Connect with us

Altcoin News

SEC Siapkan Regulasi Baru untuk Crypto, Apa yang Bakal Berubah?

Published

on

Stempel Komisi Sekuritas dan Bursa AS tergantung di dinding kantor pusat SEC di Washington, 24 Juni 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) akan mengambil langkah penting untuk menyusun aturan khusus bagi industri kripto. 

SEC dijadwalkan menggelar rapat terbuka pada 14 Agustus 2026 untuk mempertimbangkan proposal aturan yang menciptakan sistem penawaran khususbagi sejumlah kontrak investasi yang melibatkan aset kripto.

Langkah ini menjadi bagian dari agenda “Regulation Crypto” yang didorong Ketua SEC Paul Atkins. Menurut The Block, ini merupakan langkah formal pertama SEC di era Paul Atkins untuk industri kripto, terutama setelah Clarity Act yang macet di Senat sampai dengan September nanti.

Status Token Bisa Lebih Jelas

Arah regulasi baru SEC yang tengah digarap ini dibangun di atas interpretasi saat Paul Atkins memberikan pidato di pidato DC Blockchain Summit 2026 kemarin.

Dalam interpretasi tersebut, SEC dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) membedakan beberapa kategori aset kripto, seperti digital commodities, digital collectibles, digital tools, payment stablecoins, dan digital securities.

SEC juga menjelaskan bahwa aset kripto yang bukan sekuritas tetap dapat masuk dalam aturan sekuritas apabila ditawarkan dan dijual sebagai bagian dari investment contract.

Melalui pendekatan tersebut, SEC membawa cara baru dalam menilai yang tidak hanya befokus pada aset kripto, tetapi juga pada bagaimana cara aset kripto tersebut ditawarkan dan dijual kepada investor.

Baca juga: Kapal Dagang Mau Masuk Blockchain, Bidik Tokenisasi Pasar $2 Triliun

Perubahan yang Disiapkan SEC

Dikutip dari rilis SEC, Paul Atkins menekankan bahwa hanya Kongres yang dapat memastikan regulasi kripto benar-benar future-proof melalui legislasi struktur pasar yang komprehensif. Namun, sembari menunggu proses politik, SEC menyiapkan kerangka awal bernama Regulation Crypto Assets.

Kerangka ini mencakup tiga usulan utama:

  • Startup Exemption: SEC mempertimbangkan pengecualian terbatas bagi proyek tahap awal untuk menghimpun dana hingga sekitar US$5 juta dalam periode sekitar empat tahun. Dengan disclosure mengenai investment contract dan aset kripto yang mendasarinya.
  • Fundraising Exemption: Jalur ini ditujukan untuk penggalangan dana yang lebih besar, hingga US$75 juta dalam periode 12 bulan, dengan kewajiban laporan kondisi keuangan dan dokumen pengungkapan kepada SEC.
  • Investment Contract Safe Harbor: SEC juga mempertimbangkan mekanisme yang memberikan jalur bagi aset kripto untuk keluar dari cakupan aturan sekuritas ketika upaya manajerial utama yang sebelumnya dijanjikan oleh penerbit telah selesai atau dihentikan secara permanen. Tujuannya adalah memberikan standar yang lebih jelas mengenai kapan sebuah aset tidak lagi berada dalam kerangka investment contract.

Menurut SEC, langkah-langkah tersebut dimaksudkan sebagai jalan untuk compliance yang lebih realistis bagi inovator kripto di AS, sekaligus memperkuat perlindungan investor dan memberi kepastian hukum yang selama ini dinanti.

Baca juga: Peluang CLARITY Act Lolos pada 2026 Makin Menipis

Jadi, Apa yang Bakal Berubah?

Menurut Jaret Seiberg, Managing Director bank investasi multinasional Amerika, TD Cowen, aturan yang sedang dipertimbangkan SEC ini bisa menjadi langkah penting karena bertujuan menciptakan sistem disclosure dan compliance khusus untuk kontrak investasi berbasis aset kripto.

Melalui kerangka ini, produk kripto dapat ditawarkan tanpa harus memilih antara mengikuti aturan sekuritas yang terlalu berat atau menghadapi risiko hukum.

Selanjutnya, rapat SEC pada 14 Agustus akan menjadi langkah penting untuk melihat bentuk aturan yang benar-benar akan diajukan sebelum masuk ke tahap public comment dan proses pembuatan aturan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending