Connect with us

Market

Tokocrypto Market Signal 3 Agustus 2022: Gerak Kripto Masih Koreksi, Apa Sebabnya?

Published

on

Ilustrasi daftar 5 aset kripto bullish dan bearish pekan awal Agustus 2022.

Awan mendung sedang menyelimuti market aset kripto. Pergerakan market pada Rabu (3/8) pagi masih terpantau terkoreksi tipis dan ini merupakan penurunan harga tiga hari berturut-turut sejak awal pekan lalu. Apa penyebabnya?

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap, kompak alami penurunan tipis ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) anjlok 1,77% ke US$ 22.757 per keping dalam sehari terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) turun lebih dalam 2,07% ke US$ 1.598 di waktu yang sama. XRP, Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) punya nasib yang lebih buruk karena anjlok masing-masing 6,11%, 7,58% dan 4,32%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat sejauh pekan ini pola pergerakan market kripto masih sulit menampilkan performa terbaiknya. Hal mendasar yang terjadi adalah market gagal bangkit, setelah banyak investor melakukan aksi profit taking dan bersamaan dengan volume perdagangan yang terlihat tipis sejak Senin (1/8), sehingga ada kemungkinan investor sedang wait and see bermain di pasar kripto.

“Volume transaksi khususnya Bitcoin dari data on-chain terpantau sideways, meski harganya sempat naik pekan lalu. Investor juga berubah haluan untuk tidak melakukan akumulasi ketika BTC gagal tembus level resistensinya di US$ 23.000. Alhasil, investor memilih aksi profit taking daripada akumulasi,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Afid melihat koreksi harga saat ini masih tergolong normal di market kripto. Kenaikan harga kripto harus dibarengi dengan koreksi atau retest lebih dahulu, sebelum melaju tinggi lagi. 

“Jadi, perilaku investor saat ini normal, dan jika besarnya aksi ambil untung ini meningkat dalam beberapa minggu ke depan, mereka dapat bertindak sebagai katalis untuk kelanjutan bearish lainnya dalam jangka pendek,” terangnya.

Baca juga: Cara Mudah Main Rising Force NFT, Game Penghasil Bitcoin Terkini

Sentimen Negatif Market Kripto Pekan Ini

Market kripto tenggelam pada perdagangan Rabu pagi ini setelah pejabat The Fed mengisyaratkan bank sentral masih berniat menaikkan suku bunga sampai inflasi terkendali. Komentar tersebut terbukti cukup untuk mendorong harga Bitcoin dan aset kripto lainnya terjun.

Komentar pejabat The Fed ini muncul setelah data ekonomi AS terbaru menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan AS pada Juni 2022 turun ke level terendah sembilan bulan terakhir, tanda tekanan ekonomi meningkat. Pasar tenaga kerja AS telah menjadi titik terang dalam ekonomi, jika tidak kehilangan momentum dan kemungkinan menuju resesi.

Di samping itu, perjalanan Ketua Parlemen AS, Nancy Pelosi, ke Taiwan telah menciptakan titik tekanan baru bagi investor yang sudah berurusan dengan prospek resesi AS, kenaikan suku bunga di seluruh dunia, dan inflasi yang berisiko mengakar saat perang Rusia di Ukraina memperburuk krisis pangan.

“Kegugupan investor pada hari Rabu ini sudah cukup untuk menekan market. Pasar aset berisiko akan mengalami tekanan pasca perjalanan Pelosi ke Taiwan yang bisa menimbulkan ketegangan geopolitik yang melibatkan China. Jika pasar saham anjlok, bukan tidak mungkin akan berpengaruh ke kripto. Kemudian, Taiwan sebagai produsen chip semiconductor bila terjadi ketegangan akan mengganggu pasokan dan berpengaruh pada mining crypto,” ungkap Afid.

Sementara untuk analisis teknikal, level resistensi Bitcoin berada di  US$ 23.509 dan titik support terdekatnya pada harga US$ 22.850. Selama koreksi harga BTC tidak breakout di support US$ 21.000, maka ini masih termasuk hal normal.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan pertama bulan Agustus ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Aave (AAVE)

Analisis teknikal Aave (AAVE).
Analisis teknikal Aave (AAVE).

Membuka daftar aset kripto berpotensi bullish pekan ini adalah AAVE. Aave kembali masuk ke deretan kripto bullish karena sentimen positif dari Aave DAO, bagian tata kelola dari protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) Aave, yang mengumumkan telah menyetujui pembuatan stablecoin GHO.

“Aave berencana untuk menjadikan GHO berfungsi sebagai stablecoin overcollateral yang mirip dengan dai (DAI) MakerDAO. Pengguna Aave yang ingin mencetak GHO dapat melakukannya dengan menyediakan salah satu token kripto yang diterima sebagai jaminan di platform,” kata Afid.

Analisis teknikalnya, pergerakan nilai AAVE kemungkinan besar akan terkoreksi dahulu turun hingga batas harga US$ 100. Kemudian dapat bergerak naik menuju US$ 122 atau naik 29% dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat AAVE di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #42, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.306.370.976. Jumlah koin yang beredar 13.979.212 koin AAVE dan maksimal pasokan 16.000.000 koin AAVE.

2. XRP (XRP)

Analisis teknikal XRP (XRP).
Analisis teknikal XRP (XRP).

XRP menjadi salah satu aset kripto big cap yang memiliki potensi bullish pekan ini. Afid melihat XRP punya sentimen positif datang dari posisi Ripple yang terus meningkatkan jumlah token XRP yang beredar, karena permintaan untuk layanan On-Demand Liquidity melonjak.

“Ripple mengumumkan telah meningkatkan penjualan XRP sekitar 50%. Mereka menjual XRP senilai US$ 408 juta pada kuartal kedua, menambah US$ 273 juta yang dipotong dari kepemilikan pada kuartal sebelumnya. Posisi XRP sekarang tampaknya akan mengalami koreksi singkat sebelum melangkah lebih jauh,” jelas Afid.

Dari analisis teknikalnya, terjadi formasi bearish mengantisipasi retracement singkat ke harga US$ 0,38, di mana XRP dapat mengumpulkan likuiditas sebelum membuat dorongan bullish lain menuju US$ 0,43 atau naik 14%.

Mengingat lonjakan penjualan XRP Ripple, level dukungan US$ 0,37 sangat penting jika terjadi penurunan. Jika XRP gagal bertahan di atas zona permintaan kritis ini, ia bisa mengalami aksi jual dan anjlok ke US$ 0,34.

Peringkat XRP di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #7, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 17.688.895.446. Jumlah koin yang beredar 48.343.101.197 koin XRP dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin XRP.

Baca juga: Tiffany & Co. Sulap NFT CryptoPunks Jadi Liontin Seharga Rp 743 Juta

3. Chiliz (CHZ)

Analisis teknikal Chiliz (CHZ).
Analisis teknikal Chiliz (CHZ).

Chiliz (CHZ) adalah token ERC-20 yang berjalan pada blockchain Chiliz yang berbasis Ethereum. Token CHZ berfungsi sebagai aset kripto yang memungkinkan pengguna untuk membeli NFT di pasar token penggemar (fan token market) Socios Chiliz.

Pada pekan ini, Barcelona FC dan Socios.com baru saja menandatangani kesepakatan US$ 100 juta demi mempercepat strategi audiovisual, blockchain, NFT dan web3. Kemitraan strategis ini akan meningkatkan kemampuan FC Barcelona dalam menghadirkan produk digital yang berarti bagi para penggemar, hingga membangun aliran pendapatan baru.

“kesepakatan ini akan membuat token CHZ potensi bullish. Terpantau nilai CHZ sudah melonjak sebanyak 25% pada Senin (1/8) malam setelah pengumuman investasi tersebut. Sementara token BAR diperdagangkan naik 18% pada US$ 6,23,” terang Afid.

Afid menambahkan dari analisis teknikalnya nilai CHZ bisa melonjak hingga 24%. Namun, ia melihat akan ada sedikit koreksi sebentar, lalu akan rebound  dapat mengharapkan CHZ naik ke nilai US$ 0,1469 atau naik 18% pada beberapa hari ke depan.

Peringkat CHZ di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #61, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 799.041.920. Jumlah koin yang beredar 6.000.387.493 koin CHZ dan maksimal pasokan 8.888.888.888 koin CHZ.

4. Ethereum (ETH)

Analisis teknikal Ethereum (ETH).
Analisis teknikal Ethereum (ETH).

Ethereum (ETH) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bullish pekan ini. Afid melihat nilai ETH telah meroket setelah peluncuran Shadow Fork pada minggu lalu. Langkah ini menjadi sentimen positif tentang proses The Merge atau atau perpindahan dari jaringan Proof-of-Work ke Proof-of-Stake yang terjadi pada September mendatang. 

“Pembaruan jaringan Ethereum yang sedang berlangsung telah mendorong beberapa analis untuk berspekulasi bahwa ETH mungkin di masa depan, mengambil alih posisi nomor satu Bitcoin. Kemungkinan ini sebagian telah terwujud setelah Ethreum membalik Bitcoin di options market untuk pertama kalinya dalam sejarah,” kata Afid.

Terpantau pada 1 Agustus lalu, data Glassnode menunjukkan open interest Deribit Ethereum senilai US$ 5,6 miliar melebihi tinggi daripada Bitcoin senilai US$ 4,3 miliar di semua exchange

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar ETH masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 1.946 atau naik 18% dalam beberapa hari ke depan. Namun, diperkirakan akan terlebih dahulu pengujian di zona US$ 1.642-US$ 1.551 pada akhir minggu ini.

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 196.535.024.101. Jumlah koin yang beredar 121.807.164 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. TRON (TRX)

Analisis teknikal TRON (TRX).
Analisis teknikal TRON (TRX).

TRON masuk dalam fase potensi bullish pada pekan ini. Afid melihat peningkatan harga TRX bisa terjadi akibat sentimen dari kabar bahwa TRON menjadi public chain terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar stablecoin.

Menurut data TRONSCAN, total nilai transfer TRON baru-baru ini melampaui angka US$ 5 triliun, menambahkan 105 juta akun baru, dan mencatat lebih dari 3,6 miliar transaksi di blockchain-nya. Selain itu, total nilai terkunci (TVL) telah melampaui US$ 11 miliar.

“Selain itu pertumbuhan TRON juga terjadi pasca kemitraan dengan WeFund, inkubator crowdfunding komunitas multichain untuk blockchain yang menyediakan lebih banyak kasus penggunaan untuk TRON-based payments,” ucap Afid.

Dari analisis teknikal, TRX sudah mengalami kenaikan sekitar 6,06% selama tujuh hari terakhir. Kemungkinan besar harganya akan tembus US$ 0,0706 atau naik sekitar 8% dari harga US$ 0,06476.

Peringkat TRX di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #16, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 6.250.405.353. Pasokan yang beredar 92.422.286.825 koin TRX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Epic Games Diblokir Kominfo, Kamu Bisa Main Game Ini Dapat Hadiah Bitcoin

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Harmony (ONE)

Analisis teknikal Harmony (ONE).
Analisis teknikal Harmony (ONE).

Pekan ini Harmony (ONE) membuka daftar aset kripto potensi bearish. Afid menjelaskan dampak dari kabar Horizon Bridge yang ada di jaringan Harmony Protocol mengalami peretasan masih terasa di market.

Harmony menghadapi serangan balasan saat mencoba pulih dari peretasan Horizon Bridge senilai US$ 100 juta. Para pengguna dan hodler Harmony marah saat platform mengusulkan mencetak 4,97 miliar token ONE baru setelah peretasan Horizon Bridge. Token akan dicetak secara bertahap dan diedarkan selama periode tiga tahun.

“Kemarahan ini menimbulkan tekanan ke harga ONE. Beberapa pengguna mengatakan mereka siap untuk melepaskan semua token ONE mereka dan pindah ke platform blockchain yang lain. Beberapa hodler ONE merasa seperti sedang dihukum untuk sesuatu yang bukan kesalahan mereka,” tutur Afid.

Pada hari Rabu pagi, ONE diperdagangkan pada USD 0,02283, turun 10,92% dalam sehari dan 23,5% dalam seminggu. Kemungkinan besar penurunan akan terus berlanjut hingga tembus harga US$ 0,02042. 

Peringkat ONE di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #120, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 266.870.973. Pasokan yang beredar 12.411.509.950 koin ONE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Axie Infinity (AXS)

Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).
Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).

Axie Infinity (AXS) masuk dalam daftar kripto potensi bearish pekan ini. Menurut Afid, kabar yang menyebutkan CEO Axie Infinity, Trung Nguyen memindahkan US$ 3 juta token AXS sebelum aksi peretasan membuat sentimen buruk kepada investor.

“CEO Axie Infinity telah mengakui bahwa dia memindahkan token senilai jutaan dolar AS dari Ronin sebelum peretasan. Hal itu mencederai keyakinan investor yang membuat harga AXS potensi akan jatuh lebih dalam,” kata Afid.

Dari analisis teknikalnya, saat ini pergerakan AXS dalam reli bullish yang singkat, namun rentan. Fase bearish dapat mencoba menarik harga token kembali lebih rendah. Prediksi harga AXS bisa mencapai US$ 15,87 atau turun 10% dari US $ 17,00.

Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #40, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.401.381.949. Pasokan yang beredar 82.796.861 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.

3. Alpaca Finance (ALPACA)

Analisis teknikal Alpaca Finance (ALPACA).
Analisis teknikal Alpaca Finance (ALPACA).

Alpaca Finance adalah protokol peminjaman di Binance Smart Chain untuk farming hasil leverage. ALPACA adalah token asli dari platform Alpaca Finance dan memainkan peran penting dalam menjaga dan mempertahankan ekosistem, karena token tata kelola dan utilitas.

Alpaca Finance kemungkinan besar akan mengalami bearish, karena saat ini skor risiko ALPACA relatif moderat. Investor terutama yang peduli dengan penilaian risiko akan menemukan skor ini paling berguna untuk menghindari akumulasi. ALPACA juga terlihat pola overbought yang menunjukan sinyal bearish

“ALPACA telah diperdagangkan 26,76% lebih tinggi selama 24 jam terakhir ke harga saat ini US$ 0,32. Kemungkinan besar akan terjadi sedikit koreksi harga 14% ke level US$ 0,26,” ungkap Afid.

Peringkat ALPACA di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #418, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 45.145.131. Pasokan yang beredar 141.603.872 koin ALPACA dan maksimal pasokan 188.000.000 koin ALPACA.

Baca juga: RansVerse dan Kaabaverse Berkolaborasi Hadirkan Simulasi Umrah & Haji di Metaverse

4. League of Kingdoms Arena (LOKA)

Analisis teknikal League of Kingdoms Arena (LOKA).
Analisis teknikal League of Kingdoms Arena (LOKA).

League Of Kingdoms Coin dikenal sebagai LOKA adalah hasil dari project Binance Launchpad. LOKA digunakan sebagai token dalam League Of Kingdoms, game strategi MMO gratis berbasis Blockchain pertama di dunia.

“Skor risiko LOKA relatif rendah. Perdagangan League of Kingdoms Arena saat ini sedang tinggi 11,26% pada 24 jam terakhir, menghasilkan harga saat ini US$ 0,87. Namun, pergerakan harga masih berbanding terbalik dengan kenaikan volume perdagangan market cap, sehingga kemungkinan akan menarik harga ke level rendah,” tutur Afid.

LOKA kemungkinan besar masih akan mengalami penurunan sebesar -11% hingga harga tembus US$ 0,78. Game League Of Kingdoms ini sendiri mungkin tertinggal di lingkungan yang sangat kompetitif di industri game berbasis blockchain, sehingga memiliki sentimen yang negatif.

Peringkat LOKA di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #606, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 21.971.943. Pasokan yang beredar 25.100.000 koin LOKA dan maksimal pasokan 500.000.000 koin LOKA.

5. Shentu (CTK)

Analisis teknikal Shentu (CTK).
Analisis teknikal Shentu (CTK).

Shentu Chain (CTK) dianggap sebagai salah satu aset kripto dengan pertumbuhan tercepat di ekosistem blockchain. Fundamental teknologinya yang sangat kuat, banyak pakar kripto percaya bahwa Shentu Chain adalah investasi yang bagus.

Namun, Afid melihat token CTK berpotensi bearish pada pekan ini. Pada Sabtu (30/7) lalu, harga CTK sudah naik 18,41% menjadi US$ 1,06. Dan Shentu pun telah mendapatkan peringkat bullish. Kemungkinan besar CTK akan overbought sehingga akan menarik harga lebih rendah.

“Penurunan CTK bisa mencapai harga US$ 0,98 atau anjlok sekitar 15% dari level US$ 1,18. Dengan level support yang berada di sekitar US$ 0.85,” jelas Afid.

Peringkat CTK di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #267, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 95.191.448. Pasokan yang beredar 81.148.144 koin CTK dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Market

NGOBRAS Season 2: Bahas Potensi Bullish AVAX dan Litecoin Pekan Ini

Published

on

NGOBRAS Season 2: Bahas Potensi Bullish AVAX dan Litecoin Pekan Ini.

Video NGOBRAS Season 2 kali ini bakal bahas soal Avalanch (AVAX) dan Litecoin (LTC) yang berpotensi bullish pada pekan ini. Apa saja indikatornya?

Kondisi market kripto pekan ini cenderung mengalami kenaikan sejak awal pekan atau hari Senin (5/11). Ada beberapa aset kripto yang berpeluang untuk reli atau mengalami kenaikan, salah duanya AVAX dan Litecoin.

Untuk membahas selengkapnya mengenai aset kripto potensi bullish pekan ini bisa simak video terbaru dari NGOBRAS Season 2: Episode 8. Selain itu, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan Adriansah dari TokoScholar juga akan membahas berbagai berita ter-update seputar dunia kripto dan blockchain.

Baca juga: Bos BI: Belanja hingga Beli Rumah di Metaverse Bisa Pakai Rupiah Digital

Namun, sekali lagi ini konten watchlist dalam video ini bukan rekomendasi atau financial advice. Perlu riset mendalam tentang token atau koin yang disampaikan dalam video NGOBRAS Season 2.

Langsung saja yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

Continue Reading

Market

Melihat Proyeksi Market Aset Kripto di Akhir Tahun 2022

Published

on

Ilustrasi candlesticks di investasi aset kripto.

Sepanjang November lalu, market kripto mengalami volatilitas tinggi yang cenderung turun tajam. Lalu, bagaimana dengan proyeksi market kripto bulan Desember?

Belum reda masalah dari Terra Luna dan Three Arrow Capital, pasar kripto di bulan ini harus menghadapi masalah yang lebih besar.  Bursa kripto FTX yang sempat memiliki valuasi senilai US$ 32 miliar harus bangkrut karena krisis likuidasi.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan akhir tahun ini mungkin bisa menjadi awal dari masa pemulihan, namun harus disikapi dengan kehati-hatian. Kehancuran FTX ini pun menyebabkan pasar kripto harus menderita dan menyebabkan investor khawatir dan panik.

“Bulan Desember ini mungkin akan menjadi masa pemulihan dari keterpurukan market yang hancur pada November lalu berkaitan dengan runtuhnya FTX. Selain itu, kita mesti optimis dengan proyeksi kebijakan The Fed yang bakal melunak untuk tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga acuan di bulan ini,” kata Afid.

Kebijakan The Fed

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

Baca juga: Brasil Rilis Aturan Legalkan Kripto Sebagai Metode Pembayaran

Diketahui, Ketua The Fed, Jerome Powell, telah mengisyaratkan potensi penurunan kenaikan suku bunga di bulan Desember. Pertemuan FOMC sendiri akan dilaksanakan pada 13-14 Desember. Melunaknya sikap The Fed bisa menggenjot market kripto dan memberikan harapan kepada investor.

“Bila suku bunga jangka pendek akan meningkat sebesar 50 basis poin ke kisaran target 4,25 hingga 4,50%. Bisa membuat nilai Bitcoin sedikit meningkat dan kemungkinan akan bertahan hingga akhir Desember. Perlu dicatat bahwa pertemuan FOMC sering memicu volatilitas di pasar krpto,” jelas Afid.

Dengan volatilitas yang merendah dari imbas FTX serta potensi pelambatan dalam kenaikan suku bunga The Fed, Bitcoin dan Ethereum kemungkinan akan mengalami bullish di bulan Desember.

Reli Sinterklas

Ilustrasi investasi aset kripto
Ilustrasi investasi aset kripto.

Baca juga: Telegram Berencana Bikin Exchange dan Wallet Kripto Terdesentralisasi

Afid juga berharap akan ada fenomena “Reli Sinterklas.” Reli Sinterklas adalah fenomena di mana pasar saham reli pada hari-hari menjelang Natal. Oleh karena itu, investor percaya bahwa Desember adalah bulan keberuntungan bagi saham yang juga dapat membantu Bitcoin dan pasar kripto untuk menguat.

“Investor percaya bahwa reli Sinterklas di pasar saham akan mengalir ke pasar kripto membuat harga Bitcoin melonjak pada bulan Desember,” jelas Afid.

Di sisi lain, efek reli Sinterklas diklaim sudah tidak relevan lagi. Pada tahun 2021, Bitcoin mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 69.044 pada bulan November, tetapi harganya turun pada bulan Desember.

Rawan Taking Profit

Pasar kripto bernasib baik hingga November 2021, tetapi turun pada bulan Desember tanpa efek reli Sinterklas. Hal ini yang membuat analis sulit melihat proyeksi market kripto pada akhir tahun 2022 ini.

Market kripto juga rawan dari aksi taking profit yang masif dilakukan oleh investor di bulan Desember ini. Biasanya, investor akan lebih membutuhkan uang tunai, daripada berinvestasi di musim liburan akhir tahun.

“Harga kripto di bulan Desember bisa jadi sideways, karena investor sedang dalam mood untuk musim liburan dan biasanya taking profit, sehingga beristirahat pada aktivitas pasar,” pungkas Afid.

Continue Reading

Market

NGOBRAS Spesial: Prediksi Market Kripto dan NFT di Akhir Tahun 2022

Published

on

NGOBRAS Spesial: Bahas Prediksi Market Kripto dan NFT di Akhir Tahun 2022.

Tidak terasa tahun 2022 telah memasuki babak akhir. Di Desember ini, diharapkan menjadi bulan yang baik untuk market kripto dan NFT pulih dan menguntungkan bagi investor.

Untuk membahas lengkap mengenai prediksi market kripto di akhir tahun 2022 ini, NGOBRAS hadir dengan video edisi spesial. Kali ini, bukan hanya Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan Adriansah dari TokoScholar saja yang membahas soal market, tetapi kedatangan bintang tamu Dennis Adhiswara.

Baca juga: NGOBRAS Season 2: Bahas Potensi Bullish Dogecoin dan MobileCoin

Mereka bertiga akan kupas tuntas prediksi market kripto dan token-token apa saja yang menjadi watchlist pekan ini dan diskusi soal masa depan NFT. Tapi, sekali lagi ini bukan rekomendasi atau financial advice. Perlu riset mendalam tentang token atau koin yang disampaikan dalam video NGOBRAS edisi spesial ini.

Penasaran? Yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

Continue Reading

Popular