Bitcoin News
CEO CryptoQuant: Bear Market Bitcoin Bisa Berlanjut hingga 2027
CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, memperingatkan bahwa bear market Bitcoin bisa berlanjut hingga awal 2027.
Tim Research Tokocrypto mengatakan Bitcoin juga disebut turun dalam ranking aset global berdasarkan kapitalisasi pasar.
CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, memperingatkan bahwa bear market Bitcoin bisa berlanjut hingga awal 2027. Ia menyebut sinyal on-chain menunjukkan bahwa fase penurunan saat ini belum selesai.
Peringatan ini muncul saat Bitcoin masih berkonsolidasi di sekitar US$73.000, di tengah tekanan makro, meningkatnya likuidasi, inflasi AS yang kembali panas, dan ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.
Daftar Isi
Profit-Taking Cascade Jadi Sinyal Bear Market Panjang
Dikutip Coingape, Ki Young Ju menjelaskan bahwa ketika profit-taking cascade terjadi, profit and loss investor Bitcoin biasanya turun selama sekitar 18 bulan.
Menurutnya, perubahan tren sudah dimulai sejak Oktober 2025. Jika pola historis kembali terulang, bear market Bitcoin dapat berlangsung hingga awal 2027.
Ia juga menegaskan bahwa tren belum menunjukkan pemulihan. Menurutnya, tren baru akan berubah ketika unrealized profits naik dan realized profits turun. Saat ini, kondisi tersebut belum terlihat.
Baca juga: Adam Back Peringatkan Altcoin dan Meme Coin Bisa Menuju Nol
CryptoQuant PnL Index Tunjukkan Sinyal Lemah
Ki Young Ju menggunakan CryptoQuant PnL Index Signal untuk mendukung pandangannya. Indikator ini mengukur siklus profitabilitas investor Bitcoin menggunakan moving average 365 hari.
Grafik tersebut menunjukkan bahwa indikator mulai berbalik setelah mencapai puncak pada 2025. Pola serupa pernah muncul sebelum bear market panjang pada 2014, 2018, dan 2022.
Dalam siklus sebelumnya, penurunan tajam pada indikator ini biasanya terjadi saat profit investor melemah dan harga Bitcoin masuk fase koreksi panjang.
Likuidasi Long Trader Meningkat
Tekanan di pasar derivatif juga ikut memperkuat kekhawatiran. Data CoinGlass menunjukkan total open interest Bitcoin turun ke sekitar US$55,26 miliar.
Sementara itu, likuidasi crypto dalam 24 jam mencapai sekitar US$223,9 juta untuk BTC. Mayoritas kerugian terbaru dialami oleh trader long.
Dalam 24 jam terakhir, lebih dari US$30 juta posisi bullish dilikuidasi, sementara posisi short yang dilikuidasi berada di sekitar US$17 juta.
Long-Short Ratio Masih Bullish, Tapi Risiko Tetap Tinggi
Meski likuidasi long meningkat, beberapa exchange besar seperti Binance dan OKX masih menunjukkan kecenderungan posisi bullish. Long-short ratio masih condong ke arah optimistis.
Namun, kondisi ini juga bisa menjadi risiko. Jika pasar terlalu banyak dipenuhi posisi long sementara harga gagal naik, tekanan likuidasi lanjutan dapat muncul.
Dengan Bitcoin masih tertahan di sekitar US$73.000, trader leverage perlu berhati-hati karena pergerakan kecil bisa memicu likuidasi besar.
Bitcoin Turun dari Peringkat Aset Global
Tim Research Tokocrypto mengatakan Bitcoin juga disebut turun dalam ranking aset global berdasarkan kapitalisasi pasar. Market cap BTC kini berada di sekitar US$1,46 triliun, lebih rendah dari sejumlah perusahaan teknologi besar dan komoditas utama.
“Gold masih menjadi aset terbesar dunia dengan valuasi hampir US$31 triliun. Di bawahnya terdapat Nvidia, Apple, Alphabet, Microsoft, Amazon, TSMC, Broadcom, Saudi Aramco, Tesla, dan Meta Platforms,” ungkapnya.
Turunnya posisi Bitcoin menunjukkan bahwa BTC sedang kehilangan momentum relatif terhadap saham teknologi besar dan aset safe haven seperti emas.
Inflasi AS Tekan Risk Asset
Tekanan terhadap Bitcoin juga datang dari data inflasi AS terbaru. PCE inflation April naik 3,8% secara tahunan, memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi masih jauh dari target The Fed.
Kondisi ini meningkatkan peluang kenaikan suku bunga atau setidaknya memperpanjang periode kebijakan moneter ketat.
Bagi aset berisiko seperti kripto, inflasi tinggi dan peluang rate hike biasanya menjadi tekanan karena likuiditas global cenderung menyusut.

Konflik AS-Iran Menambah Tekanan
Selain inflasi, ketegangan antara AS dan Iran juga menekan sentimen pasar. Serangan terbaru membuat investor global lebih berhati-hati dan mengurangi eksposur ke aset berisiko.
Dalam situasi geopolitik yang tidak stabil, Bitcoin belum sepenuhnya diperlakukan sebagai safe haven. Sebaliknya, BTC masih bergerak seperti risk asset yang sensitif terhadap likuiditas dan sentimen global.
Bear Market Belum Tentu Selesai
Peringatan Ki Young Ju memperkuat pandangan bahwa Bitcoin masih belum keluar dari fase bearish. Selama unrealized profits belum kembali naik dan realized profits belum turun, sinyal pemulihan siklus belum terkonfirmasi.
Jika pola historis 18 bulan benar-benar berulang, tekanan terhadap BTC bisa bertahan hingga awal 2027.
Namun, ini bukan berarti harga akan turun lurus tanpa rebound. Dalam bear market panjang, Bitcoin tetap bisa mengalami relief rally, tetapi tren utama masih lemah sampai data on-chain menunjukkan perubahan yang lebih jelas.
Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

