Connect with us

Altcoin News

Apa itu Altcoin Seasons?, Yuk Kenalan Dengan Istilah Trading Ini

Published

on

Apa itu altcoin seasons

Kini, dunia aset kripto telah diramaikan oleh banyaknya aset yang menarik dan tentunya potensial, tidak kalah dengan pamor Bitcoin. Banyak investor dan trader yang ikut mencoba peruntungan di berbagai aset kripto tersebut dan membuat dominasinya meluas. Ternyata, tren ini dikenal dengan sebutan altcoin season. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, baca artikel ini sampai selesai!

Altcoin Season dan Penyebab Terjadinya

Sebelum membahas mengenai altcoin season, yuk, kenali apa itu altcoin terlebih dahulu. 

Apa itu Altcoin?

Altcoin, kependekan dari alternative coin, merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan aset kripto yang diterbitkan dan diperjualbelikan setelah Bitcoin. Seperti namanya, altcoin ini hadir dengan tujuan memberikan alternatif bagi para pegiat aset kripto dalam berinvestasi.

Apa itu Altcoin Season?

Jadi, altcoin season atau alt season berarti suatu musim di mana beberapa altcoin teratas memiliki kinerja dan potensi yang sangat baik, bahkan harganya melampaui harga Bitcoin dan US Dollar. Periode alt season ini biasanya dihitung selama 90 hari. 

Kapan Alt Season Terjadi?

Alt season pertama kali terjadi pada tahun 2017, di mana Bitcoin sedang dalam perjalanan menuju kejayaannya dan mulai banyak altcoin yang diluncurkan di blockchain Ethereum dengan memanfaatkan smart contract. 

Hal ini menarik perhatian banyak investor sehingga bermigrasi dan mencari peruntungan di altcoin. Dikutip dari Mail & Guardian, tidak menutup kemungkinan bahwa alt season akan terjadi di penghujung tahun 2021, dengan kenaikan ETH yang signifikan saat ini sebagai katalisnya.

Apa indikator Alt Season sedang terjadi?

Jika 75% dari 50 aset kripto teratas pada market cap memiliki kinerja lebih baik dari Bitcoin dalam 90 hari terakhir, maka dapat dikatakan bahwa sedang terjadi alt season. Namun, terdapat beberapa aset kripto yang tidak termasuk dalam 50 aset kripto teratas yaitu Stablecoin, misalnya Tether dan DAI, juga Asset Backed Tokens seperti wBTC, stETH, hingga cLINK.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai apakah saat ini sedang terjadi alt season atau tidak, Anda bisa melihat Altcoin Season Index di situs Blockchain Center.

Apa Penyebab Altcoin Season?

Peristiwa ini tidak semerta-merta terjadi begitu saja lho, walaupun memang tidak memiliki penyebab yang pasti. Namun, ada tiga hal yang mendorong terjadinya alt season, nih

Pertama, maraknya migrasi investor ke altcoin yang disebabkan oleh bull-run pada pasar Bitcoin. Di mana para investor yang mengantongi keuntungan dari Bitcoin akan membelanjakan keuntungan tersebut di pasar altcoin

Kedua, mulai ramai pembaharuan teknologi yang dilakukan oleh proyek kripto termasuk altcoin, salah satu contohnya adalah penggunaan mekanisme Proof of Stake (PoS). 

Ketiga, pengaruh dari para influencer aset kripto. Sebagai contoh, tweet Elon Musk pada awal 2021 mengenai Dogecoin berhasil membuat harganya meroket.

tweet dogecoin elon musk 1

Salah satu cuitan Elon Musk pada April 2021 yang berhasil mendongkrak harga Dogecoin sehari setelahnya

Selayaknya siklus musim yang berganti dari musim panas menjadi musim dingin, peristiwa ini juga terjadi di dunia kripto, lho. Di mana selain terdapat altcoin season, juga terdapat musim lainnya yang disebut dengan crypto winter. Namun, apa saja perbedaan di antara keduanya? 

Perbedaan antara Altcoin Season dan Crypto Winter

1. Berdasarkan pengertian atau definisi

Sebenarnya, secara terminologi keduanya memiliki arti yang berbeda. Alt season mendefinisikan sejumlah altcoin yang kinerja dan harganya lebih unggul dari pasar Bitcoin. Sementara itu, crypto winter mengacu pada pasar kripto yang mulai dingin dan hilang peminat, bahkan pergerakan harga pun tidak menolong. 

2. Berdasarkan kondisi pasar

Berkat definisi tersebut, lahirlah perbedaan selanjutnya, yaitu kondisi pasar. Jika alt season menunjukkan pasar aset kripto yang menghijau terutama yang terjadi pada altcoin, maka crypto winter menunjukkan pasar aset kripto yang lesu khususnya Bitcoin, ditandai dengan penurunan harga sebesar 80 sampai 90 persen dari all-time high.

3. Berdasarkan periode berlangsungnya

Perbedaan lainnya adalah periode berlangsungnya. Seperti yang sudah disinggung di atas, alt season umumnya berlangsung selama 90 hari saja. Sementara itu, crypto winter bisa terjadi dan bertahan selama 2 hingga 3 tahun lamanya. Saat pasar sudah kembali diminati dan perdagangan meningkat, maka sebutannya berubah menjadi crypto spring.

4. Berdasarkan waktu terjadinya

Selain itu, perbedaan selanjutnya adalah waktu terjadinya. Jika alt season terakhir kali terjadi pada 2017 hingga awal 2018, maka crypto winter terjadi sepanjang tahun 2018 dan yang paling baru adalah 2021. Sebagaimana yang telah disebutkan, crypto winter lekat dengan kondisi pasar Bitcoin, sehingga ditandai dengan anjloknya harga Bitcoin dalam waktu yang lama.

Sebenarnya, alt season masih berhubungan dengan crypto winter, terutama yang melibatkan Bitcoin atau Bitcoin winter. Dikarenakan saat alt season terjadi, otomatis harga Bitcoin akan melemah dan berpotensi menyebabkan Bitcoin winter. Akan tetapi, hal ini tentunya tidak selalu terjadi saat harga Bitcoin melemah, ya, karena bisa saja hanya menandakan bearish market. Bitcoin winter hanya terjadi saat harganya jatuh dalam waktu lama dan terlihat sulit untuk bangkit lagi.

5 Altcoin Terpopuler Sepanjang Tahun 2021

Setelah membahas altcoin season dan perbedaannya dengan crypto winter, berikut ini sudah kami rangkum 5 altcoin terpopuler sepanjang tahun 2021 yang bisa Anda jadikan referensi:

1. Ethereum (ETH)

Sebagaimana yang telah kita semua tahu, bahwa Ethereum (ETH) menjadi salah satu altcoin yang populer di tahun 2021. Bagaimana tidak, sepanjang tahun 2021, ETH terus melakukan pengembangan yang membuat harganya juga ikut meningkat dan bertahan di peringkat 2 market cap. ETH mencatat all-time high terbarunya pada 9 November 2021 lalu di angka 4,837.59 USD. 

2. Cardano (ADA)

Selain ETH, altcoin yang tak kalah melejit adalah Cardano (ADA). Sejak awal kemunculannya di 2017, mekanisme Proof of Stake (PoS) ADA berhasil menarik banyak investor untuk membelinya. Meskipun sempat mengalami pasang surut, ADA berhasil meraih all-time high di angka 3.10 USD pada September lalu dan kini menduduki peringkat 4 sebagai aset kripto terbesar yang ada di market cap.

3. Solana (SOL)

Menyusul ADA, di peringkat 6 market cap terdapat altcoin Solana (SOL) yang juga populer sepanjang tahun 2021. SOL memang telah mengalami kenaikan harga di awal tahun, tetapi di pertengahan tahun harganya signifikan meningkat. Hal ini disebabkan adanya inovasi yang dilakukan para developer SOL, membuat SOL banyak diminati. Pada 6 November 2021, SOL mencetak rekor harga tertingginya sebesar 260.06 USD.

4. Polkadot (DOT)

Altcoin yang satu ini cenderung lesu di awal 2021. Namun, kini Polkadot (DOT) berhasil menduduki peringkat 8 di market cap. Salah satu penyebabnya adalah peluncuran parachain pada blockchain Polkadot, yang memungkinkan blockchain untuk meng-handle satu juta transaksi per detik dan menjadi lebih terukur dalam koneksi antar blockchain. DOT meraih all-time high sebesar 55 USD pada 4 November 2021 lalu.

5. Dogecoin (DOGE)

Dogecoin (DOGE) juga berhasil menjadi altcoin yang paling populer dan menarik perhatian. Altcoin yang juga dianggap sebagai memecoin ini bertengger di peringkat 9 pada market cap. Puncak popularitas DOGE terjadi pada Mei 2021, dengan mencetak all-time high senilai 0.7376 USD. Hal ini dapat terjadi salah satunya berkat cuitan Elon Musk mengenai koin yang berlogo hewan anjing ini. Meski sempat koreksi, DOGE masih menjadi altcoin pilihan di 2021.

Baca Juga: Harga Dogecoin Melejit, Elon Musk Pemicu Naiknya Dogecoin?

Sambil menunggu altcoin season yang diprediksi akan terjadi di akhir tahun 2021, Anda bisa mencoba membeli sederet altcoin terpopuler tersebut di Tokocrypto, lho. Yuk, langsung daftarkan diri dan selesaikan KYC Anda di www.tokocrypto.com sekarang!  Masih bingung dengan investasi/trading kripto? Gabung juga dengan Group Telegram Tokocrypto!

Altcoin News

Alasan Kenapa Kripto Huobi Token dan Klaytn Bisa Meroket

Published

on

Alasan Kenapa Kripto Huobi Token dan Klaytn Bisa Meroket.

Aset kripto Huobi Token (HT) dan Klaytn (KLAY) menjadi perhatian dalam dua hari ini karena mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Dua kripto ini masuk dalam top gainers dengan peningkatan volume trading.

Huobi Token melihat kenaikan harga 13% yang mencolok setelah mencapai titik terendah pada 22 November lalu. Alasan yang paling mungkin di balik kenaikan harga yang begitu cepat dapat dikaitkan dengan rilis terbaru dari rencana ekspansi global exchange, Huobi dan tingkat dukungan teknis yang kuat yang dimiliki HT.

Sentimen pendorong juga berasal dari Justin Sun yang mengambil alih pengelolaan Huobi Token dan membeli aset kriptonya senilai jutaan dolar AS. Sementara itu, kurangnya gairah investor dan keadaan pasar kripto secara keseluruhan menyebabkan koreksi dari HT bisa membuat pola oversold untuk sinyal kenaikan harga.

Reli Huobi Token

Ilustrasi aset kripto Huobi Token (HT).
Ilustrasi aset kripto Huobi Token (HT).

Baca juga: Pakar: Bitcoin Akan Selamat dari Kegagalan Perusahaan Kripto Manapun

Alasan mendasar di balik reli Huobi Token (HT) bermula pada 22 November, Huobi Global meluncurkan strategi branding barunya, mengubah nama perusahaan menjadi Huobi dan bertujuan untuk kembali ke tiga besar bursa kripto terbesar di pasar.

Setelah menyelesaikan proses rebranding, Huobi akan mulai memperkuat merek barunya dan “bermain penuh” pada atribut strategis penting HT. Seperti biasa, Huobi akan terus mengeksplorasi proyek berkualitas tinggi di pasar dengan bantuan komunitas.

Menurut roadmap-nya, Huobi akan fokus pada dukungan aset yang belum ditemukan dengan potensi pasar yang kuat dan mendorong komunitas untuk membangun proyek, memberikan nilai lebih bagi industri aset kripto secara keseluruhan.

Pada saat artikel ini ditulis, HT diperdagangkan pada US$ 5,48, naik 10,58% dalam 24 jam terakhir.

Reli Klaytn

Aset KLAY terpantau menunjukan sinyal bullish. Sentimen pendorongnya adalah Klaytn telah meluncurkan versi beta dari portal tata kelola terdesentralisasi, Klaytn Square.

Menurut pernyataan resmi yang dibagikan oleh Klaytn Foundation, portal Klaytn Square diluncurkan dalam versi beta untuk memajukan tata kelola on-chain di Klaytn lebih transparan dan inklusif karena menampilkan informasi tentang setiap anggota Governance Council (GC), serta transfer KLAY dan jumlah setoran yang dipertaruhkan.

Ilustrasi aset kripto Klaytn (KLAY).
Ilustrasi aset kripto Klaytn (KLAY).

Baca juga: NGOBRAS Season 2: Dampak Drama FTX dan Genesis ke Market Kripto

Selain itu, Klaytn Square memberi pengunjungnya banyak informasi praktis mengenai kemajuan, promosi, dan pembaruan Klaytn, termasuk agenda diskusi Klaytn GC dan status voting on-chain saat ini untuk pengelolaan ekosistem dan proposal perbaikan Klaytn.

Sangmin Seo, direktur Klaytn Foundation, menyoroti pentingnya peluncuran Klaytn Square untuk kualitas komunikasi proyek dengan pengguna dan pembuatnya.

“Peluncuran Klaytn Square menyoroti komitmen kami untuk komunikasi yang terbuka dan transparan dengan komunitas kami. Saat ekosistem Klaytn semakin matang, kami berupaya mengejar strategi desentralisasi lebih lanjut untuk memungkinkan suara komunitas kami didengar melalui mekanisme on-chain,” kata Seo.

Pada saat artikel ini ditulis, KLAY diperdagangkan pada US$ 0,1852, naik 9,94% dalam 24 jam terakhir. Posisi Klaytn saat ini menempati urutan pertama top performace mengungguli Huobi Token, menurut data CoinMarketCap.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Altcoin News

Cardano Bakal Rilis Stablecoin yang Didukung USD di Tahun 2023

Published

on

Cardano Bakal Rilis Stablecoin yang Didukung USD di Tahun 2023

Perkembangan jaringan blokchain Cardano terus dilakukan. EMURGO, salah satu entitas pendiri Cardano, mengumumkan akan meluncurkan stablecoin didukung fiat pada kuartal pertama tahun 2023.

Stablecoin USDA ini akan sepenuhnya mematuhi peraturan dan dirancang untuk melindungi pemilik dari volatilitas bawaan pasar kripto. Dolar AS akan sepenuhnya mendukung stablecoin untuk memastikan stabilitas harga jangka panjang.

Dilaporkan Beincrypto, EMURGO mengatakan memiliki kemitraan dengan perusahaan jasa keuangan teregulasi yang tidak disebutkan namanya di AS. Entitas itu yang akan bertindak sebagai kustodian untuk setoran tunai.

Stablecoin USDA

Baca juga: Bappebti Terbitkan Regulasi Baru Lindungi Investor Kripto di Indonesia

USDA dicatat akan menjadi produk pertama yang datang dari suite barunya, Anzen. Suite ini akan berfokus pada menghubungkan layanan keuangan tradisional ke kripto.

Melalui portal Anzen, pengguna dapat memberi token pada dolar AS mereka dan menggunakannya di jaringan blockchain Cardano. Rencana untuk Anzen termasuk pinjam meminjam, menjembatani antara dApps dan keuangan tradisional, dan kartu debit kripto.

Stablecoin ini tidak hanya menawarkan stabilitas kepada investor yang melakukan transaksi keuangan di blockchain, tetapi juga memajukan ekosistem Cardano untuk mengatasi masalah yang kami posisikan secara unik untuk dipecahkan —perbankan yang tidak memiliki rekening bank,” kata Fintech Managing Director EMURGO, Vineeth Bhuvanagiri.

Peluncuran USDA ditetapkan untuk Q1 tahun 2023, dan EMURGO berencana untuk mengaktifkan tokenisasi stablecoin lainnya, seperti USDT dan USDC, ke USDA. Juga, terungkap niat untuk mengaktifkan konversi dan pertukaran aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum.

Stablecoin Djed

Baca juga: Melihat Potensi Cuan Token Kripto saat Piala Dunia 2022

Disamping USDA, Cardano bersama COTI juga akan meluncurkan stablecoin algoritmik, Djed di awal 2023. Stablecoin Djed akan menjadi stablecoin algoritmik dengan jaminan berlebihan yang didukung oleh cadangan Bitcoin.

Menurut rilis, Djed akan ditayangkan di mainnet pada Januari 2023, sambil menunggu audit yang sukses dan serangkaian pengujian stres test yang ketat. Menurut pengembangnya, Djed akan dipatok ke Dolar AS, didukung oleh Cardano ($ADA), dan akan menggunakan $SHEN sebagai koin cadangannya.

Ini akan menambah Cardano ke semakin banyak jaringan yang telah memperkenalkan stablecoin mereka sendiri dalam upaya untuk menyudutkan pasar di sektor industri aset kripto yang sedang berkembang ini.

Continue Reading

Altcoin News

Melihat Potensi Cuan Token Kripto saat Piala Dunia 2022

Published

on

Potensi token kripto saat Piala Dunia 2022.

Di tengah market yang lesu, investor mulai beralih dan meminati token kripto yang berhubungan dengan Piala Dunia FIFA 2022. Performa market kripto saat ini mulai terlihat sideways, meski sedang dalam masa pemulihan pasca efek domino dari kebangkrutan FTX.

Investor sudah mulai sedikit akumulasi di tengah gejolak volatilitas yang terjadi di market akhir-akhir ini. Menurut Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, sentimen positif sedang mendorong altcoin yang berhubungan dengan pesta sepak bola terbesar tersebut reli dan terlihat bullish.

“Menjelang Piala Dunia 2022, tampak terlihat investor mulai mengakumulasi altcoin yang berhubungan dengan event tersebut, seperti Fan Token dari negara-negara partisipan. Investor tampak beralih dari akumulasi BTC atau ETH, ke Fan Token untuk meraup keuntungan,” jelas Afid.

Daftar Fan Token Negara Peserta Piala Dunia 2022

Potensi token kripto saat Piala Dunia 2022.
Potensi token kripto saat Piala Dunia 2022.

Baca juga: Jelang Piala Dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Masuk Dunia NFT

Data CoinMarketCap menunjukkan Fan Token empat negara peserta Piala Dunia 2022 teratas mengalami lonjakan hingga dua digit dalam sepekan terakhir. Bahkan beberapa di antaranya baru saja mencapai harga tertinggi atau all-time high (ATH).

Di urutan pertama adalah Brazil National Football Team Fan Token (BFT) yang naik 15,71% dalam seminggu terakhir capai US$ 1,02. Kemudian, Argentine Football Association Fan Token (ARG), naik 17,68% dan sukses mencapai ATH-nya dua pekan lalu di harga US$ 8,12.

Berikutnya adalah Portugal National Team Fan Token (POR) yang naik 29,53% di harga US$ 5,84. Di urutan keempat adalah Spain National Fan Token (SNFT). Pada saat penulisan harganya naik 33,91% dalam tujuh hari terakhir menjadi US$ 0.5037.

“Disamping Fan Token, kripto Chiliz (CHZ) yang dikembangkan oleh Socios.com kemungkinan akan bullish dampak dari Piala Dunia. Banyak Fan Token yang berada di blockchain Chiliz, sehingga ikut reli bersama Fan Token dalam jaringannya,” tutur Afid.

Fan Token dan Chiliz

Potensi token kripto saat Piala Dunia 2022.
Potensi token kripto saat Piala Dunia 2022.

Baca juga: FIFA Rilis Proyek Web3 dan Game NFT untuk Piala Dunia 2022

Kenapa Fan Token banyak diminati? Fan Token memiliki manfaat bagi penggemar bisa terlibat dalam pengelolaan manajemen klub dan berbagai keputusan dan masa depan tim kesayangannya. Semakin banyak Fan Token yang dimiliki seorang penggemar, semakin besar pula pengaruhnya dan itu menunjukkan seberapa besar loyalitasnya.

Tahun ini, Socios.com menargetkan 500 polling bagi komunitas pemilik Fan Token sebagai salah satu privilege yang membuat pemilik token dapat memengaruhi keputusan klub favoritnya, seperti menentukan desain ruang ganti pemain atau pesan yang dikampanyekan tim saat pertandingan. Socios.com bersama klub-klub mitranya juga akan membagikan banyak hadiah bagi para pemilik fan token, seperti official merchandise maupun promo eksklusif.

Socios.com didukung oleh Chiliz, penyedia blockchain terkemuka dunia untuk industri olahraga dan hiburan. Chiliz memiliki kantor regional di Madrid, London, São Paulo Istanbul, Miami, Malta dan Lyon. Chiliz $CHZ mata uang digital dari platform Socios.com dan pengaktif jaringan dari blockchain Chiliz Chain 2.0 (CC2) yang baru, yang memungkinkan para pelaku industri olahraga dan hiburan untuk mengakses potensi besar Web3, tersedia di semua bursa mata uang kripto terbesar di dunia.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Popular