Connect with us

Altcoin News

Tokocrypto Market Signal 12 Januari 2022: Proyeksi Bitcoin hingga BNB

Published

on

Ilustrasi daftar 5 aset kripto bullish dan bearish pekan pertama Januari 2022.

Jakarta – Memasuki pekan kedua tahun 2022, investor aset kripto dikejutkan oleh beberapa kejadian besar yang berdampak pada pasar. Mulai dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempercepat kenaikan suku bunga acuan lebih cepat hingga gejolak di Kazakhstan.

Pekan ini diharapkan bisa menjadi fase pemulihan bagi sejumlah aset kripto, walaupun nampaknya masih terlihat adanya volatilitas tinggi. Untuk lebih lengkap mengenai lima aset kripto apa saja yang mengalami bullish dan bearish di pekan kedua Januari 2022, simak Tokocrypto Market Signal di bawah ini.

Daftar‌ ‌5‌ ‌Aset‌ ‌Kripto‌ ‌Bullish‌ ‌

1. Bitcoin ‌(BTC)‌

Ilustrasi grafik aset kripto Bitcoin (BTC).

Ilustrasi grafik aset kripto Bitcoin (BTC).

Di awal tahun 2022, market aset kripto memang bergejolak luar biasa. Semua investor hingga para analis tidak bisa memprediksi akan terjadi penurunan pasar yang cukup signifikan. 

Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, mengungkap ada dua penyebab utama market aset kripto melemah, termasuk Bitcoin dan koin/token kapitalisasi besar lainnya. Pertama, dipicu oleh pengumuman Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pada 5 Januari lalu yang merilis hasil notulen rapat mereka bulan Desember, di mana para pejabat menyebutkan potensi kenaikan suku bunga yang lebih awal. 

“Di hari yang sama, gejolak politik Kazakhstan menambah tekanan lebih lanjut ke pasar. Internet negara tersebut ditutup di tengah protes, menyebabkan hashrate jaringan Bitcoin menurun,” ungkapnya.

Meski begitu, Afid melihat Bitcoin tidak akan turun lebih jauh lagi, dan menyebut harga terendah masih berada di bawah posisi US$ 40.680. BTC diyakini bisa alami konsolidasi, sehingga berpotensi rebound dan bullish sekitar 27 persen.

Bitcoin masih paling banyak peminatnya. Termasuk di Tokocrypto yang volume trading paling banyak di BTC. Ini memiliki potensi terlepas dari zona terendahnya dan melakukan rebound harga dalam kurun waktu yang singkat,” jelas Afid.

Peringkat BTC di CoinMarketCap saat ini adalah #1, dengan kapitalisasi pasar US$ 791.730.821.444. Pasokan yang beredar 18.925.843 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

2. Binance Coin (BNB)

Ilustrasi grafik aset kripto Binance Coin (BNB).

Ilustrasi grafik aset kripto Binance Coin (BNB).

BNB adalah aset kripto yang diciptakan oleh Binance, salah satu exchange kripto terbesar di dunia. BNB berjalan di Binance Chain, sebuah blockchain yang diciptakan Binance untuk mendukung pertukaran kripto yang terdesentralisasi. 

Afid menjelaskan sepanjang tahun 2021 lalu, BNB berhasil menjadi aset kripto dengan kinerja paling apik. Dalam ekosistem Binance, pengguna dapat menggunakan BNB untuk menerima diskon biaya perdagangan dan mendapat benefit lainnya.

“BNB berpotensi bullish karena akan ada integrasi dengan YokaiSwap ya. Di mana YokaiSwap itu sebelumnya berada di Nervos Network. Dia akan ILO (initial liquidity offering) di tanggal 13 Januari ini, dan bisa menambah harga untuk BNB,” katanya.

Peringkat BNB di CoinMarketCap saat ini adalah #4, dengan kapitalisasi pasar US$ 75.252.827.642. Pasokan yang beredar 166.801.148 koin BNB dan maksimal pasokan 166.801.148 koin BNB.

Baca Juga: 6 Kripto Ini Bisa Kalahkan Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022?

3. Nervos Network (CKB)

Ilustrasi grafik aset Nervos Network (CKB).

Ilustrasi grafik aset Nervos Network (CKB).

Nervos Network (CKB) menggambarkan dirinya sebagai ekosistem blockchain publik dengan sumber terbuka. CKB merupakan kependekan dari Common Knowledge Base yang merupakan protokol lapisan dasar 1 dari Nervos Network.

Afid melihat CKB coin akan bernasib sama dengan BNB dan akan mengalami fase bullish dalam waktu dekat. Penyebabnya sama, yaitu integrasi dengan YokaiSwap yang sebelumnya berada di Nervos Network, kini terhubung dengan Binance Smart Chain.

“Hal tersebut mungkin akan menambah harga lagi untuk CKB,” terangnya.

Peringkat CKB di CoinMarketCap saat ini adalah #128, dengan kapitalisasi pasar US$ 535.982.605. Pasokan yang beredar 29.350.914.462 koin CKB dan maksimal pasokan tidak tersedia.

4. PancakeSwap (CAKE)

Ilustrasi grafik aset kripto PancakeSwap (CAKE).

Ilustrasi grafik aset kripto PancakeSwap (CAKE).

CAKE adalah token asli dari PancakeSwap dengan standar BEP-20 disebut juga sebagai token utilitas. PancakeSwap sendiri adalah pertukaran terdesentralisasi yang memungkinkan penggunanya untuk memperdagangkan mata uang kripto dan token tanpa perantara terpusat.

Layanan tersebut dibangun di atas kontrak pintar yang digunakan di Binance Smart Chain, platform blockchain yang dijalankan oleh pertukaran kripto Binance. Afid mengatakan token ini akan mengalami bullish.

“Jadi akan ada IFO (Initial Farm Offerings) yang melebihi perkiraan awal, maka akan berpengaruh kepada BNB. PancakeSwap itu sendiri berada di jaringan Binance Smart Chain (BSC) kemungkinan akan ada kenaikan harga juga,” tuturnya.

Peringkat CAKE di CoinMarketCap saat ini adalah #49, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.776.080.667. Pasokan yang beredar 257.281.434 koin CAKE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. Flux (FLUX)

Ilustrasi grafik aset Flux (FLUX).

Ilustrasi grafik aset Flux (FLUX).

Flux adalah jaringan komputasi awan terdesentralisasi di blockchain Flux, yang menggunakan mekanisme konsensus Proof-of-work (PoW). Sementara, FLUX adalah token utilitas dan tata kelola asli dari Flux yang dapat digunakan untuk tata kelola jaringan, diterima sebagai reward atas mining, dan untuk membayar biaya jaringan.

Afid menerangkan FLUX berpotensi bullish karena baru saja mengumumkan kerja sama dengan Nvidia. Di mana kerja sama itu sebagai mitra utama, FLUX akan dapat berkembang lebih cepat melalui akses ke teknologi dan pakar mutakhir dari NVIDIA dan dukungan pemasaran bersama.

“FLUX ada kerja sama dengan Nvidia yang akan membuat harganya kemungkinan naik. Potensi kenaikannya bisa mencapai 69 persen,” katanya.

Peringkat FLUX di CoinMarketCap saat ini adalah #123, dengan kapitalisasi pasar US$ 579.864.358. Pasokan yang beredar 223.804.842 koin FLUX dan maksimal pasokan 440.000.000 koin FLUX.

Baca Juga: Fakta Menarik XRP, Aset Kripto Diklaim Paling Moncer untuk Investasi

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Power Ledger (POWR)

Ilustrasi grafik aset Power Ledger (POWR).

Ilustrasi grafik aset Power Ledger (POWR).

Power Ledger (POWR) minggu ini masuk kembali ke daftar aset kripto yang berpotensi bearish. Dalam analisa Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, melihat POWR sempat naik atau nge-pump sekitar 50 persen pada tanggal 9 Januari lalu. Namun, terjadi banyak penjualan yang membuat harganya kembali turun.

“Biasanya di market kripto, kalo udah nge-pump kaya gini, itu akan terjadi penjualan untuk berusaha menaikan profit. Saat ini sudah masuk ke fase penjualan tersebut ya. Dan akan terus alami penurunan sampai 0,5441,” kata Afid.

Power Ledger (POWR) adalah platform berbasis blockchain yang digunakan untuk menjual dan mendistribusikan solar power tanpa perantara di area lokal. Jadi, Ini adalah perusahaan teknologi yang menggunakan blockchain untuk memfasilitasi perdagangan komoditas energi dan lingkungan.

Peringkat POWR di CoinMarketCap saat ini adalah #174, dengan kapitalisasi pasar US$ 264.431.061. Pasokan yang beredar 463.486.097 koin POWR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin POWR.

2. Smooth Love Potion (SLP)

Ilustrasi grafik aset kripto Smooth Love Potion (SLP).

Ilustrasi grafik aset kripto Smooth Love Potion (SLP).

Smooth Love Potion (SLP) adalah jenis uang digital yang terdapat dalam game metaverse, Axie Infinity. Token ini menggunakan jaringan Ethereum dan melalui likuiditas Uniswap. Jaringan Ethereum memang banyak dipilih karena menawarkan kemudahan dalam smart contract.

Koin SLP sangat berbeda dengan aset kripto lain yang digunakan dalam game. Pemain diharuskan membeli token untuk menyelesaikan misi tertentu, sehingga mereka bisa berkembang dan dijual kembali.

“Alasan mendasar kenapa SLP terus mengalami penurunan, karena orang yang biasanya kalo sudah dikasih reward, mereka akan jual untuk dijadikan aset pribadi dan di-convert ke koin yang lebih bagus lagi,” kata Afid.

Peringkat SLP di CoinMarketCap saat ini adalah #550, dengan kapitalisasi pasar US$ 56.517.718. Pasokan yang beredar 3.221.436.110 koin SLP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Hive (HIVE)

Ilustrasi grafik aset kripto Hive (HIVE).

Ilustrasi grafik aset kripto Hive (HIVE).

Sama seperti POWR, HIVE juga kembali masuk ke daftar bearish pekan ini. Afid melihat berpotensi masih terus turun. Bahkan melebih penurunan minggu lalu yang berada disekitar 10 persen

“HIVE berpotensi masih terus turun. Kalo dilihat dari grafik, ia membentuk lower high sama lower low ya. Ia mungkin sedikit akan konsolidasi dulu, tapi akan ada penurunan sekitar 16 perse,” ungkap Afid.

Hive sendiri adalah jaringan berbagi informasi terdesentralisasi dengan buku besar keuangan berbasis blockchain yang dibangun di atas protokol Delegated Proof of Stake (DPoS). HIVE dikembangkan untuk menyimpan konten dalam jumlah besar dan membuatnya tersedia untuk monetisasi berbasis waktu.

Peringkat HIVE di CoinMarketCap saat ini adalah #135, dengan kapitalisasi pasar US$ 470.258.126. Pasokan yang beredar 389.178.394 koin HIVE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca Juga: CEO Grayscale: 5 Tren Crypto yang Harus Diamati Tahun Ini

4. Ooki Protocol (OOKI)

Ilustrasi grafik aset kripto Ooki Protocol (OOKI).

Ilustrasi grafik aset kripto Ooki Protocol (OOKI).

Ooki adalah protokol untuk perdagangan margin dan pinjaman tokenized. Ini bisa digunakan untuk layanan pinjaman yang memberdayakan blockchain yang terdesentralisasi, efisien, dan bebas sewa.

Ooki adalah proyek yang dijalankan komunitas, diatur oleh suara komunitas untuk semua perubahan besar pada protokol. Afid menilai OOKI masih akan terus menurun selama beberapa waktu ke depan.

“Dilihat dari grafiknya, ada pola penurunan yang tajam. Sekarang masih di area support-nya ya. Tapi kalau ini berhasil tertembus, bisa mengalami penurunan sekitar 13 persen,” katanya.

Peringkat OOKI di CoinMarketCap saat ini adalah #539, dengan kapitalisasi pasar US$ 59.126.115. Pasokan yang beredar 2.875.468.102 koin OOKI dan maksimal pasokan 10.300.000.000 koin OOKI.

5. Convex Finance (CVX)

Ilustrasi grafik aset kripto Convex Finance (CVX).

Ilustrasi grafik aset kripto Convex Finance (CVX).

Convex Finance adalah protokol pengoptimal dan otomatisasi hasil yang dibangun di Curve Finance. Protokol ini memungkinkan pengguna untuk menerima CRV dan reward mining likuiditas yang ditingkatkan dengan usaha minimal.

Sementara, CVX adalah token asli Convex Finance untuk staking, mengeklaim biaya kinerja, dan voting tata kelola. Token ini menurut Afid berpotensi masuk ke fase bearish.

“CVX punya probability untuk mengalami kenaikan lagi, tapi ini harus koreksi dan dilihat mungkin bisa turun di area 32,5 atau sekitar 8,1 persen dari harganya,” ungkapnya.

Peringkat CVX di CoinMarketCap saat ini adalah #207, dengan kapitalisasi pasar US$ 1.645.046.915. Pasokan yang beredar 45.680.015 koin CVX dan maksimal pasokan 100.000.000 koin CVX.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Altcoin News

Pasar Sepekan: Sentimen Negatif Masih Kuat, Aset Kripto Sekarat

Published

on

Bitcoin zona merah

Market aset kripto kembali mengalami performa yang lesu secara keseluruhan pada pekan kedua Mei 2022 ini. Kondisi market langsung mendadak ‘sakit’ mengingat situasi makroekonomi sedang tak pasti.

Meski begitu market mulai stabil dengan beberapa aset kripto mengalami lonjakan. Melansir CoinMarketCap pukul 14.00 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sudah mengalami peningkatan dan masuk zona hijau.

Contoh Bitcoin (BTC) yang nilainya naik 14,05% dalam sehari terakhir dan kini berada di $ 30.383,75. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) ikutan naik 17,26% ke $2.091,36 di waktu yang sama.

Ilustrasi market kripto anjlok.
Ilustrasi market kripto anjlok.

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Beberapa nilai altcoin lainnya pun tak lagi terjun bebas. Nilai BNB dan XRP masing-masing naik 35,09% dan 23,07%. Sementara itu, nilai USD Coin (USDC) dan Binance USD (BUSD) kompak melemah lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir.

“Sentimen negatif dampak dari drama stablecoin TerraUSD (UST) membuat pelaku pasar khawatir dan ragu atas kondisi pasar stablecoin dan pasar kripto pada umumnya yang terlalu volatil untuk saat ini. Ketakutan ini pun semakin bertambah setelah Menteri Keuangan AS, Janet Yellen dan The Fed kompak mengatakan bahwa stablecoin adalah risiko besar yang mengancam sektor keuangan,” jelas Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

Namun, secara keseluruhan investor masih kompak melakukan aksi jual dan melepas aset berisiko mengingat situasi makroekonomi sedang tak pasti. Kondisi inflasi Amerika Serikat masih akan terus menggentayangi ekonomi Negeri Paman Sam itu, sehingga mereka pun hijrah dari aset-aset volatil aman ke aset aman seperti Dolar AS.

“Laju inflasi yang melebihi proyeksi menyebabkan investor untuk melepas aset berisikonya. Hal ini ikut menghantam pasar aset kripto,” ungkap Afid.

Kondisi pasar kripto juga selaras dengan saham, pelaku pasar tampak kompak melepas saham sektor teknologi lantaran khawatir bahwa bank sentral AS, The Fed, bakal kembali mengetatkan kebijakan moneternya dengan agresif.

Continue Reading

Altcoin News

Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Published

on

Ilustrasi stablecoin.

Aset kripto TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) sedang jadi sorotan sepekan ini. Alasannya harga kedua aset kripto tersebut tak stabil dan bahkan LUNA turun sampai 99% hanya dalam hitungan hari, padahal ia sempat jadi primadona investor dan capai harga tertinggi sepanjang masa.

Berdasarkan situs CoinMarketCap, pada Jumat (13/5) pukul 14.00 WIB, LUNA diperdagangkan pada $ 0,00005687 dengan market cap sebesar $ 557 juta anjok 63%. Sebelumnya, LUNA telah capai harga tertinggi sepanjang masa pada Selasa (5/4) sebesar $ 119,18 per koin atau setara Rp 1,73 juta, pada saat itu kapitalisasi pasarnya mencapai $ 40 miliar.

Penurunan harga LUNA ini sangat terpengaruh oleh faktor peg atau berkurangnya nilai dari stablecoin asli jaringan Terra, UST. Stablecoin UST turun ke level $ 0,22 pada perdagangan Jumat (13/5) yang merupakan terendah sepanjang masa. Melihat hal ini apakah stablecoin masih aset kripto teraman untuk investasi saat ini?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Sebelum menjawab hal tersebut, kita bahas apa yang sebenarnya terjadi dengan UST? Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan mekanisme stablecoin algoritmik memiliki kelemahan sebagai penopang sebagian besar nilai UST. Hal inilah yang menjadikan harga LUNA sangat terpengaruh oleh penurunan UST yang sangat dramatis. 

Lebih lanjut, Afid menjelaskan CEO Terralabs, Do Kwon pun mengakui bahwa model stablecoin tersebut hadir dengan beberapa pengorbanan. Faktanya, memang koin sangat terdesentralisasi. Namun, dibandingkan dengan koin seperti Tether, ia menghadapi beberapa masalah stabilitas harga, terutama jika sistemnya berada di bawah tekanan.

“Jika terlalu banyak orang yang mencoba menebus UST sekaligus, “death spiral” hipotetis dapat terjadi dengan token LUNA yang dipasangkan dengannya. Nilai LUNA akan mulai runtuh karena lebih banyak token dicetak untuk memenuhi permintaan pengguna,” jelas Afid.

Baca juga: Serangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA)

Hipotesis Nilai LUNA Turun

Afid menerangkan kemungkinan besar penurunan ini terkait juga dengan adanya attack dari ‘oknum’ yang memanfaatkan kelemahan dari mekanisme yang Terra punya. Kelemahan dari Terra LUNA adalah soal “death spiral”.

LUNA memiliki hubungan mutual dengan UST. Setiap ada UST diterbitkan, ada supply LUNA yang di-burn, begitu pula sebaliknya. Seharusnya secara algoritma, ketika harga UST jatuh, ada UST yang di-burn dan LUNA yang diterbitkan. Nilai Terra LUNA bisa turun, jika TerraUSD dianggap tidak stabil.

aset kripto Terra (LUNA)
Ilustrasi aset kripto Terra (LUNA).

Blockchain Terra sempat berhenti untuk menghindari penyerangan governance pada jaringannya dan untuk membentuk rencana baru. Governance attack adalah kondisi di mana token yang digunakan untuk hak suara dikendalikan sebagian besar oleh satu pihak saja sehingga bisa merusak atau mengubah jaringan,” kata Afid. 

Untuk saat ini LUNA terlihat semakin tidak ada harapan dengan harga yang turun drastis dan kondisi keuangan perusahaan yang masih jatuh. Jadi jika Terra mau kembalikan lagi ke peg-nya itu UST $ 1, mau tidak mau mesti burn UST yang supply-nya berlimpah, dan efeknya supply LUNA semakin banyak, otomatis harga LUNA akan terus anjlok sampe UST bisa stabil ke $ 1 lagi.

Baca juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

Apa Bedanya BIDR sama UST?

Drama UST dan LUNA membuat investor khawatir dan ragu atas kondisi pasar stablecoin yang sebelumnya, dianggap aman sebagai instrumen investasi, namun kini terlalu volatil.

Tidak semua stablecoin menggunakan mekanisme algoritmik seperti UST. Binance IDR (BIDR) contohnya. BIDR merupakan stablecoin berbasis Rupiah yang dapat diperdagangkan dengan aset kripto lainnya. BIDR menggunakan Binance Chain (BEP-2) yang dipatok ke dalam Rupiah (IDR). BIDR akan tersedia untuk pembelian langsung dan penukaran dengan harga 1 BIDR setara dengan 1 Rupiah.

stablecoin BIDR dan UST
Ilustrasi stablecoin BIDR dan UST.

Untuk menjaga kestabilannya, BIDR didukung 1:1 oleh Rupiah di rekening bank terpisah di Indonesia. BIDR akan diaudit setiap bulan oleh perusahaan audit. Laporan audit akan dipublikasikan di Tokocrypto untuk referensi bagi pengguna BIDR.

Harga atau nilai BIDR di bursa mungkin sedikit menyimpang dari Rp 1, karena kekuatan penawaran dan permintaan pasar untuk aset tersebut. Namun, penyimpangan harga tersebut akan kecil, karena arbitrase pasar akan bekerja untuk membawa harga BIDR kembali ke 1 Rupiah Indonesia.

Baca juga: UPDATE: Blockchain Terra Kembali Produksi, Meski Harga LUNA Hancur

Apakah BIDR Bisa Bernasib sama dengan UST?

Peristiwa yang terjadi dengan UST sulit menimpa BIDR. UST membutuhkan mekanisme algoritmik untuk menjaga nilainya agar tetap sama dengan Dolar AS. Setiap token UST yang diterbitkan, ada supply token LUNA yang diburn atau dihancurkan.

“Sistem tersebut memiliki kelemahan dari segi governance attack, sehingga membuka peluang satu pihak bisa menguasai banyak koin dan punya kewenangan untuk merusak atau mengubah jaringan. Seperti yang terjadi saat ini,” jelas Afid.

Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.
Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.

Sementara, BIDR tidak mengunakan skema mekanisme algoritmik. BIDR mempunyai mekanismi setiap koin mewakili satu Rupiah yang disimpan di bank. Ini memungkinkan pencetakan dan burning BIDR berdasarkan jumlah Rupiah yang disimpan.

Tokocrypto sebagai pengelola BIDR bekerja sama dengan perusahaan audit untuk menyesuaikan suppy token sesuai dengan jumlah uang Rupiah yang disimpan di bank untuk mencapai skala 1:1. Laporan audit transparan dan bisa diakses di tokocrypto.com/report.

Baca juga: Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin: Raksasa BlackRock, Citadel dan Gemini Dalangnya?

DISCLAIMER: Investasi aset kripto memiliki volatil tinggi, Tokocrypto mengimbau setiap pengguna melakukan research terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi dengan mengutamakan sikap kehati-hatian. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pengguna dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi.

Continue Reading

Altcoin News

UPDATE: Blockchain Terra Kembali Produksi, Meski Harga LUNA Hancur

Published

on

Ilustrasi aset kripto Terra (LUNA).

Validator blockchain Terra telah menghentikan sementara aktivitas jaringan pada hari Kamis malam, 12 Mei 2022 (sekitar pukul 23.20 WIB). Langkah ini diambil untuk mencegah serangan tata kelola setelah devaluasi parah token LUNA. 

Hal tersebut diumumkan melalui akun Twitter resmi jaringan Terra @terra_money. Akun tersebut membuat cuitan yang menyatakan bahwa jaringan blockchain dihentikan pada ketinggian blok 7.603.700.

Baca juga: Serangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA)

Langkah ini mengikuti serangkaian peristiwa yang memicu penurunan harga LUNA  dan stabelcoin UST yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Harga LUNA terpelanting sangat jauh dari harga tertingginya di bulan lalu. Pada saat laporan ini ditulis harga LUNA diperdagangkan di level $ 0,013 atau setara dengan Rp 190. Bahkan, di hari yang sama LUNA menginjak harga terendahnya di harga $ 0,01 (Rp 146).

Dalam kurun waktu sekitar satu bulan LUNA ambruk sekitar 98% dari harga tertingginya di level $ 119.

Berdasarkan data CoinGecko, harga UST saat penulisan berada di level $ 0,33, turun 49% selama 24 jam terakhir.

Baca juga: Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Update: Blockchain Terra telah melanjutkan produksi blok dengan penggabungan kode baru. Meski begitu harga LUNA tetap tertekan. Berdasarkan situs CoinMarketCap, pada Jumat (13/5) pukul 08.45 WIB, LUNA diperdagangkan pada $ 0,004592 dengan market cap sebesar $ 557 juta anjok 63%.

Terlepas dari adanya berbagai upaya dari pihak Terra untuk mengendalikan masalah yang tengah mereka alami, nampaknya upaya tersebut masih belum membuahkan hasil juga.

Sementara itu, pertukaran crypto terbesar Binance mengumumkan akan menghapus kontrak berjangka Terra (LUNA) dengan margin Tether (USDT) menyusul penurunan harga lebih dari 99%.

Dalam posting blog hari Kamis, Binance mengatakan akan mengambil “tindakan pencegahan” di sekitar kontrak abadi LUNA/USDT, berniat untuk menghapus pasangan jika harga berada di bawah 0,005 USDT.

Artikel telah diperbarui dengan informasi tentang pembaruan blockchain Terra, yang memungkinkan produksi blok dilanjutkan. 

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Popular