Connect with us

Market

Kyrgyzstan Ingin Jadi Hub Kripto Lewat Stablecoin Berbasis Emas

Kyrgyzstan mulai memosisikan diri sebagai “Switzerland of crypto” dengan meluncurkan stablecoin negara berbasis emas fisik.
Menurut Tim Research Tokocrypto, Kyrgyzstan sedang membangun strategi kripto yang cukup agresif.

Tivan

Published

on

Kyrgyzstan Bangun Ambisi sebagai Hub Kripto

Kyrgyzstan mulai memosisikan diri sebagai “Switzerland of crypto” dengan meluncurkan stablecoin negara berbasis emas fisik, membangun vault emas nasional, dan menggandeng tokoh besar industri kripto seperti Changpeng Zhao atau CZ.

Strategi ini menunjukkan ambisi Kyrgyzstan untuk menjadi pusat aset digital di Asia Tengah. Negara tersebut ingin menarik perusahaan kripto dan proyek real-world asset (RWA) melalui regulasi yang lebih ringan, dukungan perbankan, serta infrastruktur penyimpanan emas.

CZ Jadi Penasihat Presiden Kyrgyzstan

Dikutip BeInCrypto, pendiri Binance, Changpeng Zhao, disebut kini memegang paspor Kyrgyzstan dan menjadi penasihat Presiden Sadyr Japarov. Menurut Arsen Edilbek uulu, co-founder KYTLABS dan head of fintech consulting di Kyrgyzstan, CZ bekerja sebagai penasihat tanpa bayaran.

Di Kyrgyzstan, hanya warga negara Kyrgyz Republic yang dapat menjadi penasihat presiden. Karena itu, keterlibatan CZ menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar ingin membawa pengalaman global Binance ke dalam strategi kripto nasional.

Pemerintah Luncurkan Stablecoin Berbasis Emas

Salah satu langkah utama Kyrgyzstan adalah pengembangan stablecoin negara yang didukung emas fisik. Kementerian Keuangan mendapatkan anggaran sekitar US$100 juta untuk membeli emas dan menempatkannya sebagai cadangan.

Emas tersebut kemudian digunakan untuk mendukung token setara dolar. Stablecoin ini dimiliki sepenuhnya oleh Kementerian Keuangan dan disimpan dalam gold vault baru milik Kyrgyzstan.

Vault tersebut disebut sebagai versi lokal dari “Fort Knox”, karena dirancang untuk menyimpan cadangan emas secara aman.

Stablecoin Som Dibangun Bersama Binance

Selain stablecoin berbasis emas, Kyrgyzstan juga meluncurkan stablecoin kedua yang didukung mata uang nasional, yaitu som. Proyek ini dibangun bersama Binance di jaringan BNB Smart Chain.

Stablecoin berbasis som ini berada di bawah National Agency for Virtual Assets dan National Council for Virtual Assets. CZ juga menjadi anggota dewan tersebut.

Kolaborasi dengan Binance menjadi langkah penting karena memberi Kyrgyzstan akses ke infrastruktur blockchain global dan potensi distribusi yang lebih luas.

Gold Vault Bisa Jadi Fondasi Proyek RWA

Kyrgyzstan juga membangun fasilitas penyimpanan emas besar yang kapasitasnya disebut cukup untuk menampung cadangan negara tetangga. Menurut Arsen, cadangan emas dan devisa Kyrgyzstan sendiri hanya akan memakai kurang dari 10% kapasitas fasilitas tersebut.

Ini membuka peluang bagi Kyrgyzstan untuk menjadi pusat penyimpanan emas regional. Proyek RWA dapat menyimpan emas fisik di Kyrgyzstan, lalu menerbitkan token yang didukung oleh cadangan tersebut.

Dengan model ini, negara tersebut ingin menawarkan kombinasi antara gold storage, token issuance, dan regulasi kripto yang lebih ramah.

Baca Juga: TRON ‘Bedah Mesin’ Diam-Diam Lewat Voting Proposal 106

Kyrgyzstan Ingin Ambil Celah dari Swiss

Strategi Kyrgyzstan juga muncul karena anggapan bahwa Swiss mulai kehilangan sebagian daya tariknya sebagai pusat penyimpanan netral. Menurut Arsen, perubahan geopolitik membuat Swiss terlihat lebih berpihak secara politik dibandingkan sebelumnya.

Kyrgyzstan ingin memanfaatkan celah tersebut dengan menawarkan alternatif baru untuk penyimpanan emas dan penerbitan aset tokenisasi.

Jika berhasil, negara ini dapat menarik proyek RWA, stablecoin, dan perusahaan kripto yang mencari yurisdiksi lebih fleksibel di kawasan Asia Tengah.

Regulasi Lebih Ringan dari Dubai dan Kazakhstan

Kyrgyzstan juga mencoba membedakan diri dari pusat kripto lain seperti Dubai dan Kazakhstan. Arsen menyebut biaya mempertahankan lisensi virtual asset service provider, broker, atau securities dealer di Dubai dapat melebihi US$1 juta per tahun.

Di Kyrgyzstan, biaya tersebut disebut beberapa puluh kali lebih rendah, dengan peluang bisnis yang tetap menarik.

Sementara itu, Kazakhstan memiliki Astana International Financial Centre yang berbasis English law. Menurut Arsen, model tersebut dapat menciptakan kompleksitas tambahan bagi pasar kripto dalam kondisi saat ini.

Bank Mulai Disiapkan untuk Custody Kripto

Kyrgyzstan sedang menyiapkan perubahan undang-undang perbankan agar bank dapat berinteraksi dengan aset virtual dan bertindak sebagai custodian.

Jika reformasi ini berjalan, bank lokal dapat menyimpan aset kripto untuk nasabah dan mendukung integrasi layanan aset digital secara lebih luas.

Arsen memperkirakan perubahan ini dapat menarik pemain besar ke pasar Kyrgyzstan. Ia juga menyebut aplikasi bank ke depan dapat menyertakan sistem transfer berbasis Tether.

Crypto Sudah Masuk Aplikasi Bank

Beberapa bank di Kyrgyzstan sudah menambahkan fitur pembelian kripto dalam aplikasi mobile mereka. Menurut Arsen, sekitar tiga bank saat ini sudah menawarkan fungsi tersebut.

Secara legal, bank tidak menjual kripto secara langsung. Bank bekerja dengan mitra pihak ketiga. Ketika nasabah menyetujui, data pribadi dan KYC mereka dikirim ke mitra tersebut, lalu akun kripto dibuka untuk pengguna.

Melalui aplikasi bank, pengguna dapat membeli aset seperti Bitcoin, Ethereum, dan stablecoin seperti USDT.

Warga Gunakan Kripto untuk Investasi dan Perdagangan

Masyarakat Kyrgyzstan menggunakan kripto untuk investasi dan perdagangan luar negeri. Sebagian pengguna juga memakai USDT saat bepergian atau melakukan pembayaran di China.

Alih-alih membawa uang tunai, mereka mengonversi dana ke USDT, lalu menukarkannya ke mata uang lokal di negara tujuan.

Beberapa bank Kyrgyzstan juga sedang mengembangkan crypto card melalui regulatory sandbox bank sentral. Selain itu, sistem pembayaran lokal Elkart sedang diintegrasikan dengan WeChat China, yang berpotensi membuka akses pembayaran ke lebih dari 60 negara di Asia.

Ambisi Besar, Tapi Perlu Pembuktian

Menurut Tim Research Tokocrypto, Kyrgyzstan sedang membangun strategi kripto yang cukup agresif. Negara ini menggabungkan stablecoin berbasis emas, stablecoin mata uang nasional, vault emas, dukungan bank, dan keterlibatan Binance untuk menarik proyek global.

“Jika berhasil, Kyrgyzstan dapat menjadi hub regional untuk stablecoin, RWA, dan tokenisasi emas. Namun, keberhasilan strategi ini tetap bergantung pada kepercayaan pasar, keamanan vault, transparansi cadangan, kepastian regulasi, dan kemampuan bank lokal mendukung layanan kripto secara aman,” kesimpulannya.

Untuk saat ini, Kyrgyzstan menjadi salah satu contoh negara kecil yang mencoba memanfaatkan crypto untuk memperkuat posisi ekonomi dan menarik modal global.

Baca Juga: ‘Hack’ USD 79juta Altcoin Ditransfer dari Akun Upbit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending