Market
Eksploit Bridge Crypto Oktober 2026: Cysic, ASI Alliance, dan WAX Diretas
Serangan terhadap infrastruktur cross-chain bridge dilaporkan menyumbang 82% dari total kerugian eksploit DeFi sepanjang bulan ini.
Oktober 2026 menjadi salah satu periode terburuk bagi keamanan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Serangan terhadap infrastruktur cross-chain bridge dilaporkan menyumbang 82% dari total kerugian eksploit DeFi sepanjang bulan ini, di tengah meningkatnya risiko pada sistem yang menghubungkan berbagai jaringan blockchain.
Menurut laporan Startup Fortune, kerugian eksploit DeFi mencapai US$718 juta dari 11 insiden, berdasarkan data Chainalysis yang dikutip Blockworks. Angka tersebut menjadikan Oktober sebagai bulan termahal bagi DeFi hingga periode pelaporan tersebut.
Daftar Isi
1. Mengapa bridge menjadi target serangan?
Cross-chain bridge memungkinkan pengguna memindahkan aset antarjaringan blockchain. Namun, mekanisme ini dapat melibatkan kontrak pintar, sistem validasi transaksi, serta kunci penandatangan yang mengotorisasi perpindahan atau penerbitan token.
Jika salah satu komponen tersebut berhasil dieksploitasi, penyerang dapat menarik aset tanpa jaminan yang sesuai atau menerbitkan token secara tidak sah.
Baca juga: 5 Penipuan Kripto yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya
2. Cysic: Penyerang mencetak 10 juta CYS tanpa izin
Pada 17 Oktober 2026, Cysic mengalami eksploitasi yang memungkinkan penyerang mencetak 10 juta token CYS secara tidak sah di BNB Chain. Menurut laporan The Block, penyerang menjual sekitar 7,2 juta CYS dan memindahkan hasilnya senilai sekitar US$727.000 ke Ethereum.
Investigasi awal menunjukkan adanya akses tidak sah ke basis data yang digunakan layanan pendukung bridge serta penyalahgunaan logika pemrosesan pesan. Cysic kemudian menangguhkan bridge dan memasukkan alamat penyerang ke daftar blokir sehingga sekitar 2,8 juta CYS yang tersisa tidak dapat dipindahkan.
Cysic menyatakan insiden tersebut terbatas pada pemrosesan pesan bridge dan mekanisme pencetakan token, tanpa memengaruhi mainnet maupun aset pengguna yang sudah tersimpan di dompet mereka.
3. ASI Alliance: Kunci penandatangan bridge dikompromikan
Kasus lain menimpa ekosistem ASI Alliance pada 19–20 September 2026. Insiden ini melibatkan kunci otorisasi bridge yang dikompromikan, sehingga penyerang dapat menarik FET dan menerbitkan token AGIX, NTX, serta WMTx secara tidak sah.
Analisis Blockchain Breaches memperkirakan nilai token yang dikuasai penyerang mencapai sekitar US$16,77 juta. Namun, angka tersebut merupakan estimasi nilai kepemilikan token, bukan seluruhnya dana yang berhasil dicairkan.
Insiden ASI Alliance perlu dicatat sebagai konteks tambahan, bukan kejadian baru pada Oktober. Kasus ini menunjukkan bahwa keamanan kunci otorisasi dan sistem konversi token sama pentingnya dengan keamanan kode kontrak pintar.
4. WAX Multi-Chain Bridge: Bug memungkinkan penarikan tanpa pembayaran
Pada 22 Oktober 2026, WAX Multi-Chain Bridge dieksploitasi melalui celah logika pada fungsi penarikan. Berdasarkan analisis SlowMist, kerugian diperkirakan mencapai US$90.500.
Celah tersebut memungkinkan penyerang memasukkan nilai biaya negatif sehingga saldo tidak terpotong sebagaimana mestinya, sementara sistem bridge tetap memproses pelepasan aset di jaringan tujuan, termasuk Solana dan Ethereum.
Insiden ini memperlihatkan bahwa kesalahan validasi parameter sederhana dapat berdampak besar ketika mekanisme pencatatan dan pelepasan aset tidak saling memverifikasi secara memadai.
5. Bridge menyumbang 82% kerugian DeFi pada Oktober
Dominasi serangan terhadap bridge menegaskan bahwa risiko keamanan DeFi tidak hanya berasal dari peretasan dompet atau eksploitasi protokol pinjaman. Infrastruktur penghubung blockchain juga menjadi titik kritis karena harus menjaga konsistensi aset dan transaksi di beberapa jaringan sekaligus.
Kompleksitas tersebut meningkatkan risiko ketika validasi, pengelolaan kunci, atau pemrosesan pesan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Meski begitu, angka kerugian dan persentase insiden dapat berubah seiring pembaruan investigasi.
6. Cara melindungi aset saat menggunakan bridge
Pengguna dapat mengurangi risiko dengan beberapa langkah berikut:
- Pilih bridge dengan rekam jejak keamanan dan audit independen yang dapat diverifikasi.
- Hindari menyimpan aset dalam jumlah besar di bridge atau kontrak perantara untuk jangka panjang.
- Lakukan transfer percobaan dengan nominal kecil sebelum memindahkan aset dalam jumlah besar.
- Periksa pengumuman resmi mengenai insiden, penghentian layanan, dan pemulihan bridge sebelum bertransaksi.
- Diversifikasikan penyimpanan aset sesuai kebutuhan dan tingkat risiko yang dapat diterima.
Panduan tambahan dapat dibaca dalam artikel tips menghindari penipuan kripto. Pengguna stablecoin juga perlu memahami bahwa kestabilan harga tidak menghilangkan risiko kehilangan aset akibat eksploitasi infrastruktur, sebagaimana dijelaskan dalam artikel apa itu stablecoin.
Kesimpulan
Rangkaian eksploitasi bridge menunjukkan bahwa keamanan infrastruktur lintas blockchain menjadi tantangan penting bagi industri DeFi. Kasus Cysic dan WAX pada Oktober 2026 memperlihatkan bagaimana celah pemrosesan pesan maupun validasi transaksi dapat membuka jalan bagi penarikan aset tanpa otorisasi yang semestinya.
Bagi pengguna, langkah paling penting adalah memilih layanan secara cermat, membatasi jumlah aset yang terpapar, serta memantau pengumuman keamanan sebelum melakukan transfer. Risiko pada bridge bukan berarti seluruh aset kripto tidak aman, tetapi menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap infrastruktur yang digunakan.
Baca Juga: Apa itu Stablecoin USAT? Stablecoin Baru Tether yang Patuhi Regulasi AS
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat saat IHSG Anjlok 5,1%, Investor Menahan Panik
-
Market6 days agoIHSG Anjlok, OJK dan SRO Gelar Dialog dengan Pelaku Pasar, Bagaimana Dampaknya ke Kripto?
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Bertahan di US$82.000, ETF Outflow Bayangi Peluang Rebound
-
Market5 days agoOJK Dorong Pajak Kripto Terbaru Turun Jadi 0,1%, Trader Bisa Hemat Rp11 Ribu per Rp10 Juta

