Altcoin News
CLARITY Act Jadi Katalis Besar, Ini Altcoin Potensi Diuntungkan
Tim Research Tokocrypto menjelaskan CLARITY Act dapat menjadi katalis besar bagi aset digital, tetapi altcoin yang paling diuntungkan kemungkinan bukan sekadar token spekulatif.
CLARITY Act mulai menjadi salah satu katalis regulasi terbesar bagi pasar kripto, khususnya altcoin pada 2026. RUU ini dinilai dapat memberikan kejelasan hukum bagi aset digital di Amerika Serikat, terutama terkait pembagian kewenangan antara SEC dan CFTC.
Setelah lolos dari Senate Banking Committee dengan dukungan bipartisan 15 banding 9, CLARITY Act kini diperkirakan menuju voting penuh di Senat dalam beberapa pekan mendatang.
Jika disahkan, regulasi ini dapat membuka jalan bagi lebih banyak institusi Wall Street untuk masuk ke pasar kripto, tokenized finance, dan aset berbasis blockchain.
Daftar Isi
Peluang Lolos Sebelum Agustus Dinilai Tinggi
Dilaporkan Coinpedia, Galaxy Digital melalui Alex Thorn memperkirakan peluang CLARITY Act disahkan sebelum masa reses Kongres pada Agustus berada di sekitar 75%.
Namun, waktu menjadi faktor penting. Lawmakers disebut hanya memiliki sekitar sembilan pekan kerja efektif sebelum agenda politik dan musim pemilu mulai memperlambat proses legislasi.
Banyak pelaku industri membandingkan CLARITY Act dengan Securities Acts 1933 dan 1934, yang menjadi fondasi pasar modal modern Amerika Serikat. Jika analogi ini tepat, CLARITY Act dapat menjadi titik balik besar bagi industri aset digital.
Kejelasan Regulasi Bisa Buka Modal Institusional
Selama ini, salah satu hambatan utama bagi institusi masuk lebih dalam ke kripto adalah ketidakpastian regulasi. Banyak bank, manajer aset, dan perusahaan keuangan tradisional masih berhati-hati karena belum ada klasifikasi hukum yang jelas untuk banyak aset digital.
CLARITY Act dapat mengurangi risiko tersebut. Dengan aturan yang lebih jelas, institusi bisa lebih percaya diri membangun produk, mengelola custody, melakukan tokenisasi aset, dan masuk ke ekosistem DeFi yang teregulasi.
Potensinya besar, mengingat pasar ekuitas AS sendiri bernilai sekitar US$69 triliun. Jika sebagian kecil modal tersebut mengalir ke aset tokenisasi dan blockchain, dampaknya bisa signifikan bagi altcoin infrastruktur.
Ethereum Jadi Kandidat Utama
Ethereum (ETH) menjadi salah satu altcoin yang paling berpotensi diuntungkan dari CLARITY Act. Sebagai jaringan smart contract terbesar, Ethereum masih menjadi pusat DeFi, stablecoin, tokenisasi aset, dan aktivitas institusional on-chain.
Kapitalisasi pasar Ethereum berada di sekitar US$257,83 miliar, menjadikannya salah satu aset paling mapan di luar Bitcoin.
Institusi juga semakin aktif melihat ETH sebagai aset treasury dan infrastruktur. BitMine milik Tom Lee dilaporkan memperluas strategi treasury ETH dan memegang lebih dari 4,7 juta ETH senilai sekitar US$11 miliar.
Jika regulasi semakin jelas, Ethereum dapat menjadi salah satu jaringan pertama yang menyerap aliran modal institusional.
XRP Diuntungkan dari Narasi Settlement
XRP juga menjadi salah satu aset yang banyak diperhatikan menjelang vote CLARITY Act. Token ini memiliki kaitan kuat dengan narasi pembayaran lintas negara dan settlement institusional.
Ripple terus memperluas kemitraan terkait akses likuiditas institusional, termasuk melalui EDX Markets yang didukung oleh nama besar seperti Fidelity, Citadel, dan Charles Schwab.
Saat ini, XRP diperdagangkan di sekitar US$1,37, masih jauh di bawah all-time high di sekitar US$3,8. Jika CLARITY Act memberikan kepastian hukum yang lebih permanen, XRP dapat memperoleh sentimen positif karena salah satu beban terbesarnya selama ini adalah ketidakjelasan regulasi.
Solana Dilirik Institusi

Solana (SOL) juga masuk dalam daftar altcoin yang berpotensi diuntungkan. Jaringan ini dikenal memiliki throughput tinggi, biaya rendah, dan aktivitas aplikasi yang kuat.
Momentum institusional Solana mulai terlihat. JPMorgan dilaporkan memiliki eksposur sekitar US$1,5 juta ke Bitwise Solana Staking ETF.
Selain itu, Solana masih mencatat pendapatan aplikasi yang kuat pada kuartal I 2026 meskipun pasar kripto secara umum sedang lemah. Jika CLARITY Act mendorong institusi mencari jaringan dengan performa tinggi, Solana bisa menjadi salah satu pilihan utama.
Chainlink Punya Posisi Kuat di Tokenisasi
Chainlink (LINK) juga menjadi kandidat penting, terutama karena perannya sebagai infrastruktur data dan interoperability untuk keuangan on-chain.
Integrasi DTCC dengan standar data dan orchestration Chainlink dalam sistem collateral settlement menjadi salah satu perkembangan besar. DTCC memproses transaksi sekuritas tahunan bernilai lebih dari US$3,7 kuadriliun, sehingga integrasi ini memperkuat posisi Chainlink dalam hubungan antara keuangan tradisional dan blockchain.
Jika tokenisasi aset terus berkembang setelah CLARITY Act, Chainlink dapat menjadi salah satu infrastruktur utama yang mendukung data, settlement, dan konektivitas lintas sistem.
Baca juga: Grayscale Sebut 4 Altcoin Ini Bisa Diuntungkan dari CLARITY Act
Bittensor Masuk Narasi AI Terdesentralisasi
Selain token pembayaran dan infrastruktur settlement, investor juga mulai memperhatikan proyek AI seperti Bittensor. Narasi decentralized artificial intelligence terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan model AI, compute, dan jaringan terbuka.
Jika pasar kembali masuk ke fase risk-on setelah regulasi lebih jelas, token AI seperti Bittensor berpotensi mendapat perhatian karena menggabungkan dua narasi besar: blockchain dan artificial intelligence.
Namun, sektor AI crypto biasanya memiliki volatilitas tinggi, sehingga tetap membutuhkan manajemen risiko ketat.
Sui Dilirik untuk Infrastruktur Pembayaran
Sui juga mulai mendapat perhatian karena rencana infrastruktur transfer stablecoin tanpa biaya. Jika berhasil, fitur ini dapat mendukung aktivitas pembayaran skala besar dan memperkuat posisi Sui dalam sektor consumer crypto serta stablecoin payment rails.
Dalam konteks CLARITY Act, jaringan yang mampu mendukung pembayaran murah, cepat, dan compliant dapat menjadi menarik bagi institusi maupun aplikasi ritel.
Namun, Sui masih perlu membuktikan bahwa infrastruktur tersebut dapat menghasilkan adopsi nyata dan volume transaksi yang berkelanjutan.
Bitcoin Masih Jadi Penentu Sentimen

Meski altcoin berpotensi diuntungkan, Bitcoin tetap menjadi penentu utama arah pasar. BTC baru-baru ini turun di bawah US$78.000 akibat kenaikan Treasury yields dan tekanan makro.
Jika Bitcoin kembali stabil, peluang rotasi modal ke altcoin akan lebih besar. Sebaliknya, jika BTC terus melemah, katalis regulasi sekalipun mungkin belum cukup untuk mendorong reli altcoin secara luas.
Altcoin Infrastruktur Jadi Fokus Utama
Menurut Tim Research Tokocrypto, CLARITY Act dapat menjadi katalis besar bagi aset digital, tetapi altcoin yang paling diuntungkan kemungkinan bukan sekadar token spekulatif. Pasar akan lebih fokus pada jaringan dengan use case jelas, likuiditas besar, dan koneksi ke institusi.
“Ethereum, XRP, Solana, dan Chainlink menjadi kandidat utama karena masing-masing memiliki posisi kuat di smart contract, settlement, blockchain high-performance, dan infrastruktur data,” terangnya.
Sementara itu, Bittensor dan Sui dapat menjadi pilihan tematik dari sektor AI dan pembayaran. Jika CLARITY Act lolos sebelum Agustus, altcoin dengan fondasi institusional dan narasi tokenisasi kemungkinan akan menjadi perhatian utama pasar.
Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event7 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Market6 days agoJadwal Piala Dunia 2026: Tanggal, Format Baru, dan Negara Tuan Rumah
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah, Koreksi Berlanjut?
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 18 Mei 2026: Tekanan Potensi Konflik di Iran

