirip dengan ‘musim dingin kripto ketiga,’ yang dialami pasar antara akhir 2018 dan awal 2019,” ungkap Jeong Seok-moon, kepala unit penelitian Korbit, Selasa (19/7).

Kendati demikian, Jeong berpendapat bahwa kebijakan moneter terkait pengetatan The Fed telah memicu kemerosotan pada akhir 2018. Kemerosotan ini, diklaim tidak seperti musim dingin kripto pertama dan kedua, yang disebabkan oleh faktor internal di pasar aset kripto. (Im)

Artikel ini telah tayang di Cryptoharian dengan judul “Trader Bitcoin Nantikan Momen Super Bullish Saat Bloomberg Prediksi Titik Balik Kripto

Continue Reading

Popular