Crypto
Ethereum di Persimpangan antara Akumulasi dan Koreksi
Ethereum (ETH) kembali menjadi perdebatan di kalangan analis setelah harganya bergerak di sekitar US$2.125 usai mengalami breakdown teknikal.
Tim Research Tokocrypto menjelaskan data on-chain juga mendukung sikap hati-hati.
Ethereum (ETH) kembali menjadi perdebatan di kalangan analis setelah harganya bergerak di sekitar US$2.125 usai mengalami breakdown teknikal. Sebagian analis menilai area saat ini menarik untuk akumulasi, sementara pihak lain memperingatkan risiko penurunan lebih dalam jika ETH gagal merebut kembali struktur support yang hilang.
Perhatian pasar kini tertuju pada area US$2.100, yang dinilai menjadi level penentu arah Ethereum dalam beberapa pekan ke depan.
Daftar Isi
Van de Poppe Sebut ETH Masuk Zona Akumulasi
Dilaporkan BeInCrypto, analis Michaël van de Poppe menilai Ethereum saat ini berada dalam zona akumulasi yang logis. Menurutnya, area seperti ini biasanya muncul ketika sentimen pasar masih lemah, tetapi investor jangka panjang mulai membangun posisi secara bertahap.
Ia menilai ada tiga faktor utama yang dapat mendukung Ethereum, yaitu potensi puncak yield obligasi global, perkembangan CLARITY Act, dan rasio ETH/BTC yang sudah masuk wilayah oversold.
Yield Obligasi Mulai Terlihat Jenuh
Faktor pertama yang disorot Van de Poppe adalah yield obligasi. Kenaikan yield pemerintah, termasuk di Jepang, membuat imbal hasil bebas risiko lebih menarik dan menekan minat terhadap aktivitas DeFi.
Namun, ia menilai yield di beberapa negara mulai terlihat mendekati puncak. Jika tekanan dari pasar obligasi mulai mereda, aset berisiko seperti Ethereum dan sektor DeFi dapat kembali mendapat minat investor.
Dalam pandangannya, ketika suatu faktor tekanan sudah menjadi pembahasan utama pasar, siklusnya sering kali lebih dekat ke akhir daripada awal.
Baca Juga: Ethereum Kehilangan Tenaga, Harga ETH Melemah ke $2.300
CLARITY Act Bisa Jadi Katalis Ethereum
Faktor kedua adalah regulasi. CLARITY Act diperkirakan menghadapi voting penting di Senat pada Juni. Jika regulasi ini berhasil maju, Ethereum dapat menjadi salah satu aset yang mendapat manfaat.
Kerangka regulasi yang lebih jelas dapat membantu developer, menarik modal institusional, dan mengurangi risiko hukum yang selama ini membebani sektor aset digital.
Bagi ekosistem Ethereum, kejelasan aturan dapat memperkuat aktivitas DeFi, tokenisasi, dan adopsi institusional.
ETH/BTC Masuk Area Oversold
Faktor ketiga adalah teknikal. Rasio ETH/BTC gagal menembus 0,0325 dan kini bergerak menuju support di sekitar 0,026. RSI harian pada pair tersebut berada di bawah 30, yang menunjukkan kondisi oversold.
Menurut Van de Poppe, ini bukan berarti Ethereum akan langsung mencetak reli besar. Namun, area ini dapat menjadi zona menarik untuk mencari posisi, terutama jika ETH mulai kembali menguat terhadap Bitcoin.
Jika ETH/BTC mengalami mean reversion, momentum tersebut juga dapat memicu penguatan altcoin lain.

CryptoQuant Beri Peringatan Bearish
Di sisi lain, analis CryptoQuant memperingatkan bahwa Ethereum masih berada dalam struktur yang berisiko. Jika ETH gagal merebut kembali pola triangle yang sebelumnya ditembus, tekanan jual dapat meningkat.
Dalam skenario bearish, harga Ethereum berpotensi turun menuju support US$1.350. Penurunan tersebut akan menjadi koreksi yang jauh lebih dalam dari ekspektasi sebagian investor.
CryptoQuant menilai lemahnya pemulihan setelah lonjakan likuidasi terbaru menunjukkan struktur harga ETH masih rapuh.
US$2.100 Jadi Level Penentu
Area US$2.100 kini menjadi level kunci bagi Ethereum. Jika ETH mampu bertahan di atas zona ini, peluang rebound menuju US$2.500 dapat terbuka.
Namun, jika ETH kehilangan area tersebut secara meyakinkan, skenario penurunan ke support yang lebih rendah dapat semakin kuat. Dalam kondisi itu, target US$1.350 dari CryptoQuant akan menjadi area yang mulai diperhitungkan pasar.
Data On-Chain Masih Campuran
Tim Research Tokocrypto menjelaskan data on-chain juga mendukung sikap hati-hati. Pelemahan total value locked DeFi, perilaku holder yang lebih defensif, dan aktivitas jaringan yang menurun menjadi faktor yang membebani sentimen Ethereum.
“Selain itu, beberapa eksploitasi terbaru di sektor DeFi turut merusak kepercayaan jangka pendek terhadap ekosistem Ethereum,” ujarnya.
Tekanan dari yield tradisional yang masih tinggi juga membuat sebagian investor belum berani menambah eksposur ke ETH secara agresif.
Ethereum Butuh Konfirmasi Arah
Ethereum saat ini berada di antara dua skenario besar. Di satu sisi, ada tesis akumulasi yang didukung oleh potensi puncak yield, kemajuan regulasi, dan kondisi ETH/BTC yang oversold.
Di sisi lain, struktur teknikal yang rusak masih membuka risiko penurunan lebih dalam jika level US$2.100 gagal dipertahankan.
Untuk saat ini, ETH menawarkan risk-reward yang menarik bagi investor sabar, tetapi tetap membutuhkan manajemen risiko ketat. Konfirmasi utama berada pada kemampuan harga bertahan di atas US$2.100 dan membangun momentum menuju US$2.500.
Baca Juga: ETF Ethereum Kembali Catat Inflow, Harga ETH Siap Bangkit?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
-
Event3 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Bitcoin News5 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi ke $77 Ribu, Terseret Tekanan Jual
-
Bitcoin News4 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $78 Ribu
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound ke $81K, Bullish Kembali Menguat

