Connect with us

Bitcoin News

Tahapan Pembuatan 3D Modelling dan Potensinya dalam NFT

Published

on

3d Modeling

Pernahkah Anda mendengar soal 3D modelling? Atau justru sekarang Anda sedang menggeluti profesi sebagai seorang 3D modeller? Melalui NFT, Anda bisa mendapatkan income tambahan dengan menjual karya 3D modelling. Untuk mengetahui mekanismenya, simak ulasannya berikut ini!

Apa itu 3D modelling?

3D modelling sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut proses pembuatan model objek menggunakan grafik komputer. Proses ini tidak hanya sekadar mengubah objek 2D menjadi timbul. Namun, 3D juga mempertimbangkan berbagai aspek lain seperti tekstur, bentuk, volume, dan tentunya ukuran objek sehingga visualisasi objek bisa mendekati wujud aslinya.

Sejarah 3D modelling

Teknik modelling 3D awalnya hanya digunakan untuk tujuan ilmiah. Penggunanya pun terbatas pada profesional yang membuat model matematika atau analisis data. Namun, penggunaan 3D kemudian berkembang saat Ivan Sutherland dan David Evans membuka jurusan teknologi di University of Utah. Dari jurusan tersebut, Sutherland dan Evans menemukan banyak talenta berbakat yang mendorong mereka untuk mendirikan perusahaan grafis 3D komersil.

Di zaman modern seperti sekarang, pemanfaatan grafis 3D semakin berkembang. Sebab, 3D modelling menawarkan pengalaman unik yang tidak bisa diberikan format desain lainnya. Nilai sebuah kreasi yang dijadikan 3D pun bisa mengalami peningkatan, baik dari segi artistik maupun ekonomisnya.

Tahap pembuatan 3D modelling

Dilansir dari Markey, berikut beberapa tahapan untuk menghasilkan model 3D:

Steps 3D Modeling

1. Pembuatan model 2D
Pertama-tama, Anda harus membuat model 2D. Tentukan dulu model yang ingin dicetak dalam format 3D. Saat ini, Anda bisa memanfaatkan software komputer pada tahap yang sering disebut sebagai motion capture. Salah satu jenis software yang sering digunakan adalah Adobe Photoshop.

2. Membuat dasar model
Jika sudah ada model 2D, mulailah membuat dasar model 3D. Ada tiga metode yang bisa Anda ikuti untuk membuat dasar model, yaitu polygon, sub-division, dan NURBS. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Metode NURBS, misalnya, cocok untuk membuat model yang organik seperti anatomi tubuh manusia.

3. Rendering
Langkah selanjutnya adalah rendering yang merupakan bagian akhir dari pembuatan model. Dalam tahap rendering, seluruh data yang Anda buat di tahap pembuatan model akan diproses menjadi sebuah output. Perlu diingat, resolusi yang standar untuk rendering menurut PAL system adalah 720×576 pixels.

4. Texturing
3D modelling tidak akan lengkap tanpa texturing. Pada tahap ini, objek diberikan karakteristik khusus yang sesuai dengan strukturnya. Anda bisa memberikan pola, variasi warna, hingga menentukan tingkat kehalusan permukaan objek.

5. Image dan display
Image dan display merupakan tahap terakhir dalam pemodelan 3D. Jangan sampai melewatkan tahap ini agar output image dari model yang Anda buat memiliki hasil yang baik. Bisa dibilang, tahapan ini merupakan langkah koreksi untuk membandingkan output model dengan rancangan awalnya.

Baca Juga: Jangan Terkecoh, Ini Dia Perbedaan Seni dan Desain!

Potensi 3D modelling dalam NFT

Nah, bagi Anda 3D modeller, saat ini ada peluang baru yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan keuntungan dari pemodelan 3D. Peluang tersebut bernama NFT atau Non-Fungible Token. Melalui NFT, Anda bisa memamerkan karya 3D kepada publik, bahkan tidak menutup kemungkinan jika karya Anda akan dikenal di pasar internasional.
Menariknya lagi, di dunia NFT, Anda tidak perlu khawatir dengan masalah plagiasi dan orisinalitas karya. Sebab, saat karya Anda menjadi NFT, maka karya tersebut akan memiliki nomor serial khusus. Nomor serial tersebut bertindak sebagai sertifikat autentikasi yang menandakan kepemilikan sekaligus keaslian karya.
Model transaksi karya seni melalui NFT ini telah terbukti keberhasilannya. Salah satu transaksi jual-beli karya seni paling berhasil dalam sejarah NFT adalah terjualnya karya NFT berjudul Everydays: The 5000 First Day milik seniman Beeple. Karya tersebut terjual dengan harga yang fantastis, yaitu sekitar US$69 juta.

The 5000 First Day

Sudah memiliki karya 3D modelling dan ingin menjualnya di NFT marketplace sebagai NFT? Anda bisa bergabung sebagai Official Partner TokoMall. Di TokoMall, Anda bisa langsung mulai memamerkan kreasi 3D terbaik dan berinteraksi dengan para kreator. Proses pendaftaran akun TokoMall mudah dan tidak makan waktu lama. Segera daftarkan diri Anda dan tunjukkan karya 3D modelling terbaik bersama TokoMall. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Bitcoin News

Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

Published

on

Bitcoin zona merah

Pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin pada Rabu (7/9) pagi tampak tak berdaya di zona merah. Sejak awal pekan ini, gerak kripto tergolong sideways dengan volume transaksi yang terpantau belum terlalu besar.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (7/9) pukul 15.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak kumpul ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya turun 5,54% ke US$ 18.807 per keping dan turun 7,27% selama seminggu terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) yang sempat naik karena isu The Merge juga tak berdaya, turun 8,64% ke US$ 1.518 di waktu yang sama dan anjlok 4,23% sepekan terakhir. Cardano (ADA), Dogecoin (DOGE) dan Polkadot alami penurunan harga yang cukup tinggi lebih dari 7% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang terjadi koreksi tiba-tiba dan sedikit brutal. Dari data CoinMarketCap, menunjukkan harga Bitcoin jatuh dari US$ 19.780 menjadi US$ 19.037 hanya dalam 50 menit.

bentuk koin bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Polygon: The Merge Ethereum akan Hapus 99,1% Polusi Karbon

“Kemudian, pergerakan Bitcoin untuk mencegah penurunan lebih lanjut ke bawah US$ 19.000 gagal dilakukan. Harga BTC yang gagal menembus zona resistance-nya di level US$ 20.000 berulang-ulang kali membuat tumbang market kripto secara keseluruhan. Sehingga, investor yang membaca situasi tersebut, memilih melakukan aksi jual ketimbang akumulasi,” kata Afid.

Penurunan harga Bitcoin juga meruntuhkan momen bullish Ethereum yang sempat reli kencang pada sehari sebelumnya, Selasa (6/9). Padahal, ETH yang telah menunjukkan tanda-tanda kekuatan saat The Merge mendekat, bisa mengambil keuntungan untuk terus reli, terlebih upgrade Bellatrix juga sukses dilaksanakan.

Tekanan Situasi Makroekonomi

Selain dari sisi teknikal, sentimen makroekonomi juga membuat harga Bitcoin dan kripto lainnya berguguran. Pasar saham global juga mengalami kerugian dengan latar belakang penguatan indeks dolar AS (AS) dan meningkatnya kekhawatiran bahwa The Fed yang akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.

“Kebijakan The Fed melawan inflasi mungkin tidak akan selesai sampai investor kehilangan nilai dari Bitcoin. Jelas The Fed ingin melihat kondisi keuangan yang lebih ketat, termasuk harga saham yang lebih rendah. Berarti kripto juga, karena sangat berkorelasi dengan ekuitas. Itu kemungkinan berita yang tidak diinginkan bagi investor kripto, yang telah menderita kerugian besar,” jelas Afid.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, ada kemungkinan jika BTC tidak dapat bertahan di atas angka US$ 18.000, kemungkinan harga dapat turun di US$ 17.000. Sementara resistensi overhead untuk BTC berada di level US$ 21.100.

Indikator teknikal juga menunjukkan peningkatan momentum bearish. Relative Strength Index (RSI) berada di bawah setengah garis yang berarti penjual lebih banyak daripada pembeli di pasar. Hasil dari pembacaan ini merupakan indikasi bahwa penjual mendorong momentum harga di pasar.

Continue Reading

Bitcoin News

Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

Published

on

Iustrasi aset kripto Bitcoin

Bitcoin diramalkan tidak akan pernah mencapai all-time high (ATH) yang sukses diraih pada November 2021 lalu, yakni dilevel US$ 69.000 atau sekitar Rp 1 miliar. Hal ini disebut-sebut berkaitan dengan The Merge Ethereum, kok bisa?

Dikutip dari CoinDesk, seorang peneliti aset kripto independen, Kyle McDonald, memperkirakan bahwa The Merge, yaitu peralihan Ethereum yang segera terjadi dari blockchain Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) akan menjadi momen yang mengubah permainan untuk industri kripto.

Perkiraan dari Ethereum Foundation, sebelumnya telah menyarankan bahwa PoS akan menggunakan 99,95% lebih sedikit energi dan jika teknologi ini berfungsi sebaik yang dijanjikan, McDonald berpikir investor dan regulator akan menyadari bahwa PoW tidak pernah diperlukan.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Analisa Pasar: Investor Lebih Pilih Ethereum Dibanding Bitcoin?

Desak Investor Jual Bitcoin

Selama wawancara dengan CoinDesk, McDonald mendesak investor untuk menjual Bitcoin sekarang, atau akan terjebak dengan sistem PoW tanpa batas waktu.

“Ketika Anda berpindah dari sistem yang menghasilkan sebanyak mungkin angka acak secepat mungkin dengan 10 juta (unit pemrosesan grafis) di seluruh dunia, ke sistem yang berjalan pada beberapa ribu komputer yang energinya cukup rendah, itu akan membuat perbedaan besar,” katanya.

McDonald memang mengakui bahwa The Merge dapat memiliki konsekuensi bagi kolektor NFT, terutama jika penambang berhasil dalam upaya mereka untuk membuat hard fork Ethereum yang terus menggunakan PoW.

Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

The Merge Buat NFT Terdilusi?

Hal ini dapat mengakibatkan terciptanya duplikat NFT yang berarti bahwa, misalnya, Bored Ape dapat ada di dua jaringan blockchain. Dalam skenario seperti itu, McDonald memperingatkan bahwa nilai koleksi NFT blue-chip bisa berakhir terdilusi.

Seperti yang dilaporkan oleh CoinMarketCap, OpenSea telah mengumumkan bahwa mereka mendukung The Merge, dan hanya akan mengenali NFT yang didasarkan pada rantai Proof-of-Stake baru Ethereum. NFT marketplace terbesar di dunia mengatakan sedang mempersiapkan transisi yang mulus.

“Meskipun kami tidak mengantisipasi masalah besar, kami juga mengakui ini adalah yang pertama! Jadi kami berkomitmen untuk memantau, mengelola, dan berkomunikasi secara menyeluruh.”

Continue Reading

Bitcoin News

Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

Published

on

Ilustrasi Bitcoin vs emas.

Riset pasar kripto terbaru dari Bloomberg Intelligence menunjukkan bahwa karakter Bitcoin (BTC) kini mungkin mulai berperilaku lebih seperti obligasi dan emas, daripada saham.

Dalam laporan berjudul “Crypto Outlook” yang dirilis awal Agustus lalu, Senior Commodity Strategist Bloomberg Intelligence, Mike McGlone dan Senior Market Structure Analyst, Jamie Coutts, mengatakan unit penelitian yang dilakukan adalah membandingkan pasar Bitcoin dengan pasar emas, obligasi dan minyak.

Mereka menyarankan bahwa pengaruh makroekonomi seperti kebijakan moneter The Fed telah menghasilkan kesamaan antara pasar obligasi dan Bitcoin.

“Pasar yang mengetat dan jatuhnya pertumbuhan global mendukung pergeseran Federal Reserve ke bias ‘pertemuan demi pertemuan’ pada bulan Juli, yang dapat membantu mengarahkan Bitcoin ke arah kemiringan lebih seperti obligasi daripada saham.”

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Crypto Nowadays: Suku Bunga The Fed Naik, Market Justru Naik

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa “komoditas yang bersifat dump-follow-pump” dan penurunan imbal hasil obligasi menunjukkan peningkatan kemungkinan obligasi, emas dan Bitcoin didukung karena inflasi menurun.

Bitcoin Punya Potensi Walau Harganya Turun

Laporan tersebut mencatat bahwa pasar kripto mencapai ‘diskon terbesar’ yang pernah ada dibandingkan dengan 100-week moving average pada bulan Juli. Para analis mengatakan bahwa fakta bahwa harga BTC pada awal Agustus masih di bawah 70% dari nilai puncaknya, tetapi masih lima kali lebih tinggi dari terendah Maret 2020 itu menunjukkan potensinya.

Mereka menandai zona US$ 20.000 sebagai dukungan utama dan diharapkan basis sedang dibangun, mirip dengan level US$ 5.000 pada tahun 2018-2019.

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto di Indonesia?

Para peneliti menyimpulkan bahwa Bitcoin telah menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik sejak diluncurkan sekitar satu dekade lalu.

“Kami pikir lebih banyak hal yang sama ada di depan, terutama karena mungkin transisi menuju agunan global, dengan hasil yang lebih selaras dengan obligasi Treasury atau emas.”

Penelitian Coinbase yang dilakukan pada bulan Juli menunjukkan bahwa profil risiko kelas aset kripto mirip dengan saham minyak dan teknologi. Menurut Chief Economist Coinbase, Cesare Fracassi, mengatakan “korelasi antara harga saham dan aset kripto telah meningkat secara signifikan” sejak pandemi 2020.

Continue Reading

Popular