Market
Mark Cuban Sebut Chip Bisa Jadi Crypto Baru, Kenapa?
TIm Research Tokocrypto mengatakan CME Group bersama Silicon Data sebelumnya mengumumkan rencana peluncuran pasar compute futures pertama pada 2026, dengan produk berbasis indeks harga sewa GPU on-demand.
Investor miliarder Mark Cuban menyebut chip sebagai kelas aset yang berpotensi menjadi “crypto baru”. Pernyataan singkat itu muncul ketika permintaan terhadap chip AI terus meningkat dan pasar keuangan mulai menyiapkan instrumen untuk memperdagangkan biaya komputasi.
TIm Research Tokocrypto mengatakan CME Group bersama Silicon Data sebelumnya mengumumkan rencana peluncuran pasar compute futures pertama pada 2026, dengan produk berbasis indeks harga sewa GPU on-demand.
“Produk ini akan membuat biaya sewa chip, terutama GPU untuk AI, dapat distandardisasi dan diperdagangkan sebagai komoditas finansial,” terangnya.
Langkah tersebut memperkuat pandangan bahwa compute power mulai diperlakukan sebagai aset ekonomi penting. Dalam konteks inilah Cuban membandingkan chip dengan crypto, terutama dari sisi kelangkaan, permintaan tinggi, dan potensi spekulasi pasar.
Daftar Isi
Kelangkaan Chip Jadi Narasi Utama
Perbandingan antara chip dan crypto terutama muncul dari faktor scarcity. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap chip AI meningkat tajam karena perusahaan teknologi, cloud provider, dan startup AI membutuhkan kapasitas komputasi besar untuk melatih serta menjalankan model AI.
Kondisi ini membuat GPU kelas atas seperti Nvidia H100 dan B200 menjadi infrastruktur penting dalam ekonomi AI. Ketika pasokan terbatas sementara permintaan meningkat, harga sewa compute dapat bergerak seperti komoditas dengan dinamika supply-demand yang kuat.
Bitcoin sejak awal juga membangun narasi kelangkaan melalui suplai maksimum 21 juta BTC. Namun, chip berbeda dari Bitcoin karena merupakan aset fisik yang berada di data center, memiliki umur pakai, dan dapat kehilangan nilai ketika model baru diluncurkan.
Dengan kata lain, chip dapat menyerupai crypto dalam hal narasi kelangkaan dan spekulasi, tetapi karakter asetnya berbeda. Crypto diperdagangkan secara digital dan berjalan di jaringan publik, sementara chip membutuhkan infrastruktur fisik, energi, pendinginan, dan pemeliharaan.
Baca Juga: Dogecoin Bertahan di US$0,07, Whale Borong 470 Juta DOGE
CME Jadikan Compute sebagai Komoditas
Dilaporkan BeInCrypto, CME Group dan Silicon Data berencana meluncurkan compute futures pada 5 Oktober 2026, dengan kontrak Silicon Data H100 dan B200 rental index futures. Produk ini dirancang untuk merepresentasikan biaya sewa GPU selama satu bulan.
Bagi pelaku industri AI, futures seperti ini dapat digunakan untuk hedging. Perusahaan yang membutuhkan GPU dalam jumlah besar dapat mengunci biaya sewa compute beberapa bulan ke depan, sehingga anggaran infrastruktur menjadi lebih terukur.
CME menyebut compute telah menjadi “currency of the AI age”. Pernyataan ini menggambarkan bagaimana kapasitas komputasi kini menjadi sumber daya utama dalam ekonomi AI, mirip seperti energi dalam industri tradisional.
Silicon Data sendiri menyediakan indeks harga rental GPU, termasuk H100, B200, A100, dan H200. Per 30 Juli 2026, indeks B200 rental price berada di sekitar US$5,66, sementara H100 hyperscaler rental price berada di sekitar US$7,18.
Dengan adanya futures, pasar dapat mulai membentuk kurva harga untuk compute. Hal ini membuka peluang bagi cloud operator, AI developer, data center, dan investor untuk mengelola risiko biaya komputasi.
Nvidia Jadi Cermin Ledakan Demand AI
Permintaan chip AI juga terlihat dari kinerja Nvidia. Perusahaan melaporkan pendapatan kuartal pertama fiskal 2027 sebesar US$81,6 miliar untuk periode yang berakhir 26 April 2026, naik 85% secara tahunan.
Segmen data center menjadi motor utama pertumbuhan. Nvidia mencatat data center revenue sebesar US$75,2 miliar, naik 92% dibanding tahun sebelumnya dan naik 21% secara kuartalan.

Kinerja ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI belum mereda. Nvidia menyebut pertumbuhan data center didorong oleh ramp-up produk Blackwell 300 serta permintaan terhadap InfiniBand, Spectrum-X Ethernet, dan NVLink solutions.
Bagi pasar, angka ini memperkuat tesis bahwa compute power bukan lagi sekadar biaya operasional teknologi, tetapi sudah menjadi sumber daya strategis yang dapat dihargai, diperdagangkan, dan dikelola seperti komoditas.
Perbandingan dengan Crypto Tetap Punya Batas
Meski Cuban menyebut chip bisa menjadi “crypto baru”, perbandingan ini tetap memiliki batas. Crypto dapat berpindah secara instan, diperdagangkan 24 jam, dan sebagian besar asetnya tidak mengalami depresiasi fisik.
Sebaliknya, chip memiliki siklus teknologi yang cepat. GPU yang hari ini sangat dibutuhkan dapat menjadi kurang kompetitif ketika generasi baru muncul. Selain itu, chip memerlukan data center, listrik, pendinginan, dan biaya operasional besar.
Risiko lain datang dari geopolitik. Pasar chip sangat dipengaruhi oleh pembatasan ekspor, persaingan AS-China, dan kemampuan negara tertentu membangun pasokan domestik. Faktor ini membuat harga compute tidak hanya dipengaruhi permintaan AI, tetapi juga kebijakan perdagangan dan rantai pasok global.
Karena itu, chip sebagai kelas aset kemungkinan tidak akan bergerak persis seperti crypto. Namun, kemunculan compute futures menunjukkan bahwa pasar mulai mencari cara untuk memperdagangkan eksposur terhadap kelangkaan dan biaya komputasi.
Chips Bisa Jadi Aset Spekulatif Baru
Pernyataan Cuban mencerminkan perubahan besar dalam cara pasar melihat infrastruktur AI. Jika sebelumnya chip hanya dianggap komponen teknologi, kini chip dan kapasitas compute mulai dilihat sebagai aset ekonomi yang memiliki harga, risiko, dan peluang derivatif.
Peluncuran compute futures oleh CME dapat menjadi titik awal finansialisasi compute power. Jika kontrak ini menarik likuiditas, pasar dapat melihat lahirnya kelas aset baru yang berkaitan langsung dengan kebutuhan AI.
Namun, seperti crypto, peluang besar juga datang dengan risiko besar. Jika permintaan AI melambat, pasokan chip meningkat terlalu cepat, atau model bisnis data center mengalami tekanan, harga sewa compute dapat berbalik turun.
Untuk saat ini, narasi chip sebagai “crypto baru” masih berada pada tahap awal. Permintaan AI yang kuat, pendapatan Nvidia yang mencetak rekor, dan peluncuran compute futures memberi dasar bagi tesis tersebut.
Namun, investor tetap perlu membedakan antara scarcity yang nyata dan euforia pasar. Chip memang menjadi tulang punggung ekonomi AI, tetapi nilainya tetap bergantung pada siklus teknologi, permintaan komputasi, biaya infrastruktur, dan regulasi global.
Baca Juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event7 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Market6 days agoBitcoin dan XRP Hadapi Pekan Volatil, Data CPI hingga Konflik Iran Jadi Sorotan
-
Market7 days agoPasar Kripto Hari Ini 10 Agustus 2026: Bitcoin Dekati $67.500
-
Market7 days agoSinyal Kripto 10 Agusutus 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar


