Altcoin News
Chainlink Jadi Raja RWA, Harga LINK Disebut Bisa Melesat 170%
Chainlink (LINK) kembali menjadi sorotan setelah menempati posisi teratas dalam sejumlah pemeringkatan aset RWA.
Tim Research Tokocrypto, sejumlah analis menilai narasi RWA masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.
Chainlink (LINK) kembali menjadi sorotan setelah menempati posisi teratas dalam sejumlah pemeringkatan aset real-world assets (RWA). Aset ini dinilai semakin dominan di sektor tokenisasi, meskipun Figure Heloc masih memimpin dari sisi kapitalisasi pasar token tertentu di kategori tersebut.
Kenaikan perhatian terhadap Chainlink terjadi saat pasar tokenisasi RWA terus berkembang. Pada Maret 2026, nilai pasar tokenisasi RWA dilaporkan telah menembus US$12 miliar, menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap aset dunia nyata yang dibawa ke blockchain.
Daftar Isi
Chainlink Duduki Peringkat Pertama Versi Santiment

Dikutip BeInCrypto, data Santiment menempatkan Chainlink sebagai aset RWA terbesar dengan kapitalisasi pasar sekitar US$7,68 miliar dan volume perdagangan 24 jam sebesar US$680,9 juta.
Stellar (XLM) berada di posisi kedua dengan kapitalisasi pasar US$5,48 miliar, disusul Avalanche (AVAX) di US$4,32 miliar. Hedera (HBAR), Tether Gold (XAUt), dan Ondo (ONDO) juga masuk dalam kelompok atas sektor RWA.
Peringkat ini memperlihatkan bahwa Chainlink tidak hanya dikenal sebagai oracle network, tetapi juga semakin dipandang sebagai infrastruktur penting dalam pengembangan tokenisasi aset dunia nyata.
CoinGecko Tempatkan LINK di Posisi Kedua

Sementara itu, data CoinGecko menunjukkan gambaran sedikit berbeda. Figure Heloc (FIGR_HELOC), aset tokenisasi home equity line of credit dari Figure Markets, berada di posisi pertama dengan kapitalisasi pasar sekitar US$18,36 miliar.
Chainlink berada di posisi kedua dengan kapitalisasi pasar sekitar US$7,71 miliar, sedangkan Stellar menempati posisi ketiga. Meski bukan pemimpin di semua daftar, posisi LINK tetap menegaskan perannya sebagai salah satu aset utama dalam ekosistem RWA.
Baca juga: Aktivitas Jaringan LINK Melejit, Chainlink Sentuh Puncak 8 Bulan
Infrastruktur Chainlink Makin Banyak Dipakai
Dominasi Chainlink juga diperkuat oleh adopsi institusional. Fidelity International dilaporkan telah meluncurkan fund tokenisasi FILQ di atas data rails Chainlink pada bulan ini.
Selain itu, DTCC juga mulai mengintegrasikan standar Chainlink ke dalam Collateral AppChain. Langkah ini menjadi sinyal penting karena DTCC merupakan salah satu infrastruktur utama dalam sistem keuangan tradisional.
Jika lebih banyak institusi menggunakan teknologi Chainlink untuk tokenisasi dan data aset, posisi LINK dalam sektor RWA dapat semakin kuat.
BNB Chain Pimpin Pertumbuhan Holder RWA
Data terpisah dari RR2capital menunjukkan pertumbuhan holder RWA kini semakin melebar ke berbagai blockchain. BNB Chain mencatat pertumbuhan terbesar sejak awal 2026, dengan kenaikan 567,4%.
Base berada di posisi berikutnya dengan pertumbuhan 84,5%, disusul Solana 73%, dan Stellar 66,7%. Ethereum dan Arbitrum masing-masing mencatat pertumbuhan 47,8% dan 35,8%.
Data ini menunjukkan bahwa distribusi RWA tidak lagi hanya berpusat di Ethereum. Ekosistem lain mulai menarik pengguna dan likuiditas baru di sektor tokenisasi.
Narasi RWA Dinilai Masih Punya Ruang Besar
Tim Research Tokocrypto, sejumlah analis menilai narasi RWA masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Alasannya, hampir semua jenis aset dapat ditokenisasi, mulai dari obligasi, properti, komoditas, kredit, hingga instrumen keuangan institusional.
“Dengan semakin luasnya minat terhadap tokenisasi, proyek infrastruktur seperti Chainlink berpotensi mendapat keuntungan dari meningkatnya kebutuhan data, interoperabilitas, dan keamanan lintas jaringan,” jelasnya.
LINK Breakout dari Tren Turun
Dari sisi teknikal, LINK juga menunjukkan sinyal positif. Harga LINK diperdagangkan di sekitar US$10,16 dan naik 6,3% dalam tujuh hari terakhir.
Trader WhaleFactor menyoroti bahwa LINK telah menembus garis resistance menurun multi-bulan pada timeframe harian. Menurutnya, breakout tersebut terlihat cukup bersih dan kini sedang memasuki fase retest.
Jika struktur bullish bertahan, target teknikal LINK disebut berada di sekitar US$24,87. Target tersebut merepresentasikan potensi kenaikan lebih dari 170% dari level saat ini.
Support US$9 Jadi Level Kunci
Meski prospek teknikal terlihat positif, keberlanjutan reli LINK masih bergantung pada kemampuan harga mempertahankan support horizontal di sekitar US$9.
Jika level tersebut bertahan, struktur breakout tetap valid dan peluang kenaikan menuju target yang lebih tinggi dapat terbuka. Namun, jika support US$9 ditembus, area US$7,20 menjadi pertahanan berikutnya sebelum skenario bullish mulai melemah.
Chainlink Perlu Konfirmasi dari Arus Institusional
Kekuatan narasi RWA membuat Chainlink berada di posisi strategis. Peringkat tinggi di Santiment dan CoinGecko, integrasi dengan Fidelity International, serta keterlibatan DTCC menjadi faktor yang memperkuat sentimen terhadap LINK.
Namun, target kenaikan besar tetap membutuhkan konfirmasi dari arus institusional dan pertumbuhan penggunaan nyata. Jika permintaan terhadap infrastruktur RWA terus meningkat, Chainlink berpotensi mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di sektor tokenisasi.
Baca juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

