Connect with us

Altcoin News

Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

Published

on

5 aset kripto bullish dan bearish

Kondisi market aset kripto mulai merangkak naik, meski sulit untuk bangkit. Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berhasil naik sedikit dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, naik 1,24% ke $ 31.410 dalam sehari terakhir. Begitu juga dengan Ethereum (ETH) tumbuh 2,01% ke $ 2.368 per keping. Di saat yang sama, altcoin lain seperti BNB, Solana (SOL) dan XRP membukukan pertumbuhan di atas 2%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan fenomena pasar kripto yang mulai naik disebabkan oleh aksi buy the dip investor untuk mengakumulasi keuntungan lebih. Namun, overall market masih berpotensi terus mengalami penurunan, mungkin akan ada sedikit pullback di market, khususnya BTC.

“Para investor ini mulai terpengaruh saran untuk melakukan aksi buy the dip, sehingga merasa bahwa beberapa aset kripto sudah bisa kembali diakumulasi. Sebagian kripto sudah mengalami fase jenuh jual atau oversold, jika dikaji menggunakan analisis teknikal,” kata Afid.

Meski begitu, investor masih malu, belum secara all out untuk melakukan aksi beli di pasar kripto, setelah khawatir mengenai risiko yang terjadi pada stablecoin. Kecemasan tersebut berhulu dari drama stablecoin milik Terra Labs, UST, yang ternyata tidak bisa menjaga nilai tukarnya di level $ 1 untuk 1 UST.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

“Anjloknya nilai BTC dan terjadinya reserve asset dari UST, membuat sentimen negatif terhadap stablecoin. Tanda-tanda kelemahan dalam stablecoin, sebagai aset kripto yang lebih aman, tapi tidak terbukti semakin menakuti investor,” imbuh Afid.

Menurut laporan CoinMarketCap, total nilai pasar kripto saat ini mencapai $ 1,4 triliun pada 10 Mei 2022, jauh dari puncaknya sepanjang masa sebesar $ 2,9 triliun pada awal November 2021. Harga aset kripto yang merosot, mencerminkan penurunan ekuitas di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga agresif di seluruh dunia untuk mencegah inflasi yang tinggi. 

Di sisi lain, Afid memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan Mei ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. eCash (XEC)

Analisis teknikal eCash (XEC).

eCash (XEC) membuka daftar aset kripto yang berpotensi bullish pada pekan kedua Mei 2022. XEC adalah aset kripto yang dikembangkan setelah hard fork dari blockchain Bitcoin Cash ABC.

XEC juga merupakan rebranding dari Bitcoin Cash ABC (BCHA) dan memiliki teknologi dan fitur yang lebih baik. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan XEC berpotensi bullish karena pengumuman upgrade jaringan yang akan digelar.

“Jaringan eCash ditingkatkan setiap tahun pada tanggal 15 Mei & 15 November. Artinya terdekat 15 Mei. Upgrade ini membuat investor mulai buy dan hold token untuk mendakat keuntungan, sehingga permintaan naik,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, XEC sedang mengalami koreksi yang signifikan beberapa hari terakhir, namun perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar XEC dapat terus bergerak menuju harga $ 0.00006474 atau naik sekitar 27% dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat XEC di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #62, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 1.129.584.592. Pasokan yang beredar 19.056.104.673.313 koin XEC dan maksimal pasokan 21.000.000.000.000 koin XEC.

Baca juga: Harga Bitcoin Terus Jatuh, Metrik Tunjukan Fase Extreme Fear

2. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Pergerakan KAVA masih akan reli pada pekan ini. KAVA setidaknya sudah duduk nyaman dalam daftar aset kripto bullish selama beberapa pekan terakhir di Tokocrypto Market Signal.

Afid mengatakan potensi kenaikan harga KAVA akibat peluncuran mainnet Kava Network 1.0 yang kemungkinan besar akan dilakukan pada 10 Mei mendatang. Mainnet ini sudah ditunggu investor karena akan menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar antara Ethereum dan Cosmos.

“Kava masih mencuri panggung untuk aset kripto yang potensi bullish. Sekarang sentimen positif datang dari peluncuran mainnet Kava Network yang kemungkinan besar terjadi pada tanggal 10 Mei mendatang. Ini sudah ditunggu pelaku pasar,” kata Afid.

Lebih lanjut Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 2,43 masih terjaga, KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 3,22 atau naik 30% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (27/4) pukul 10.00 WIB adalah #96, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 511.629.440. Pasokan yang beredar 189.555.5555 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Secret Network (SCRT)

Analisis teknikal Secret Network (SCRT).

Secret Network berpotensi mengalami kenaikan harga, setelah terkoreksi dalam selama beberapa hari terakhir. Afid mengungkap Pembaruan mainnet besar-besaran pada jaringan Secret Network bisa membuat nilai token SCRT melonjak. 

Dalam pengumumannya, upgrade mainnet ini bisa meningkatkan kinerja jaringan 500 kali lipat lebih besar dan membantu memperkuat posisi Secret sebagai pusat privasi data Web3. Upgrade jaringan SCRT akan terjadi pada 11 Mei.

“Secret Network akan upgrade mainnet besar-besaran pada 27 April mendatang. Kabar ini membuat harga SCRT langsung naik. Dari analisis teknikalnya, SCRT berpotensi naik hingga 40% sampai harga kisaran $ 3,50 dari batas bawas $ 2,44,” katanya.

Secret Network adalah jaringan blockchain pertama dengan smart contract yang menjaga privasi. Secret Network memiliki native coin bernama Secret (SCRT). Ini seperti Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC), yang bisa disimpan di wallet dan membelanjakannya saat ingin menggunakan jaringan Secret Network.

Peringkat SCRT di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #102, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 438.467.107. Jumlah koin yang beredar 163.295.557 koin SCRT yang beredar dan maksimal pasokan tidak tersedia.

4. EOS (EOS)

Analisis teknikal EOS (EOS).

EOS adalah kripto asli untuk mendukung proyek blockchain EOS.IO. Sementara, EOS.IO beroperasi sebagai platform smart contract dan pengembang aplikasi terdesentralisasi atau decentralized application (DApp).

Afid menjelaskan EOS berpotensi bullish pada pekan ini karena akan melakukan hard fork pada jaringan blockchainnya bernama Mandel. Hard fork kemungkinan besar akan dilaksanakan pada 19 Mei mendatang.

Hard fork ini dikabarkan akan membuat efisiensi EOS meningkat dan membawanya lebih cepat dalam memproses transaksi. Alhasil EOS dapat sentimen positif yang membawa harganya naik lebih tinggi,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, EOS sedang perlahan bergerak naik, setelah sebelumnya mengalami koreksi yang signifikan beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar EOS dapat terus bergerak menuju harga $ 1,99 atau naik sekitar 28% dari $ 1,54 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat EOS di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #44, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 1.698.007.806. Pasokan yang beredar 989.139.050 koin EOS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Proyeksi Analis: Harga Bitcoin Menguat Pasca $ 25 Ribu, November 2022

5. Bitcoin DOWN (BTCDOWN)

Analisis teknikal Bitcoin DOWN (BTCDOWN).

Bitcoin DOWN (BTCDOWN) sedang mengalami peningkatan pada pekan ini. Menurut Afid, kondisi market kripto sekarang yang secara keseluruhan sedang tertekan dan menurun turut berpengaruh positif pada BTCDOWN.

“Pergerakan BTCDOWN sudah perlahan bergerak naik signifikan. Dari grafiknya menunjukkan sinyal bullish yang mengindikasikan tren peningkatan harga. Harga BTCDOWN bisa naik capai $ 0,02866 dari $ 0,02319,” kata Afid.

BTCDOWN bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Sedangkan BTCUP bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

Peringkat BTCDOWN di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #2878, dengan kapitalisasi pasar tidak tersedia Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Bitcoin (BTC)

Analisis teknikal Bitcoin (BTC).

Bitcoin kemungkinan besar akan terus terpuruk pada pekan kedua Mei 2022. BTC melompat kembali setelah sempat menyentuh level $ 29.370 pada tanggal 10 Mei lalu. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan titik support terkuat BTC saat ini berada di $ 30.500.

“Analisis teknikal BTC sedang perlahan kembali turun, setelah sempat rebound naik sedikit. Belum ada sentimen positif yang bisa menggerakan harga untuk terus naik,” kata Afid.

Kemungkinan besar pola pergerakan BTC akan naik terlebih dahulu ke harga $ 32.000. Kemudian, dapat lanjut turun menuju ke harga $ 29.000-$ 28.000 atau turun sekitar 9% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat BTC di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #1, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 597.637.296.279. Jumlah koin yang beredar 19.036.600 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

2. Ethereum (ETH)

Analisis teknikal Ethereum (ETH).

Ethereum pun bernasib sama seperti Bitcoin. Afid melihat dari segi analisis teknikalnya ETH dapat terjerembab lebih dalam.

“ETH kemungkinan besar akan melanjutkan tren bearish di pekan ini. Dari sisi teknikal saat ini ETH sedang bergerak turun, setelah mengalami koreksi melihat harganya yang sudah berada di batas atas pergerakan harga,” ungkapnya.

Kemungkinan besar ETH masih dapat bergerak turun menuju sekitar $ 2.001 atau anjlok 11% dari harga $ 2.289 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 286.148.671.899. Jumlah koin yang beredar 120.729.130 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

3. Terra (LUNA)

Analisis teknikal Terra (LUNA).

Terra (LUNA) mengalami penurunan tajam sejak awal Mei 2022. LUNA benar-benar menukik tajam dalam harga dan kapitalisasi pasar sejak aksi jual besar-besaran.

Menurut Afid, saat ini sedang ada turbulensi di seluruh ekosistem Terra sehingga tidak bisa mempertahankan nilainya terhadap dolar, sehingga turun ke level $ 0,67 pada Selasa (10/5). 

“Nilai LUNA telah anjlok bergerak turun tajam. LUNA kini seimbang dengan nilai dolar AS. Sehingga menyebabkan likuidasi besar-besaran pada posisi leverage dan menurunkan kapitalisasi pasarnya. Investor menjadi panik mengakibatkan aksi jual lebih banyak,” jelas Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, LUNA sedang terus bergerak turun, setelah sebelumnya sempat mencoba rebound. Kemungkinan besar LUNA dapat terus bergerak menuju harga $ 10,67 atau turun sekitar 44% dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat LUNA di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #22, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 5.402.913.692. Pasokan yang beredar 397.570.628 koin LUNA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

4. BarnBridge (BOND)

Analisis teknikal BarnBridge (BOND).

BarnBridge (BOND) adalah token ERC-20 utilitas asli yang digunakan untuk pengintaian dan tata kelola pada platform BarnBridge. Sebagai mekanisme tata kelola, pemegang obligasi yang dapat memberikan suara pada pembaruan platform BarnBridge.

Menurut Afid, berdasarkan analisis teknikalnya, BOND sedang terus bergerak turun, setelah sebelumnya sempat mencoba rebound. Kemungkinan besar BOND dapat terus bergerak menuju harga $ 4,09 atau turun sekitar 13% dari harga $ 4,76 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat BOND di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #567, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 31.833.269. Pasokan yang beredar 6.697.847 koin BOND dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: 5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR dan SCRT

5. JasmyCoin (JASMY)

Analisis teknikal JasmyCoin (JASMY).

JasmyCoin adalah token kripto asli dari jaringan Jasmy, platform Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur yang memungkinkan siapa saja menggunakan data dengan aman. Token JASMY dapat digunakan untuk membayar penyimpanan data dan jenis layanan serupa lainnya yang ditawarkan oleh jaringan Jasmy.

Afid menjelaskan JASMY kemungkinan besar akan masuk ke fase bearish pada pekan ini. “JASMY bisa terus turun hingga harga $ 0.01075 dalam beberapa hari ke depan. Walaupun sempat rebound, JASMY bleum mendapatkan sentimen positif yang membuatnya naik.”

Peringkat JASMY di CoinMarketCap pada Rabu (11/5) pukul 10.00 WIB adalah #370, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $70.067.207. Pasokan yang beredar 4.754.930.780 koin JASMY dan maksimal pasokan 50,000,000,000 koin JASMY.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Altcoin News

Pasar Sepekan: Sentimen Negatif Masih Kuat, Aset Kripto Sekarat

Published

on

Bitcoin zona merah

Market aset kripto kembali mengalami performa yang lesu secara keseluruhan pada pekan kedua Mei 2022 ini. Kondisi market langsung mendadak ‘sakit’ mengingat situasi makroekonomi sedang tak pasti.

Meski begitu market mulai stabil dengan beberapa aset kripto mengalami lonjakan. Melansir CoinMarketCap pukul 14.00 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sudah mengalami peningkatan dan masuk zona hijau.

Contoh Bitcoin (BTC) yang nilainya naik 14,05% dalam sehari terakhir dan kini berada di $ 30.383,75. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) ikutan naik 17,26% ke $2.091,36 di waktu yang sama.

Ilustrasi market kripto anjlok.
Ilustrasi market kripto anjlok.

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Beberapa nilai altcoin lainnya pun tak lagi terjun bebas. Nilai BNB dan XRP masing-masing naik 35,09% dan 23,07%. Sementara itu, nilai USD Coin (USDC) dan Binance USD (BUSD) kompak melemah lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir.

“Sentimen negatif dampak dari drama stablecoin TerraUSD (UST) membuat pelaku pasar khawatir dan ragu atas kondisi pasar stablecoin dan pasar kripto pada umumnya yang terlalu volatil untuk saat ini. Ketakutan ini pun semakin bertambah setelah Menteri Keuangan AS, Janet Yellen dan The Fed kompak mengatakan bahwa stablecoin adalah risiko besar yang mengancam sektor keuangan,” jelas Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

Namun, secara keseluruhan investor masih kompak melakukan aksi jual dan melepas aset berisiko mengingat situasi makroekonomi sedang tak pasti. Kondisi inflasi Amerika Serikat masih akan terus menggentayangi ekonomi Negeri Paman Sam itu, sehingga mereka pun hijrah dari aset-aset volatil aman ke aset aman seperti Dolar AS.

“Laju inflasi yang melebihi proyeksi menyebabkan investor untuk melepas aset berisikonya. Hal ini ikut menghantam pasar aset kripto,” ungkap Afid.

Kondisi pasar kripto juga selaras dengan saham, pelaku pasar tampak kompak melepas saham sektor teknologi lantaran khawatir bahwa bank sentral AS, The Fed, bakal kembali mengetatkan kebijakan moneternya dengan agresif.

Continue Reading

Altcoin News

Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Published

on

Ilustrasi stablecoin.

Aset kripto TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) sedang jadi sorotan sepekan ini. Alasannya harga kedua aset kripto tersebut tak stabil dan bahkan LUNA turun sampai 99% hanya dalam hitungan hari, padahal ia sempat jadi primadona investor dan capai harga tertinggi sepanjang masa.

Berdasarkan situs CoinMarketCap, pada Jumat (13/5) pukul 14.00 WIB, LUNA diperdagangkan pada $ 0,00005687 dengan market cap sebesar $ 557 juta anjok 63%. Sebelumnya, LUNA telah capai harga tertinggi sepanjang masa pada Selasa (5/4) sebesar $ 119,18 per koin atau setara Rp 1,73 juta, pada saat itu kapitalisasi pasarnya mencapai $ 40 miliar.

Penurunan harga LUNA ini sangat terpengaruh oleh faktor peg atau berkurangnya nilai dari stablecoin asli jaringan Terra, UST. Stablecoin UST turun ke level $ 0,22 pada perdagangan Jumat (13/5) yang merupakan terendah sepanjang masa. Melihat hal ini apakah stablecoin masih aset kripto teraman untuk investasi saat ini?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Sebelum menjawab hal tersebut, kita bahas apa yang sebenarnya terjadi dengan UST? Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan mekanisme stablecoin algoritmik memiliki kelemahan sebagai penopang sebagian besar nilai UST. Hal inilah yang menjadikan harga LUNA sangat terpengaruh oleh penurunan UST yang sangat dramatis. 

Lebih lanjut, Afid menjelaskan CEO Terralabs, Do Kwon pun mengakui bahwa model stablecoin tersebut hadir dengan beberapa pengorbanan. Faktanya, memang koin sangat terdesentralisasi. Namun, dibandingkan dengan koin seperti Tether, ia menghadapi beberapa masalah stabilitas harga, terutama jika sistemnya berada di bawah tekanan.

“Jika terlalu banyak orang yang mencoba menebus UST sekaligus, “death spiral” hipotetis dapat terjadi dengan token LUNA yang dipasangkan dengannya. Nilai LUNA akan mulai runtuh karena lebih banyak token dicetak untuk memenuhi permintaan pengguna,” jelas Afid.

Baca juga: Serangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA)

Hipotesis Nilai LUNA Turun

Afid menerangkan kemungkinan besar penurunan ini terkait juga dengan adanya attack dari ‘oknum’ yang memanfaatkan kelemahan dari mekanisme yang Terra punya. Kelemahan dari Terra LUNA adalah soal “death spiral”.

LUNA memiliki hubungan mutual dengan UST. Setiap ada UST diterbitkan, ada supply LUNA yang di-burn, begitu pula sebaliknya. Seharusnya secara algoritma, ketika harga UST jatuh, ada UST yang di-burn dan LUNA yang diterbitkan. Nilai Terra LUNA bisa turun, jika TerraUSD dianggap tidak stabil.

aset kripto Terra (LUNA)
Ilustrasi aset kripto Terra (LUNA).

Blockchain Terra sempat berhenti untuk menghindari penyerangan governance pada jaringannya dan untuk membentuk rencana baru. Governance attack adalah kondisi di mana token yang digunakan untuk hak suara dikendalikan sebagian besar oleh satu pihak saja sehingga bisa merusak atau mengubah jaringan,” kata Afid. 

Untuk saat ini LUNA terlihat semakin tidak ada harapan dengan harga yang turun drastis dan kondisi keuangan perusahaan yang masih jatuh. Jadi jika Terra mau kembalikan lagi ke peg-nya itu UST $ 1, mau tidak mau mesti burn UST yang supply-nya berlimpah, dan efeknya supply LUNA semakin banyak, otomatis harga LUNA akan terus anjlok sampe UST bisa stabil ke $ 1 lagi.

Baca juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

Apa Bedanya BIDR sama UST?

Drama UST dan LUNA membuat investor khawatir dan ragu atas kondisi pasar stablecoin yang sebelumnya, dianggap aman sebagai instrumen investasi, namun kini terlalu volatil.

Tidak semua stablecoin menggunakan mekanisme algoritmik seperti UST. Binance IDR (BIDR) contohnya. BIDR merupakan stablecoin berbasis Rupiah yang dapat diperdagangkan dengan aset kripto lainnya. BIDR menggunakan Binance Chain (BEP-2) yang dipatok ke dalam Rupiah (IDR). BIDR akan tersedia untuk pembelian langsung dan penukaran dengan harga 1 BIDR setara dengan 1 Rupiah.

stablecoin BIDR dan UST
Ilustrasi stablecoin BIDR dan UST.

Untuk menjaga kestabilannya, BIDR didukung 1:1 oleh Rupiah di rekening bank terpisah di Indonesia. BIDR akan diaudit setiap bulan oleh perusahaan audit. Laporan audit akan dipublikasikan di Tokocrypto untuk referensi bagi pengguna BIDR.

Harga atau nilai BIDR di bursa mungkin sedikit menyimpang dari Rp 1, karena kekuatan penawaran dan permintaan pasar untuk aset tersebut. Namun, penyimpangan harga tersebut akan kecil, karena arbitrase pasar akan bekerja untuk membawa harga BIDR kembali ke 1 Rupiah Indonesia.

Baca juga: UPDATE: Blockchain Terra Kembali Produksi, Meski Harga LUNA Hancur

Apakah BIDR Bisa Bernasib sama dengan UST?

Peristiwa yang terjadi dengan UST sulit menimpa BIDR. UST membutuhkan mekanisme algoritmik untuk menjaga nilainya agar tetap sama dengan Dolar AS. Setiap token UST yang diterbitkan, ada supply token LUNA yang diburn atau dihancurkan.

“Sistem tersebut memiliki kelemahan dari segi governance attack, sehingga membuka peluang satu pihak bisa menguasai banyak koin dan punya kewenangan untuk merusak atau mengubah jaringan. Seperti yang terjadi saat ini,” jelas Afid.

Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.
Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.

Sementara, BIDR tidak mengunakan skema mekanisme algoritmik. BIDR mempunyai mekanismi setiap koin mewakili satu Rupiah yang disimpan di bank. Ini memungkinkan pencetakan dan burning BIDR berdasarkan jumlah Rupiah yang disimpan.

Tokocrypto sebagai pengelola BIDR bekerja sama dengan perusahaan audit untuk menyesuaikan suppy token sesuai dengan jumlah uang Rupiah yang disimpan di bank untuk mencapai skala 1:1. Laporan audit transparan dan bisa diakses di tokocrypto.com/report.

Baca juga: Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin: Raksasa BlackRock, Citadel dan Gemini Dalangnya?

DISCLAIMER: Investasi aset kripto memiliki volatil tinggi, Tokocrypto mengimbau setiap pengguna melakukan research terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi dengan mengutamakan sikap kehati-hatian. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pengguna dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi.

Continue Reading

Altcoin News

UPDATE: Blockchain Terra Kembali Produksi, Meski Harga LUNA Hancur

Published

on

Ilustrasi aset kripto Terra (LUNA).

Validator blockchain Terra telah menghentikan sementara aktivitas jaringan pada hari Kamis malam, 12 Mei 2022 (sekitar pukul 23.20 WIB). Langkah ini diambil untuk mencegah serangan tata kelola setelah devaluasi parah token LUNA. 

Hal tersebut diumumkan melalui akun Twitter resmi jaringan Terra @terra_money. Akun tersebut membuat cuitan yang menyatakan bahwa jaringan blockchain dihentikan pada ketinggian blok 7.603.700.

Baca juga: Serangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA)

Langkah ini mengikuti serangkaian peristiwa yang memicu penurunan harga LUNA  dan stabelcoin UST yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Harga LUNA terpelanting sangat jauh dari harga tertingginya di bulan lalu. Pada saat laporan ini ditulis harga LUNA diperdagangkan di level $ 0,013 atau setara dengan Rp 190. Bahkan, di hari yang sama LUNA menginjak harga terendahnya di harga $ 0,01 (Rp 146).

Dalam kurun waktu sekitar satu bulan LUNA ambruk sekitar 98% dari harga tertingginya di level $ 119.

Berdasarkan data CoinGecko, harga UST saat penulisan berada di level $ 0,33, turun 49% selama 24 jam terakhir.

Baca juga: Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Update: Blockchain Terra telah melanjutkan produksi blok dengan penggabungan kode baru. Meski begitu harga LUNA tetap tertekan. Berdasarkan situs CoinMarketCap, pada Jumat (13/5) pukul 08.45 WIB, LUNA diperdagangkan pada $ 0,004592 dengan market cap sebesar $ 557 juta anjok 63%.

Terlepas dari adanya berbagai upaya dari pihak Terra untuk mengendalikan masalah yang tengah mereka alami, nampaknya upaya tersebut masih belum membuahkan hasil juga.

Sementara itu, pertukaran crypto terbesar Binance mengumumkan akan menghapus kontrak berjangka Terra (LUNA) dengan margin Tether (USDT) menyusul penurunan harga lebih dari 99%.

Dalam posting blog hari Kamis, Binance mengatakan akan mengambil “tindakan pencegahan” di sekitar kontrak abadi LUNA/USDT, berniat untuk menghapus pasangan jika harga berada di bawah 0,005 USDT.

Artikel telah diperbarui dengan informasi tentang pembaruan blockchain Terra, yang memungkinkan produksi blok dilanjutkan. 

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Popular