Connect with us

Blockchain

Apa itu Axie Marketplace? YukSimak Pengertian dan Cara Kerjanya Disini!

Published

on

Ilustrasi Axie Infinity (AXS).

Axie Infinity merupakan metaverse game yang diluncurkan pada 2018. Game berbasis blockchain yang dikembangkan oleh Sky Mavis ini unik, di mana pemain dapat mengumpulkan dan membiakkan hewan peliharaan digital.’ Sejak awal kemunculannya, salah satu NFT game ini sudah populer, hingga bisa meluncurkan marketplace Axie.

Bahkan hingga kini, Axie Infinity masih berada dalam daftar sepuluh besar game NFT dengan pengguna terbanyak versi DappRadar. Demi melengkapi game tersebut, akhirnya para developer juga mengembangkan marketplace untuk Axie Infinity yang penggunaannya mulai populer pada 2020. Tak hanya itu, Axie Infinity juga memiliki token AXS yang per tanggal 21 April 2022, dengan harga per kepingnya tercatat di angka 46,02 USD.

Baca juga; Yuk, Kenalan dengan Game Berbasis NFT, Axie Infinity Indonesia!

Setiap hewan peliharaan (Axie) adalah aset digital unik yang berbeda satu sama lain. Sementara itu, Anda harus mendapatkan setidaknya tiga NFT Axie dari marketplace Axie untuk mulai bermain. Selain itu, Anda juga harus memiliki dompet Ether, seperti Metamask, dan menyiapkan dompet Ronin.

Lantas, apa yang dimaksud dengan marketplace Axie?

Apa itu Axie Marketplace?

Axie Marketplace adalah marketplace resmi yang disediakan untuk game Axie Infinity. Melalui marketplace ini, pemain bisa beli Axies baru dan berbagai item lainnya sebagai NFT untuk dipakai dalam game. Jika ingin beli atau jual Axies, Anda juga bisa melakukannya di marketplace ini.

Meski begitu, Anda juga bisa menjual atau membeli item di marketplace NFT lainnya. Hal ini disebabkan karena token Axie Infinity, atau disebut juga Axie Shards, dibangun di atas blockchain Ethereum sehingga bisa dibeli dan dijual di berbagai pasar NFT lainnya.

Tujuan dibentuknya Axie Marketplace

Berikut dua tujuan utama dibentuknya Axie marketplace:

  1. Memfasilitasi jual-beli item dalam game

Tujuan utama dibentuknya marketplace ini adalah memfasilitasi transaksi jual-beli dalam game, seperti Axies, Item, Land, dan beragam paket gabungan untuk bermain game Axie Infinity. Berbeda dari pasar NFT lain, platform ini ditujukan hanya untuk jual-beli item dan karakter dalam game Axie Infinity. 

  1. Memudahkan pengguna untuk mendapatkan item yang sulit didapat lewat bermain game

Sementara itu, tujuan eksklusif adalah untuk memudahkan pengguna dalam mendapatkan item game yang sulit diperoleh secara cuma-cuma dengan bermain game saja. Berkat tujuan ini, token Axie Infinity (AXS) pun menjadi sebuah aset yang bernilai. Sebab, item yang diperoleh tersebut tergolong langka dan bisa dijadikan investasi untuk ke depannya.

Tujuan ini juga yang membuat marketplace ini dibanjiri pengguna dan mencatat banyak transaksi sejak September 2020. Bahkan, tercatat jumlah transaksi harian di marketplace ini tembus 2.200 per 27 September 2020 dengan volume perdagangan harian sebesar $87.070, lho!

Syarat Pendaftaran di Axie Marketplace

axie infinity game play to earn

Sebelum mempelajari cara kerja marketplace Axie, ketahui dulu beberapa syarat pendaftarannya:

Buat dompet Ethereum

Anda bisa membuat MetaMask, salah satu dompet kripto yang dikaitkan dengan blockchain Ethereum. MetaMask adalah salah satu dompet kripto yang bisa diakses lewat aplikasi browser.

Lanjut buat akun Axie

Anda hanya bisa bermain Axie Infinity hanya jika sudah memiliki Axies, karakter peliharaan digital pada game Axie Infinity. Setelah buat akun, Anda bisa membeli Axies lewat marketplace Axie Infinity.

Mengatur email dan password

Anda akan diarahkan ke halaman dashboard utama usai mendaftar akun Axie. Lengkapi email dan password yang akan dipakai dengan klik tombol “Set up Email and Password”.

Jangan lupa buat dompet Ronin

Sidechain dompet Ronin ini memiliki fungsi mewadahi semua aktivitas dan transaksi yang dilakukan dalam game Axie Infinity. Jadi, jangan lupa untuk mendaftar ke dompet Ronin, ya.

Tautkan ke akun Axie Infinity

Perintah aktivasi dompet Ronin akan Anda temukan di dashboard saat masuk laman marketplace Axie Infinity.

Beli Axies di marketplace

Miliki Axies agar Anda bisa mengakses mode petualangan dan mode arena di Axie Infinity. Ada tiga Axies yang perlu Anda beli, yaitu beast (hewan), plant (tanaman), dan bird (burung). 

Install

Setelah mempunyai akun Axie dan Axies, Anda hanya perlu install atau mengunduh dan memainkan Axie Infinity.

Cara Menggunakan Axie Marketplace

Nah, jika sudah memenuhi berbagai syarat pendaftaran tersebut, Anda bisa membeli dan menjual item Axie Infinity dengan melakukan langkah-langkah di bawah ini:

  1. Langkah membeli item 

Untuk membeli Axies di Axie Infinity, Anda bisa ikuti sejumlah langkah berikut ini:

  • Mulai dengan membuat akun di situs resmi Axie Infinity di sini.
  • Masuk ke akun dompet MetaMask dan Ronin.
  • Dari Ethereum Network, lakukan deposit ke Ronin Network.
  • Jika token WETH sudah masuk ke dompet Ronin, Anda bisa langsung membeli Axie.
  • Caranya, klik menu Marketplace.
  • Anda akan dibawa ke halaman Dashboard.
  • Di sana, pilih lagi menu Marketplace untuk melihat daftar Axie yang dijual.
  • Atur filter pencarian, seperti Class, Parts, Purity & Genes, Breed Count, dan Stats.
  • Bagi Anda yang masih pemula, pilih Lower Price untuk daftar Axie dari harga termurah.
  • Temukan Axies yang Anda mau.
  • Jika sudah dapat, cukup klik tombol Buy Now.
  • Selesaikan pembelian dengan tekan tombol Confirm pada menu pop-up dompet Ronin
  1. Langkah menjual item

Untuk menjual item game Axie Infinity di marketplace Axie, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Pertama-tama, hubungkan dompet Ronin ke akun Axie Infinity.
  • Jika sudah, buka menu “Inventory”.
  • Lanjutkan dengan klik Axie yang ingin Anda jual.
  • Anda akan mendapat pilihan untuk menjual Axie dengan harga tetap atau harga lelang.
  • Jika ingin menjual Axie dengan harga tetap, tentukan harga tetap dan kemudian Axie akan langsung terdaftar di Marketplace.
  • Dibanding harga lelang, penjualan dengan harga tetap jauh lebih mudah dan efisien.

Setelah diluncurkan pada Februari 2018, popularitas game NFT Axie Infinity telah menyebar ke berbagai kalangan di ekosistem kripto. Tim pengembang game ini akhirnya menyediakan marketplace Axie, sebuah fitur baru untuk memudahkan proses transaksi jual-beli atribut game. Selain main game NFT Axie Infinity, Anda juga bisa lho berkiprah di  dunia NFT art dan menawarkannya di TokoMall, salah satu platform marketplace NFT pertama di Indonesia! Jangan lupa juga untuk gabung Komunitas Resmi TokoMall di Discord dan Telegram, ya!

Metaverse

Bos Meta Mark Zuckerberg Optimis Metaverse Berpotensi Jangka Panjang

Published

on

CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Michael Nagle/Bloomberg.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan masih memiliki optimisme jangka panjang untuk metaverse. Ungkapannya itu disampaikan untuk menjawab pandang negatif masa depan metaverse di tengah crypto winter.

Pada pertemuan beberapa nama besar di sektor keuangan, Zuckerberg ditanyai tentang meningkatnya kekhawatiran atas Metaverse. Ia juga tidak terpengaruh oleh skeptisisme seputar kondisi model metaverse saat ini.

“Skeptisisme tidak terlalu mengganggu saya,” kata CEO perusahaan induk Facebook di DealBook Summit pada hari Rabu (30/11).

Zuckerberg mengatakan dia masih optimis tentang metaverse dalam jangka waktu yang lebih lama. Ia mengakui bahwa Meta perlu beroperasi dengan “lebih banyak efisiensi dan disiplin” dalam waktu dekat karena kesengsaraan ekonomi makro telah memaksa perusahaan untuk mengurangi pengeluaran.

Zuckerberg Rugi dari Metaverse

Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.Getty Images.
Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.

Baca juga: Negara Tuvalu Terancam Tenggelam, Rencana Pindah ke Metaverse

Sejak diumumkan, metaverse telah mendapat banyak penentang dan skeptis. Namun, suara-suara itu tampaknya tidak menembus proses pemikiran CEO Meta yang berbicara dengan gemilang tentang prospek masa depannya.

“Cara kita berkomunikasi menjadi lebih kaya dan mendalam,” kata Zuckerberg. Selanjutnya, dia berbagi bahwa Meta optimis tentang bagaimana platform akan berkembang di sepanjang “lima hingga sepuluh tahun”.

Pernyataan itu pasti memberi pandangan Zuckerberg tetap fokus pada pengembangan metaverse, meski telah menghasilkan kerugian miliaran dolar AS bagi perusahaan.

Fokus Metaverse

Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.
Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.

Baca juga: Bank Indonesia Rilis White Paper Proyek Garuda CBDC Digital Rupiah

Pendiri Facebook itu bersikukuh bahwa kemajuan bergerak ke arah yang benar.

“Skeptisisme tidak terlalu mengganggu saya,” Zuckerberg menyatakan, “Kami memiliki keraguan sepanjang waktu.”

Sebaliknya, dia mengakui bahwa Meta membutuhkan “lebih banyak efisiensi dan disiplin” dalam jangka pendek. Terutama mengikuti realitas ekonomi yang akan berdampak pada bagaimana platform dikembangkan di tengah keadaan ekonomi makro.

Secara meyakinkan, Zuckerberg berbagi bahwa 80% waktu Meta dihabiskan untuk rangkaian medianya, mengerjakan host aplikasinya, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan lainnya. Jadi, sisa waktunya dihabiskan untuk mengembangkan Metaverse.

Continue Reading

Metaverse

Negara Tuvalu Terancam Tenggelam, Rencana Pindah ke Metaverse

Published

on

Negara Tuvalu terancam tenggelam, rencana pindah ke metaverse. Foto: Brandi Mueller | Moment | Getty Images.

Negara Tuvalu mengatakan tidak punya pilihan selain pindah ke metaverse karena terancam tenggelam. Suhu global yang diperkirakan akan meningkat sebanyak 2,8 derajat Celcius pada akhir abad ini, membuat air laut meninggi.

Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe menjelaskan pada KTT iklim COP27 bahwa Tuvalu akan melihat ke arah metaverse untuk melestarikan budaya dan sejarahnya di tengah naiknya permukaan laut.

“Saat tanah kami menghilang, kami tidak punya pilihan selain menjadi negara digital pertama di dunia. Tanah kami, lautan kami, budaya kami adalah aset paling berharga dari rakyat kami. Dan untuk menjaga mereka aman dari bahaya, apa pun yang terjadi di dunia fisik, kami akan memindahkan mereka ke cloud,” kata Kofe dikutip Reuters.

Negara Digital

Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe. Foto: Reuters.
Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe. Foto: Reuters.

Baca juga: Bank Indonesia Rilis White Paper Proyek Garuda CBDC Digital Rupiah

Kofe menarik perhatian global pada COP26 tahun lalu ketika dia berpidato di konferensi sambil berdiri setinggi lutut di laut untuk menggambarkan bagaimana Tuvalu berada di garis depan perubahan iklim.

Tuvalu harus bertindak karena negara-negara laing secara global tidak cukup berbuat untuk mencegah perubahan iklim.

Tuvalu akan menjadi negara pertama yang mereplikasi dirinya sendiri di metaverse. Langkah ini mengikuti kota Seoul dan negara kepulauan Barbados yang tahun lalu mengatakan mereka akan memasuki metaverse untuk masing-masing menyediakan layanan administrasi dan konsuler.

“Idenya adalah untuk terus berfungsi sebagai negara dan lebih dari itu untuk melestarikan budaya kita, pengetahuan kita, sejarah kita dalam ruang digital,” kata Kofe kepada Reuters menjelang pengumuman tersebut.

Ancaman Tenggelam

Negara Tuvalu terancam tenggelam, rencana pindah ke metaverse. Foto: Getty Images.
Negara Tuvalu terancam tenggelam, rencana pindah ke metaverse. Foto: Getty Images.

Baca juga: Kelas Kripto: Apa Itu Airdrop?

Tuvalu adalah negara kepulauan yang terdiri dari sembilan pulau yang terletak di antara Australia dan Hawaii. Ini adalah rumah bagi sekitar 12.000 orang. Ilmuwan iklim mengantisipasi seluruh negara Tuvalu akan berada di bawah air pada akhir abad ke-21.

Tuvalu telah lama menjadi penyebab utama risiko perubahan iklim dan naiknya permukaan laut. Hingga 40% dari ibukota distrik berada di bawah air saat air pasang, dan seluruh negara diperkirakan akan terendam air pada akhir abad ini.

Kofe mengatakan dia berharap pembentukan negara digital akan memungkinkan Tuvalu untuk terus berfungsi sebagai sebuah negara bahkan jika itu benar-benar terendam.

Hal ini penting karena pemerintah memulai upaya untuk memastikan bahwa Tuvalu terus diakui secara internasional sebagai sebuah negara dan batas lautnya – dan sumber daya di dalam perairan tersebut – dipertahankan bahkan jika pulau-pulau tersebut terendam.

Continue Reading

Blockchain

World Blockchain Summit Bangkok 2022 Digelar Desember Mendatang

Published

on

World Blockchain Summit Bangkok 2022 Siap Digelar Desember Mendatang.

World Blockchain Summit akan kembali digelar pada akhir tahun 2022. Salah satu acara konferensi blockchain terbesar ini akan diselenggarakan di Bangkok pada tanggal 8-9 Desember mendatang.

World Blockchain Summit edisi ke-23 nanti akan mengeksplorasi tren terbaru dalam lingkup blockchain, kripto, dan web3. Para pakar, pengusaha, dan investor terkemuka di industri blockchain akan berkumpul dan berbagi pengetahuan serta membangun jaringan.

Nicole Nguyen, Co-founder, APAC DAO, mengatakan World Blockchain Summit edisi Bangkok bertujuan untuk menjadi penghubung bagi semua pemangku kepentingan penting dari ekosistem blockchain, kripto, dan web3. Seluruh stakeholders, investor, perusahaan dapat membahas dan mempertimbangkan masa depan industri blockchain yang secara revolusioner dapat mengubah bisnis dan fungsi pemerintah.

“Bangkok dan WBS selalu menjadi jantung dari gerakan web3 di APAC dan sebagai komunitas web3 terkemuka di Asia, APAC DAO tertarik untuk berjejaring dan mengeksplorasi potensi kolaborasi dengan mitra global dan pemimpin bisnis untuk menjadi landasan peluncuran terkemuka untuk pembuat web3 di wilayah ini,” kata Nguyen dalam pernyataan resminya.

Thailand sendiri mencatat US$ 135,9 miliar dalam nilai kripto yang ditransaksikan sepanjang tahun dan muncul sebagai salah satu pusat perdagangan kripto di ASEAN.

Pembicara World Blockchain Summit Bangkok 2022

Baca juga: JP Morgan Percaya Bursa Kripto Terpusat Akan Tetap Dominan

WBS Bangkok 2022 akan mengumpulkan para tokoh terkemuka dari ruang blockchain global dan regional. Beberapa tokoh yang berbicara dalam acara tersebut antara lain:

  • Jirayut Srupsrisopa, Pendiri dan CEO Grup, Bitkub Capital Group Holdings Co., Ltd;
  • Sanjay Popli, CEO, Grup Cryptomind, Penasihat, Asosiasi Aset Digital Thailand;
  • Daniel Oon , Kepala DeFi, Algorand Foundation;
  • Kanyarat Saengsawang, Kepala Pertumbuhan, The Sandbox;
  • Matt Sorg, Kepala Teknologi, Solana Foundation;
  • Nicole Nguyen, Co-founder, APAC DAO.

“Saya menantikan untuk terhubung dengan para pemimpin pasar dan komunitas yang lebih luas, di acara utama blockchain di Asia Tenggara untuk tahun 2022.” kata Toby Gilbert, Cofounder & CEO, Coinweb, salah satu pembicara di WBS Bangkok 2022.

Mohammed Saleem, Founder & CEO, World Blockchain Summit menyatakan “Dengan adopsi global teknologi blockchain yang memiliki dampak signifikan pada setiap sektor bisnis dan industri, Thailand muncul sebagai pemimpin kripto di pasar ASEAN, kami bermaksud untuk menyatukan para pecinta kripto di konferensi dua hari dengan tujuan ‘Fostering the Future of Web 3.0’.”

Bagi kamu yang tertarik untuk menghadiri World Blockchain Summit Bangkok 2022 bisa mendapatkan diskon atau potongan harga tiket sebesar 15% dengan memasukan kode voucher TOKCRYP15. Link pembelian tiket bisa akses di sini.

Continue Reading

Popular