Connect with us

Bitcoin News

Setelah Tidur 8 Tahun, Dompet Bitcoin Ini Pindahkan BTC Senilai Rp6,9 Triliun

Published

on

Sebuah dompet Bitcoin yang tidak aktif selama hampir delapan tahun mendadak kembali aktif dengan memindahkan 5.908 BTC senilai sekitar $383 juta atau sekitar Rp6,9 triliun. 

Pergerakan ini menarik perhatian pelaku pasar karena dompet tersebut terakhir kali digunakan saat Bitcoin berada di puncak bull market 2017 dan memicu spekulasi bahwa pasar akan memasuki fase distribusi.

Dompet Dibeli Saat Bitcoin Mendekati Puncak 2017

Sumber data: Arkham Intelligence

Berdasarkan data on-chain dari Arkham, dompet tersebut mengakumulasi 5.908 BTC ketika harga Bitcoin berada di kisaran $16.000 pada akhir 2017 hingga awal 2018, tidak lama setelah BTC mencetak rekor tertinggi saat itu di sekitar $20.000. Nilai kepemilikannya kala itu diperkirakan sekitar $100 juta.

Sumber data: Arkham Intelligence

Selama delapan tahun berikutnya, dompet tersebut tidak menunjukkan aktivitas sama sekali. Pemiliknya tetap mempertahankan asetnya melewati berbagai siklus pasar, mulai dari penurunan lebih dari 80% pada 2018, reli menuju $69.000 pada 2021, hingga kembali anjlok ke sekitar $15.500 pada 2022. Bahkan ketika Bitcoin sempat mencapai rekor tertinggi baru pada 2025, dompet tersebut tetap tidak bergerak.

(iklan)

Bagi kamu yang ingin mulai berinvestasi di Bitcoin, aset BTC dapat diperdagangkan di Tokocrypto langsung menggunakan Rupiah.

Melalui strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA), investor dapat membangun portofolio Bitcoin secara bertahap tanpa harus menunggu pergerakan dompet whale atau mencoba menebak arah pasar hanya dengan mulai dari Rp20.000!

Baca juga: Cuma Modal Rp3 Juta, Solo Miner Ini Tambang Rp3,2 Miliar BTC

Keuntungan Capai 284%, Tetapi Belum Ada Tanda Dijual

Sumber data: Arkham Intelligence

Total aset Bitcoin di wallet tersebut naik menjadi sekitar $383 juta, atau mencatat keuntungan sekitar 284% dibandingkan harga saat pertama kali dibeli. 

Data blockchain menunjukkan seluruh BTC dipindahkan ke alamat baru yang belum teridentifikasi, bukan ke alamat deposit milik bursa kripto. 

Hal ini mengindikasikan bahwa transaksi kemungkinan merupakan perpindahan dompet, sekadar ingin peningkatan sistem penyimpanan, rotasi private key, atau persiapan transaksi over-the-counter (OTC) yang tidak melalui pasar terbuka.

Sumber data: Arkham Intelligence

Hingga saat ini, dompet dari pengguna tersebut terpantau belum melakukan pergerakan.

Baca juga: Bear Market Bitcoin Hampir Berakhir? Ada Sinyal On-Chain Langka

Mengapa Pergerakan Dompet Lama Selalu Menarik Perhatian?

Aktivitas dompet Bitcoin yang telah lama tidak aktif sering menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi sentimen pasar, terutama jika jumlah BTC yang dipindahkan sangat besar.

Meski demikian, investor kripto tidak usah khawatir sebab blockchain bersifat trasnparan, sehingga tujuan perpindahan dapat dilihat secara langsung on-chain.

Apabila Bitcoin dikirim langsung ke alamat milik bursa seperti Binance, tentunya hal tersebut dapat menjadi indikasi adanya rencana penjualan. 

Sebaliknya, perpindahan ke dompet baru seperti pada kasus ini belum memberikan sinyal bahwa BTC akan segera dilepas ke pasar.

Baca juga: Michael Saylor Sebut Bitcoin Mungkin Sudah Bottom di US$60.000


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending