Altcoin News
Stablecoin Institusi Naik Daun: Yen Stablecoin, Chainlink Pangea, & OpenUSD, Apa Artinya?
Stablecoin tengah mengalami proses adopsi yang cepat, jika dulu stablecoin seperti USDT atau USDC lebih akrab dengan dunia ritel dan aktivitas trading kripto harian, pertengahan tahun 2026 ini menjadi saksi masuknya institusi finansial raksasa ke panggung utama.
Peluncuran Project Pangea oleh Chainlink bersama puluhan bank global, aliansi tiga megabank terbesar di Jepang untuk merilis Yen Stablecoin, serta kehadiran OpenUSD (OUSD) yang disokong penuh oleh raksasa pembayaran dunia.
Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa teknologi blockchain kini resmi diadopsi sebagai infrastruktur inti perbankan dan sistem pembayaran dunia. Berikut rinciannya berdasarkan laporan data terbaru.
Daftar Isi
Project Pangea: Stablecoin Targetkan Pasar Valas $9,6 Triliun per Hari
Chainlink bersama konsorsium perbankan multinasional resmi meluncurkan Project Pangea di Zurich. Proyek ini mengumpulkan lebih dari 50 bank dari 16 negara yang secara kolektif mengelola aset senilai lebih dari $10 triliun. Fokus utamanya adalah memodernisasi infrastruktur pasar valuta asing (FX/Valas) global yang bernilai $9,6 triliun per hari.
Selama ini, transaksi valas antar-negara menggunakan sistem tradisional yang membutuhkan waktu penyelesaian hingga dua hari kerja (T+2). Jeda waktu ini menimbulkan risiko bagi perbankan dan menahan likuiditas modal yang besar.
Project Pangea hadir untuk memangkas hambatan tersebut dengan teknologi seperti:
- Penyelesaian Instan (T+0): Mengubah siklus tunggu 48 jam menjadi penyelesaian real-time menggunakan mekanisme atomic swap (pertukaran instan secara simultan).
- Kolaborasi Lintas Benua: Proyek ini menghubungkan Qivalis, konsorsium yang didukung 37 bank Eropa dengan UniKA, aliansi perbankan Korea Selatan yang mencakup Shinhan Bank, JB Bank, dan Kbank untuk menukarkan stablecoin Euro dan Won yang teregulasi secara langsung tanpa perlu mata uang perantara.
- Tanpa Bongkar Sistem Lama: Bank tidak perlu merombak total teknologi internal mereka. Sistem ini memanfaatkan Chainlink Runtime Environment (CRE) untuk menghubungkan jaringan komunikasi perbankan internasional Swift langsung dengan lapisan penyelesaian berbasis smart contract di jaringan Ethereum, Polygon, dan jaringan khusus Pangea L1.
Baca juga: Chainlink di Persimpangan: Fidelity US$20 Juta Jadi Kunci Pemulihan LINK?
Tiga Raksasa Perbankan Jepang Luncurkan Satu Yen Stablecoin Bersama
Di Asia, tiga kelompok perbankan terbesar di Jepang: Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), Sumitomo Mitsui Financial Group (SMBC), dan Mizuho Financial Group resmi menandatangani nota kesepahaman (MOU) untuk menerbitkan satu stablecoin bersama yang dipatok 1:1 dengan mata uang Yen.
Ketiga bank kompetitor ini mengendalikan total aset gabungan yang sangat besar, yaitu lebih dari $7 triliun.
Beberapa poin penting dari proyek ini meliputi:
- Target Operasional: Komite bersama telah dibentuk untuk mematangkan tata kelola dan arsitektur penerbitan token, dengan target eksekusi transaksi komersial pada akhir Maret 2027.
- Infrastruktur Pembayaran: Proyek ini berjalan di atas platform Progmat, sebuah jaringan distributed ledger yang awalnya dikembangkan oleh Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG).
- Latar Belakang & Dukungan Regulator: Proyek ini merupakan kelanjutan dari Project Pax, sebuah uji coba sebelumnya yang melibatkan ketiga bank untuk pembayaran menggunakan stablecoin yang telah mendapatkan dukungan dari Financial Services Agency (FSA) Jepang.
- Fokus Penggunaan: Stablecoin ini dirancang terutama untuk kebutuhan korporasi, termasuk penyelesaian transaksi antar perusahaan, settlement aset sekuritas, serta mempercepat pembayaran lintas negara.
Baca juga: Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin
OpenUSD (OUSD): Stablecoin Baru yang Didukung 140+ Perusahaan Besar
Berbeda dengan Project Pangea dan inisiatif Yen Stablecoin yang berasal dari sektor perbankan tradisional, OpenUSD (OUSD) dikembangkan oleh Open Standard, sebuah inisiatif yang melibatkan lebih dari 140 perusahaan global dari berbagai sektor.
Proyek ini didukung oleh pemain besar di industri pembayaran seperti Visa dan Mastercard, platform pembayaran digital Stripe, exchange Coinbase, perusahaan teknologi Google, serta pengelola aset terbesar dunia BlackRock.
Karakteristik utama OpenUSD yang membedakannya dari pemain lama adalah:
- Berjalan di Berbagai Jaringan: Open USD tidak terikat pada satu blockchain; setelah diluncurkan, stablecoin akan berjalan di berbagai jaringan seperti Solana, Base, Polygon, Stellar, dan Ripple.
- Model Ekonomi Bagi Hasil (Shared Yield): Salah satu fitur paling menonjol adalah pendekatan bagi hasil. Sebagian besar pendapatan yang dihasilkan dari cadangan aset (reserve yield) akan dibagikan kembali kepada mitra yang mengadopsi dan mendistribusikan OpenUSD, setelah dikurangi biaya operasional. Model ini berbeda dengan stablecoin konvensional yang biasanya menyimpan seluruh keuntungan bunga cadangan untuk issuer.
- Akses Langsung ke Dunia Nyata: Dengan keterlibatan Visa, Mastercard, dan Stripe, OpenUSD memiliki potensi kuat untuk diintegrasikan ke dalam ekosistem pembayaran komersial yang sudah ada. Stripe, misalnya, telah menyatakan rencana untuk menjadikan OUSD sebagai salah satu stablecoin default di platform mereka.
Baca juga: Apa itu Open USD? Stablecoin yang Didukung Visa, Mastercard hingga Google
Apa Artinya dengan Semakin Banyaknya Adopsi Stablecoin?
- Efisiensi dalam Penyelesaian Transaksi: Inisiatif seperti Project Pangea menunjukkan upaya nyata untuk mempercepat penyelesaian transaksi foreign exchange dari model tradisional T+2 menjadi T+0 (real-time settlement) melalui atomic Payment-versus-Payment. Jika berhasil, pendekatan ini berpotensi mengurangi biaya likuiditas harian dan menekan risiko counterparty yang selama ini melekat pada sistem perbankan konvensional.
- Pergeseran Persepsi terhadap Teknologi Blockchain: Masuknya bank-bank besar dan perusahaan pembayaran global ke dalam proyek stablecoin institusional secara bertahap mengubah stigma kripto dan blockchain. Sehingga kripto dan blockchain tidak lagi hanya dipandang sebagai sarana spekulasi, melainkan mulai dianggap sebagai infrastruktur yang dapat mendukung operasional keuangan skala besar dengan standar regulasi yang lebih tinggi.
- Tekanan terhadap Model Bisnis Stablecoin yang Ada: Kehadiran OpenUSD dengan pendekatan shared yield berpotensi mendorong industri untuk mempertimbangkan kembali bagaimana keuntungan dari reserve assets didistribusikan, bukan hanya dinikmati oleh issuer semata.
Jika kamu tertarik untuk mulai memiliki exposure terhadap stablecoin berbasis USD (seperti USDT, USDC, atau stablecoin institusi lainnya), Tokocrypto menyediakan akses yang mudah, aman, dan sudah berizin untuk kamu memiliki stablecoin dengan biaya trading 0%. Download si sini!
Kesimpulan
Proyek-proyek seperti Chainlink Pangea, inisiatif stablecoin bersama bank-bank besar Jepang, dan OpenUSD mencerminkan bahwa stablecoin yang didukung institusi sedang berkembang menjadi bagian dari infrastruktur keuangan modern.
Meskipun masih dalam tahap awal, tren ini menunjukkan arah ke depan di mana stablecoin berpotensi menjadi alat yang lebih terintegrasi dengan sistem pembayaran tradisional, dengan fokus pada efisiensi, tata kelola yang lebih terbuka, dan pemanfaatan teknologi blockchain untuk kebutuhan adopsi dunia nyata.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. IkutiGoogle News Tokonews untuk updateberita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Sumber:
Forbes. Look At Who Joined Open USD To Understand Where Money Is Going. Diakses 9 Juli 2026.
Fintech Futures. MUFG, SMBC, and Mizuho to launch joint stablecoin. Diakses 9 Juli 2026.
PRNews. Chainlink and Multinational Banking Consortia Launch Project Pangea To Develop T+0 Settlement Framework for International FX Markets. Diakses 9 Juli 2026.
Yahoo Finance. Project Pangea Targets $150B Trade Corridor: Can Chainlink Challenge XRP and XLM in Cross-Border Payments? Diakses 9 Juli 2026.
-
Academy6 days agoRiset Kripto 29 Juni-3 Juli 2026: BTC Konsolidasi di Tengah Sentimen Positif
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 2 Juli 2026: Bitcoin Rebound $62.000, Investor Mulai Lirik
-
Academy5 days agoApa Itu Meme Coin $ANSEM The Black Bull?
-
Academy7 days agoMengenal AI Tokens: Teknologi Masa Depan atau Bubble Teknologi Baru?


