Connect with us

Bitcoin News

Bitcoin Kembali Melemah, Sentuh Level Terendah dalam Delapan Bulan

Tim Research Tokocrypto mengatakan tertundanya CLARITY Act membuat pasar kehilangan momentum regulasi yang sebelumnya diharapkan.

Tivan

Published

on

market kripto bitcoin

Bitcoin (BTC) turun ke US$59.023,98 pada Rabu, 24 Juni, level terendahnya sejak 10 Oktober 2024.

Penurunan ini menandai kali ketiga sepanjang tahun ini BTC diperdagangkan di bawah US$60.000.

Tekanan terbaru memperpanjang tren bearish Bitcoin yang kini telah berlangsung selama delapan bulan berturut-turut.

Drawdown dari ATH Capai 52%

Dengan penurunan terbaru ini, Bitcoin mencatat drawdown sekitar 52% dari all-time high Oktober 2025 di US$126.080.

Menurut BeInCrypto, koreksi sebesar ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase tekanan panjang, meskipun volatilitasnya tidak sekeras beberapa crypto winter sebelumnya.

Area US$60.000 kini menjadi level psikologis penting karena setiap penembusan di bawah zona ini dapat memicu kekhawatiran baru di pasar.

ETF Bitcoin Spot Catat Outflow Beruntun

Salah satu tekanan utama datang dari spot Bitcoin ETF.

Menurut data SoSoValue, spot Bitcoin ETF telah mencatat outflow sekitar US$182 juta sepanjang pekan ini.

Jika tren berlanjut, ini akan menjadi minggu ketujuh berturut-turut ETF Bitcoin mencatat net outflow.

Baca Juga: Strategy Beli 520 Bitcoin, tetapi Fokus Bangun Cadangan Kas US$1,4 Miliar

Aset ETF Turun Tajam dari Akhir 2025

Total aset yang dikelola dalam spot Bitcoin ETF kini turun ke sekitar US$77,5 miliar.

Angka ini jauh lebih rendah dibanding sekitar US$113 miliar pada akhir 2025.

Penurunan ini menunjukkan bahwa minat institusional melalui ETF masih melemah, setidaknya dalam jangka pendek.

Outflow ETF Ciptakan Tekanan Jual Mekanis

Outflow ETF memberi tekanan tambahan karena issuer harus menjual underlying Bitcoin ketika investor keluar dari produk ETF.

Proses ini menciptakan tekanan jual mekanis di pasar spot.

Ketika permintaan institusional melemah dan supply dari redemption ETF meningkat, harga BTC menjadi lebih sulit untuk pulih dengan cepat.

Modal Berputar ke AI Stocks dan IPO

Tekanan terhadap Bitcoin juga diperburuk oleh rotasi modal ke sektor lain.

Sepanjang 2026, investor terlihat lebih aktif memindahkan modal ke AI stocks, IPO, dan prediction markets.

Rotasi ini membuat likuiditas yang tersedia untuk Bitcoin dan pasar crypto menjadi lebih terbatas.

Micron Earnings Jadi Fokus Pasar

Pada sesi Rabu, investor juga melakukan repositioning menjelang laporan earnings Micron Technology setelah penutupan pasar.

Fokus yang kuat terhadap saham teknologi, terutama yang terkait artificial intelligence, membuat Bitcoin semakin tertinggal dari aset berisiko lain.

Dengan narasi AI masih dominan, crypto harus bersaing lebih keras untuk menarik kembali aliran modal spekulatif dan institusional.

CLARITY Act Belum Jadi Katalis

Dari sisi regulasi, katalis positif juga belum muncul sesuai ekspektasi.

CLARITY Act, yang menjadi upaya utama untuk membentuk kerangka struktur pasar crypto di AS, masih harus melewati hambatan prosedural penting dalam sekitar lima minggu sebelum reses musim panas Kongres.

Jika gagal melewati tahap tersebut, pembahasan RUU bisa tertunda hingga musim gugur, sehingga menghilangkan salah satu potensi katalis penting bagi pasar crypto.

Ketidakpastian Regulasi Menambah Tekanan

Tim Research Tokocrypto mengatakan tertundanya CLARITY Act membuat pasar kehilangan momentum regulasi yang sebelumnya diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor.

“Dalam kondisi pasar yang sudah lemah, absennya kejelasan regulasi dapat membuat institusi lebih berhati-hati,” jelasnya.

Hal ini ikut memperpanjang tekanan terhadap Bitcoin, terutama ketika ETF juga terus mencatat outflow.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 Juni 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 Juni 2026. Sumber: Tokocrypto.

Basis Institusional Menahan Volatilitas

Meski sentimen terlihat negatif, ada satu faktor yang membuat bear market kali ini berbeda dari siklus sebelumnya.

Menurut Sam Callahan, Director of Bitcoin Strategy and Research di OranjeBTC, basis investor Bitcoin kini lebih besar, lebih likuid, dan tidak lagi didominasi oleh retail kecil seperti pada bear market sebelumnya.

Kondisi ini membuat volatilitas Bitcoin cenderung lebih rendah dibanding crypto winter terdahulu.

Bear Market Lebih Dalam, tetapi Lebih Stabil

Callahan menyebut narasi “worst bull market and best bear market” mencerminkan perubahan struktur pasar Bitcoin.

Artinya, kenaikan pada bull market terakhir mungkin terasa kurang ekstrem, tetapi penurunan pada bear market saat ini juga tidak sevolatil siklus lama.

Dengan basis investor yang lebih institusional, Bitcoin memiliki peluang membentuk floor yang lebih stabil, meskipun tekanan jual masih berlangsung.

Apakah Institutional Floor Bisa Bertahan?

Pertanyaan utama saat ini adalah apakah institutional floor dapat benar-benar menahan penurunan lebih lanjut.

Hal ini akan sangat bergantung pada arah ETF flows dalam beberapa pekan ke depan.

Jika outflow mulai mereda dan investor kembali masuk setelah tekanan makro menurun, Bitcoin berpeluang membentuk base di sekitar US$59.000–US$60.000.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending