Connect with us

Bitcoin News

Prediksi Harga Bitcoin Juli 2026: Buka Risiko Turun ke US$42.000?

Tim Research Tokocrypto mengatakan sinyal ini pernah muncul sebelumnya pada 19 Juni, ketika exchange whale ratio naik ke 0,67.

Tivan

Published

on

Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Coinpedia.

Bitcoin (BTC) memasuki Juli 2026 dalam kondisi tertekan. Harga BTC bergerak di sekitar US$59.500, jauh dari puncak musim semi sebelumnya.

Sejumlah sinyal kini membuat outlook Bitcoin terlihat lebih bearish. Tekanan datang dari pola teknikal negatif, melemahnya permintaan on-chain, meningkatnya inflow whale ke exchange, serta outflow ETF terbesar sejak produk spot Bitcoin ETF diluncurkan.

Kombinasi faktor tersebut membuat risiko penurunan lebih dalam pada Juli semakin terbuka.

Juni Berakhir Buruk untuk Bitcoin

Dilaporkan BeInCrypto, secara historis, Juni biasanya menjadi bulan yang cukup positif untuk Bitcoin, dengan rata-rata kenaikan sekitar 5,90% dan median 2,49%.

Namun, Juni 2026 justru berakhir negatif. Harga Bitcoin turun sekitar 19% dalam sebulan.

Pelemahan ini mempertegas perubahan tren dibanding 2025, ketika Mei dan Juni masih ditutup hijau.

Pola Head and Shoulders Muncul di Chart

Dari sisi teknikal, Bitcoin kini bergerak dalam pola head and shoulders pada timeframe tiga hari.

Pola ini biasanya dianggap bearish karena menunjukkan satu puncak utama di antara dua puncak yang lebih rendah, lalu harga bergerak mendekati neckline.

Jika neckline gagal dipertahankan, pola ini dapat membuka risiko penurunan lanjutan dengan target measured move sekitar 26%.

Volume Jual Mulai Meningkat

Tekanan bearish juga terlihat dari volume.

Volume jual meningkat tajam antara 15 Juni hingga 24 Juni, memperkuat risiko breakdown dari pola head and shoulders.

Meski volume saja belum cukup untuk memastikan arah pasar, kenaikan tekanan jual menunjukkan bahwa buyer masih belum mampu mengambil alih momentum secara meyakinkan.

Whale Exchange Ratio Naik

Data on-chain juga menunjukkan sinyal tekanan tambahan.

Bitcoin exchange whale ratio naik ke local high sekitar 0,69. Metrik ini mengukur proporsi 10 inflow terbesar ke exchange dibanding total inflow exchange.

Ketika rasio ini naik, hal tersebut dapat menandakan bahwa whale mulai mengirim BTC ke exchange, yang sering dikaitkan dengan potensi tekanan jual.

Spike Sebelumnya Diikuti Penurunan BTC

Tim Research Tokocrypto mengatakan sinyal ini pernah muncul sebelumnya pada 19 Juni, ketika exchange whale ratio naik ke 0,67.

“Setelah itu, Bitcoin turun dari sekitar US$63.481 ke US$59.501, atau melemah sekitar 6,30%,” analisisnya.

Jika pola serupa kembali terjadi, kenaikan whale inflow saat ini dapat menjadi peringatan bahwa tekanan jual masih belum selesai.

Investor Ritel Beralih ke Sektor Lain

Tekanan terhadap Bitcoin juga datang dari rotasi modal.

Menurut The Kobeissi Letter, ETF emas dan Bitcoin di AS mencatat outflow sekitar US$12 miliar sejak April.

Pada periode yang sama, semiconductor ETF justru mencatat inflow sekitar US$20 miliar, menunjukkan bahwa investor lebih tertarik pada sektor chip dan AI dibanding crypto.

Sentimen terhadap Bitcoin Melemah

Sentimen pasar terhadap Bitcoin juga semakin lemah.

Investor legendaris Jeremy Grantham bahkan menyebut Bitcoin sebagai mekanisme spekulatif yang tidak berguna dan memperkirakan aset tersebut akan memudar seiring waktu.

Komentar seperti ini mencerminkan menurunnya antusiasme terhadap BTC di tengah tekanan harga dan lemahnya permintaan spot.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Strategy Akan Beli Bitcoin Lagi di Tengah Tekanan Pasar

Open Interest Turun, Risiko Crash Cepat Lebih Kecil

Meski tekanan jual meningkat, pasar derivatif menunjukkan bahwa risiko crash cepat mungkin lebih terbatas.

Bitcoin open interest sempat mencapai sekitar US$31,3 miliar pada 30 Mei, tetapi kini turun ke sekitar US$21,6 miliar.

Dengan leverage yang lebih rendah, pasar memiliki lebih sedikit bahan bakar untuk menciptakan liquidation cascade besar seperti pada fase crash cepat sebelumnya.

Funding Rate Masih Sedikit Positif

Funding rate Bitcoin berada sedikit positif di sekitar 0,003%.

Hal ini menunjukkan masih ada bias long ringan di pasar derivatif.

Namun, karena open interest sudah jauh lebih rendah, tekanan harga saat ini lebih terlihat berasal dari arus spot institusional dan ETF, bukan dari leverage berlebihan.

Outflow ETF Bitcoin Capai Rekor

Tekanan terbesar datang dari spot Bitcoin ETF.

Outflow ETF Bitcoin AS mencapai sekitar US$4,06 miliar pada Juni, menjadi redemption bulanan terbesar sejak produk tersebut diluncurkan.

Angka ini melampaui rekor sebelumnya sekitar US$3,56 miliar pada Februari 2025.

Outflow ETF Ciptakan Tekanan Konsisten

Outflow ETF menciptakan tekanan jual yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Ketika investor keluar dari ETF, issuer perlu menjual underlying Bitcoin untuk memenuhi redemption.

Kondisi ini menjelaskan mengapa tekanan harga Bitcoin terlihat seperti slow bleed, bukan crash cepat.

Level US$55.298 Jadi Penentu Juli

Untuk Juli, level utama yang perlu dipantau adalah US$55.298, yang bertepatan dengan level Fibonacci 0,5.

Jika Bitcoin ditutup di bawah level ini, breakdown dari pola head and shoulders akan semakin terkonfirmasi.

Di bawah US$55.298, support berikutnya berada di sekitar US$52.458 dan US$48.413, sebelum membuka jalan menuju target measured move di sekitar US$42.000.

Skenario Bullish Butuh Reclaim US$61.654

Untuk membatalkan struktur bearish, buyer perlu membawa Bitcoin kembali di atas US$61.654.

Setelah itu, level berikutnya yang harus direbut adalah US$67.335.

Jika kedua level tersebut berhasil ditembus, pola bearish dapat gagal dan membuka peluang short squeeze, terutama karena open interest saat ini relatif tipis.

Risiko Slow Bleed Lebih Besar dari Crash

Dengan ETF outflow yang besar, whale inflow ke exchange meningkat, dan minat retail bergeser ke sektor AI serta semiconductor, tekanan terhadap Bitcoin masih terlihat kuat.

Namun, karena leverage pasar sudah menurun, skenario yang lebih mungkin adalah penurunan bertahap atau slow bleed, bukan crash cepat.

Level US$55.298 akan menjadi batas penting untuk menentukan apakah Bitcoin hanya bergerak sideways atau mulai turun menuju US$42.000.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending