Connect with us

Market

Tokocrypto Market Signal 26 Oktober 2022: Kripto Kompak Hijau

Published

on

Ilustrasi daftar 5 aset kripto bullish dan bearish di pekan keempat Oktober 2022.

Investor kripto cukup bergembira dengan pergerakan market pada Rabu (26/10) pagi. Sejumlah kripto tampak kompak masuk ke zona hijau, bahkan Bitcoin sukses kembali menembus level psikologinya di US$ 20.000. Apa yang menyebabkan kenaikan kali ini?

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap terjebak di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Bitcoin (BTC) melonjak 4,66% ke US$ 20.212 per keping, dan naik 4,90% selama seminggu terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) lebih perkasa ikut naik sebesar 10,61% ke US$ 1.482 di waktu yang sama dan bangkit 13,73% sepekan terakhir. Altcoin lainnya, Cardano (ADA) dan Solana (SOL) menjadi primadona di kategori big cap karena sukses terbang lebih dari 10% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang berusaha kembali bangkit. Rebound hari ini membuat harga Bitcoin mencapai US$ 20.000 untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu, Ethereum sempat naik di atas US$ 1.500 untuk pertama kalinya pasca The Merge.

“Apa yang menyebabkan semua hijau di market kripto saat ini? Ada tren makroekonomi yang stabil, dengan pasar saham juga naik hari ini, karena berbagai perusahaan teknologi besar melaporkan pendapatan mereka. Sehingga baik, Bitcoin dan Ethereum mendapatkan momentum karena Wall Street mengumpulkan beberapa sesi yang kuat,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Situasi Makroekonomi

Menurut Afid, investor menyambut baik hasil pelaporan keuangan perusahaan raksasa teknologi Selasa (26/10) kemarin dan ikut menerbangkan nilai-nilai sahamnya. Biasanya, investor selalu mengacu terhadap kinerja saham-saham teknologi lantaran dianggap sebagai tolok ukur selera risiko investor secara umum.

Selain itu, situasi ekonomi menunjukkan tanda-tanda pelemahan lebih lanjut dan itu membantu investor yakin The Fed akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menurunkan kecepatan pengetatan suku bunga acuan mereka setelah pertemuan FOMC minggu depan.

Di samping itu, investor juga memanfaatkan pelemahan nilai indeks Dolar AS (DXY) pada pukul 08.00 WIB berada di 111,10 atau melorot 0,89% dibanding waktu yang sama sehari sebelumnya. Selama ini, DXY dan performa market aset kripto punya korelasi yang negatif.

Sinyal bullish lainnya adalah jumlah Bitcoin yang disimpan di exchange terus menyusut. Terbaru penarikan terbesar terjadi di exchange, Coinbase dengan total 48.000 BTC, hanya dalam waktu sepekan. 

Lonjakan outflow Bitcoin dari exchange biasanya menunjukkan sinyal bullish karena para trader diasumsikan tidak akan menjual kepemilikan mereka. Sebaliknya, jika yang melonjak adalah inflow ke exchange, pasar mendapatkan sinyal bearish karena trader biasanya akan melakukan aksi jual.

Saat ini, Bitcoin masih cukup solid untuk menahan usaha naik. Pergerakan harga Bitcoin kembali berada di 20-day EMA sebagai dinamis resistance pada level US$ 20.138. Level $20.473 menjadi target naik selanjutnya apabila pergerakan harga Bitcoin berhasil breakout tahanan terdekatnya.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan keempat bulan Oktober ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Aptos (APT)

Analisis teknikal Aptos (APT).

Salah satu aset kripto terbaru, Aptos (APT) telah menarik banyak perhatian di market. Meski saat ini, terpantau nilainya sedang turun, ada kemungkinan bisa terjadi peningkatan.

Aptos (APT) diproyeksikan bullish karena ada kemungkinan terjadi short-position dari trader yang mulai mengakumulasi kripto tersebut. Saat ini menurut Wu Blockchain melaporkan pada 23 Oktober, bahwa perpetual contract funding rate token Aptos negatif di seluruh bursa utama seperti Binance, OKX, Bybit dan FTX. 

Tingkat negatif menunjukkan pandangan bearish, prediksi pendek Aptos yang menumpuk akan menyebabkan tekanan pendek dan pukulan ke atas untuk harga APT. Sebelumnya, APT melihat peningkatan harga yang tajam, kemudian ada tekanan jual setelah rilis airdrop yang tidak terduga, mengakibatkan pembukaan posisi sell.

Analisis teknikal gerak APT akan terlebih dahulu koreksi sebelum reli. kenaikan harga APT bisa sampai sebesar 19% dengan level US$ 10,5 dari harga US$ 8,90.

Peringkat APT di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #48, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.129.132.429. Jumlah koin yang beredar 130.000.000 koin APT dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Interpol Luncurkan Polisi Metaverse Global Pertama

2. Chainlink (LINK)

Analisis teknikal Chainlink (LINK).

Selanjurtnya, aset kripto potensi bullish pekan ini adalah Chainlink (LINK). Sentimen positif datang dari pengumuman Chainlink di akun official Twitter yang mengatakan layanan mereka telah diadopsi di lima blockchain utama, termasuk 10 teratas. Blockchain ini termasuk Ethereum, BNB Chain dan Polygon, serta Avalanche dan Arbitrum.

Sementara itu juga diketahui saat ini jumlah whale wallets telah mencapai 459, di mana setiap alamat memiliki setidaknya 100.000 LINK, setara dengan hampir US$ 700.000. Total pemegang kripto menengah hingga besar telah menginvestasikan US$ 312,7 juta untuk membeli 47,31 juta LINK.

Analisis teknikal gerak LINK sedang perlahan naik. Namun, sepertinya akan terjadi koreksi dahulu, sebelum bull. kenaikan harga LINK bisa sampai sebesar 9% dengan level US$ 7,3 dari harga US$ 6,72.

Peringkat LINK di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #21, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 3.473.491.608. Pasokan yang beredar 491.599.970 koin LINK dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin LINK.

3. Cardano (ADA)

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Cardano (ADA) masuk dalam daftar aset kripto bullish di market pekan ini akibat efek dari kabar bahwa pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, telah mengisyaratkan bahwa exchange yang dipimpinnya akan segera mendaftarkan ADA Cardano untuk perdagangan spot dalam tiga bulan ke depan.

Analisis teknikalnya kemungkinan besar harga ADA akan terus melaju menuju harga US$ 0,38. ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,37 hingga US$ 0,38 atau naik 7% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 13.599.994.152. Jumlah koin yang beredar 34.310.382.270 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

4. Klaytn (KLAY)

Analisis teknikal Klaytn (KLAY).

Klaytn adalah blockchain publik yang berfokus pada metaverse, GameFi, dan ekonomi kreatif. Sementara. KLAY adalah aset kripto yang digunakan di jaringan Klaytn.

Harga Klaytn telah turun 3% dalam 24 jam terakhir. Namun, kemungkinan besar akan ada kenaikan yang disebabkan oleh sentimen usulan proposal tata kelola yang baru untuk mengurangi reward bloknya.

Menurut pernyataan resmi Klay, pembaruan Q3 yang diajukan ke Dewan Tata Kelola Klaytn (GC) berupaya mengoptimalkan tingkat penerbitan token KLAY melalui proposal tata kelola yang menurunkan hadiah blok sebesar.

Meski proposal belum disetujui, kenaikan harga merupakan pertanda baik penerimaan dan bullish oleh masyarakat. Ini juga merupakan angin segar untuk token, mengingat telah jatuh lebih dari 97% dari tertinggi sepanjang masa di US$ 4,40 pada 09 Oktober 2021.

Analisis teknikalnya kemungkinan besar harga KLAY akan sedikit koreksi, kemudian bergerak naik menuju harga sekitar US$ 0,20 hingga US$ 0,22 atau naik 13% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat KLAY di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #68, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 600.430.960. Pasokan yang beredar 3.084.270.223 koin KLAY dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Warner Bros Jual NFT Lord of the Rings Edisi Terbatas, Berapa Harganya?

5. Render Token (RNDR)

Analisis teknikal Render Token (RNDR).

Render Network adalah penyedia solusi rendering berbasis GPU terdesentralisasi untuk metaverse. Sementara, RNDR adalah token utilitas asli yang dirancang sebagai mata uang pembayaran untuk layanan yang ditawarkan oleh Render Network, seperti pembuatan animasi, grafik gerak, dan rendering VFX.

Pada pekan ini, RNDR memiliki potensi bullish. RNDR mendapat peringkat yang bullish dari Investors Observer. Kripto naik 16,35% menjadi US$ 0,5258023464, sementara pasar yang lebih luas naik 1,61%.

Peringkat RNDR di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #167, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 135.213.001. Pasokan yang beredar 253.798.860 koin RNDR dan maksimal pasokan 536.870.912 RNDR.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. QuickSwap (QUICK)

Analisis teknikal QuickSwap (QUICK).

QuickSwap (QUICK) membuka daftar kripto potensi bearish di market pekan ini. Kabar buruk dari exchange terdesentralisasi, QuickSwap akan menutup lending pool setelah Market XYZ dieksploitasi dalam serangan flash loan. Akibat kasus ini terjadi kerugian US$ 200.000 yang dialami QuickSwap.

Analisis teknikalnya kemungkinan besar harga QUICK masih akan konsolidasi, sebelum alami penurunan. harga bisa turun mencapai sekitar US$ 61,80 hingga US$ 62,22 atau turun 13% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat QUICK di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #585, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 20.373.886. Pasokan yang beredar 327.100 koin QUICK dan maksimal pasokan 1.000.000 QUICK.

2. FTX Token (FTT)

Analisis teknikal FTX Token (FTT).

FTX Token (FTT) juga potensi bearish pekan ini karena sentimen negatif kasus peretasan yang terjadi pada 21 Oktober lalu. Pengguna exchange kripto, FTX telah kehilangan jutaan dolar AS karena eksploitasi phishing menggunakan versi palsu dari situs web milik platform perdagangan, 3Commas. Namun, FTX telah berjanji untuk membuat akun penggunanya utuh kembali.

Analisis teknikalnya kemungkinan besar harga FTT juga masih akan konsolidasi, sebelum alami penurunan. harga FTT bisa turun mencapai sekitar US$ 23,65 hingga US$ 23,82 atau turun 9% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat FTT di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #24, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 3.209.172.964. Pasokan yang beredar 133.261.305 koin FTT dan maksimal pasokan 352.170.015 FTT.

3. Axie Infinity (AXS)

Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).

Axie Infinity (AXS) masuk dalam daftar kripto potensi bearish pekan ini. Kabar nilai AXS tenggelam setelah jumlah pemain game Axie Infinity menyusut signifikan dalam sebulan belakangan. 

Selain itu, investor AXS menduga bahwa sebanyak 21,5 juta token AXS yang saat ini memasuki vesting period akan segera dibuang pemiliknya setelah periode tersebut berakhir Senin (24/10) lalu. Axie mendistribusikan hampir 21,543 juta token untuk investor dan penasihat awal. 

Dari analisis teknikalnya, saat ini pergerakan AXS dalam sudah masuk fase bearish. ini dapat mencoba menarik harga token kembali lebih rendah. Prediksi harga AXS bisa mencapai US$ 8,77 atau turun 25% dari US $ 9,00.

Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #58, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 855.894.579. Pasokan yang beredar 94.865.286 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.

Baca juga: NGOBRAS Season 2: Investasi Kripto Jangan Kaya Halloween

4. MobileCoin (MOB)

Analisis teknikal MobileCoin (MOB).

MobileCoin (MOB) juga berpotensi bearish selama beberapa waktu ke depan. Dari segi analisis teknikalnya, MOB akan terus mengalami penurunan hingga 7% dari harga US$ 0,86 ke US$ 0,76.

Peringkat MOB di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #312, dengan kapitalisasi pasar US$ 64.289.511. Pasokan yang beredar 74.218.324 koin MOB dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. NULS (NULS)

Analisis teknikal NULS (NULS).

Kripto NULS ada kemungkinan potensi bearish dalam pekan ini. Pola grafk NULS sudah membentuk reverse cup and handle yang berisiko mengalami pergerakan bearish. Dari segi analisis teknikalnya, NULS akan terus mengalami penurunan hingga 10% dari harga US$ 0,2537 ke US$ 0,2498.

Peringkat NULS di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #518, dengan kapitalisasi pasar US$ 25.436.967. Pasokan yang beredar 99.620.739 koin NULS dan maksimal pasokan 210.000.000 koin NULS.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Market

Proyeksi Market Kripto Bulan Februari Selepas Rapat FOMC The Fed

Published

on

Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Market kripto memasuki tahun baru dengan semangat bullish. Bagaimana tidak? Bitcoin (BTC) yang merupakan kripto dengan market cap terbesar saja mampu memperoleh keuntungan lebih dari 35% dalam bulan pertama 2023.

Kapitalisasi pasar kripto global pun melampaui angka US$ 1 triliun setelah menghabiskan beberapa bulan di bawah US$ 900 miliar. Namun, pasar mulai turun menjelang akhir Januari 2023. Bagaimana dengan proyeksi Februari nanti?

Tim Riset Tokocrypto melihat Februari kemungkinan besar masih menjadi bulan yang baik untuk market kripto.Berdasarkan indeks Bitcoin Monthly Returns dalam dua tahun terakhir, Februari menjadi bulan bullish bagi Bitcoin. Apalagi Januari ini, Bitcoin mampu pecah rekor menjadi bulan dengan keuntungan lebih dari 40% yang terakhir terjadi pada tahun 2013.

“Februari optimis market kripto masih dalam tren bullish. Terlepas dari situasi makroekonomi ke depan, dari indeks Bitcoin Monthly Returns, BTC selalu untung di bulan Februari ini. Namun, investor juga patut waspada dengan efek dari kebijakan moneter The Fed,” jelas dalam analisisnya.

Akankah Market Kripto Terus Turun?

Bitcoin Monthly Returns.
Bitcoin Monthly Returns.

Baca juga: ChatGPT Prediksi Bagaimana Bitcoin Akan Akhiri Dominasi Uang Fiat

Menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) di mana jadi salah satu momen penentu pergerakan ekonomi dunia, market kripto terlihat koreksi dan investor cenderung memilih untuk wait and see. Rapat FOMC akan berlangsung pada 31 Januari hingga 1 Februari 2023. Kemungkinan besar The Fed akan kembali menaikkan suku bunga, namun tidak terlalu agresif dengan target kenaikan 25 basis poin (4,5% menjadi 4,75%).

“Penurunan ini juga kemungkinan karena kurangnya semangatnya investor dalam memperoleh keuntungan. Terlihat dari volume perdagangan Bitcoin telah melonjak 38,9%, sementara harganya tampaknya turun, menunjukkan tekanan jual yang lebih tinggi.”

Inflasi di AS mendingin, dan suku bunga juga diperkirakan lebih ringan dari sebelumnya menjadi katalisator yang positif bagi pergerakan market kripto. Oleh karena itu, sentimen investor kemungkinan akan membaik selama beberapa bulan ke depan. Meskipun tidak ada yang dapat dikatakan dengan pasti sampai pertemuan FOMC selesai, banyak yang berharap segalanya menjadi lebih baik.

“Terlepas dari kenaikan suku bunga, investor juga akan fokus pada komentar yang dibuat oleh Ketua The Fed, Jerome Powell tentang ketahanan ekonomi, pasar kerja, pemulihan makro di AS. Jika dia mengisyaratkan langkah-langkah pelunakan ke depan, maka lonjakan harga jangka pendek diharapkan dapat terwujud.”

Analisis Teknikal

Analisis pergerakan aset kripto Bitcoin (BTC). Sumber: Trading View.
Analisis pergerakan aset kripto Bitcoin (BTC). Sumber: Trading View.

Baca juga: Adopsi Kripto Tahun 2022: Jumlah Wallet Bitcoin dan ETH Terus Tumbuh

Dengan demikian, aktivitas pasar dapat melonjak setelah diskusi FOMC selesai mengingat hasilnya positif. Namun, jika kenaikan suku bunga lebih tinggi dari yang diantisipasi, mungkin ada aksi jual yang lebih besar.

Dari segi analisis teknikal, jika The Fed memutuskan hasil seperti yang diharapkan, maka kenaikan sesaat yang dipicu oleh hype dapat membantu harga Bitcoin melampaui US$ 25.400 atau sekitar Rp 380 juta (kurs US$ 1 = Rp 14.989). Namun, jika kenaikan tersebut dianggap sebagai perpanjangan hawkish oleh investor, maka penurunan kemungkinan besar terjadi ke sekitar US$ 20.700 atau Rp 310 juta dapat diharapkan dan paling pahit menuju area US$ 18.800 (Rp 281 juta).

“Level US$ 24.000 sebagai zona penting bagi BTC untuk masuk periode bullish lanjutkan. Jika menembus titik itu mengharapkan likuiditas naik untuk dieksploitasi hingga dapat mendorong harga ke kisaran level resistensi di US$ 25.000.”

Di sisi lain dari Fear and Greed Index Crypto menunjukkan bahwa Bitcoin (BTC) telah berada di luar zona “Fear” selama 11 hari berturut-turut. Ini adalah waktu terlama Bitcoin berada di luar zona “Fear” sejak bulan Maret 2022 lalu. Sentimen Bitcoin masih positif per 30 Januari 2023 dengan berada di zona “Greed” dengan skor 61, level tertinggi sejak BTC menyentuh ATH nya pada 16 November 2021, ketika harganya mencapai US$ 69.000.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Market

Bitcoin Terus Reli, Investor Kripto Tetap Bertahan Cari Untung

Published

on

Iustrasi aset kripto Bitcoin

Pergerakan kripto Bitcoin (BTC) terus reli kencang hingga menembus level US$ 23.000 pada hari Selasa (24/1) pagi. Secara keseluruhan market kripto terus menunjukan keperkasaannya sejak dua minggu lalu.

Tim riset Tokocrypto menjelaskan di awal pekan ke-4 Januari 2023 ini, harga Bitcoin lainnya masih tergolong bullish, bahkan capai level US$ 23.000, angka ini menjadikan harga tertinggi BTC sejak Agustus 2022.

“Walau ada sedikit mulai terlihat koreksi, tapi tidak signifikan. BTC masih berada di atas level psikologisnya dan momentum untuk bull run masih sangat besar,” tulis analisisnya.

Sentimen Positif

Ada beberapa penyebab harga aset kripto big cap melonjak dan kemungkinan akan bull run. Market tampaknya masih melanjutkan sentimen positif dari data inflasi Amerika Serikat yang turun.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: 3 Prediksi Teratas Harga Bitcoin untuk Tahun 2023, Bakal Naik?

Hal tersebut tentunya menambah keyakinan investor kripto, bahwa The Fed dapat melakukan kenaikan suku bunga berukuran lebih kecil atau bersikap dovish sepanjang tahun 2023, karena tanda-tanda dari laporan CPI bahwa strategi The Fed telah berhasil menjinakan inflasi.

Disamping itu, indeks dolar AS (DXY) yang terpantau masih berkinerja buruk menjadi salah satu katalis kenaikan harga BTC pada hari Selasa (24/1) pukul 10.33 WIB berada di level 101.93 (-0,21%). Secara historis ketika DXY turun, sentimen untuk aset berisiko seperti Bitcoin meningkat. Pasar saham AS juga masih dalam situasi baik.

Kondisi Cukup Stabil

Kondisi makroekonomi yang cukup stabil menguntungkan market kripto. jika suku bunga AS mereda dan ekonomi tumbuh, Bitcoin dapat terus menguat. Semakin baik iklim makro, semakin baik untuk harga Bitcoin. Hal tersebut juga dapat membuat keseluruhan aset kripto mengalami penguatan harga lebih lanjut.

Arus Keluar Bitcoin Besar-besaran dalam 7 Hari dari Bursa, Sinyal Mega Bullish?
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin.

Baca juga: Bappebti: Bursa Kripto Indonesia Hadir Paling Lambat Juni 2023

Sementara dari sisi situasi ekosistem industri kripto yang terpantau memburuk tidak terlalu menyurutkan semangat investor. Kabar bangkrutnya Genesis dan efek domino yang dapat ditimbulkannya, tidak terlalu membuat investor khawatir. Namun, saat kabar itu muncul, BTC sempat terkoreksi sebentar sekitar 2%, tapi dapat kembali reli.

Saat ini, sentimen pasar kripto pun masih terlihat stabil dengan kondisi pasar yang cenderung sideways, setelah mengalami kenaikan harga. Fear and greed index ditutup pada level 52, dengan kategori Neutral dan lepas dari status Fear.

Investor Tetap Bertahan

Harga BTC yang telah melonjak dalam beberapa minggu terakhir, membantu investor jangka pendek dan jangka panjang untuk mendapatkan keuntungan.

Menurut firma analitik Glassnode, pada saat penulisan, persentase pemegang BTC yang mendapat untung jangka pendek meningkat menjadi 97,5%, level tertinggi sejak November. Bitcoin juga menguntungkan bagi pemegang BTC jangka panjang, menurut Glassnode.

Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.
Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.

Baca juga: Kontestan El Savador Pakai Kostum Tema Bitcoin di Miss Universe 2022

Sebagai informasi investor jangka panjang adalah individu yang memegang BTC lebih dari 155 hari, sedangkan investor jangka pendek kurang dari 155 hari.

Dikutip Cointelegraph, laporan Glassnode menunjukkan bahwa pemegang BTC jangka panjang tetap teguh dan tidak keluar dari pasar atau taking profit, ​​bahkan setelah kerugian lebih dari setahun.

Analisis perilaku menunjukkan bahwa pemegang jangka pendek dan penambang telah termotivasi oleh kesempatan untuk melikuidasi sebagian dari kepemilikan mereka. Sebaliknya, pasokan yang dipegang oleh pemegang jangka panjang terus tumbuh, yang dapat dikatakan sebagai sinyal kekuatan dan keyakinan di seluruh kelompok ini.

Continue Reading

Market

Market Kripto Kembali Reli Panjang, Adakah Risiko Bull Trap?

Published

on

Ilustrasi market kripto bullish. Sumber: Shutterstocks.

Mengawali tahun 2023, market kripto nampak bergairah. Terbukti harga Bitcoin (BTC) kembali capai level psikologis di atas US$ 20.000 atau sekitar Rp 300 juta dalam beberapa hari terakhir.

Tim analis Tokocrypto melihat kenaikan market ini didorong oleh indeks dolar AS (DXY) yang mendingin dan data inflasi AS yang positif dalam laporan Consumer Price Index (CPI) terbaru dirilis pekan lalu, menjaga laju kripto yang lebih tinggi.

Data inflasi AS diumumkan turun sesuai dengan prediksi menjadi sebesar 6,5 persen. Laju inflasi yang lebih lambat kemungkinan akan membuka jalan bagi The Fed untuk menurunkan laju kenaikan suku bunga menjadi 25 basis poin dari 50 bps pada bulan Desember 2022.

Sejak harga Bitcoin naik ke level tertinggi tahunan di level US$ 18.898 pada 12 Januari lalu, banyak investor dan trader yang menyakini bahwa US$ 15.600 merupakan titik bottom BTC yang baru. 

Sentimen Positif

Kenaikan ke titik US$ 20.000 ini merupakan yang pertama kalinya sejak keruntuhan, FTX, yang mulai kolaps pada November lalu. Saat itu, BTC terjun bebas dari US$ 21.300 menjadi US$ 15.600 atau 20% hanya dalam waktu lima hari saja. Meski harga masih belum pulih sepenuhnya, nilai BTC saat ini masih lebih rendah 71% dari all time high (ATH) di US$ 69.000 pada November 2021.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin Naik di Atas Rp 318 Juta, Top Altcoin Raih Keuntungan Dua Digit

“Kenaikan harga BTC juga memompa kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan hingga hampir menyentuh US$ 1 triliun. Ini juga menjadi menambah kepercayaan diri pelaku pasar kripto, sehingga sentimen market kembali positif,” jelas Tim Analis Tokocrypto.

Ada kenaikan dari Fear and Greed Index yang berhasil menyentuh level 45 pada Senin (16/1) ATAU naik 20 poin dari tujuh hari sebelumnya. Pencapaian market pada pekan lalu, bisa dilabeli sebagai “green weekend”, karena keseluruhan aset kripto mengalami kenaikan yang cukup signifikan, baik Bitcoin maupun altcoin pada penutupan kandil mingguannya.

Ancaman Bull Trap dan Overbought

Dari analisis teknikal, Bitcoin tampaknya sudah masuk dalam zona resistensi yang berada di kisaran angka US$ 21.000. Namun di sisi lain ada ancaman bull trap yang harus diwaspadai investor.

Tekanan beli tinggi menjadi faktor utama naiknya harga Bitcoin, hal tersebut terlihat dari kenaikan Relative Strength Index (RSI) yang berhasil menyentuh level 50. Jika sinyal RSI berada di atas 50, maka tren sedang naik.

Di sisi lain, tim Analis Tokocrypto melihat dari RSI BTC sudah menunjukkan sinyal overbought menuju level di bawah 50. Dengan sinyal tersebut harga BTC diproyeksikan akan kembali terkoreksi. Overbought sudah sering terjadi di market kripto, ketika harga aset sudah mencapai reli panjang, akan mengalami sedikit koreksi dan ada kemungkinan bisa bull run.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Mastercard & Polygon Kolaborasi Bikin Program Bantu Artis Eksis di Web3

Menanti Sikap The Fed

Saat ini, BTC mungkin akan mengalami pola koreksi jika gagal breakout. Level resistensi terdekat berada di US$ 21.321 dan menjadi penghalang terdekat yang harus ditembus untuk bergerak lebih tinggi. Namun, apabila terjadi breakout akan menarik ke level support pada harga US$ 20.879.

Di samping itu, sikap The Fed juga menjadi penentu masa depan market kripto. Jika melihat pergerakan suku bunga pada pertemuan FOMC di Februari mendatang terjadi kenaikan sebesar 50 basis poin, maka masih berada di jalan yang panjang untuk menekan inflasi AS pada tahun ini.

Secara mayoritas, para ahli percaya bahwa kenaikan suku bunga dan kebijakan moneter yang lebih ketat tidak akan memungkinkan Bitcoin untuk pulih secara tajam dalam waktu dekat. Seperti di pasar yang tidak pasti seperti ini, investor tidak akan memilih untuk berinvestasi atau membeli aset berisiko, seperti Bitcoin.

Continue Reading

Popular