Connect with us

Bitcoin News

Begini Cara Investasi Bitcoin dan Konversi ke Rupiah

Published

on

hasil konservi bitcon dalam bentuk rupiah

Tak bisa dipungkiri, kini investasi kripto menjadi hal yang menarik perhatian banyak orang, baik investor lawas maupun orang awam yang baru berniat untuk bergabung di instrumen investasi ini. Bagi investor lawas, kegiatan jual-beli aset digital kripto tentu tidak lagi menjadi masalah. Namun, ada banyak orang awam yang belum mengetahui bagaimana cara investasi Bitcoin dan menguangkannya. Untuk tahu jawabannya, yuk, simak penjelasan berikut ini!

Bagaimana Cara Investasi Bitcoin?

Jika ingin bergabung dan mulai berinvestasi di dunia kripto, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan. Nah, inilah langkah-langkahnya:

1. Membuat akun di bursa Bitcoin

Pertama, untuk mulai berinvestasi dalam dunia kripto, Anda harus membuka akun di Bitcoin exchange atau yang disebut sebagai bursa Bitcoin. Platform tersebut menyediakan pertukaran mata uang flat di seluruh dunia dengan salah satu aset digital kripto, yaitu Bitcoin. Bursa Bitcoin bisa diakses melalui website atau melalui aplikasi yang bisa diunduh di Google Play Store atau Apple Store.

Dalam proses membuat akun, Anda perlu melakukan verifikasi KYC (Know Your Customer). Penerapan KYC ini merupakan standar yang perlu dilakukan oleh bank dan lembaga keuangan untuk mengurangi risiko penggunaan bank/lembaga keuangan untuk pendanaan tindak terorisme dan sebagai tempat pencucian uang.

Oleh karena itu, walaupun exchange yang ada kini beragam, pastikan Anda memilih exchange yang telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dan menerapkan prinsip KYC. Salah satu exchange terpercaya yang bisa kamu pilih adalah Tokocrypto.

Baca juga: Cara Mendaftar Akun Baru di Tokocrypto

2. Melakukan deposit

Sebelum membeli Bitcoin Anda harus terlebih dahulu melakukan deposit di exchange tempat Anda membuat akun tadi. Caranya ada 2, pertama adalah dengan mentransfer mata uang flat Anda (di Indonesia menggunakan Rupiah) ke rekening yang telah ditentukan. Yang ke dua adalah dengan transfer dari wallet bitcoin Anda.  

Untuk transfer Rupiah, uang bisa ditransfer lewat berbagai cara, mulai dari transfer bank hingga e-wallet, seperti GoPay. Biasanya, harga terendah untuk melakukan deposit adalah Rp30.000 sampai Rp50.000. Namun, ada juga beberapa aplikasi yang memiliki standar lebih tinggi. 

Baca juga: Cara Melakukan Deposit di Tokocrypto

3. Memilih pair aset kripto

Langkah selanjutnya adalah memilih aset kripto yang akan di-trading-kan. Aset kripto yang paling umum dipilih adalah Bitcoin. Jadi, Anda harus melihat berapa harga Bitcoin dalam Rupiah. Dengan demikian, Anda tahu harus menyiapkan berapa banyak uang untuk memiliki satu Bitcoin saja, misalnya.

Baca juga: Cara Melakukan Trading di Tokocrypto

4. Saatnya transaksi beli dan jual

Selanjutnya, lakukan transaksi pembelian Bitcoin. Anda bisa memasukkan jumlah Bitcoin yang ingin dibeli, nanti akan muncul berapa Rupiah yang dibutuhkan. Karena harga Bitcoin sangat mahal, Anda bisa memiliki Bitcoin mulai dari 0,00000001 BTC. 

Transaksi tersedia dalam dua pilihan, taker dan maker yang bergantung pada waktu pembeliannya. Taker adalah pilihan jika Anda ingin memproses transaksi secara langsung, sedangkan maker akan menunda transaksi sampai sesuai dengan harga yang diinginkan.

Pelajari juga tips dan trik ini sebelum membeli Bitcoin.

Bagaimana Cara Mengubah Bitcoin Menjadi Uang Tunai?

chart aset kripto

Lalu, apakah investasi aset kripto ini bisa diuangkan? Dan bagaimana kah caranya?

Yaps, kedua pertanyaan tersebut tak jarang ditanyakan oleh para calon investor. Sama seperti instrumen investasi lainnya, investasi kripto juga bisa diuangkan untuk kemudian dibelanjakan. 

Caranya, Anda bisa melakukan penjualan aset kripto melalui aplikasi exchange atau bursa Bitcoin yang sudah diunduh sebelumnya. Aplikasi tersebut pasti sudah terhubung dengan bank, sehingga hasil penjualan Bitcoin akan dikirimkan ke rekening Anda.

Pengiriman uang hasil penjualan Bitcoin akan memakan waktu sekitar 1×24 jam sebelum akhirnya bisa Anda tarik uangnya. Aplikasi exchange juga memiliki kebijakannya masing-masing terkait biaya yang diperlukan untuk penarikan uang hasil penjualan. Maka dari itu, Anda juga harus mempertimbangkan potongan biayanya.

Baca juga: Apa itu Bitcoin? Dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Sebagai contoh Anda bisa melihat cara penarikan dana di Tokocrypto di bawah ini.

Prev 1 of 1 Next
  • Cara Withdrawal atau Menarik Uang Fiat dan Aset Kripto di website Tokocrypto

    Cara Withdrawal atau Menarik Uang Fiat dan Aset Kripto di website Tokocrypto

    Ini dia step by step withdrawal/ cara penarikan uang fiat dan aset kripto di website Tokocrypto. Ikuti beberapa langkah mudah withdrawal/penarikan di Tokocrypto 2.0 berikut ini!

    00:00 Intro
    00:09 Penarikan uang fiat
    00:50 Penarikan aset kripto

    Baca juga tentang FAQ terkait penarikan uang di Tokocrypto dalam artikel ini https://support.tokocrypto.com/hc/id/sections/360004069891-Penarikan

    Jangan Lupa Like, Comment, Share dan Subcscribe.

    Follow/Like Social Media Tokocrypto:

    Official Website
    https://www.tokocrypto.com/

    Instagram:
    @tokocrypto
    https://www.instagram.com/tokocrypto​​​

    Facebook:
    Tokocrypto
    https://www.facebook.com/TokocryptoExchange

    TCDX
    https://web.facebook.com/TCDXofficial​​​

    Twitter:
    @tokocrypto
    https://twitter.com/Tokocrypto​​​

    Telegram:
    Tokocrypto Official Group
    https://t.me/TokocryptoOfficial​​​

    Tokocrypto Offical Channel
    https://t.me/TokocryptoExchange​​​

    LinkedIn:
    Tokocrypto
    https://www.linkedin.com/company/tokocrypto/

    #tokocrypto #withdrawal #caramenarikuang #exchange #asetkripto
Prev 1 of 1 Next

Selain opsi tersebut, Anda juga bisa melakukan penjualan Bitcoin ke investor lain yang mau membeli pada harga saat penjualan. Ketika mereka sudah setuju untuk membeli aset kripto Anda, maka Bitcoin yang Anda miliki akan dilepaskan ke akun mereka. Kemudian, Anda akan menerima transfer uang dari pembeli tersebut.

Nah, itulah penjelasan mengenai cara investasi Bitcoin serta menguangkannya. Yuk, lakukan investasi, dan jual beli Bitcoin serta aset kripto lainnya dengan mudah dan aman hanya di Tokocrypto! Tak cuma itu, Anda juga bisa tahu kabar terbaru mengenai perkembangan aset kripto di TokoNews juga, lho! Segera selesaikan KYC Anda sekarang juga!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Bitcoin News

Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

Published

on

Bitcoin zona merah

Pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin pada Rabu (7/9) pagi tampak tak berdaya di zona merah. Sejak awal pekan ini, gerak kripto tergolong sideways dengan volume transaksi yang terpantau belum terlalu besar.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (7/9) pukul 15.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak kumpul ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya turun 5,54% ke US$ 18.807 per keping dan turun 7,27% selama seminggu terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) yang sempat naik karena isu The Merge juga tak berdaya, turun 8,64% ke US$ 1.518 di waktu yang sama dan anjlok 4,23% sepekan terakhir. Cardano (ADA), Dogecoin (DOGE) dan Polkadot alami penurunan harga yang cukup tinggi lebih dari 7% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang terjadi koreksi tiba-tiba dan sedikit brutal. Dari data CoinMarketCap, menunjukkan harga Bitcoin jatuh dari US$ 19.780 menjadi US$ 19.037 hanya dalam 50 menit.

bentuk koin bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Polygon: The Merge Ethereum akan Hapus 99,1% Polusi Karbon

“Kemudian, pergerakan Bitcoin untuk mencegah penurunan lebih lanjut ke bawah US$ 19.000 gagal dilakukan. Harga BTC yang gagal menembus zona resistance-nya di level US$ 20.000 berulang-ulang kali membuat tumbang market kripto secara keseluruhan. Sehingga, investor yang membaca situasi tersebut, memilih melakukan aksi jual ketimbang akumulasi,” kata Afid.

Penurunan harga Bitcoin juga meruntuhkan momen bullish Ethereum yang sempat reli kencang pada sehari sebelumnya, Selasa (6/9). Padahal, ETH yang telah menunjukkan tanda-tanda kekuatan saat The Merge mendekat, bisa mengambil keuntungan untuk terus reli, terlebih upgrade Bellatrix juga sukses dilaksanakan.

Tekanan Situasi Makroekonomi

Selain dari sisi teknikal, sentimen makroekonomi juga membuat harga Bitcoin dan kripto lainnya berguguran. Pasar saham global juga mengalami kerugian dengan latar belakang penguatan indeks dolar AS (AS) dan meningkatnya kekhawatiran bahwa The Fed yang akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.

“Kebijakan The Fed melawan inflasi mungkin tidak akan selesai sampai investor kehilangan nilai dari Bitcoin. Jelas The Fed ingin melihat kondisi keuangan yang lebih ketat, termasuk harga saham yang lebih rendah. Berarti kripto juga, karena sangat berkorelasi dengan ekuitas. Itu kemungkinan berita yang tidak diinginkan bagi investor kripto, yang telah menderita kerugian besar,” jelas Afid.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, ada kemungkinan jika BTC tidak dapat bertahan di atas angka US$ 18.000, kemungkinan harga dapat turun di US$ 17.000. Sementara resistensi overhead untuk BTC berada di level US$ 21.100.

Indikator teknikal juga menunjukkan peningkatan momentum bearish. Relative Strength Index (RSI) berada di bawah setengah garis yang berarti penjual lebih banyak daripada pembeli di pasar. Hasil dari pembacaan ini merupakan indikasi bahwa penjual mendorong momentum harga di pasar.

Continue Reading

Bitcoin News

Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

Published

on

Iustrasi aset kripto Bitcoin

Bitcoin diramalkan tidak akan pernah mencapai all-time high (ATH) yang sukses diraih pada November 2021 lalu, yakni dilevel US$ 69.000 atau sekitar Rp 1 miliar. Hal ini disebut-sebut berkaitan dengan The Merge Ethereum, kok bisa?

Dikutip dari CoinDesk, seorang peneliti aset kripto independen, Kyle McDonald, memperkirakan bahwa The Merge, yaitu peralihan Ethereum yang segera terjadi dari blockchain Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) akan menjadi momen yang mengubah permainan untuk industri kripto.

Perkiraan dari Ethereum Foundation, sebelumnya telah menyarankan bahwa PoS akan menggunakan 99,95% lebih sedikit energi dan jika teknologi ini berfungsi sebaik yang dijanjikan, McDonald berpikir investor dan regulator akan menyadari bahwa PoW tidak pernah diperlukan.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Analisa Pasar: Investor Lebih Pilih Ethereum Dibanding Bitcoin?

Desak Investor Jual Bitcoin

Selama wawancara dengan CoinDesk, McDonald mendesak investor untuk menjual Bitcoin sekarang, atau akan terjebak dengan sistem PoW tanpa batas waktu.

“Ketika Anda berpindah dari sistem yang menghasilkan sebanyak mungkin angka acak secepat mungkin dengan 10 juta (unit pemrosesan grafis) di seluruh dunia, ke sistem yang berjalan pada beberapa ribu komputer yang energinya cukup rendah, itu akan membuat perbedaan besar,” katanya.

McDonald memang mengakui bahwa The Merge dapat memiliki konsekuensi bagi kolektor NFT, terutama jika penambang berhasil dalam upaya mereka untuk membuat hard fork Ethereum yang terus menggunakan PoW.

Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

The Merge Buat NFT Terdilusi?

Hal ini dapat mengakibatkan terciptanya duplikat NFT yang berarti bahwa, misalnya, Bored Ape dapat ada di dua jaringan blockchain. Dalam skenario seperti itu, McDonald memperingatkan bahwa nilai koleksi NFT blue-chip bisa berakhir terdilusi.

Seperti yang dilaporkan oleh CoinMarketCap, OpenSea telah mengumumkan bahwa mereka mendukung The Merge, dan hanya akan mengenali NFT yang didasarkan pada rantai Proof-of-Stake baru Ethereum. NFT marketplace terbesar di dunia mengatakan sedang mempersiapkan transisi yang mulus.

“Meskipun kami tidak mengantisipasi masalah besar, kami juga mengakui ini adalah yang pertama! Jadi kami berkomitmen untuk memantau, mengelola, dan berkomunikasi secara menyeluruh.”

Continue Reading

Bitcoin News

Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

Published

on

Ilustrasi Bitcoin vs emas.

Riset pasar kripto terbaru dari Bloomberg Intelligence menunjukkan bahwa karakter Bitcoin (BTC) kini mungkin mulai berperilaku lebih seperti obligasi dan emas, daripada saham.

Dalam laporan berjudul “Crypto Outlook” yang dirilis awal Agustus lalu, Senior Commodity Strategist Bloomberg Intelligence, Mike McGlone dan Senior Market Structure Analyst, Jamie Coutts, mengatakan unit penelitian yang dilakukan adalah membandingkan pasar Bitcoin dengan pasar emas, obligasi dan minyak.

Mereka menyarankan bahwa pengaruh makroekonomi seperti kebijakan moneter The Fed telah menghasilkan kesamaan antara pasar obligasi dan Bitcoin.

“Pasar yang mengetat dan jatuhnya pertumbuhan global mendukung pergeseran Federal Reserve ke bias ‘pertemuan demi pertemuan’ pada bulan Juli, yang dapat membantu mengarahkan Bitcoin ke arah kemiringan lebih seperti obligasi daripada saham.”

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Crypto Nowadays: Suku Bunga The Fed Naik, Market Justru Naik

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa “komoditas yang bersifat dump-follow-pump” dan penurunan imbal hasil obligasi menunjukkan peningkatan kemungkinan obligasi, emas dan Bitcoin didukung karena inflasi menurun.

Bitcoin Punya Potensi Walau Harganya Turun

Laporan tersebut mencatat bahwa pasar kripto mencapai ‘diskon terbesar’ yang pernah ada dibandingkan dengan 100-week moving average pada bulan Juli. Para analis mengatakan bahwa fakta bahwa harga BTC pada awal Agustus masih di bawah 70% dari nilai puncaknya, tetapi masih lima kali lebih tinggi dari terendah Maret 2020 itu menunjukkan potensinya.

Mereka menandai zona US$ 20.000 sebagai dukungan utama dan diharapkan basis sedang dibangun, mirip dengan level US$ 5.000 pada tahun 2018-2019.

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto di Indonesia?

Para peneliti menyimpulkan bahwa Bitcoin telah menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik sejak diluncurkan sekitar satu dekade lalu.

“Kami pikir lebih banyak hal yang sama ada di depan, terutama karena mungkin transisi menuju agunan global, dengan hasil yang lebih selaras dengan obligasi Treasury atau emas.”

Penelitian Coinbase yang dilakukan pada bulan Juli menunjukkan bahwa profil risiko kelas aset kripto mirip dengan saham minyak dan teknologi. Menurut Chief Economist Coinbase, Cesare Fracassi, mengatakan “korelasi antara harga saham dan aset kripto telah meningkat secara signifikan” sejak pandemi 2020.

Continue Reading

Popular