Connect with us

Market

Tokocrypto Market Signal 3 Agustus 2022: Gerak Kripto Masih Koreksi, Apa Sebabnya?

Published

on

Ilustrasi daftar 5 aset kripto bullish dan bearish pekan awal Agustus 2022.

Awan mendung sedang menyelimuti market aset kripto. Pergerakan market pada Rabu (3/8) pagi masih terpantau terkoreksi tipis dan ini merupakan penurunan harga tiga hari berturut-turut sejak awal pekan lalu. Apa penyebabnya?

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap, kompak alami penurunan tipis ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) anjlok 1,77% ke US$ 22.757 per keping dalam sehari terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) turun lebih dalam 2,07% ke US$ 1.598 di waktu yang sama. XRP, Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) punya nasib yang lebih buruk karena anjlok masing-masing 6,11%, 7,58% dan 4,32%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat sejauh pekan ini pola pergerakan market kripto masih sulit menampilkan performa terbaiknya. Hal mendasar yang terjadi adalah market gagal bangkit, setelah banyak investor melakukan aksi profit taking dan bersamaan dengan volume perdagangan yang terlihat tipis sejak Senin (1/8), sehingga ada kemungkinan investor sedang wait and see bermain di pasar kripto.

“Volume transaksi khususnya Bitcoin dari data on-chain terpantau sideways, meski harganya sempat naik pekan lalu. Investor juga berubah haluan untuk tidak melakukan akumulasi ketika BTC gagal tembus level resistensinya di US$ 23.000. Alhasil, investor memilih aksi profit taking daripada akumulasi,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Afid melihat koreksi harga saat ini masih tergolong normal di market kripto. Kenaikan harga kripto harus dibarengi dengan koreksi atau retest lebih dahulu, sebelum melaju tinggi lagi. 

“Jadi, perilaku investor saat ini normal, dan jika besarnya aksi ambil untung ini meningkat dalam beberapa minggu ke depan, mereka dapat bertindak sebagai katalis untuk kelanjutan bearish lainnya dalam jangka pendek,” terangnya.

Baca juga: Cara Mudah Main Rising Force NFT, Game Penghasil Bitcoin Terkini

Sentimen Negatif Market Kripto Pekan Ini

Market kripto tenggelam pada perdagangan Rabu pagi ini setelah pejabat The Fed mengisyaratkan bank sentral masih berniat menaikkan suku bunga sampai inflasi terkendali. Komentar tersebut terbukti cukup untuk mendorong harga Bitcoin dan aset kripto lainnya terjun.

Komentar pejabat The Fed ini muncul setelah data ekonomi AS terbaru menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan AS pada Juni 2022 turun ke level terendah sembilan bulan terakhir, tanda tekanan ekonomi meningkat. Pasar tenaga kerja AS telah menjadi titik terang dalam ekonomi, jika tidak kehilangan momentum dan kemungkinan menuju resesi.

Di samping itu, perjalanan Ketua Parlemen AS, Nancy Pelosi, ke Taiwan telah menciptakan titik tekanan baru bagi investor yang sudah berurusan dengan prospek resesi AS, kenaikan suku bunga di seluruh dunia, dan inflasi yang berisiko mengakar saat perang Rusia di Ukraina memperburuk krisis pangan.

“Kegugupan investor pada hari Rabu ini sudah cukup untuk menekan market. Pasar aset berisiko akan mengalami tekanan pasca perjalanan Pelosi ke Taiwan yang bisa menimbulkan ketegangan geopolitik yang melibatkan China. Jika pasar saham anjlok, bukan tidak mungkin akan berpengaruh ke kripto. Kemudian, Taiwan sebagai produsen chip semiconductor bila terjadi ketegangan akan mengganggu pasokan dan berpengaruh pada mining crypto,” ungkap Afid.

Sementara untuk analisis teknikal, level resistensi Bitcoin berada di  US$ 23.509 dan titik support terdekatnya pada harga US$ 22.850. Selama koreksi harga BTC tidak breakout di support US$ 21.000, maka ini masih termasuk hal normal.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan pertama bulan Agustus ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Aave (AAVE)

Analisis teknikal Aave (AAVE).
Analisis teknikal Aave (AAVE).

Membuka daftar aset kripto berpotensi bullish pekan ini adalah AAVE. Aave kembali masuk ke deretan kripto bullish karena sentimen positif dari Aave DAO, bagian tata kelola dari protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) Aave, yang mengumumkan telah menyetujui pembuatan stablecoin GHO.

“Aave berencana untuk menjadikan GHO berfungsi sebagai stablecoin overcollateral yang mirip dengan dai (DAI) MakerDAO. Pengguna Aave yang ingin mencetak GHO dapat melakukannya dengan menyediakan salah satu token kripto yang diterima sebagai jaminan di platform,” kata Afid.

Analisis teknikalnya, pergerakan nilai AAVE kemungkinan besar akan terkoreksi dahulu turun hingga batas harga US$ 100. Kemudian dapat bergerak naik menuju US$ 122 atau naik 29% dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat AAVE di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #42, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.306.370.976. Jumlah koin yang beredar 13.979.212 koin AAVE dan maksimal pasokan 16.000.000 koin AAVE.

2. XRP (XRP)

Analisis teknikal XRP (XRP).
Analisis teknikal XRP (XRP).

XRP menjadi salah satu aset kripto big cap yang memiliki potensi bullish pekan ini. Afid melihat XRP punya sentimen positif datang dari posisi Ripple yang terus meningkatkan jumlah token XRP yang beredar, karena permintaan untuk layanan On-Demand Liquidity melonjak.

“Ripple mengumumkan telah meningkatkan penjualan XRP sekitar 50%. Mereka menjual XRP senilai US$ 408 juta pada kuartal kedua, menambah US$ 273 juta yang dipotong dari kepemilikan pada kuartal sebelumnya. Posisi XRP sekarang tampaknya akan mengalami koreksi singkat sebelum melangkah lebih jauh,” jelas Afid.

Dari analisis teknikalnya, terjadi formasi bearish mengantisipasi retracement singkat ke harga US$ 0,38, di mana XRP dapat mengumpulkan likuiditas sebelum membuat dorongan bullish lain menuju US$ 0,43 atau naik 14%.

Mengingat lonjakan penjualan XRP Ripple, level dukungan US$ 0,37 sangat penting jika terjadi penurunan. Jika XRP gagal bertahan di atas zona permintaan kritis ini, ia bisa mengalami aksi jual dan anjlok ke US$ 0,34.

Peringkat XRP di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #7, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 17.688.895.446. Jumlah koin yang beredar 48.343.101.197 koin XRP dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin XRP.

Baca juga: Tiffany & Co. Sulap NFT CryptoPunks Jadi Liontin Seharga Rp 743 Juta

3. Chiliz (CHZ)

Analisis teknikal Chiliz (CHZ).
Analisis teknikal Chiliz (CHZ).

Chiliz (CHZ) adalah token ERC-20 yang berjalan pada blockchain Chiliz yang berbasis Ethereum. Token CHZ berfungsi sebagai aset kripto yang memungkinkan pengguna untuk membeli NFT di pasar token penggemar (fan token market) Socios Chiliz.

Pada pekan ini, Barcelona FC dan Socios.com baru saja menandatangani kesepakatan US$ 100 juta demi mempercepat strategi audiovisual, blockchain, NFT dan web3. Kemitraan strategis ini akan meningkatkan kemampuan FC Barcelona dalam menghadirkan produk digital yang berarti bagi para penggemar, hingga membangun aliran pendapatan baru.

“kesepakatan ini akan membuat token CHZ potensi bullish. Terpantau nilai CHZ sudah melonjak sebanyak 25% pada Senin (1/8) malam setelah pengumuman investasi tersebut. Sementara token BAR diperdagangkan naik 18% pada US$ 6,23,” terang Afid.

Afid menambahkan dari analisis teknikalnya nilai CHZ bisa melonjak hingga 24%. Namun, ia melihat akan ada sedikit koreksi sebentar, lalu akan rebound  dapat mengharapkan CHZ naik ke nilai US$ 0,1469 atau naik 18% pada beberapa hari ke depan.

Peringkat CHZ di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #61, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 799.041.920. Jumlah koin yang beredar 6.000.387.493 koin CHZ dan maksimal pasokan 8.888.888.888 koin CHZ.

4. Ethereum (ETH)

Analisis teknikal Ethereum (ETH).
Analisis teknikal Ethereum (ETH).

Ethereum (ETH) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bullish pekan ini. Afid melihat nilai ETH telah meroket setelah peluncuran Shadow Fork pada minggu lalu. Langkah ini menjadi sentimen positif tentang proses The Merge atau atau perpindahan dari jaringan Proof-of-Work ke Proof-of-Stake yang terjadi pada September mendatang. 

“Pembaruan jaringan Ethereum yang sedang berlangsung telah mendorong beberapa analis untuk berspekulasi bahwa ETH mungkin di masa depan, mengambil alih posisi nomor satu Bitcoin. Kemungkinan ini sebagian telah terwujud setelah Ethreum membalik Bitcoin di options market untuk pertama kalinya dalam sejarah,” kata Afid.

Terpantau pada 1 Agustus lalu, data Glassnode menunjukkan open interest Deribit Ethereum senilai US$ 5,6 miliar melebihi tinggi daripada Bitcoin senilai US$ 4,3 miliar di semua exchange

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar ETH masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 1.946 atau naik 18% dalam beberapa hari ke depan. Namun, diperkirakan akan terlebih dahulu pengujian di zona US$ 1.642-US$ 1.551 pada akhir minggu ini.

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 196.535.024.101. Jumlah koin yang beredar 121.807.164 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. TRON (TRX)

Analisis teknikal TRON (TRX).
Analisis teknikal TRON (TRX).

TRON masuk dalam fase potensi bullish pada pekan ini. Afid melihat peningkatan harga TRX bisa terjadi akibat sentimen dari kabar bahwa TRON menjadi public chain terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar stablecoin.

Menurut data TRONSCAN, total nilai transfer TRON baru-baru ini melampaui angka US$ 5 triliun, menambahkan 105 juta akun baru, dan mencatat lebih dari 3,6 miliar transaksi di blockchain-nya. Selain itu, total nilai terkunci (TVL) telah melampaui US$ 11 miliar.

“Selain itu pertumbuhan TRON juga terjadi pasca kemitraan dengan WeFund, inkubator crowdfunding komunitas multichain untuk blockchain yang menyediakan lebih banyak kasus penggunaan untuk TRON-based payments,” ucap Afid.

Dari analisis teknikal, TRX sudah mengalami kenaikan sekitar 6,06% selama tujuh hari terakhir. Kemungkinan besar harganya akan tembus US$ 0,0706 atau naik sekitar 8% dari harga US$ 0,06476.

Peringkat TRX di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #16, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 6.250.405.353. Pasokan yang beredar 92.422.286.825 koin TRX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Epic Games Diblokir Kominfo, Kamu Bisa Main Game Ini Dapat Hadiah Bitcoin

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Harmony (ONE)

Analisis teknikal Harmony (ONE).
Analisis teknikal Harmony (ONE).

Pekan ini Harmony (ONE) membuka daftar aset kripto potensi bearish. Afid menjelaskan dampak dari kabar Horizon Bridge yang ada di jaringan Harmony Protocol mengalami peretasan masih terasa di market.

Harmony menghadapi serangan balasan saat mencoba pulih dari peretasan Horizon Bridge senilai US$ 100 juta. Para pengguna dan hodler Harmony marah saat platform mengusulkan mencetak 4,97 miliar token ONE baru setelah peretasan Horizon Bridge. Token akan dicetak secara bertahap dan diedarkan selama periode tiga tahun.

“Kemarahan ini menimbulkan tekanan ke harga ONE. Beberapa pengguna mengatakan mereka siap untuk melepaskan semua token ONE mereka dan pindah ke platform blockchain yang lain. Beberapa hodler ONE merasa seperti sedang dihukum untuk sesuatu yang bukan kesalahan mereka,” tutur Afid.

Pada hari Rabu pagi, ONE diperdagangkan pada USD 0,02283, turun 10,92% dalam sehari dan 23,5% dalam seminggu. Kemungkinan besar penurunan akan terus berlanjut hingga tembus harga US$ 0,02042. 

Peringkat ONE di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #120, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 266.870.973. Pasokan yang beredar 12.411.509.950 koin ONE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Axie Infinity (AXS)

Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).
Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).

Axie Infinity (AXS) masuk dalam daftar kripto potensi bearish pekan ini. Menurut Afid, kabar yang menyebutkan CEO Axie Infinity, Trung Nguyen memindahkan US$ 3 juta token AXS sebelum aksi peretasan membuat sentimen buruk kepada investor.

“CEO Axie Infinity telah mengakui bahwa dia memindahkan token senilai jutaan dolar AS dari Ronin sebelum peretasan. Hal itu mencederai keyakinan investor yang membuat harga AXS potensi akan jatuh lebih dalam,” kata Afid.

Dari analisis teknikalnya, saat ini pergerakan AXS dalam reli bullish yang singkat, namun rentan. Fase bearish dapat mencoba menarik harga token kembali lebih rendah. Prediksi harga AXS bisa mencapai US$ 15,87 atau turun 10% dari US $ 17,00.

Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #40, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.401.381.949. Pasokan yang beredar 82.796.861 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.

3. Alpaca Finance (ALPACA)

Analisis teknikal Alpaca Finance (ALPACA).
Analisis teknikal Alpaca Finance (ALPACA).

Alpaca Finance adalah protokol peminjaman di Binance Smart Chain untuk farming hasil leverage. ALPACA adalah token asli dari platform Alpaca Finance dan memainkan peran penting dalam menjaga dan mempertahankan ekosistem, karena token tata kelola dan utilitas.

Alpaca Finance kemungkinan besar akan mengalami bearish, karena saat ini skor risiko ALPACA relatif moderat. Investor terutama yang peduli dengan penilaian risiko akan menemukan skor ini paling berguna untuk menghindari akumulasi. ALPACA juga terlihat pola overbought yang menunjukan sinyal bearish

“ALPACA telah diperdagangkan 26,76% lebih tinggi selama 24 jam terakhir ke harga saat ini US$ 0,32. Kemungkinan besar akan terjadi sedikit koreksi harga 14% ke level US$ 0,26,” ungkap Afid.

Peringkat ALPACA di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #418, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 45.145.131. Pasokan yang beredar 141.603.872 koin ALPACA dan maksimal pasokan 188.000.000 koin ALPACA.

Baca juga: RansVerse dan Kaabaverse Berkolaborasi Hadirkan Simulasi Umrah & Haji di Metaverse

4. League of Kingdoms Arena (LOKA)

Analisis teknikal League of Kingdoms Arena (LOKA).
Analisis teknikal League of Kingdoms Arena (LOKA).

League Of Kingdoms Coin dikenal sebagai LOKA adalah hasil dari project Binance Launchpad. LOKA digunakan sebagai token dalam League Of Kingdoms, game strategi MMO gratis berbasis Blockchain pertama di dunia.

“Skor risiko LOKA relatif rendah. Perdagangan League of Kingdoms Arena saat ini sedang tinggi 11,26% pada 24 jam terakhir, menghasilkan harga saat ini US$ 0,87. Namun, pergerakan harga masih berbanding terbalik dengan kenaikan volume perdagangan market cap, sehingga kemungkinan akan menarik harga ke level rendah,” tutur Afid.

LOKA kemungkinan besar masih akan mengalami penurunan sebesar -11% hingga harga tembus US$ 0,78. Game League Of Kingdoms ini sendiri mungkin tertinggal di lingkungan yang sangat kompetitif di industri game berbasis blockchain, sehingga memiliki sentimen yang negatif.

Peringkat LOKA di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #606, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 21.971.943. Pasokan yang beredar 25.100.000 koin LOKA dan maksimal pasokan 500.000.000 koin LOKA.

5. Shentu (CTK)

Analisis teknikal Shentu (CTK).
Analisis teknikal Shentu (CTK).

Shentu Chain (CTK) dianggap sebagai salah satu aset kripto dengan pertumbuhan tercepat di ekosistem blockchain. Fundamental teknologinya yang sangat kuat, banyak pakar kripto percaya bahwa Shentu Chain adalah investasi yang bagus.

Namun, Afid melihat token CTK berpotensi bearish pada pekan ini. Pada Sabtu (30/7) lalu, harga CTK sudah naik 18,41% menjadi US$ 1,06. Dan Shentu pun telah mendapatkan peringkat bullish. Kemungkinan besar CTK akan overbought sehingga akan menarik harga lebih rendah.

“Penurunan CTK bisa mencapai harga US$ 0,98 atau anjlok sekitar 15% dari level US$ 1,18. Dengan level support yang berada di sekitar US$ 0.85,” jelas Afid.

Peringkat CTK di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #267, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 95.191.448. Pasokan yang beredar 81.148.144 koin CTK dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Market

Market Awal Pekan: Reli Market Kripto Mulai Lesu, Nasib BTC?

Published

on

Ilustrasi aset kripto

Pergerakan market aset kripto pada Senin (15/8) pagi mulai berbalik arah. Harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya terpantau melaju lesu. Harga BTC pun menurunkan kecepatan relinya dan belum berani untuk menembus mendekati harga US$ 25.000.

Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 7 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak masuk tipis ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Hanya saja nilai Bitcoin (BTC) yang naik 1,12% ke US$ 24.853 dalam 24 jam terakhir. Nasib sama terjadi pada Ethereum (ETH) melonjak 0,53% ke US$ 1.998 di waktu yang sama.

Sejumlah altcoin lainnya mulai kehabisan bensin. Misalnya, nilai Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) dan Solana (SOL) kompak turun dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan yang berbalik arah ini, dimulai setelah Bitcoin gagal mempertahankan posisi di atas US$ 25.000 pada akhir pekan lalu. Banyak yang menduga investor sudah siap untuk melakukan aksi ambil untung, jika BTC tembus area harga BTC US$ 25.000.

“Akibatnya, ketika tercapai, investor banyak yang memutuskan untuk tidak lagi melakukan akumulasi. Meski begitu, secara keseluruhan investor masih tetap memiliki selera untuk melakukan akumulasi kembali di market,” kata Afid.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Event NFT Bira Siap Digelar, Ajang Kumpul Pegiat Web3 dan Blockchain

Optimis Indikator Ekonomi Lebih Baik

Afid menjelaskan salah satu faktor kuat market kripto bisa bergerak lebih baik, yaitu kepercayaan investor terhadap indikator ekonomi baru-baru ini, yang menunjukkan penurunan inflasi dan kemungkinan resesi yang lebih rendah.

Di samping itu, untuk pertama kali Bitcoin Fear and Greed index berhasil tembus posisi Netral sejak terakhir April 2022. Senin pagi ini, indeks kembali naik ke posisi Fear, tapi masih lebih baik dibanding seminggu terakhir.

Indikator lainnya, market kripto masih berpotensi bergerak lebih baik pekan ini adalah indeks BTC Dominance. Investor tampaknya lebih suka akumulasi altcoin ketimbang Bitcoin. Kini indeks dominasi BTC berada di angka 40,1%, menurun drastis dibanding dua bulan lalu, yakni 48%.

“Penyebabnya kemungkinan besar adalah disebabkan dari lonjakan harga Ethereum yang terjadi akibat rumor The Merger yang ditunggu-tunggu. Ethereum juga telah menyelesaikan penggabungan jaringan testnet terakhir, Goerli Rabu lalu,” jelas Afid.

Ilustrasi Shiba Inu.
Ilustrasi Shiba Inu.

Baca juga: Kenal Fear and Greed Index Crypto dan Cara Kerjanya

Altcoin Juara dan Analisis Gerak BTC

Afid mengatakan ada altcoin yang menarik perhatian di market pada Senin (16/8) pagi ini yaitu Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB) dan Celcius (CEL). Betapa tidak, nilai DOGE naik 9,86%, SHIB melonjak 35,2% dan CEL tumbuh 16,77% dalam sehari terakhir.

Nilai SHIB terbang setelah terjadi SHIB burn sebanyak 292 juta keping pada Sabtu (13/8) lalu. Selain itu, market juga mengantisipasi game Shiba Eternity dari pengembang jaringan Shiba Inu. kemudian, Celcius melonjak akibat rumor desas-desus pengambilalihan pengelolaan token oleh Ripple yang ingin membeli aset Celsius Network.

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin sebenarnya punya potensi menguat sampai ke level US$ 25.568, jika berhasil melewati level resistensinya. Namun, jika BTC gagal menembus tingkat tersebut, maka titik support harian terdekat BTC berada di level US$ 22.530 dan US$ 21.317.

“Sementara, gerak Ethereum masih bisa optimis menembus target bullish selanjutnya berada di level US$ 2.009. Level support ETH di level US$ 1.745 untuk menahan laju penurunan harga ETH apabila terjadi,” pungkas Afid.

Continue Reading

Market

Pasar Sepekan: Reli Market Kripto Sedikit Tertahan, Apa Sebabnya?

Published

on

Bitcoin zona merah

Menjelang akhir pekan, market kripto malah melaju lesu, walaupun Ethereum masih terpantau kuat memasuki zona hijau. Secara keseluruhan investor dibuat bingung oleh sikap market kripto pekan ini. Apa faktornya?

Sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap terpantau menurun dan masuk ke zona merah pada perdagangan Jumat (12/8) pukul 13.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin bertengger di harga US$ 23.990 atau turun 2,50% dalam 24 jam terakhir. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) masih kuat naik 1,12% ke US$ 1.901. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP anjlok lebih dari 1%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto mulai kehabisan bensin, walaupun masih dihujani segudang sentimen positif. Sejatinya, sentimen makroekonomi masih bisa menjadi angin segar bagi market kripto, setelah Departemen Ketenagakerjaan AS telah mengumumkan inflasi tahunan AS yang ternyata mengalami penurunan dari 9,1% kini hanya 8,5% pada Juli 2022. 

“Market tampak mulai goyah pada Jumat (12/8) pagi ini. Padahal jika dilihat dari sisi sentimen positif masih banyak yang bisa mendorong laju market ke reli selanjutnya. Terlebih indeks inflasi AS turun, data itu mengindikasikan bahwa siklus inflasi tinggi AS mungkin telah mencapai puncaknya, meski angka 8,5% masih jadi salah satu yang tertinggi,” kata Afid.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: Jadwal Baru Rilis Ethereum 2.0 dan Gas Fees Lebih Murah

Ethereum Masih Kuat Reli?

Melihat data tersebut, investor bisa optimis bahwa siklus inflasi tinggi AS sudah mencapai puncaknya. Sehingga, berharap bank sentral AS, The Fed, mulai bersikap lunak dalam melakukan kebijakan suku bunganya. Namun, rupanya hal tersebut belum mampu membuat gerak laju market kuat naik.

Sementara dari sisi ekosistem, sentimen positif datang dari Ethereum yang Kamis (11/8) kemarin mengumumkan telah sukses menginstalasi pembaruan di salah satu jaringan uji cobanya bernama Goerli. Uji coba ini merupakan testnet paling akhir, sebelum jaringan utama Ethereum mengalami pembaruan bernama The Merge pada September mendatang.

“Suksesnya Goerli sedikit membantu harga ETH tidak terpengaruh market yang lesu. Walau alami sedikit kenaikan, ETH mampu bertahan dan sentimen positif ke depan bisa mendorong harganya,” ucap Afid.

Sentimen Negatif Bikin Market Lesu Pekan Ini

Afid menganalisa faktor utama yang membuat market lesu menjelang akhir pekan ke-2 Agustus ini adalah trader yang memulai masif melakukan aksi profit taking atau ambil untung, sehingga membuat investor lain menghentikan akumulasinya.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Bos Apple: Investasi Kripto adalah Keputusan Masuk Akal dan Menarik

“Sayang banyak sentimen positif gagal menjadi berkah bagi market kripto. Banyak trader yang sepertinya bergerak cepat melakukan aksi profit taking, karena penguatan yang membuat harga aset kripto tinggi kemarin. Kuat diguaan, mereka melakukan aksi itu karena yakin harga aset kripto benar-benar telah mencapai titik bottom-nya,” terangnya.

Di sisi lain, market saham AS juga memiliki kinerja bervariasi, namun cenderung menurun. Hal ini terjadi karena kinerja saham-saham teknologi, seperti Alphabet, Meta Platforms, Apple, dan Microsoft alami penurunan. Ini juga yang membuat investor kurang berselera masuk ke market kripto.

Selain itu, ada sedikit penguatan nilai indeks dolar AS Jumat pagi ini yang menambah hantaman laju nilai aset kripto. Pergerakan nilai dolar AS dan aset kripto memang punya korelasi negatif yang kuat sejak Juli tahun lalu.

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: 5 Strategi Untung Investasi Kripto saat Sideways Market

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

Dari analisis teknikalnya, gerak level support Bitcoin berada pada resistance sebelumnya di level US$ 23.362 sebagai tahanan jika harga BTC meneruskan penurunannya. Namun, apabila harga Bitcoin pullback dan kembali naik, target kenaikan masih berada di level US$ 25.232.

Sementara, Ethereum masih mampu mempertahankan laju bullish-nya. Pergerakan harga ETH masih mencoba untuk breakout dari area supply yang menjadi kunci dan konfirmasi untuk kenaikan lebih lanjut. Jika harga ETH berhasil breakout, target bullish selanjutnya berada di level US$ 2.009. Level support kuat masih di US$1.745 untuk menahan laju penurunan harga ETH apabila terjadi koreksi.

Continue Reading

Market

Data Baru Inflasi AS Dorong Market Kripto Reli Kencang, Tanda Bull Run?

Published

on

Ilustrasi market kripto bullish. Sumber: Shutterstocks.

Pergerakan market aset kripto pada Kamis (11/8) pagi berhasil membuat investor tersenyum lebar. Akhirnya setelah sempat tertekan, market lepas reli kencang masuk ke zona hijau.

Melansir situs CoinMarketCap pada Kamis (11/8) pukul 09.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap, kompak alami peningkatan yang cukup signifikan dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) naik 6,69% ke US$ 24.336 per keping dalam sehari terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) melonjak lebih dahsyat 12,42% ke US$ 1.878 di waktu yang sama. XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) juga bergerak naik masing-masing 5,82%, 7,13%, 9% dan 5,68%.

Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, mengatakan harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya melanjutkan reli disebabkan oleh berita data inflasi AS terbaru yang menguntungkan.

Harga Bitcoin Bergerak Agresif
Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

Baca juga: Penerbitan CBDC Semakin Dekat, Australia Luncurkan Proyek Pilot

Departemen Ketenagakerjaan AS telah mengumumkan inflasi tahunan AS yang ternyata mengalami penurunan dari 9,1% kini hanya 8,5% pada Juli 2022. Data ini mengindikasikan bahwa siklus inflasi tinggi AS mungkin telah mencapai puncaknya, meski angka 8,5% masih jadi salah satu yang tertinggi.

“Peristiwa tersebut akhirnya memicu investor untuk kembali mengakumulasi aset kripto. Mereka optimis akan adanya pull back dari dampak data inflasi AS yang turun,” kata Nathan.

Optimis The Fed Bergerak Tak Agresif

Nathan melanjutkan data terbaru inflasi AS bisa menimbulkan keyakinan bahwa The Fed tampaknya akan meredam agresivitas kebijakan moneternya. Jika The Fed mengambil sikap devoish, maka daya tarik aset kripto, akan terus berkilau. Selain itu, aksi The Fed yang menahan suku bunga acuannya diharapkan tidak akan menyurutkan likuiditas di pasar kripto.

“Pastinya, mereka bisa beranggapan berhasil dalam upaya menjinakkan inflasi tanpa memasukkan ekonomi ke dalam resesi, dan dapat meningkatkan suku bunga pada tingkat yang lebih moderat pada pertemuan berikutnya di bulan September mendatang,” ucapnya.

Selain sentimen dari inflasi, reli kencang market kripto juga didorong antisipasi investor terhadap pembaruan jaringan Ethereum bernama The Merge yang sedianya meluncur pada September mendatang.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

Terlebih, pada pekan bisa jadi momen penting bagi Ethereum, karena akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, yang disebut Goerli. Diharapkan penggabungan ini terjadi pada 10-12 Agustus mendatang.

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

Dari sisi teknikal, Nathan mengungkap pergerakan harga Bitcoin sejauh ini berhasil breakout resistance pada level US$ 23.362. Jika harga BTC kembali melanjutkan reli, target kenaikan selanjutnya berada pada level US$ 25.232. Posisi US$ 22.930 masih menjadi level support yang solid untuk menahan laju penurunan Bitcoin apabila harga koreksi.

Sementara, nilai Ethereum memiliki target kenaikan terdekat berada pada level US$ 1.916. “Jika berhasil breakout, maka kenaikan selanjutnya berada pada level US$ 2.009. ETH memiliki level support solid di US$ 1.622 untuk menahan laju penurunan ETH jika mengalami koreksi,” pungkas Nathan.

Continue Reading

Popular