Connect with us

Bitcoin News

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 3,87% ke US$77.672, Ini Penyebabnya

Analisa harga BTC hari ini menyoroti Bitcoin yang kembali berada di bawah tekanan jual pada perdagangan Sabtu, 29 Agustus 2026.

Tivan

Published

on

Bitcoin

Analisa harga BTC hari ini menyoroti Bitcoin yang kembali berada di bawah tekanan jual pada perdagangan Sabtu, 29 Agustus 2026.

Setelah sempat menguat hingga menembus area US$81.000 dalam beberapa hari terakhir, harga BTC kini terkoreksi tajam ke US$77.672,83.

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa reli Bitcoin menuju level US$80.000 belum sepenuhnya mendapatkan pijakan yang kuat.

Berdasarkan data terbaru, Bitcoin turun 3,87% dalam 24 jam terakhir. Harga BTC bahkan sempat menyentuh level terendah US$76.909,35 sebelum sedikit mengalami pemulihan. Di sisi lain, level tertinggi dalam 24 jam tercatat US$81.346,96.

Koreksi ini terjadi setelah Bitcoin sebelumnya menikmati reli cukup agresif sepanjang Agustus. Dalam 30 hari terakhir, BTC masih mencatat kenaikan sekitar 21,94%, sedangkan dalam 60 hari terakhir penguatannya mencapai 30,07%.

Artinya, penurunan hari ini lebih terlihat sebagai koreksi setelah kenaikan besar daripada perubahan tren jangka panjang yang sudah sepenuhnya terkonfirmasi.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Kembali Menguat, Tembus $77.984

Bitcoin Tertekan Setelah Gagal Bertahan di Atas US$80.000

Salah satu faktor utama penurunan Bitcoin hari ini adalah kegagalan harga mempertahankan area psikologis US$80.000.

Bitcoin sempat mencapai sekitar US$81.300 sebelum tekanan jual kembali muncul.

Area US$81.000-US$86.000 sebelumnya memang dipandang sebagai zona resistensi penting karena terdapat konsentrasi pemegang Bitcoin yang berada di sekitar harga impas dan berpotensi melakukan aksi ambil untung ketika harga kembali ke zona tersebut.

Ketika BTC gagal melanjutkan kenaikan di atas US$81.000, sebagian trader mulai mengamankan keuntungan. Tekanan tersebut kemudian semakin besar setelah harga kehilangan US$80.000 sebagai level psikologis.

Dengan kondisi tersebut, penurunan menuju US$77.000 menjadi relatif cepat karena pasar kripto memiliki tingkat leverage yang tinggi.

Pidato Ketua The Fed Menjadi Pemicu Utama

Faktor makroekonomi menjadi katalis paling penting di balik pelemahan Bitcoin kali ini.

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memberikan pidato di Jackson Hole yang dinilai lebih hawkish daripada ekspektasi sebagian pelaku pasar.

Warsh menekankan bahwa inflasi masih menjadi persoalan dan stabilitas harga tetap menjadi prioritas utama The Fed.

Pernyataan tersebut kembali memunculkan kekhawatiran bahwa kebijakan moneter Amerika Serikat dapat tetap ketat lebih lama.

Bagi Bitcoin, perubahan ekspektasi terhadap suku bunga menjadi sangat penting.

Ketika pasar mulai memperkirakan kebijakan moneter yang lebih ketat, aset berisiko seperti saham teknologi dan cryptocurrency cenderung menghadapi tekanan karena investor menjadi lebih selektif terhadap aset dengan volatilitas tinggi.

Situasi tersebut juga terlihat di pasar keuangan yang lebih luas. Reuters melaporkan bahwa arus dana saham global mengalami pembalikan setelah periode panjang inflow, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang sejumlah agenda ekonomi penting.

Efek Leverage Memperbesar Penurunan BTC

Penurunan Bitcoin juga tidak hanya berasal dari aksi jual di pasar spot. Posisi leverage di pasar derivatif ikut mempercepat koreksi.

Ketika BTC jatuh dari area US$80.000, posisi long dengan leverage tinggi mulai terkena likuidasi.

Posisi yang terpaksa ditutup tersebut kemudian menghasilkan tambahan tekanan jual sehingga penurunan harga berlangsung lebih cepat.

Laporan pasar mencatat bahwa pergerakan setelah pidato Warsh memicu likuidasi besar di pasar kripto. Salah satu laporan memperkirakan sekitar US$488 juta posisi kripto mengalami likuidasi, dengan lebih dari US$360 juta berasal dari posisi long.

Dengan kata lain, penurunan Bitcoin hari ini merupakan kombinasi antara aksi ambil untung, perubahan sentimen makro dan efek domino dari posisi leverage.

Bitcoin Masih Mencatat Kenaikan Bulanan yang Besar

Meskipun koreksi hari ini cukup dalam, struktur kenaikan Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir belum otomatis berubah menjadi bearish.

Data Tokocrypto pada Sabtu (29/8) menunjukkan harga Bitcoin masih menguat 21,94% dalam 30 hari dan 30,07% dalam 60 hari. Bahkan, kenaikan dalam 90 hari masih berada di sekitar 4,95%.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa Bitcoin sedang mengalami fase konsolidasi setelah reli yang cukup agresif.

Sebelumnya, harga BTC mendapatkan dorongan dari melemahnya dolar AS, perubahan sentimen terhadap kebijakan Treasury Amerika Serikat dan meningkatnya minat terhadap Bitcoin sebagai aset alternatif.

Karena itu, koreksi sebesar 3%-4% setelah kenaikan besar belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tren bullish telah berakhir.

US$76.900 Menjadi Level yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi teknikal, area US$76.900 menjadi perhatian penting dalam jangka pendek karena merupakan level terendah Bitcoin dalam 24 jam terakhir.

Jika tekanan jual berlanjut dan BTC menembus level tersebut secara meyakinkan, risiko pelemahan menuju area support berikutnya akan meningkat.

Sebaliknya, apabila Bitcoin mampu bertahan di sekitar US$77.000 dan kembali merebut US$80.000, koreksi saat ini berpotensi hanya menjadi pullback sementara.

Level US$81.000 juga kembali menjadi penghalang penting.

Bitcoin sebelumnya gagal mempertahankan kenaikan di sekitar US$81.500, sementara analisis Glassnode yang dikutip The Block menempatkan zona US$81.000-US$86.000 sebagai area dengan pasokan Bitcoin yang cukup besar.

Artinya, Bitcoin membutuhkan arus permintaan baru yang kuat untuk dapat menembus zona tersebut dan melanjutkan reli menuju level yang lebih tinggi.

Kapitalisasi Pasar Bitcoin Turun ke US$1,56 Triliun

Seiring dengan penurunan harga, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di sekitar US$1,559 triliun.

Volume perdagangan 24 jam tercatat US$38,58 miliar dengan jumlah Bitcoin yang beredar sekitar 20,08 juta BTC.

Dengan suplai maksimum 21 juta BTC, sekitar 95,60% dari total suplai maksimum Bitcoin telah berada dalam peredaran.

Harga BTC saat ini juga masih sekitar 38% di bawah rekor tertingginya di US$126.198,07. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun reli Agustus cukup kuat, Bitcoin masih membutuhkan kenaikan signifikan untuk kembali mendekati level all-time high.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Nyaris Flat di $63.052, BTC Terjebak Fase Konsolidasi

Berdasarkan analisa harga BTC hari ini, penurunan Bitcoin sebesar 3,87% ke US$77.672,83 terutama dipicu oleh kombinasi kegagalan menembus area US$81.000-US$81.500, aksi ambil untung setelah reli besar, meningkatnya kekhawatiran terhadap kebijakan moneter The Fed setelah pidato hawkish Kevin Warsh di Jackson Hole, serta likuidasi posisi leverage di pasar derivatif.

Untuk jangka pendek, area US$76.900 menjadi level penting yang perlu dipertahankan. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area tersebut dan kembali merebut US$80.000, koreksi masih dapat dianggap sebagai fase pendinginan setelah reli.

Namun, apabila tekanan jual terus meningkat dan BTC kehilangan support US$76.900, risiko koreksi yang lebih dalam akan terbuka.

Sebaliknya, keberhasilan kembali menembus US$81.000 dapat menjadi sinyal bahwa pembeli mulai mengambil alih kembali momentum pasar.

Dengan demikian, pergerakan Bitcoin hari ini lebih tepat dibaca sebagai ujian terhadap kekuatan reli Agustus.

Pasar kini menunggu apakah koreksi tersebut hanya aksi ambil untung sementara atau menjadi awal perubahan tren setelah Bitcoin gagal mempertahankan level US$80.000.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending