XRP News
Analisa Harga XRP Hari Ini: Terus Tertekan, Akankah US$1,25 Jadi Titik Balik?
Harga XRP masih kesulitan bangkit meskipun aktivitas di jaringan XRP Ledger (XRPL) dilaporkan meningkat.
Harga XRP masih kesulitan bangkit meskipun aktivitas di jaringan XRP Ledger (XRPL) dilaporkan meningkat.
Hari ini, XRP berada di sekitar Rp23.343, turun 0,67% dalam 24 jam menurut catatan Tokocrypto pada Selasa (20/10).
Harga tersebut memang menunjukkan upaya bertahan, tetapi belum cukup kuat untuk mengubah arah tren yang melemah sejak awal Oktober.
Di pasar global, XRP bergerak di sekitar US$1,30. Tekanan terlihat dari riwayat tujuh hari terakhir, ketika harga turun dari kisaran US$1,37 pada 13 Oktober menjadi sekitar US$1,30 pada 19 Oktober.
Artinya, XRP telah kehilangan sekitar 5% nilainya dalam rentang tersebut. Data historis CoinGecko memperlihatkan bahwa pemulihan sesekali belum mampu membalikkan kecenderungan penurunan.
Tim Research Tokocrypto menilai XRP masih berada di bawah sejumlah rata-rata pergerakan jangka menengah dan panjang.
Di sisi lain, meningkatnya aktivitas transaksi XRPL di sekitar US$1,25 memunculkan dugaan bahwa area tersebut bisa menjadi dasar harga.
Masalahnya, aktivitas jaringan yang ramai tidak otomatis berarti permintaan terhadap token XRP ikut meningkat.
Apalagi, volume perdagangan di pasar lokal masih relatif tipis sehingga rebound saat ini belum dapat dianggap sebagai pembalikan tren.

Daftar Isi
Harga XRP Terjebak di Bawah Rp24.000
Berdasarkan data Tokocrypto, XRP diperdagangkan di Rp23.343 dengan harga tertinggi harian Rp23.725 dan terendah Rp23.200. Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar 26.528 XRP, setara sekitar Rp623 juta.
Angka volume tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Ketika harga mencoba pulih tetapi aktivitas perdagangan relatif terbatas, kenaikan berisiko kehilangan tenaga sebelum mampu melewati resistansi terdekat.
Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, tipisnya aktivitas di pasar lokal dapat membuat pergerakan harga lebih sensitif terhadap transaksi berukuran besar.
Untuk sementara, Rp23.200 menjadi pertahanan pertama yang harus dijaga.
Jika XRP mampu bertahan di atas area tersebut dan menembus Rp23.725, peluang pengujian zona Rp23.900–Rp24.000 akan terbuka.
Namun, selama harga belum berhasil merebut kembali rentang resistansi itu, XRP masih berisiko bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah.
Investor perlu membedakan pantulan jangka pendek dari pemulihan tren yang benar-benar terkonfirmasi.
Rebound Belum Mampu Membalikkan Tren
Perjalanan XRP selama tujuh hari terakhir memperlihatkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya berakhir.
Harga penutupan pasar global berada di sekitar US$1,37 pada 13 Oktober, kemudian turun ke US$1,33 pada 14 Oktober.
Setelah bergerak relatif stabil di kisaran US$1,33 pada 15 Oktober, XRP kembali melemah ke US$1,31 pada 16 Oktober dan sekitar US$1,29 pada 17 Oktober.
Pada 18 Oktober, XRP sempat pulih ke sekitar US$1,31 sebelum kembali bergerak ke kisaran US$1,30 pada 19 Oktober.
Data historis tersebut menunjukkan penurunan sekitar 5% dari penutupan 13 Oktober hingga 19 Oktober.
Pola tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi meskipun pembeli beberapa kali mencoba mengambil alih momentum.
XRP belum mampu bertahan di level yang lebih tinggi, sementara rata-rata pergerakan eksponensial atau EMA 50 hari dan EMA 200 hari masih berada di atas harga menurut analisis Tim Research Tokocrypto.
Kondisi itu membuat pemulihan XRP membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat. Kenaikan sesaat belum cukup untuk menyatakan tren telah berubah, terutama jika tidak disertai peningkatan volume dan kemampuan harga bertahan di atas resistansi.
Aktivitas XRPL Meningkat, tetapi Apakah XRP Ikut Diuntungkan?
Salah satu perkembangan yang menarik perhatian adalah laporan mengenai peningkatan aktivitas transaksi XRP Ledger di sekitar harga US$1,25.
Sejumlah laporan analisis juga menyebut nilai transfer yang mencapai US$49,7 miliar. Namun, angka tersebut perlu diperlakukan sebagai klaim yang dilaporkan, bukan fakta yang telah terverifikasi secara independen dalam analisis ini.
Nilai transfer jaringan juga tidak selalu sama dengan arus modal baru yang masuk ke XRP.
Peningkatan aktivitas XRPL dapat menunjukkan bahwa jaringan sedang digunakan untuk berbagai transaksi.
Akan tetapi, jumlah transaksi dan nilai transfer saja belum cukup untuk memastikan bahwa permintaan pasar terhadap XRP sebagai aset investasi ikut bertambah.
Aktivitas jaringan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk perpindahan aset antaralamat dan transaksi yang tidak selalu menghasilkan pembelian XRP di pasar terbuka.
Meski demikian, area US$1,25 tetap menarik untuk dipantau karena disebut sebagai zona tempat aktivitas jaringan meningkat sekaligus menjadi support utama dalam analisis teknikal.
Jika harga mampu bertahan di atas area itu, peluang pembentukan dasar harga masih terbuka. Sebaliknya, penembusan ke bawah akan melemahkan skenario pemulihan.
Sentimen pasar juga dipengaruhi arus dana ETF XRP yang dilaporkan mulai kehilangan momentum masuk. Pada saat bersamaan, posisi investor ritel disebut menunjukkan kecenderungan bullish.
Kedua sinyal ini memberikan gambaran yang beragam: optimisme sebagian pelaku pasar belum tentu cukup untuk menahan tekanan harga jika permintaan yang lebih luas belum kembali.
Rp22.800 Jadi Area Krusial, Bukan Sekadar Angka Support
Di pasar lokal, area Rp23.200 menjadi support terdekat berdasarkan titik terendah perdagangan 24 jam. Jika level ini ditembus, perhatian dapat beralih ke kisaran Rp22.800.
Area tersebut penting karena berdekatan dengan MA99 lokal di sekitar Rp22.841.
Dalam analisis Tim Research Tokocrypto, level tersebut juga berada di sekitar zona support global US$1,25, yang diperkirakan setara dengan Rp22.400-an.
Perbedaan angka rupiah ini wajar karena harga konversi bergantung pada kurs dan pasangan perdagangan yang digunakan.
Pertemuan beberapa acuan teknikal di area yang berdekatan sering disebut sebagai confluence.
Zona seperti ini dapat menjadi area penting untuk mengamati respons pembeli, tetapi bukan jaminan harga akan berbalik naik.
Jika tekanan jual cukup kuat untuk menembusnya, support yang terlihat berlapis pun dapat gagal bertahan.
Di sisi atas, resistansi awal berada di Rp23.725, kemudian Rp23.900–Rp24.000 yang berkaitan dengan area US$1,33–US$1,34 dan EMA 100 hari menurut analisis riset.
Jika XRP mampu melewati zona tersebut dan mempertahankan penutupan harian di atas US$1,33–US$1,34, peluang rebound akan terlihat lebih meyakinkan.
Resistansi berikutnya berada di Rp24.600–Rp24.800, sejalan dengan area US$1,37–US$1,38 yang berdekatan dengan EMA 50 dan EMA 200 hari.
Baca Juga: Analisa Harga XRP Hari Ini Naik 1,35%, Kembali Menguji Area $1,50
Prospek XRP: Rebound atau Lanjut Terperosok?
Dalam waktu dekat, XRP menghadapi ujian di dua sisi.
Aktivitas XRPL yang dilaporkan meningkat memberi alasan untuk memantau kemungkinan pembentukan dasar harga, tetapi tren penurunan, posisi di bawah rata-rata pergerakan, dan volume lokal yang tipis masih menjadi hambatan.
Jika XRP mampu mempertahankan Rp23.200, menembus Rp23.725, lalu bergerak melewati US$1,33–US$1,34 dengan penutupan harian yang kuat, skenario pemulihan akan semakin terbuka.
Namun, jika harga turun di bawah US$1,25 di pasar global, tesis rebound kehilangan pijakan dan tekanan lanjutan perlu diantisipasi.
Untuk saat ini, XRP belum memberikan sinyal kuat bahwa tren turun telah berakhir.
Aktivitas jaringan yang meningkat patut dicermati, tetapi konfirmasi tetap harus datang dari pergerakan harga dan volume.
Tanpa keduanya, rebound berisiko hanya menjadi jeda singkat sebelum pasar menentukan arah berikutnya.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Academy6 days agoApa Itu $NBIS? Perusahaan Penyedia Cloud Computing untuk AI
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Naik 2,38% ke $83.149, Bitcoin Rebound dari Tekanan Jual
-
Bitcoin News5 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Anjlok 3,13% ke $81.097, Bitcoin Terancam Koreksi Lebih Dalam
-
Altcoin News6 days agoTokenisasi Saham Makin Panas, Harga BABAB Berpeluang Lanjut Reli?

