Connect with us

Blockchain

Mengenal Launchpad di Dunia Aset Kripto, Apa Keuntungannya?

Published

on

Ilustrasi launchpad kripto.

Jika kamu seorang penggiat dunia kripto pasti sudah mengenal istilah launchpad. Platform launchpad ini secara sederhana mirip seperti inkubator dalam industri startup yang berusaha mengumpulkan dana dari investor untuk mewujudkan hingga menjalankan proyek.

Seperti yang kita ketahui industri aset kripto mengalami pertumbuhan eksponensial dengan adopsi ritel yang meluas, bersama dengan harga Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa, menyeret altcoin lainnya. Investor kripto tentu sangat senang dengan masuknya keuntungan dengan tingkat bunga tinggi untuk altcoin lainnya seperti Ethereum, Dogecoin, dan Shiba Inu.

Popularitas aset kripto yang meningkat ini memunculkan beberapa inovasi yang ramah investor untuk memfasilitasi percepatan dalam penerimaan dan adopsi kripto secara global. Salah satu inovasi yang memenangkan hati jutaan investor dan pengusaha adalah munculnya launchpad kripto.

Ilustrasi launchpad kripto.
Ilustrasi launchpad kripto.

Baca juga: Ketika Lembaga Pemerintahan Indonesia Melirik Pengembangan Metaverse

Apa Itu Launchpad?

Sama seperti inkubator startup, launchpad kripto ini bertindak sebagai jembatan antara investor dan pengembang proyek kripto. Di mana nantinya pengembang atau startup berbasis blockchain tersebut bisa mendapatkan akses dana dan dukungan yang dibutuhkan untuk pengembangan proyek.

Launchpad juga memungkinkan proyek berbasis blockchain untuk mendapatkan atau meningkatkan modal, beriringan dengan memberikan akses penjualan token tahap awal untuk para investor yang tertarik. Ini merupakan platform yang terbaik untuk menemukan proyek kripto yang menjanjikan di tahap awal.

Masuk ke penjualan token tahap awal juga akan memfasilitasi program tawar-menawar bagi investor, sebelum peluncuran publiknya di pasar. Selain itu, karena biaya peluncuran launchpad kripto rendah, semakin banyak proyek yang bermigrasi ke plaform tersebut untuk penggalangan dana.

Launchpad Dapat Untungkan Investor?

Platfrom launchpad bisa memberikan akses ke penjualan awal token kripto, artinya investor mendapatkan harga lebih murah, sebelum listing secara publik di pasar. Jadi, bagi para investor kripto yang ingin mendapatkan harga token kripto lebih murah, bisa mengikuti penjualan token awal di berbagai launchpad.

Ilustrasi launchpad kripto.
Ilustrasi launchpad kripto.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 27 April 2022: Pasar kripto Babak Belur di Zona Merah

Launchpad cenderung menguntungkan investor dan startup kripto. Startup dapat menggambarkan proyek mereka kepada investor di seluruh dunia dan mungkin meyakinkan mereka untuk berinvestasi.

Sementara itu, bagi investor, launchpad menguntungkan karena menampilkan sejumlah proyek di satu platform. Selain itu, dengan menjadi anggota launchpad, mereka akan mendapatkan akses awal ke proyek, yang berarti akan mendapatkan harga token yang lebih terjangkau daripada yang lain.

Selain itu, karena proyek yang terdaftar di launchpad semuanya diverifikasi sehingga menyediakan ekosistem yang lebih aman. Investor tidak perlu terlalu khawatir kehilangan uang mereka atau menjadi korban penipuan. Platform launchpad kripto yang canggih juga mencegah kemungkinan penipuan, di mana pendiri startup mengambil uang investor mereka dan menghilang begitu saja.

Siap-siap Ada Platform Launchpad Baru

Mungkin saat ini sudah ada berbagai platform launchpad yang menjadi tempat proyek crypto untuk menggalang dana. Namun, dalam beberapa waktu mendatang akan ada platform baru bernama T-Launchpad yang bakal breakthrough industri launchpad.

T-Launchpad adalah platform IDO (Initial DEX Offering) multi-chain yang terdesentralisasi. Melalui T-Launchpad, beragam proyek blockchain dapat meluncurkan tokennya ke investor aset kripto di seluruh dunia dengan metode yang aman dan dapat dipercaya. T-Launchpad fokus pada proyek-proyek Web3 di Asia Tenggara.

Didukung oleh builder sekaligus leader ekosistem web 3.0 dari Asia Tenggara, T-Launchpad mengumpulkan beragam proyek blockchain paling menjanjikan yang menargetkan pasar-pasar dengan pertumbuhan terpesat di seluruh dunia.

Penasaran dengan platform T-Launchpad dan proyek kripto perdana yang akan rilis, pantau terus update terbarunya di TokoNews.

Blockchain

Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023, Indonesia?

Published

on

Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023.

Bank sentral Jepang telah merencanakan uji coba central bank digital currency (CBDC) dengan tiga bank besar pada tahun 2023. Peluncuran percontohan akan sejalan dengan eksperimen awal CBDC sebelumnya selama satu tahun yang akan berakhir pada April 2023.

Uji coba ini akan memeriksa apakah infrastruktur beroperasi dengan baik untuk mengantisipasi bencana alam dan gangguan tanpa koneksi internet. Eksperimen ini juga akan mengeksplorasi bagaimana setoran dan penarikan dapat bekerja dengan Yen Digital.

Jika semua berjalan lancar sesuai rencana, Bank sentral Jepang dapat melanjutkan dan merilis CBDC Yen Digital pada tahun 2026.

Ekplorasi CBDC

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: Penerbitan CBDC Semakin Dekat, Australia Luncurkan Proyek Pilot

Sebelumnya, Gubernur Bank of Japan mengatakan pada Mei 2022 bahwa, meskipun Bank of Japan belum memutuskan apakah akan meluncurkan CBDC, namun pihaknya akan terus mengembangkan infrastruktur mata uang digital yang aman dan mulus di negara tersebut.

CBDC adalah versi digital mata uang fiat suatu negara—seperti dolar AS atau euro yang didukung oleh bank sentral. CBDC adalah aset digital, tetapi berbeda dari Bitcoin, Ethereum, atau Dogecoin.

China jauh di depan permainan — beberapa warganya saat ini sudah dapat berbelanja dengan Yuan Digital. Sementara itu, Bahama meluncurkan CBDC sendiri pada tahun 2020.

CBDC di Indonesia

Bank Indonesia terus mengembangkan CBDC atau yang akan dikenal sebagai Rupiah Digital. BI juga bersiap mengeluarkan Whitepaper pengembangan CBDC di akhir tahun 2022.

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: CBDC dan Aset Kripto Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

Whitepaper pengembangan digital rupiah berisi laporan mengenai latar belakang dan rencana pengembangan CBDC. Penerbitan Whitepaper ini merupakan sebuah bentuk komunikasi kepada publik terkait rencana pengembangan Rupiah Digital serta untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak.

BI melihat pertumbuhan aset kripto dan CBDC memiliki potensi untuk mengembangkan inklusi dan efisiensi dalam sistem keuangan walaupun dengan berbagai risiko yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi perekonomian.

Sebagian besar bank sentral di dunia terdorong untuk mengembangkan CBDC yang bertujuan mendukung mandat penguatan kebijakan moneter, tidak serta merta hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan ketahanan sistem pembayaran.

Continue Reading

Blockchain

Binus University Jadi Kampus Indonesia Pertama yang Hadir di Metaverse

Published

on

Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.

Binus University bakal menjadi kampus pertama Indonesia yang hadir di metaverse. Konsep teknologi dunia virtual kini sangat menarik untuk dikembangkan pada sektor pendidikan.

Dilansir dari situs resminya, Binus University mengambil langkah besar dalam mendukung metaverse, dibuktikan dengan terjalinnya kolaborasi strategis dengan PT WIR Asia Tbk (WIR Group) yang merupakan perusahaan pengembang teknologi berbasis AR/VR karya anak bangsa, untuk menjadi salah satu bagian dalam pembangunan Nusameta.

“Dalam waktu dekat, prototype kita melalui BINUSMAYA versi 9 akan berbentuk Metaverse dan akan kita jalankan bersama dengan Nusameta. Artinya memang proses pembelajaran berbasis gamification tadi ke depan menjadi hal yang wajib dan itu menjadi tuntutan zamannya generasi muda sekarang,” kata Prof. Meyliana.

Teknologi Metaverse

Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.
Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.

Baca juga: Hong Kong Kembangkan Kampus Metaverse Pertama, Ijazah NFT

Prof. Meyliana menjelaskan pihaknya akan terus mengembangkan kurikulum sesuai dengan kemajuan teknologi metaverse untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. Binus University memiliki visi untuk menjadi Perguruan Tinggi Indonesia berkelas dunia yang dapat membina dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan.

Binus University bersama WIR Group membangun Nusameta, yang merupakan ekosistem metaverse yang menampilkan teknologi AR, VR dan AI di Indonesia diharapkan dapat mempermudah pengguna untuk merasakan pengalaman unik yang imersif, menggali potensi dan berbagai benefit.

Stephen Ng, Chief Executive Officer Nusameta, anak perusahaan WIR Group, menyatakan apreasiasinya terhadap Binus yang telah memilih WIR Group sebagai mitra dalam mengembangkan Eduverse.

“Masuknya BINUS dalam dunia web3 dan metaverse menambah daftar panjang sektor pendidikan, riset, dan penelitian yang memanfaatkan teknologi web3 dan metaverse untuk pengembangan berbagai lini dalam sistem pendidikan di kampus, serta kemampuan sumber daya manusia,” ujar Stephen.

Majukan Dunia Pendidikan

Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.
Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.

Baca juga: Kenal Jagat Nusantara Metaverse IKN yang Diresmikan Presiden Jokowi

Binus merupakan kampus pertama di Indonesia yang telah hadir di dunia virtual Nusameta yang telah di launching pada acara G20 kemarin. Harapannya dengan hadirnya Binus di Nusameta dapat memajukan dunia pendidikan ke depannya.

Kehadiran Binus University di Nusameta ini menampilkan kehidupan mahasiswa di kampus Binus. Avatar-avatar yang diciptakan bisa berinteraksi. Binus metaverse ini dirancang oleh tim Binus terdiri dari 10 dosen dan 15 mahasiswa. Adapun target utama Binus di ruang virtual ini adalah para mahasiswa Binus, alumni, dosen dan diperluas ke masyarakat.

Pengembang teknologi digital berbasis AR/VR memiliki kapabilitas yang kuat, selain karena rekam jejaknya dalam menghadirkan teknologi metaverse di berbagai negara di dunia telah terbukti, juga telah mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah dalam mengembangkan Metaverse Indonesia.

Continue Reading

Blockchain

JP Morgan Resmi Daftarkan Merek Dagang untuk Layanan Wallet Kripto

Published

on

JPMorgan: Kasus FTX Buka Regulasi Aset Kripto Dipercepat.

JP Morgan telah mendaftarkan merek dagang untuk wallet atau dompet digital dan layanan pemrosesan aset kripto terkait. Merek dagang tidak secara eksklusif berlaku untuk kripto, tetapi juga dapat diterapkan pada layanan keuangan lainnya.

Menurut pengajuan ke U.S. Patent and Trademark Office, JP Morgan mengajukan merek dagang untuk “JP Morgan Wallet” pada Juli 2020. Kemudian, pengajuan akhirnya disetujui pada 15 November 2022.

Dokumen merek dagang menunjukkan bahwa itu dapat diterapkan pada layanan online, termasuk pemrosesan pembayaran aset kripto, transfer elektronik dan pertukaran mata uang virtual.

Merek dagang tidak secara eksklusif berlaku untuk layanan kripto. Ini juga dapat diterapkan untuk layanan keuangan lainnya, termasuk rekening giro virtual, pembayaran Automated Clearing House (ACH), pemrosesan cek elektronik, dan pembayaran tagihan.

Terobosan JP Morgan

menyimpan aset kripto di wallet kripto
lustrasi crypto wallet.

Baca juga: Genesis Terancam Bangkrut Potensi Kirim Bitcoin ke Titik Rendah Baru

Meskipun JP Morgan belum menerapkan merek dagang ke crypto wallet yang lengkap, ia telah membuat beberapa terobosan ke dalam industri blockchain selama beberapa bulan terakhir.

Pada tanggal 2 November, perusahaan melakukan pertukaran mata uang internasional menggunakan blockchain Polygon. Transaksi tersebut dilakukan dengan dua bank asal Singapura, DBS Bank dan SBI Digital Asset Holdings.

Selain itu, JP Morgan bermitra dengan Visa pada 11 Oktober lalu. Kemitraan tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan produk blockchain JP Morgans Liink dengan jaringan B2B Connect Visa.

Kuat di Industri Kripto

JP Morgan juga diketahui telah melakukan transaksi on-chain yang melibatkan penyelesaian aset BlackRock, membuka ruang di dunia virtual Decentraland berbasis blockchain, dan mengomentari The Merge Ethereum baru-baru ini.

Raksasa perbankan terus mengoperasikan berbagai lini produk terkait aset kripto, termasuk jaringan blockchain Onyx dan stablecoin pribadinya, JPM Coin.

Perkembangan tersebut, meski tidak terkait langsung dengan berita hari ini, akan menempatkan bank pada posisi yang kuat untuk memperluas layanan kripto di bawah merek dompet barunya.

Baca juga: Bappebti Tinjau Ulang Daftar Aset Kripto Legal di Indonesia

Continue Reading

Popular