Connect with us

Bitcoin News

Ketahui Cara Mining Dogecoin dan Istilahnya Disini!

Published

on

Mining dogecoin

Pernah mendengar soal mining dogecoin? Dogecoin, atau sering juga disebut Doge, merupakan salah satu aset kripto. DOGE diperkenalkan pada 2013 oleh software engineer bernama Billy Markus dan Jackson Palmer. Sejak diluncurkan, Doge memiliki banyak penggemar karena punya nilai yang cenderung rendah.

Namun, DOGE melesat jauh setelah CEO Tesla sekaligus SpaceX, Elon Musk, menunjukkan ketertarikannya. Dukungan Musk bahkan mampu menaikkan nilai per koin Doge hingga 800% hanya dalam 24 jam. Nah, untuk mendapatkan Dogecoin sendiri ada beberapa cara. Salah satu cara yang populer adalah melalui mining Dogecoin. Bagaimana cara kerjanya? Baca terus artikel ini!

Dogecoin sebagai Alternative Coin Potensial

Seperti yang telah disinggung pada bagian pembuka, Dogecoin memiliki beberapa potensi untuk menjadi alternative coin atau altcoin yang menguntungkan. Selain karena nilainya yang relatif rendah, DOGE juga memiliki banyak penggemar. Jadi, layaknya aset kripto yang grafiknya fluktuatif, masa depan DOGE tampaknya akan terus cerah.

Jika melihat perkembangannya saat ini, nilai Dogecoin memang cenderung turun karena adanya koreksi. Hal tersebut sangat wajar terjadi. Sebab, Dogecoin baru saja mencapai all-time high atau nilai tertingginya pada Mei 2021 lalu, yaitu senilai $0.7376 (DOGE USD) dilansir dari CoinMarketCap. Selain itu, tidak bisa dipungkiri bahwa pergerakan harga altcoin juga mengikuti pergerakan harga Bitcoin (BTC USD) yang saat ini sedang mengalami penurunan. Aset kripto ini akan berangsur-angsur pulih apabila penggunaannya semakin masif.

Baca juga: Mengenal Altcoin Season dan 5 Altcoin Terpopuler di 2021

Mengenal Mining Dogecoin

Mengenal dogecoinTertarik untuk mulai mengumpulkan Dogecoin? Sama seperti aset  kripto lainnya, Dogecoin bisa didapatkan melalui beberapa cara seperti jual-beli aset kripto. Cara lain yang banyak diterapkan adalah dengan mining Dogecoin.

Apa itu mining Dogecoin?

Mining Dogecoin adalah cara mendapatkan aset kripto berupa Dogecoin dengan menambang. Menambang di sini berarti memecahkan beberapa masalah matematika kompleks. Alat yang digunakan untuk menambang pun bukan bor, ya, melainkan dengan perangkat komputer khusus.

Meski mining Dogecoin pada dasarnya mirip dengan mining pada aset kripto lain, tentu ada beberapa hal yang membedakannya.

Misalnya, dari segi algoritma atau hash yang merupakan aturan untuk menambang aset baru. Selain itu, ada juga block time yang berarti rata-rata waktu untuk memeriksa blok transaksi aset baru sebelum bisa ditambahkan ke blockchain.

Cara Kerja Mining Dogecoin

Ada dua opsi yang bisa Anda pilih untuk mulai mining Dogecoin, yaitu solo mining dan pool mining. Mari simak perbedaannya berikut ini.

1. Solo Mining

solo mining

Dogecoin menerapkan algoritma Scrypt yang cenderung hemat energi. Jadi, opsi untuk melakukan solo mining atau penambangan mandiri pun selalu terbuka. Anda hanya perlu menyediakan sebuah CPU dengan kecepatan setidaknya 100-200 kH/s untuk bisa mulai menambang Dogecoin.

Selain karena lebih ramah energi, Dogecoin juga tidak memerlukan graphic card dalam proses penambangannya. Dengan begitu, konsumsi listrik pun jauh lebih hemat jika dibandingkan saat Anda mining aset kripto lain.

Untuk mulai solo mining, unduh Dogecoin Core yang tersedia di official website Dogecoin.

Choose wallet before mining cryptoApa itu dogecoin core?

Dogecoin Core sendiri adalah dompet digital untuk menyimpan aset kripto Anda yang berupa Dogecoin. Selanjutnya, masuklah ke menu Encrypt Wallet untuk melindungi aset Anda. Terakhir, core akan mulai mengunduh blok yang ada ke CPU Anda. Proses ini bisa memakan waktu berhari-hari.

2. Pool Mining

Mining Crypto

Jika Anda tidak memiliki hardware yang mumpuni untuk solo mining, pool mining bisa jadi solusi yang efisien. Melalui pool mining, Anda tidak perlu lagi mengunduh core dan blok mining. Caranya adalah dengan bergabung pada pool yang memang menyediakan layanan mining Dogecoin.

Salah satu pool yang banyak digunakan adalah Aikapool. Di Aikapool, Anda cukup mendaftar dan melakukan instalasi software CPU Mining multi versi 1.3.1 Windows 64 bit. File software pun sudah disediakan di Aikapool. Apabila proses instalasi selesai, Anda tinggal mengekstrak folder pool dan mengikuti instruksi yang tersedia.

Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan untuk Mining

Mining DOGE Coin

Sebelum mulai mining Dogecoin, jangan lupa untuk mempersiapkan peralatan yang diperlukan. Berikut adalah beberapa perangkat yang harus ada dalam melakukan mining aset kripto:

  1. PC yang menggunakan sistem operasi Windows, Linux, atau OS X.
  2. Sambungan internet yang stabil dan berkecepatan tinggi.
  3. Dompet digital atau wallet kripto, gunanya untuk menyimpan aset yang didapat dari mining.
  4. Proses mining Dogecoin akan lebih lancar jika Anda menyediakan graphic card serta Scrypt ASIC Miner pada PC.

Bagaimana, tertarik untuk mulai mining Dogecoin? Setelah mendapat aset kripto Dogecoin, Anda bisa melakukan exchange ke aset kripto lainnya melalui Tokocrypto. Di Tokocrypto, Anda bisa trading Bitcoin dan Dogecoin dan aset kripto lain dengan mudah dan tentunya aman. Yuk, mulai investasikan set kripto hasil mining Dogecoin Anda melalui Tokocrypto sekarang juga!

Bitcoin News

Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

Published

on

Ilustrasi Bitcoin vs emas.

Riset pasar kripto terbaru dari Bloomberg Intelligence menunjukkan bahwa karakter Bitcoin (BTC) kini mungkin mulai berperilaku lebih seperti obligasi dan emas, daripada saham.

Dalam laporan berjudul “Crypto Outlook” yang dirilis awal Agustus lalu, Senior Commodity Strategist Bloomberg Intelligence, Mike McGlone dan Senior Market Structure Analyst, Jamie Coutts, mengatakan unit penelitian yang dilakukan adalah membandingkan pasar Bitcoin dengan pasar emas, obligasi dan minyak.

Mereka menyarankan bahwa pengaruh makroekonomi seperti kebijakan moneter The Fed telah menghasilkan kesamaan antara pasar obligasi dan Bitcoin.

“Pasar yang mengetat dan jatuhnya pertumbuhan global mendukung pergeseran Federal Reserve ke bias ‘pertemuan demi pertemuan’ pada bulan Juli, yang dapat membantu mengarahkan Bitcoin ke arah kemiringan lebih seperti obligasi daripada saham.”

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Crypto Nowadays: Suku Bunga The Fed Naik, Market Justru Naik

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa “komoditas yang bersifat dump-follow-pump” dan penurunan imbal hasil obligasi menunjukkan peningkatan kemungkinan obligasi, emas dan Bitcoin didukung karena inflasi menurun.

Bitcoin Punya Potensi Walau Harganya Turun

Laporan tersebut mencatat bahwa pasar kripto mencapai ‘diskon terbesar’ yang pernah ada dibandingkan dengan 100-week moving average pada bulan Juli. Para analis mengatakan bahwa fakta bahwa harga BTC pada awal Agustus masih di bawah 70% dari nilai puncaknya, tetapi masih lima kali lebih tinggi dari terendah Maret 2020 itu menunjukkan potensinya.

Mereka menandai zona US$ 20.000 sebagai dukungan utama dan diharapkan basis sedang dibangun, mirip dengan level US$ 5.000 pada tahun 2018-2019.

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto di Indonesia?

Para peneliti menyimpulkan bahwa Bitcoin telah menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik sejak diluncurkan sekitar satu dekade lalu.

“Kami pikir lebih banyak hal yang sama ada di depan, terutama karena mungkin transisi menuju agunan global, dengan hasil yang lebih selaras dengan obligasi Treasury atau emas.”

Penelitian Coinbase yang dilakukan pada bulan Juli menunjukkan bahwa profil risiko kelas aset kripto mirip dengan saham minyak dan teknologi. Menurut Chief Economist Coinbase, Cesare Fracassi, mengatakan “korelasi antara harga saham dan aset kripto telah meningkat secara signifikan” sejak pandemi 2020.

Continue Reading

Bitcoin News

Investor Kripto Yakin Harga Bitcoin Tembus Rp 7,4 M Dalam 5 Tahun

Published

on

Iustrasi aset kripto Bitcoin

Investor kripto yang juga seorang miliarder, Mike Novogratz, percaya bahwa bear market saat ini hanyalah gejolak pasar biasa yang terjadi dalam ekonomi global. Meskipun begitu, tingkat adopsi kripto akan mendorong harga Bitcoin capai US$ 500.000 (Rp 7,4 miliar) dalam lima tahun ke depan.

Novogratz yang pernah menyebut dirinya sebagai ‘Forrest Gump of Bitcoin,’ mengatakan turbulensi baru-baru ini dalam industri kripto adalah krisis sementara dan telah memperkirakan bahwa Bitcoin pada akhirnya akan mencapai harga tertinggi terbarunya dalam lima tahun ke depan atau lebih.

“Ini adalah kisah tentang dua hal: Tentang adopsi dan ekonomi global. Sementara ini ada ‘hambatan’ di tengah jalan dalam adopsi. Ini tentu saja bukan putaran balik,” kata Novogratz di Bloomberg Crypto Summit pada hari Selasa (19/7).

Novogratz berargumen bahwa kondisi pasar saat ini membuat para pemain institusional gelisah. Mereka ragu-ragu dan tidak “menyelam dengan dua kaki”. Namun, institusi yang tidak segera terlibat akan melihat peluang yang seharusnya mengarah pada narasi gelombang baru.

Michael Novogratz, CEO Galaxy Digital Holdings Ltd. Photo by Seb Daly / RISE via Sportsfile
Michael Novogratz, CEO Galaxy Digital Holdings Ltd. Photo by Seb Daly / RISE via Sportsfile

Selama wawancara dengan CNBC pada bulan Juni lalu, Novogratz berpendapat bahwa Bitcoin mungkin mendekati titik terendah dan lonjakan baru akan segera terjadi. Pada saat itu, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 22.480. Pada saat menulis artikel ini, Bitcoin bertahan sekitar US$ 23.176.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 20 Juli 2022: Aset Kripto Terus Optimis Terbang

Inflasi Tinggi akan Selamatkan Kripto

Bitcoin telah berjuang untuk keluar dari kisaran harga US$ 19.000 hingga US$ 22.000 karena dipicu oleh pengetatan kebijakan moneter dan diperburuk oleh penggulingan Celsius dan stablecoin TerraUSD pada bulan Mei lalu. Ini telah mundur dari rekor tertinggi hampir US$ 69.000 pada bulan November 2021.

Beberapa penggemar memperkirakan bahwa Bitcoin akan menutup kerugian tahun ini setelah siklus pengetatan The Fed selesai. Nilai pasar kripto keseluruhan telah merebut kembali level US$ 1 triliun.

Novogratz juga menyebutkan bagaimana keadaan keuangan global saat ini berperilaku sebagai dorongan ke atas untuk kripto. Dia berpendapat bahwa ekonomi global memburuk dari hari ke hari dan kripto masih merupakan pilihan investasi yang baik meskipun harganya jatuh dan akan menjadi satu-satunya pilihan bagi orang-orang di masa depan.

Ilustrasi tampilan aset Bitcoin.
Ilustrasi tampilan aset Bitcoin.

“Berdasarkan total kapitalisasi pasar semua ekuitas di planet ini […] kripto adalah sekitar 1% dari itu. Beberapa tahun yang lalu, mereka 0,01%. Beberapa tahun sebelumnya, jumlahnya bahkan lebih sedikit,” kata Novogratz yang juga CEO Galaxy Digital.

Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

Tingkat Adopsi Kripto Bakal Meningkat

Pada Juni 2022, ahli strategi komoditas senior Bloomberg News, Mike McGlone, baru-baru ini mengatakan dia memperkirakan Bitcoin akan mencapai harga US$ 100.000 (Rp 1,4 miliar) pada tahun 2025.

Seperti Novogratz, dia juga percaya bahwa peningkatan tingkat adopsi dikombinasikan dengan penurunan pasokan BTC pasti akan menyebabkan lonjakan harga.

McGlone mengklaim bahwa Bitcoin mungkin terus jatuh untuk beberapa saat lagi. Namun, itu akan meningkat menjadi US$ 100K dalam dua tahun segera setelah menemukan titik dasarnya.

Selain itu, laporan terbaru tentang adopsi pengguna menunjukkan bahwa lonjakan adopsi aktual dalam Bitcoin belum datang. Menurut angka, Bitcoin akan memasuki fase pertumbuhan eksponensial pada tahun 2030 dan melampaui 10% adopsi.

Continue Reading

Bitcoin News

Prediksi Titik Balik Kripto Momen Super Bullish

Published

on

Ilustrasi Bitcoin.

Indeks ketakutan dan kerakusan di pasar kripto (Crypto Fear and Greed Index) menunjukkan tanda-tanda positif. Hal ini, lantaran secara signifikan kedua hal ini meningkat ke level tertinggi dua bulan.

Menurut laporan Bloomberg, jika melihat sentimen pasar menunjukkan comeback besar untuk aset kripto tak lama lagi, atau paling tidak memperlambat kenaikan tingkat aksi jual.

Dalam index tersebut, terlihat nilai yang menggembirakan sebesar 19 pada tanggal 6 Juli. Meskipun nilai ini menunjukkan sentimen pasar soal “Extreme Fear” di dalam pasar kripto, hal tersebut masih merupakan peningkatan dari nilai 6 yang dicapainya pada 18 Juni.

Mengutip artikel Arcane Research, laporan Bloomberg mengemukakan kebangkitan pasar yang muncul berdasarkan metrik ini.

“Sentimen di pasar kripto telah tertekan selama beberapa bulan, tetapi kami melihat sedikit peningkatan minggu ini. Sementara kami masih merasa nyaman di area Extreme Fear, dan kami sekarang mendorong ke arah area Fear, supaya pasar sedikit lebih optimis daripada yang kami lihat akhir-akhir ini,” tulis keterangan di artikel Arcane Research, Selasa (19/7).

Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 20 Juli 2022 pukul 07.00 WIB.
Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 20 Juli 2022 pukul 07.00 WIB.

Baca juga: Bitcoin Tetap Berpeluang Bersaing Ketat dengan Emas

Selain indikasi dari Fear and Greed Index, volume perdagangan Bitcoin tampaknya berjalan normal setelah lonjakan besar-besaran dicatat pada bulan Juni.

Pergerakan ini menunjukkan banyak aktivitas perdagangan, karena sebagian besar investor menggunakan aksi jual. Volume perdagangan rata-rata 7 hari telah kembali ke nilai sedikit di bawah US$ 40 miliar, yang dianggap sebagai level normal.

Dalam salah satu kinerja bulanan terburuknya sejak awal, Bitcoin mengakhiri bulan Juni dengan penurunan 37% dalam harganya dari awal bulan.

Diketahui, harga Bitcoin sendiri di akhir bulan bernilai US$ 19.000. Kinerja buruk Bitcoin telah dikaitkan dengan kebijakan makroekonomi yang tidak menguntungkan yang diperhitungkan oleh inflasi yang meningkat.

Meskipun kinerja yang kurang baik tumpah ke jam-jam pertama di awal Juli, tampaknya ada metrik yang menggembirakan untuk Bitcoin pada bulan ini. Volume perdagangan aset telah naik 53% bulan ini.

Karena, kinerja tampaknya tergantung pada arah pergerakan harga Bitcoin, altcoin utama sudah mengungguli kripto sulung pada bulan Juli. 

Di lain pihak, peneliti dari Korea Selatan mengatakan bahwa musim dingin kripto akan berakhir sebelum tahun keuangan berakhir. Namun, upaya Federal Reserve AS untuk meningkatkan ekonomi Amerika Serikat dapat terus mempengaruhi pasar kripto sementara itu.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Pemuda Indonesia Bobol Wallet Coinbase Raup Rp 16 M Ditangkap FBI

Penelitian dilakukan oleh bursa domestik Korbit dan dilansir Maeil Kyungjae. Unit penelitian bursa memperkirakan bahwa musim dingin kripto yang “berkepanjangan”, ditandai dengan harga Bitcoin (BTC) dan altcoin yang rendah atau stagnan.

Prediksi pun masih akan berlanjut selama berbulan-bulan, tetapi akan berakhir sebelum akhir kuartal keempat tahun keuangan saat ini.

Para peneliti melihat tren dari musim dingin kripto sebelumnya, dan menggambar paralel dengan kemerosotan yang dimulai pada akhir 2018.

“Penurunan pasar ini mirip dengan ‘musim dingin kripto ketiga,’ yang dialami pasar antara akhir 2018 dan awal 2019,” ungkap Jeong Seok-moon, kepala unit penelitian Korbit, Selasa (19/7).

Kendati demikian, Jeong berpendapat bahwa kebijakan moneter terkait pengetatan The Fed telah memicu kemerosotan pada akhir 2018. Kemerosotan ini, diklaim tidak seperti musim dingin kripto pertama dan kedua, yang disebabkan oleh faktor internal di pasar aset kripto. (Im)

Artikel ini telah tayang di Cryptoharian dengan judul “Trader Bitcoin Nantikan Momen Super Bullish Saat Bloomberg Prediksi Titik Balik Kripto

Continue Reading

Popular