Connect with us

Blockchain

League of Ancients: Game NFT untuk Penggemar Game MOBA

Published

on

game nft moba

MOBA bisa dibilang genre game paling favorit di dunia, termasuk di Indonesia. Sejak DOTA meraih banyak pemain di berbagai belahan dunia, akhirnya membuat banyak game serupa yang hadir, mulai League of Legends hingga yang paling populer di Indonesia kini, Mobile Legends. Hal ini yang menjadi alasan mengapa game MOBA hingga hari ini masih sangat populer. 

Penyelenggara kompetisi game atau e-sport tidak ragu menghadirkan pertandingan game MOBA, mulai dari platform PC hingga platform mobile. Melihat ceruk game MOBA yang hingga kini masih digandrungi yang dibarengi dengan mencuatnya kripto dan juga NFT, muncullah sebuah NFT game dengan aliran serupa.

Lantas, apa yang membedakan game MOBA tradisional seperti DOTA 2, League of Legends, ataupun Mobile Legends? Yuk, kita simak pembahasan game NFT MOBA League of Ancients.

League of Ancients: Game NFT yang Terinspirasi dari DOTA 2

Kemiripan gameplay yang ditawarkan oleh League of Ancients dengan DOTA 2, tak bisa dipungkiri karena terinspirasinya sang kreator game tersebut dengan DOTA 2. Game MOBA yang dikembangkan dengan sistem blockchain ini digarap oleh sebuah studio bernama Mithotech Ltd. yang berbasiskan di Malaysia

Sang developer ingin menawarkan ide baru dalam dunia game, terutama dunia e-sport, yakni game kompetitif yang dapat dimainkan di Binance Smart Chain. Selain itu, karena menggunakan sistem blockchain ini, game MOBA besutan negeri Jiran ini memungkinkan para pemainnya untuk menjual atau membeli skin-nya melalui marketplace League of Ancients.

Baca Juga: Mengenal Game NFT Thetan Arena

Kerja Sama Developer League of Ancients dengan Studio Dalam Negeri Anantarupa Studio

Tak hanya gamers saja yang antusias dengan kedatangan game moba nft satu ini, namun juga sebuah studio pengembang game dalam negeri, Anantarupa Studio. Studio asal Ibu Kota yang telah menelurkan banyak game ini, memutuskan untuk bermitra dengan Mithotech Ltd., sebuah perusahaan game asal Malaysia yang menggarap game MOBA NFT ini.

Dari kolaborasi ini, Mithotech dan juga Anantarupa berharap agar League of Ancients ini bisa menjadi game MOBA yang lolos ke kategori esport mobile di tahun 2022. Hal ini akan membuka kesempatan bagi dunia kripto dan blockchain bisa hadir di industri gaming

Selain itu, dengan menggunakan sistem blockchain, kedua studio yang berkolaborasi tersebut juga menginginkan dunia gaming kompetitif yang lebih sehat dengan menawarkan fitur play-to-earn yang memungkinkan upaya dan waktu pemain, salah satunya ketika membeli skin NFT. 

Fitur-Fitur Game League of Ancients

Ada beberapa fitur League of Ancients yang tentu sangat menarik untuk disimak. Apa sajakah itu?

MOBA 5v5

Sebagai game MOBA, tentu hal yang pertama yang ditawarkan adalah gameplay-nya, yakni MOBA 5v5. Seperti game MOBA lainnya yang sudah populer, League of Ancients bisa dimainkan oleh 10 pemain yang dibagi ke dalam 2 faksi yang berlawanan. Dalam mode ini, Anda bisa mendapatkan token LOA.

Play-to-Earn

Bagi Anda yang ingin meraih token LOA lebih banyak, Anda bisa memanfaatkan salah satu fitur yang disediakan yaitu Anda bisa melakukan jual-beli skin NFT melalui marketplace League of Ancients.

Free-to-Play

Apakah game ini gratis? Tentu saja! Seperti game MOBA tradisional lain yang untuk memainkannya pemain hanya butuh mengunduh aplikasinya, League of Ancients pun juga seperti itu. Namun, game ini tak hanya menawarkan fitur tersebut, di sini adalah tempat yang tepat untuk Anda yang ingin bermain sambil investasi NFT.

Baca juga: Splinterlands Game NFT yang Populer, Yuk Kenali Lebih Lanjut

Cara Mendaftar dan Memainkan League of Ancients

Bagi Anda yang penasaran memainkan game League of Ancients, ada beberapa langkah-langkah yang bisa Anda ikuti. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka situs https://www.leagueofancients.com/ dan klik public sale.
cara daftar league of ancient

Source Official Website League of Ancients

Asset Image Google Drive

  1. Klik Connect Wallet pada bagian kanan atas
nft sale di game league of ancient

Source Official Website League of Ancients

Asset Image Google Drive

  1. Setelah  terhubung dengan dompet kripto Anda, ubah jaringan menjadi Binance Smart Chain (BSC)
  2. Setelah masuk ke laman login wallet, klik connect

Apakah Sudah Bisa Memainkan League of Ancient

Melihat pasar game MOBA di dunia atau bahkan di Indonesia yang sangat ramai, League of Ancients cukup ditunggu-tunggu oleh para gamers. Ide revolusioner yang dibawakan di mana game ala DOTA 2, League of Legends, atau Mobile Legends dipadukan dengan sistem blockchain membuat banyak pihak tertarik. Perpaduan tersebut menjanjikan sebuah dunia game MOBA yang mampu menuai pundi-pundi bagi pemainnya. 

Tapi, sayangnya Anda belum bisa memainkan game ini sekarang-sekarang ini, karena League of Ancient baru meluncurkan versi beta-nya di kuartal 3 tahun 2022 ini.
Sambil menunggu perilisan game ini, Anda bisa bersiap-siap dengan mempelajari seluk-beluk NFT. Selain itu, Anda juga bisa menjual hasil karya NFT Anda di marketplace NFT terpercaya seperti TokoMall. Daftarkan diri Anda sebagai Official Partner di TokoMall dan gabung di komunitas TokoMall Discord dan juga Telegram.

Metaverse

Promosi Indonesia Via Metaverse, Kemenparekraf Bangun WonderVerse

Published

on

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan platform "WonderVerse Indonesia." Foto: Kemenparekraf.

Pemerintah Indonesia semakin mantap untuk mengembangkan teknologi metaverse untuk kebutuhan industri. Terbaru, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan platform “WonderVerse Indonesia” dalam upaya mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia secara metaverse.

Dalam pengembangan “WonderVerse Indonesia”, Kemenparekraf berkolaborasi dengan PT. Magnus Digital Indonesia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan pemerintah harus menghadirkan dan memfasilitasi agar seluruh pihak bisa memastikan bagaimana metaverse meningkatkan kesejahteraan.

“Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi bahwa transformasi digital termasuk metaverse harus mampu mendorong kedaulatan dan kemandirian digital Indonesia. Dalam transformasi ini, jangan sampai justru kita menjadi tamu di tanah kita sendiri. Bagaimana kita bisa menghadirkan konten-konten kreatif dan kekuatan digitalisasi kita berdasarkan Pancasila dan kebhinekaan dengan tentunya berakar pada kearifan lokal yang kita miliki,” kata Sandiaga dalam siaran persnya.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan platform "WonderVerse Indonesia." Foto: Kemenparekraf.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan platform “WonderVerse Indonesia.” Foto: Kemenparekraf.

Baca juga: Bangun Ekosistem Metaverse di Indonesia, WIR Group Untung Rp 24 M

Promosi Wisata Indonesia Via Metaverse

Pengembangan “WonderVerse Indonesia,” selain untuk mempromosikan pariwisata Indonesia ke tingkat nasional dan mancanegara, platform itu juga untuk mendorong industri ekonomi kreatif mempromosikan produknya secara digital.

“Sekarang kita ada dalam satu transisi di mana digitalisasi mendorong transformasi. Hadirnya platform baru ini adalah untuk mengangkat promosi pariwisata dan juga bagaimana ekonomi kreatif bisa kita tingkatkan dengan perkembangan teknologi,” kata Menparekraf, Sandiaga Uno.

Pemasaran melalui metaverse menjadi satu keniscayaan seiring semakin terakselerasinya digitalisasi. Potensinya pun sangat besar. Bloomberg memproyeksikan metaverse akan menjadi masa depan internet dengan nilai yang ditaksir mencapai 800 miliar dolar AS pada 2024.

Di tahun 2026 diperkirakan akan ada 25 persen dari populasi dunia yang akan menghabiskan setidaknya satu jam dalam sehari di metaverse.

WonderVerse Indonesia Jadi Game Changer

Sandiaga berharap platform “WonderVerse Indonesia” jadi game changer dalam promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia ke depan. Nantinya diharapkan pelaku industri dan UMKM harus siap mengisi dengan produk-produk ekonomi kreatifnya dan destinasi wisata dipasarkan secara virtual.

“Terus dukung untuk berdayakan industri ini dalam menciptakan 1,1 juta lapangan kerja tahun ini dan 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024,” kata Sandiaga.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan platform "WonderVerse Indonesia." Foto: Kemenparekraf.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan platform “WonderVerse Indonesia.” Foto: Kemenparekraf.

Baca juga: Dampak Positif Metaverse dalam Keseharianmu!

Chief Executive Officer (CEO) Magnus Digital Indonesia, Hendra Liman, menjelaskan, WonderVerse Indonesia terbagi menjadi empat bagian atau yang disebut dengan nama “land” yang merupakan representasi Indonesia sebagai negara kepulauan. Dalam “land” ini terdapat berbagai keanekaragaman yang bisa dinikmati.

Eksplor WonderVerse Indonesia

Pertama adalah “Lobby”. Di sini pengunjung bisa berinteraksi dengan hewan endemik, galeri lukisan dari seniman Indonesia serta layar lebar yang disediakan untuk mengetahui keseruan apa saja yang akan datang. Selanjutnya “WonderFUN Land” yang menghadirkan berbagai gim khas Indonesia serta hiburan seperti pertunjukan wayang, tari-tarian, dan sebagainya.

Kemudian ada “WonderGoods Land”, di mana pengunjung bisa bertransaksi barang-barang khas Indonesia yang dipasarkan oleh para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dan terakhir “WonderREAL Land”. Di sini pengunjung bisa langsung membeli tiket penerbangan, hotel, dan akomodasi selama liburan untuk mengunjungi Indonesia sesuai destinasi yang diinginkan. Namun untuk saat ini, MetaVerse Indonesia masih dalam tahap penyempurnaan dan akan terus dikembangkan. Harapannya keseluruhan akan bisa mulai diakses di kuartal 4 tahun 2022 ini

“Kami berharap MetaVerse Indonesia dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan keindahan budaya Indonesia ke mata dunia. WonderVerse Indonesia dapat memberikan manfaat yang besar untuk Indonesia dari sisi digital, dari sisi travel dan terutama dari sisi ekonomi kreatif,” kata Hendra.

Continue Reading

Blockchain

Google Diam-diam Banyak Investasi di Perusahaan Blockchain dan Kripto

Published

on

Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Bloomberg.

Fakta unik baru ditemukan ketika Google ternyata diam-diam menjadi investor bagi banyak perusahaan di industri blockchain. Google memberikan modal melalui perusahaan induknya, Alphabet.

Dikutip Cointelegraph, Alphabet diketahui menuangkan modal paling banyak ke dalam industri blockchain dibandingkan dengan perusahaan publik lainnya, total dengan investasi lebih dari US$ 1,5 miliar antara September 2021 dan Juni 2022.

Dalam blog terbaru yang diterbitkan oleh Blockdata, Alphabet (Google) terungkap sebagai investor dengan kantong terdalam dibandingkan dengan 40 perusahaan publik teratas yang berinvestasi di perusahaan blockchain dan kripto selama periode tersebut.

Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.
Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.

Baca juga: Bangun Ekosistem Metaverse di Indonesia, WIR Group Untung Rp 24 M

Google Investasi ke Web3 dan Kripto

Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke dalam ruang, berkonsentrasi pada empat perusahaan blockchain termasuk Fireblocks, platform penyimpanan aset digital; Dapper Labs, perusahaan game Web3; Bitcoin Voltage, kripto infrastruktur; Dan Digital Currency Group, perusahaan modal ventura.

Temuan ini sangat kontras dengan tahun lalu ketika Google mendiversifikasi upaya pendanaannya yang jauh lebih kecil senilai US$ 601,4 juta di 17 perusahaan berbasis blockchain, yang sekali lagi termasuk Dapper Labs, bersama dengan Alchemy, Blockchain.com, Celo, Helium, dan Ripple.

Peningkatan investasi Google ke dalam industri blockchain konsisten dengan 40 perusahaan publik teratas lainnya, dengan total US$ 6 miliar diinvestasikan selama kurung waktu tersebut. Dibandingkan Januari 2021 hingga September 2021 hanya ada total investasi US$ 1,9 miliar dan US$ 506 juta di seluruh tahun 2020.

Laporan Blockdata terkait berbagai perusahaan raksasa dunia investasi ke industri blockchain. Foto: Blockdata.
Laporan Blockdata terkait berbagai perusahaan raksasa dunia investasi ke industri blockchain. Foto: Blockdata.

Baca juga: Habis Rayakan HUT RI Ke-77, Market Aset Kripto Kembali Merana

Perusahaan Raksasa Masuk ke Industri Blockchain

Investor korporat besar lainnya termasuk perusahaan manajemen aset BlackRock , yang menginvestasikan US$ 1,17 miliar, perusahaan perbankan investasi, Morgan Stanley, menginvestasikan US$ 1,11 miliar, dan perusahaan elektronik, Samsung, dengan investasi total US$ 979,2 juta.

Seperti Google, Morgan Stanley dan BlackRock mengadopsi pendekatan yang lebih terkonsentrasi untuk berinvestasi hanya di dua hingga tiga perusahaan selama periode tersebut. Namun, Samsung sejauh ini merupakan investor paling aktif yang berinvestasi di 13 perusahaan berbeda.

Data Blockdata tersebut juga menemukan bahwa perusahaan yang menawarkan beberapa bentuk solusi Non-fungible Token (NFT) telah menjadi investasi paling populer. Investasi yang tersisa telah dibagi antara perusahaan yang menyediakan Blockchain-as-a-Service (BaaS), infrastruktur, platform kontrak pintar, solusi penskalaan, dan platform penyimpanan aset digital.

Continue Reading

Metaverse

Bangun Ekosistem Metaverse di Indonesia, WIR Group Untung Rp 24 M

Published

on

Ilustrasi metaverse

Metaverse selalu menjadi topik hangat yang menguntungkan di Indonesia. Terbukti, perusahaan pengembang ekosistem metaverse di Indonesia, WIR Group, telah mendapatkan untung dalam bisnisnya hingga lebih dari Rp 24 miliar.

Dalam laporan keuangan perusahaan semester 1 tahun 2022, Emiten teknologi berbasis augmented reality (AR), PT WIR Asia Tbk (WIRG) atau WIR Group, telah mencetak laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 24,17 miliar, naik 43,3 persen dibandingkan semester 1 2021 sebesar Rp 16,69 miliar.

Peningkatan pendapatan WIR Group yang mencapai 112,49% menjadi katalis positif dalam hijaunya laporan keuangan perusahaan. WIR Group yang merupakan perusahaan penyedia teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) itu berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 650,70 miliar, bandingkan dengan total pendapatan di periode yang sama tahun lalu berjumlah Rp 306,21 miliar.

Ilustrasi WIR Group. Foto: WIR Group.
Ilustrasi WIR Group. Foto: WIR Group.

Baca juga: Dampak Positif Metaverse dalam Keseharianmu!

Tingginya Angka Penjualan

Laporan keuangan perusahaan juga mengungkap tingginya laba dihasilkan berkat tingginya angka penjualan berbagai macam barang via platform WIR Group. Perusahaan kini tengah fokus dalam membangun berbagai macam proyek metaverse bermitra dengan pemerintah maupun swasta.

Revenue stream yang muncul dalam pengembangan metaverse WIR Group mencapai Rp 505,94 miliar. Pencapaian itu meningkat 138,50% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 212,13 miliar. Segmen pendapatan ini berkontribusi sebesar 77,75% dari total pendapatan perusahaan.

Dikutip Be[in]crypto, semakin banyak mitra yang bekerja sama dengan WIR Group, maka potensi penjualan barang virtual via metaverse juga semakin besar. Capaian itu mendorong pendapatan yang berasal dari promosi iklan lewat platform metaverse, sehingga ikut meningkat signifikan.

Ilustrasi ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse.
Ilustrasi ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.

Baca juga: Bahaya! Ini Alasan Kenapa Autentikasi SMS Bisa Bikin Akun Kripto Bobol

Bangun Ekosistem Metaverse di Indonesia

Chief Executive Officer (CEO) WIR Group, Michael Budi, menjelaskan rencana kolaborasi pemerintah-swasta dan antar perusahaan ini diharapkan dapat merintis metaverse versi Indonesia yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di era digital.

“Sebab, adanya dukungan dari pemerintah yang dilakukan secara masif akan sangat berpengaruh terhadap pengembang berbagai sektor kehidupan. Dalam waktu yang relatif cepat, visi pengembangan sektor teknologi metaverse secara pesat di Indonesia dapat terwujud,” ujarnya.

WIR Group sebagai salah satu perusahaan teknologi perangkat lunak metaverse asal Indonesia akan memperkenalkan prototipe Metaverse Indonesia pada perhelatan Presidensi G20 Indonesia 2022 ini. Dalam kolaborasi ini WIR Group akan mengajak perusahaan global Meta dan Microsoft sebagai pengembang perangkat keras seperti kacamata augmented dan virtual reality.

Continue Reading

Popular