Market
Initia Hentikan Jaringan Setelah Eksploit AUSD Tanpa Jaminan
Salah satu pendiri Initia, Ezaan Mangalji, menyebut temuan awal mengarah pada kerentanan pada implementasi MoveVM di jaringan tersebut.
Jaringan blockchain Initia dan seluruh rollup-nya masih dihentikan sementara setelah insiden keamanan yang memungkinkan penyerang mencetak token tanpa jaminan dan memindahkan aset kripto senilai sekitar US$2,73 juta ke jaringan Ethereum.
Berdasarkan laporan The Block, salah satu pendiri Initia, Ezaan Mangalji, menyebut temuan awal mengarah pada kerentanan pada implementasi MoveVM di jaringan tersebut. Insiden ini dilaporkan terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2026, sebelum tim Initia menghentikan operasional jaringan.
1. Penyerang Diduga Mencetak AUSD Tanpa Jaminan
Menurut laporan Altcoin Buzz, penyerang mencetak sekitar 2 juta token AUSD tanpa jaminan melalui transaksi yang memanfaatkan celah pada MoveVM.
Kerentanan tersebut diduga memungkinkan penyerang melewati mekanisme pemeriksaan tertentu dan membuat token tanpa proses yang seharusnya mendukung penerbitannya. Initia menyebut temuan awal sebagai kerentanan yang sebelumnya belum diketahui atau day-zero bug.
Tim Initia juga menyatakan bahwa temuan awal tersebut tidak berdampak pada token native INIT. Meski demikian, penyelidikan mengenai cakupan dampak insiden masih berlangsung.
2. Aset Kripto Senilai US$2,73 Juta Dipindahkan ke Ethereum
Analisis on-chain yang dikutip Cointelegraph menunjukkan bahwa penyerang memindahkan sekitar 1,4 juta AUSD, 105 ETH, dan 1,08 juta USDC dari Initia ke Ethereum.
Aset tersebut kemudian dikonsolidasikan menjadi sekitar 1.135,5 ETH, dengan nilai diperkirakan mencapai US$2,73 juta pada saat pelacakan.
Sementara itu, investigasi Bitquery menemukan bahwa dana yang berhasil keluar berasal dari cadangan aset pada layanan lintas jaringan atau bridge. Temuan ini menunjukkan bahwa pencetakan token tanpa jaminan dapat menimbulkan kerugian pada aset riil yang tersimpan sebagai cadangan untuk mendukung transfer lintas blockchain.
3. Jaringan Initia Masih Ditangguhkan
Hingga 26 Oktober 2026, Initia belum mengumumkan jadwal pasti untuk mengaktifkan kembali jaringan Layer 1 dan seluruh rollup-nya.
Dalam laporan Unchained, tim Initia disebut masih berkoordinasi dengan tim keamanan, validator, dan bursa kripto untuk mengidentifikasi dampak insiden serta menyiapkan perbaikan.
Penghentian jaringan membuat aktivitas pada Layer 1 dan rollup terkait belum dapat berjalan normal. Kepastian mengenai pemulihan layanan, potensi pemulihan aset, serta dampak terhadap pengguna masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
4. Eksploit Initia Menambah Risiko Keamanan Kripto pada Oktober 2026
Kasus Initia kembali menyoroti risiko keamanan dalam ekosistem blockchain, khususnya pada mekanisme penerbitan token dan layanan lintas jaringan.
Berbeda dari eksploit yang secara langsung menargetkan kerentanan pada bridge, insiden ini diduga bermula dari celah pada implementasi MoveVM yang memungkinkan pencetakan token tanpa jaminan. Token tersebut kemudian digunakan untuk menarik aset riil melalui mekanisme lintas jaringan.
Perkembangan kasus ini perlu dipantau melalui pengumuman resmi Initia, hasil audit kerentanan, serta pembaruan mengenai pemulihan jaringan dan pelacakan dana.
Bagi pengguna, insiden ini menjadi pengingat bahwa keamanan suatu ekosistem tidak hanya bergantung pada token yang diperdagangkan, tetapi juga pada mekanisme penerbitan aset, cadangan yang mendukungnya, dan infrastruktur yang menghubungkan berbagai blockchain.
Baca juga: Eksploit Bridge Crypto Oktober 2026: Cysic, ASI Alliance, dan WAX Diretas
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Bertahan di US$82.000, ETF Outflow Bayangi Peluang Rebound
-
Crypto6 days agoAnalisa Harga Ethereum Hari Ini: Turun ke Rp 42,9 Juta, Arus Keluar ETF Bayangi Peluang Cuan
-
Market5 days agoOJK Dorong Pajak Kripto Terbaru Turun Jadi 0,1%, Trader Bisa Hemat Rp11 Ribu per Rp10 Juta
-
Crypto6 days agoAnalisa Harga Solana Hari Ini: Bertahan di Rp1,87 Juta, Upgrade Alpenglow Jadi Penentu Arah SOL

