Connect with us

Solana News

Analisa Harga Solana Hari Ini: Bertahan di Rp1,87 Juta, Upgrade Alpenglow Jadi Penentu Arah SOL

Harga Solana hari ini turun tipis ke Rp1,87 juta menjelang upgrade Alpenglow. Simak riwayat harga 7 hari, level support, resistansi, dan prospek SOL.

Tivan

Published

on

Solana

Harga Solana (SOL) menunjukkan ketahanan relatif di tengah pelemahan sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar.

Hari ini, SOL diperdagangkan di Rp1.874.740, turun tipis 0,26% dalam 24 jam. Pergerakan ini membuat Solana terlihat lebih stabil dibandingkan Bitcoin, Ethereum, dan XRP yang mengalami tekanan lebih dalam pada periode pengamatan.

Meski demikian, ketahanan harga tersebut belum cukup untuk mengonfirmasi dimulainya reli baru. SOL masih berada jauh di bawah puncak terbarunya di sekitar Rp2,22 juta dan belum berhasil merebut kembali rata-rata pergerakan jangka pendek MA25.

Dalam tujuh hari terakhir, harga Solana di pasar global juga cenderung melemah, memperlihatkan bahwa momentum pemulihan masih membutuhkan dorongan baru.

Perhatian pasar kini tertuju pada upgrade jaringan Alpenglow yang dijadwalkan mulai aktif di mainnet pada 21 Oktober 2026.

Pembaruan konsensus tersebut menargetkan pemangkasan waktu finalitas transaksi dari sekitar 12,8 detik menjadi kurang lebih 150 milidetik.

Namun, menjelang aktivasi, CoinDesk melaporkan bahwa pergerakan SOL masih berada di area teknikal penting yang dapat menentukan apakah harga mampu rebound atau justru melanjutkan koreksi.

Baca Juga: Analisa Harga Solana Hari Ini: Gagal Pertahankan $123, SOL Kehilangan Momentum

Harga SOL Menempel di MA7, Support Rp1,87 Juta Jadi Perhatian

Sementara itu, Tokocrypto mencatat harga SOL di Rp1.874.740, dengan level tertinggi harian Rp1.908.958 dan terendah Rp1.870.000. Volume perdagangan mencapai 1.181,75 SOL atau setara sekitar Rp2,2 miliar.

Harga saat ini hampir identik dengan MA7 di Rp1.874.812. Posisi tersebut menunjukkan bahwa SOL sedang berada di area penentuan momentum jangka pendek.

Selisih harga dengan rata-rata tujuh hari yang sangat tipis membuat arah pergerakan berikutnya penting untuk diperhatikan, terutama apakah pembeli mampu mempertahankan support atau tekanan jual kembali meningkat.

Selama harga bertahan di atas Rp1.870.000, peluang konsolidasi masih terbuka. Namun, apabila level tersebut ditembus secara meyakinkan, perhatian pasar dapat beralih ke zona US$100 di pasar global atau setara Rp1,80 juta.

Jika SOL jatuh di bawah US$100, skenario rebound jangka pendek akan semakin lemah. Area berikutnya yang perlu diperhatikan adalah MA99 lokal di sekitar Rp1.701.443, berdekatan dengan zona support global US$92,5–US$96.

Riwayat Harga Tujuh Hari Menunjukkan Momentum Belum Pulih

Pergerakan Solana selama tujuh hari terakhir memperlihatkan tekanan yang belum sepenuhnya mereda.

Data historis pasar global menunjukkan SOL ditutup di sekitar US$106,75 pada 13 Oktober, sebelum bergerak turun ke US$104,19 pada 14 Oktober.

Harga sempat kembali ke US$105,34 pada 15 Oktober, lalu melemah ke US$104,32 pada 16 Oktober dan US$103,36 pada 17 Oktober.

SOL kemudian bergerak ke sekitar US$104 pada 18 Oktober dan US$104,98 pada 19 Oktober. Dengan membandingkan penutupan 13 Oktober dan 19 Oktober, harga turun sekitar 1,7%.

Pergerakan tersebut menunjukkan SOL masih berusaha membangun pijakan setelah terkoreksi dari level yang lebih tinggi.

Meski harga sempat memantul, pemulihannya belum cukup kuat untuk mengembalikan momentum ke zona bullish. Di pasar global, area US$107–US$110 masih menjadi penghalang penting bagi pembeli.

Sejumlah analisis teknikal juga menggambarkan RSI yang relatif lemah dan momentum netral hingga bearish selama SOL bertahan di bawah rentang tersebut.

Artinya, kenaikan harga masih perlu dikonfirmasi melalui penembusan resistansi, bukan hanya pantulan sesaat dari support.

Upgrade Alpenglow Jadi Katalis Utama Solana

Katalis yang paling dinantikan adalah aktivasi Alpenglow pada 21 Oktober.

Menurut Solana Foundation, upgrade konsensus ini dirancang untuk mengubah cara validator Solana mencapai kesepakatan mengenai transaksi dan blok.

Targetnya adalah memangkas waktu finalitas dari sekitar 12,8 detik menjadi kurang lebih 150 milidetik, meskipun performa aktual tetap bergantung pada kondisi jaringan setelah aktivasi.

Finalitas merupakan tahap ketika transaksi dianggap sudah final dan tidak dapat dibatalkan melalui proses konsensus normal.

Jika target Alpenglow tercapai, peningkatan ini berpotensi membuat penyelesaian transaksi lebih cepat dan meningkatkan pengalaman untuk aplikasi pembayaran, perdagangan, serta layanan berbasis blockchain.

Meski demikian, jadwal aktivasi bukan jaminan bahwa harga SOL akan langsung naik.

Pengumuman yang sudah diketahui pasar dapat lebih dahulu tercermin dalam harga, sementara pelaksanaan upgrade masih membawa risiko volatilitas.

Perubahan pada cara validator mengirimkan suara juga berpotensi memengaruhi jumlah transaksi yang tercatat, sehingga perubahan angka transaksi mentah tidak selalu berarti aktivitas pengguna ikut naik atau turun.

Karena itu, respons harga setelah aktivasi dan kestabilan jaringan akan menjadi bagian penting untuk menilai apakah katalis tersebut mampu memperkuat sentimen pasar.

Samsung Wallet dan Aktivitas Jaringan Menambah Prospek Ekosistem

Selain Alpenglow, adopsi Solana untuk pembayaran digital juga mendapat perhatian.

Samsung mengumumkan rencana menghadirkan dukungan transfer stablecoin USDC melalui Samsung Wallet dan Samsung Pay bagi pengguna Galaxy yang memenuhi syarat di Amerika Serikat mulai pekan terakhir Oktober 2026.

Dalam laporan Samsung Newsroom, fitur tersebut dirancang untuk mendukung transfer lintas negara dengan jalur konversi ke mata uang lokal.

Integrasi ini berpotensi memperluas akses penggunaan stablecoin melalui aplikasi dompet yang sudah dikenal pengguna.

Bagi Solana, dukungan tersebut dapat menjadi perkembangan positif untuk utilitas jaringan, khususnya dalam pembayaran dan pengiriman dana.

Tim Research Tokocrypto juga menyoroti aktivitas jaringan pada kuartal III yang mencapai 8,92 miliar transaksi.

Angka ini menjadi konteks bagi perkembangan penggunaan Solana, meskipun jumlah transaksi saja belum cukup untuk mengukur pertumbuhan pengguna aktif atau besarnya permintaan terhadap token SOL.

Dengan demikian, perkembangan ekosistem memberi alasan untuk memantau Solana dalam jangka panjang.

Namun, pengaruhnya terhadap harga tetap bergantung pada penggunaan nyata, kondisi pasar, dan kemampuan permintaan menyerap tekanan jual.

Support dan Resistansi SOL yang Perlu Dipantau

Dalam jangka pendek, Tim Research Tokocrypto menilai Rp1.870.000 menjadi support terdekat berdasarkan titik terendah perdagangan 24 jam.

Jika SOL mampu bertahan dan kembali menembus Rp1.908.958, peluang pemulihan menuju Rp1,94 juta–Rp1,98 juta akan terbuka.

Rentang tersebut sejalan dengan area resistansi global US$107,5–US$110. Di atasnya, level sekitar Rp2,02 juta atau area US$110–US$114 menjadi zona penting untuk menguji pemulihan momentum menuju MA25.

Penutupan harian di atas US$110 dapat menjadi konfirmasi yang lebih meyakinkan bahwa tekanan bearish mulai berkurang.

Sebaliknya, penembusan US$100 di pasar global akan melemahkan skenario rebound.

Jika tekanan jual berlanjut, zona US$92,5–US$96 dan MA99 lokal Rp1.701.443 menjadi area berikutnya yang perlu diperhatikan.

Prospek Harga Solana: Menunggu Konfirmasi Alpenglow

Harga Solana saat ini relatif lebih tahan dibandingkan sejumlah aset kripto besar, tetapi ketahanan tersebut belum menandakan pembalikan tren.

Posisi SOL yang menempel pada MA7, masih di bawah MA25, dan berada di sekitar pivot US$100–US$104 menunjukkan bahwa pasar sedang menunggu pemicu yang lebih kuat.

Aktivasi Alpenglow pada 21 Oktober berpotensi meningkatkan volatilitas karena investor akan menilai pelaksanaan upgrade dan dampaknya terhadap jaringan.

Dukungan transfer USDC melalui Samsung Wallet juga dapat memperkuat prospek penggunaan Solana, tetapi belum menjamin kenaikan harga dalam waktu dekat.

Untuk sementara, SOL perlu mempertahankan Rp1.870.000 dan menembus Rp1.908.958 agar peluang pemulihan jangka pendek semakin terbuka.

Di pasar global, penutupan harian di atas US$110 akan menjadi sinyal penting bagi kembalinya momentum.

Sebaliknya, penurunan tegas di bawah US$100 dapat menggugurkan skenario rebound dan membawa perhatian pasar ke zona support yang lebih rendah.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending