Connect with us

Altcoin News

AAVE Anjlok 10% Usai Dugaan Hack $292 Juta, Risiko DeFi Disorot

Tim Research Tokocrypto menjelaskan insiden ini menegaskan kembali risiko inheren dalam ekosistem DeFi, khususnya pada integrasi antar protokol dan penggunaan aset.

Tivan

Published

on

Aave

Token AAVE mengalami penurunan tajam lebih dari 10% setelah muncul laporan dugaan peretasan besar yang melibatkan KelpDAO. Insiden ini diperkirakan menyebabkan kerugian hingga sekitar $292 juta melalui skema minting dan borrowing yang kompleks.

Berdasarkan investigasi awal, pelaku diduga mencetak (mint) rsETH dalam jumlah besar, mencapai sekitar $280–$300 juta. Token tersebut kemudian digunakan sebagai jaminan di protokol Aave V3 untuk meminjam ETH dan WETH dalam jumlah signifikan. Dana hasil eksploitasi kemudian dialirkan melalui Tornado Cash untuk menyamarkan jejak transaksi.

Baca juga: AAVE Anjlok 81%, Kembali ke Level Era Bear Market, Sinyal Bahaya?

Potensi Bad Debt Ancam Aave V3

Dikutip Coingape, data on-chain menunjukkan sekitar 116.500 rsETH berhasil ditarik oleh pelaku, dengan nilai mendekati $292 juta. Dampak dari insiden ini berpotensi menciptakan bad debt hingga $177 juta di protokol Aave V3.

Sebagai respons, KelpDAO telah menghentikan sementara kontrak rsETH di berbagai jaringan untuk melakukan investigasi. Tim menyatakan sedang bekerja sama dengan pihak terkait, termasuk LayerZero dan auditor keamanan, untuk menelusuri akar masalah.

Sementara itu, pihak Aave menegaskan bahwa protokol mereka tidak diretas secara langsung, melainkan terdampak oleh eksploitasi pada aset rsETH. Aave juga telah membekukan market terkait rsETH dan menyatakan akan mencari solusi jika terjadi kerugian sistemik.

Harga AAVE dan ETH Tertekan

Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Minggu, 19 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Minggu, 19 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

Reaksi pasar terhadap insiden ini berlangsung cepat. Harga AAVE turun sekitar 10% ke kisaran $105, mencerminkan aksi jual akibat kepanikan investor. Ethereum (ETH) juga mengalami tekanan dengan penurunan sekitar 3% dalam periode yang sama.

Kasus ini menambah daftar insiden keamanan di sektor decentralized finance (DeFi), yang kembali menjadi sorotan terkait risiko smart contract, integrasi lintas protokol, serta pengelolaan jaminan aset.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan insiden ini menegaskan kembali risiko inheren dalam ekosistem DeFi, khususnya pada integrasi antar protokol dan penggunaan aset turunan seperti liquid restaking token. Meskipun Aave tidak mengalami eksploitasi langsung, keterkaitan dengan aset pihak ketiga tetap dapat menimbulkan dampak sistemik.

“Selain itu, potensi bad debt menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi kepercayaan pasar terhadap protokol lending. Transparansi, manajemen risiko, serta audit keamanan yang ketat menjadi elemen krusial dalam menjaga stabilitas ekosistem DeFi ke depan,” katanya.

Baca juga: Harga AAVE Hari Ini: Update, Grafik, dan Faktor yang Mempengaruhi


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending