Bitcoin News
Bitcoin Berisiko Koreksi Lagi, BTC Uji Support US$77.000 Usai Likuidasi US$547 Juta
Tim Research Tokocrypto melihat pergerakan tersebut memicu likuidasi sekitar US$547 juta di pasar crypto sebelum pembeli kembali masuk.
Harga Bitcoin (BTC) kembali menghadapi risiko koreksi setelah gagal mempertahankan kenaikan di atas US$79.000. BTC sempat mendekati US$79.500, level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, sebelum turun cepat ke area US$77.000.
Tim Research Tokocrypto melihat pergerakan tersebut memicu likuidasi sekitar US$547 juta di pasar crypto sebelum pembeli kembali masuk. Pada saat penulisan, BTC diperdagangkan di sekitar US$77.291, turun tipis 0,43%.
“Meski tekanan jual muncul, permintaan institusional melalui ETF spot Bitcoin masih memberi dukungan,” jelasnya.
Data pasar menunjukkan ETF spot Bitcoin AS mencatat arus masuk besar sepanjang pekan lalu, termasuk inflow sekitar US$1,6 miliar dari Senin hingga Kamis dan US$606 juta pada Kamis saja, hari inflow terbesar sejak Mei.
Daftar Isi
BTC Gagal Bertahan di Atas US$79.000

Bitcoin sebelumnya berhasil menembus area US$79.000 setelah reli cepat yang didorong oleh sentimen makro dan permintaan ETF. Namun, kenaikan tersebut tidak bertahan lama.
Penolakan di dekat US$79.500 membuat trader kembali mencermati risiko pullback. Area ini kini menjadi resistance penting yang perlu ditembus jika Bitcoin ingin melanjutkan reli menuju level lebih tinggi.
Dilaporkan Coinpedia, penurunan ke arah US$77.000 menunjukkan pasar mulai melakukan pendinginan setelah kenaikan agresif. Koreksi seperti ini masih dapat dianggap wajar selama support utama tetap bertahan.
Namun, tekanan jual dapat membesar jika BTC terus gagal menembus US$79.000. Dalam kondisi leverage yang masih tinggi, penurunan kecil dapat memicu likuidasi berantai dan mempercepat pelemahan.
Baca juga: Short Seller Kena Bantai, Liquidasi US$1,2 Miliar Dorong Bitcoin ke US$77K
ETF Spot Masih Jadi Penopang
Di sisi positif, demand dari ETF Bitcoin masih kuat. U.S. spot Bitcoin ETF dilaporkan mencatat inflow US$307,45 juta pada 21 Agustus, memperpanjang tren inflow menjadi lima hari berturut-turut.
Dalam lima hari, ETF spot Bitcoin mengumpulkan sekitar US$1,92 miliar inflow. Angka ini menunjukkan minat institusional terhadap BTC masih bertahan meski harga mulai terkoreksi.
Arus masuk ETF penting karena dapat menjadi penyeimbang terhadap tekanan jual di pasar derivatif. Jika inflow tetap kuat, koreksi Bitcoin dapat tertahan di area support yang lebih tinggi.
Namun, ETF demand tidak selalu cukup untuk mencegah volatilitas jangka pendek. Jika posisi leverage terlalu padat, likuidasi tetap dapat mendorong harga turun cepat sebelum pembeli spot kembali masuk.
Leverage Jadi Risiko Utama
Risiko terbesar Bitcoin saat ini datang dari leverage. Analis P4 Provider menilai area US$79.000 menjadi resistance penting setelah BTC menyapu likuiditas di atas level tersebut.
Ia juga menyoroti bearish RSI divergence, kenaikan dominasi USDT, dan funding rate yang tinggi sebagai tanda risiko koreksi meningkat. Kombinasi ini menunjukkan sebagian trader mulai terlalu optimistis, sementara momentum harga mulai melemah.
Dalam skenario koreksi, area penurunan yang dipantau berada di US$77.000 hingga US$71.000. Jika tekanan jual semakin besar, US$70.000 menjadi target lebih dalam yang dapat diuji.
Sementara itu, analis on-chain Maartunn menilai penurunan tajam terbaru dipicu oleh posisi long yang terlalu padat. Ketika harga masuk ke zona likuidasi, forced selling mempercepat koreksi.
Likuiditas Terbentuk di Dua Arah
Setelah flash crash, likuiditas mulai terbentuk di beberapa area penting. Di sisi atas, likuiditas disebut terkumpul di atas US$78.300. Ini berarti jika harga kembali naik, BTC dapat mencoba menyapu area tersebut.
Di sisi bawah, klaster likuiditas lebih rendah berada hingga sekitar US$68.000. Hal ini membuat pasar tetap rawan bergerak tajam jika support terdekat gagal dipertahankan.
Kondisi ini membuat pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan sangat bergantung pada posisi leverage. Jika trader kembali membuka posisi long secara agresif, risiko koreksi lanjutan akan meningkat.
Sebaliknya, jika pasar melakukan deleveraging secara sehat dan BTC bertahan di atas US$77.000, peluang pemulihan tetap terbuka.
Data PCE dan GDP Jadi Ujian Berikutnya
Minggu depan, fokus pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi AS. Bureau of Economic Analysis akan merilis second estimate GDP kuartal II-2026 pada 26 Agustus pukul 08.30 waktu setempat. Data awal sebelumnya menunjukkan ekonomi AS tumbuh 1,5% secara tahunan pada kuartal II, melambat dari 2,1% pada kuartal I.
Pada pekan yang sama, pasar juga akan mencermati data Personal Consumption Expenditures atau PCE, indikator inflasi yang menjadi perhatian utama Federal Reserve. Data PCE yang lebih rendah dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.
Sebaliknya, jika inflasi lebih panas dari ekspektasi, aset berisiko seperti Bitcoin dapat kembali tertekan. Hal ini karena pasar dapat menilai The Fed perlu mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.
Dengan Bitcoin berada dekat resistance, data makro dapat menjadi pemicu arah berikutnya. Angka yang mendukung skenario dovish dapat membantu BTC kembali menguji US$79.000, sementara data hawkish dapat memperbesar risiko koreksi.
Nvidia Earnings Bisa Pengaruhi Risk Appetite
Selain data ekonomi, laporan keuangan Nvidia juga menjadi katalis penting bagi pasar. Nvidia dijadwalkan melaporkan kinerja kuartalan setelah penutupan pasar AS pada Rabu, dengan investor mencermati apakah momentum AI masih cukup kuat untuk menopang pasar saham teknologi.
Nvidia memiliki bobot besar terhadap sentimen teknologi dan indeks saham AS. Karena Bitcoin sering bergerak searah dengan risk appetite global, hasil dan guidance Nvidia dapat berdampak tidak langsung terhadap crypto.
Laporan yang kuat dapat membantu menjaga sentimen risk-on. Sebaliknya, hasil yang mengecewakan dapat menekan saham teknologi dan memicu pengurangan risiko di aset spekulatif, termasuk Bitcoin.
Jackson Hole Jadi Fokus Besar Pasar
Katalis besar lainnya adalah Jackson Hole Economic Policy Symposium pada 27–29 Agustus 2026. Federal Reserve Bank of Kansas City menyebut tema tahun ini adalah “Financial Innovation: Implications for Payments and Policy.”
Pasar akan mencermati pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh. Barron’s melaporkan Warsh akan menghadapi tekanan untuk menjelaskan arah strategi inflasi The Fed, terutama setelah pasar menilai komunikasinya selama ini kurang memberi kepastian.
Bagi Bitcoin, pesan dovish dari Jackson Hole dapat mendukung reli karena pasar akan melihat peluang kebijakan yang lebih ramah terhadap likuiditas. Sebaliknya, sinyal hawkish dapat menekan aset berisiko dan memperkuat koreksi.
Outlook Bitcoin: US$77.000 dan US$79.000 Jadi Kunci
Secara keseluruhan, Bitcoin masih berada dalam fase penentuan setelah reli cepat menuju US$79.500. Penurunan ke US$77.000 menunjukkan pasar mulai mencerna kenaikan sebelumnya dan membersihkan sebagian leverage.
Level US$77.000 menjadi support langsung yang perlu dipertahankan. Jika BTC mampu bertahan di area ini, peluang untuk kembali menguji US$79.000 hingga US$79.500 masih terbuka.
Namun, jika BTC gagal mempertahankan US$77.000, risiko koreksi menuju US$71.000 akan meningkat. Dalam skenario bearish yang lebih dalam, US$70.000 hingga US$68.000 menjadi area likuiditas berikutnya yang dapat diuji.
Di sisi atas, Bitcoin perlu menembus US$79.000 secara meyakinkan untuk mengurangi risiko rejection lanjutan. Jika harga mampu bergerak di atas level tersebut dengan dukungan ETF inflow dan data makro yang lebih dovish, momentum bullish dapat kembali menguat.
Untuk saat ini, outlook Bitcoin masih positif tetapi rapuh. ETF spot memberi dukungan, tetapi leverage yang tinggi membuat BTC rentan terhadap koreksi cepat menjelang rilis PCE, GDP, earnings Nvidia, dan Jackson Hole.
Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Kembali Menguat, Tembus $77.984
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

