Connect with us

Market

Tokocrypto Market Signal 20 Juli 2022: Aset Kripto Terus Optimis Terbang

Published

on

Ilustrasi daftar 5 aset kripto bullish dan bearish pekan keempat Juli 2022.

Pergerakan market aset kripto pada Rabu (20/7) siang membuat para investor tersenyum gembira. Cuaca cerah masih menyelimuti market kripto yang nilainya terus melesat tinggi.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak bergerak optimis ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Bahkan, nilai Bitcoin (BTC) naik 5,86% ke US$ 23.393 per keping dalam sehari terakhir. Ini mampu melewati level resistance terdekatnya. 

Sementara, nasib Ethereum (ETH) juga sama baik, meroket 1,31% ke US$ 1.545 di waktu yang sama. XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) juga mengalami kenaikan masing-masing 4,18%, 8,87%, 3,78 dan 3,72%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat investor kembali menyerbu market kripto lantaran kinerja dolar AS yang sedang melemah sehingga membangkitkan gairah aksi beli di instrumen aset berisiko, termasuk saham. Kinerja baik juga tercermin dari gerakan pasar saham AS.

“Investor tampaknya tengah mengabaikan potensi resesi ekonomi AS dengan indikator nilai dolar AS yang terus melemah. Kemudian, mereka tak ingin kelewat fase bullish terhadap BTC yang akhirnya melakukan rentetan aksi beli. Namun, di sisi lain ada investor yang akhirnya tergoda untuk segera merealisasikan profit taking, sehingga gerakan market saat ini agak datar,” kata Afid.

Lebih lanjut, Afid menerangkan investor juga tak mau terlampau optimis masuk ke market kripto karena lebih memilih untuk menanti hasil rapat bank sentral AS, The Fed, yang sedianya akan berlangsung pada 27 hingga 28 Juli mendatang. Kendati demikian sejauh ini, tampaknya The Fed bakal konsisten dengan komitmennya yang bakal mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin pada bulan ini.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Baca juga: Bitcoin Tetap Berpeluang Bersaing Ketat dengan Emas

Sentimen Positif Penyebab Market Bullish

Secara umum Afid menjelaskan reli kencang aset kripto tengah pekan ini disebabkan oleh beberapa faktor penting. Pertama, sepinya sentimen makroekonomi dan ketegangan geopolitik, membuat investor memanfaatkan untuk melakukan aksi beli.

Investor merasa bahwa kinerja keuangan beberapa emiten keuangan di pasar saham AS yang di atas ekspektasi menjadi indikasi bahwa ekonomi AS sebenarnya terbilang solid. Terlebih nilai dolar AS juga melemah sehingga membangkitkan gairah market.

Hal kedua, dari faktor ekosistem kripto. Investor menyambut positif pengumuman mengenai tanggal upgrade jaringan ETH, The Merge yang dijadwalkan selesai pada 19 September 2022. Alhasil market ETH dan Ethereum Classic (ETC) mengalami short squeeze selama beberapa hari belakangan.

Selain itu, ada juga kabar baik mengenai jaringan Polygon, misalnya niatan Walt Disney yang mendukung pengembangan Web 3 Polygon dan rencana peluncuran pembaruan jaringan yang digadang bernama Hermez.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Faktor ketiga secara teknikal, harga BTC yang menembus di atas level psikologis US$ 22.000 membuat pelaku pasar tergerak melakukan aksi akumulasi. Alhasil, kini nilai kapitalisasi pasar kripto sukses kembali tembus di atas US$ 1 triliun.

Selain itu dari indikasi dari Fear and Greed Index, volume perdagangan Bitcoin tampaknya berjalan normal setelah lonjakan besar-besaran dicatat pada bulan Juni lalu. Saat ini, sentimen cukup membaik walaupun masih dalam status “Extreme Fear” di dalam pasar kripto.

BTC saat ini memiliki titik support terdekat di level US$ 22.000 dengan target kenaikan terdekat ke US$ 23.600 hingga US$ 24.500. Bitcoin (BTC) berjuang untuk level US$ 24.000 karena penembusannya dapat menyebabkan kenaikan lebih lanjut. Namun, dalam kasus tekanan bearish dan pengembalian di bawah US$ 22.000 bisa menekan harga lebih dalam.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan keempat bulan Juli ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish 

1. Ethereum (ETH)

Analisis teknikal Ethereum (ETH).

Ethereum (ETH) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bullish pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat nilai ETH telah meroket sekitar lebih dari 50% selama tujuh hari terakhir karena sentimen positif kabar tentang proses The Merge atau atau perpindahan dari jaringan Proof-of-Work ke Proof-of-Stake yang dijadwalkan selesai pada 19 September 2022. 

“Merge akan mengubah protokol dari model Proof-of-Work saat ini ke model Proof-of-Stake yang hemat energi dan ramah lingkungan. Mulai dari akhir Juli hingga September nanti Ethereum akan memulai proses The Merge. Hal ini disambut positif oleh investor, sehingga mengerakan market secara keseluruhan,” kata Afid.

Kenaikan ETH yang sedang berlangsung juga datang dari event Ethereum Community Conference (EthCC) yang akan berlangsung tanggal 19-21 Juli 2022 di Paris dengan lebih dari 250 pembicara, salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin. Acara tersebut akan menjadi ajang berkumpulnya komunitas kripto yang besar untuk membahas penggantian protokol proof-of-work dengan proof-of-stake untuk ETH.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar ETH masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 1.705 atau naik 15% dari harga US$ 1.500 dalam beberapa hari ke depan. Namun, diperkirakan akan terlebih dahulu pengujian di zona US$ 1.500 pada akhir minggu ini.

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 189.654.182.613. Jumlah koin yang beredar 121.618.324 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Prediksi Titik Balik Kripto Momen Super Bullish

2. Ethereum Classic (ETC)

Analisis teknikal Ethereum Classic (ETC).

Pergerakan ETH yang positif rupanya juga berdampak pada Ethereum Classic (ETC). Afid melihat ETC mencatat keuntungan signifikan yang sebagian didukung oleh aktivitas jaringan pada blockchain Ethereum utama, khususnya peningkatan The Merge yang dijadwalkan untuk bulan September. 

“Faktor tersebut tampaknya mendorong harga ETH di samping mendorong penembusan harga ETC. Gerakan bull ETC telah dirasakan dalam tujuh hari terakhir, di mana harga Ethereum Classic telah memberikan momentum kenaikan yang kuat menandai fase konsolidasi,” ucap Afid.

ETC menempati urutan ketiga di antara aset kripto berkinerja terbaik dalam tujuh hari terakhir di belakang Lido DAO (151,03%) dan Polygon (58,73%). Harga ETC kemungkinan besar akan kembali tembuh ke level US$ 28,12 atau naik 20% dari harga US$ 23,36.

Ethereum Classic (ETC) sendiri adalah hard fork dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Ethereum Classic telah berusaha untuk membedakan dirinya dari Ethereum, dengan peta jalan teknis kedua jaringan yang semakin menyimpang satu sama lain seiring waktu.

Peringkat ETC di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #25, dengan kapitalisasi pasar US$ 3.385.422.000. Pasokan yang beredar 135.898.262  koin ETC dan maksimal pasokan 210.700.000 koin ETC.

3. STEPN (GMT)

Analisis teknikal STEPN (GMT).

STEPN (GMT) diperkirakan akan bullish pada pekan ini. Menurut Afid, ada beberapa faktor penyebab sentimen positif yang membuat harga GMT bisa naik. Salah satunya, pengumuman STEPN yang telah mengumpulkan keuntungan US$ 122,5 juta melalui biaya platformnya pada Q2 2022.

“STEPN juga kabarnya berencana untuk menggunakan 5% dari keuntungan yang dihasilkan untuk memulai program buyback dan burn GMT. Proses program buyback and burn mungkin memakan waktu beberapa minggu untuk diselesaikan untuk menghindari memicu volatilitas harga yang tiba-tiba,” jelas Afid.

Selain itu, Selain itu, platform juga akan mengalokasikan cadangan modal untuk meningkatkan fitur yang ada dan membangun tim. Tujuannya adalah untuk meningkatkan adopsi brand secara keseluruhan.

Dalam 24 jam terakhir, token GMT sedang mengalami koreksi. Analisis teknikalnya, pola konsolidasi mengantisipasi bahwa begitu STEPN menembus resistance US$ 1,10 atau level support US$ 0,79, pergerakan kenaikan harga 29% mungkin akan mengikuti. Harga GMT bisa mencapai US$ 1,33.

Peringkat GMT di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #69, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 643.629.277. Jumlah koin yang beredar 600.000.000 koin GMT dan maksimal pasokan 6.000.000.000 koin GMT.

4. THORChain (RUNE)

Analisis teknikal THORChain (RUNE).

Selanjutnya adalah THORChain (RUNE) yang berpotensi bullish. Token RUNE dipengaruhi oleh sentimen positif dari THORChain yang akhirnya mengaktifkan program Killswitch yang secara progresif akan menghentikan dukungan varian token RUNE berbasis BEP-2 dan ERC-20. 

Token BNB.RUNE dan ETH.RUNE akan semakin kehilangan nilainya selama 12 bulan ke depan, karena proyek ini bertujuan untuk mendorong adopsi varian RUNE yang terpadu sepenuhnya yang memungkinkan interoperabilitas lebih kuat.

“Berdasarkan analisis teknikalnya, kenaikan signifikan terjadi hingga 32,6% dari harga RUNE menjadi US$ 3,3. Level resistance RUNE sendiri berada di US$ 3,28 dan US$ 3,88. Sedangkan, level support di US$ 1,77 dan US$ 1,28.

THORChain sendiri adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya yang tidak berada di dalam jaringan yang sama, tanpa perlu pihak ketiga, seperti Coinbase atau Binance.

Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #53, dengan kapitalisasi pasar US$ 926.264.614. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.

5. Chainlink (LINK)

Analisis teknikal Chainlink (LINK).

Aset kripto potensi bullish terakhir pekan ini adalah Chainlink (LINK). Menurut Afid, nilai LINK digerakan oleh sentimen positif kabar Chainlink yang telah memberi tahu penggunanya tentang serangkaian integrasi. 

“Bakal terjadi integrasi terutama terlihat di berbagai chain antara 11 Juli dan 17 Juli. Chainlink mencatat 16 integrasi dari empat layanannya di tujuh rantai yang berbeda. Ini termasuk Avalanche, BNB Chain, Ethereum, Ethereum Rinkeby testnet, Fantom, Optimism, dan Polygon,” jelas Afid.

Di antara tanggal 11-17 Juli 2022, harga LINK telah tumbuh 5%. Selama periode tersebut, kapitalisasi pasar naik 4% dari US$ 2,88 miliar menjadi US$ 3,01 miliar. Reli bullish kemungkinan besar akan mendorong harga LINK ke US$ 7,66 atau naik sekitar 14% dari harga US$ 6,7.

Peringkat LINK di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #22, dengan kapitalisasi pasar US$ 3.480.997.928. Pasokan yang beredar 467.099.971 koin LINK dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin LINK.

Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

Daftar 5 Aset Kripto Bearish 

1. Axie Infinity (AXS)

Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).

Axie Infinity (AXS) membuka daftar aset kripto potensi bearish pekan ini. Menurut Afid, nilai AXS bakal dipengaruhi oleh sentimen negatif dari berita kekecewaan pada gamers dan komunitas soal platform game Axie Infinity yang tidak berfungsi optimal.

“Setelah membuka kembali Ronin Bridge, platform AXS tampaknya mendapatkan permasalahan baru yang membuatnya proses transaksi setoran dari blockchain Ethereum tidak optimal. Hal ini kemungkinan besar akan mempengaruhi nilai AXS beberapa hari ke depan,” kata Afid.

Dari analisis teknikalnya, saat ini pergerakan AXS dalam reli bullish yang singkat, namun rentan. Fase bearish dapat melakukan pemogokan pada pergerakan harga yang mungkin mencoba menarik token kembali ke kisaran harga yang lebih rendah. Prediksi harga AXS bisa mencapai US$ 15,69 atau turun 11% dari US $ 17,77.

Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #41, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.411.068.377. Pasokan yang beredar 82.475.674 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.

2. Celo (CELO)

Analisis teknikal Celo (CELO).

CELO masuk dalam fase bearish diakibatkan oleh jaringan blockchain Celo yang mengalami pemadaman pada Rabu (13/7). Peristiwa downtime tersebut telah menghentikan produksi blok baru di jaringan secara tiba-tiba. 

“Efek dari downtime jaringan blockchain Celo dalam membuat penarikan harga CELO. Di indikator teknis, Celo menunjukkan momentum bearish. Saat ini level support-nya berada di titik US$ 0,75-US$ 0,68 dan resistance-nya di US$ 0,90-US$ 1. Alhasil, CELO bisa turun hingga US$ 0,92 dari harga US$ 1,03,” kata Afid.

CELO sendiri adalah aset asli ekosistem blockchain Celo. Proyek ini bertujuan memperkenalkan kenyamanan keuangan terdesentralisasi (DeFi) kepada pengguna smartphone yang tidak memiliki rekening bank di seluruh dunia. Token CELO dirancang untuk memfasilitasi transaksi dan proses tata kelola di platform.

Peringkat CELO di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #82, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 463.177.924. Pasokan yang beredar 450.833.963 koin CELO dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin CELO.

3. Helium (HNT)

Analisis teknikal Helium (HNT).

Helium (HNT) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bearish pekan ini. Afid melihat sentimen buruk HNT masih diselimuti oleh jaringan Internet of Things (IoT) blockchain Helium yang ditutup selama 4 jam pada pekan lalu.

“Dampak dari pemadaman masih bisa menekan harga Helium. Dampak dari peristiwa tersebut adalah masih adanya gangguan pembagian rewards mining dan transfer token yang dibiarkan tertunda,” ungkap Afid.

Dari analisis teknikalnya, nilai HNT kemungkinan besar bisa turun sebesar 9% dari harga US$ 11,13 ke US$ 9,89 dalam beberapa hari ke depan. Saat ini, level support HNT berada di US$ 9,20-US$ 9 dan level resistance-nya ada di US$ 9,70-US$ 10.

Peringkat HNT di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #45, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.248.936.843. Jumlah koin yang beredar 122.175.058 koin HNT dan maksimal pasokan 223.000.000 koin HNT.

Baca juga: Kenal Kripto Fio Protocol (FIO) dan RSK Infrastructure Framework (RIF)

4. Voyager Token (VGX)

Analisis teknikal Voyager Token (VGX).

Selain HNT, Voyager Token juga masih betah dalam daftar kripto potensi bearish pekan ini. Afid mengungkap VGX akan mengalami penurunan pada pekan ini, akibat perusahaan yang tidak dikenal MetaFormLabs telah memulai kampanye untuk memompa VGX sebagai bagian dari paket penyelamatan Voyager.

Token VGX Voyager sempat melonjak 178% mencapai tertinggi intraday US$ 0,891 sebelum jatuh kembali ke sekitar US$ 0,559. Kenaikan harga ini bertepatan dengan munculnya tagar Twitter yang disebut #PumpVGXJuly18 yang ramai pada Kamis (14/7) lalu.

“VGX memang sempat meroket meskipun beberapa minggu yang bergejolak untuk broker kripto, Voyager Digital yang telah mengajukan perlindungan kebangkrutan. Dalam hal prediksi harga VGX dapat melihat harganya turun menjadi US$ 0,450 selama beberapa hari mendatang, karena ada penarikan yang kuat dan indikator pergerakan yang sudah overbought,” kata Afid.

Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #163, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 137.314.481. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.

5. Tornado Cash (TORN)

Analisis teknikal Tornado Cash (TORN).

Tornado Cash adalah platform yang menyediakan solusi privasi non-kustodian terdesentralisasi yang dibangun di atas jaringan blockchain Ethereum. Afid menerkan nilai TORN akan masuk ke fase bearish pada pekan ini.

Menurut Afid, penyebab penurunan harga bisa berdampak dari komunitas Tornado Cash yang telah memilih untuk menolak proposal untuk memperkuat perbendaharaannya. Proposal tersebut menentang untuk mengubah TORN menjadi ETH (wETH) untuk membantu mendiversifikasi perbendaharaan.

“Lebih dari dua pertiga komunitas Tornado menolak proposal untuk menjual TORN-v-1 dengan diskon 20% agar mendapatkan ETH menggunakan agregator pertukaran terdesentralisasi 1inch. Nilai Tornado Cash kini lebih rendah 6,99% pada perdagangan 24 jam terakhir, menghasilkan harga saat ini Rabu (20/7) US$ 24,86. Pergerakan harga bisa turun hingga US$ 23,80 atau anjok 8%,” ungkap Afid.

Peringkat TORN di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #542, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 27.264.765. Jumlah koin yang beredar 1.099.795 koin TORN dan maksimal pasokan 10.000.000 koin TORN.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Market

The Fed Genjot Suku Bunga, Market Kripto Terus Turun

Published

on

Bitcoin zona merah

Market kripto hadapi serangan mendadak pasca bank sentral AS, The Fed mengumumkan peningkatan suku bunga acuan sebesar 0,75 basis poin untuk ketiga kalinya berturut-turut pada Kamis (22/9) dini hari. Sejumlah kripto big cap langsung turun ke zona merah.

Dengan inflasi yang terus tidak terkendali, kenaikan terbaru ini membawa suku bunga dasar The Fed ke level tertinggi dalam hampir 15 tahun. Ketua Fed, Jerome Powell, mengakui tidak ada cara “tanpa rasa sakit” untuk mengakhiri krisis biaya hidup.

Kenaikan suku bunga AS tersebut merupakan yang kelima kalinya sepanjang 2022. Sebelumnya, The Fed mulai menaikkan suku bunga sebesar 0,25% pada Maret, kemudian 0,50% di bulan Mei, 0,75% di bulan Juni, dan 0,75% pada Juli.

Dalam pengumumannya, Powell menyatakan pihaknya bertekad untuk membawa inflasi kembali turun sekitar 4% pada akhir tahun 2022. Sekadar informasi, untuk Agustus 2022 angka inflasi AS berada di angka 8,3%.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Segala Hal Penting Masa Depan Ethereum Setelah The Merge

Market kripto Tiarap

Bitcoin bergerak secara dramatis saat pengumuman kenaikan suku bunga The Fed semakin dekat. Data CoinMarketCap menunjukkan aset kripto terbesar di dunia itu, awalnya reli ke US$ 19.500 dalam beberapa menit sebelum suku bunga baru dikonfirmasi. Dalam 20 menit, kemudian jatuh ke US$ 18.975.

Begitu juga dengan Ethereum, mencapai US$ 1.376 pada saat detik-detik pengumuman The Fed. Kemudian menukik tajam ke US$ 1.260. Sebagian besar kripto memiliki reaksi yang sama setelah pengumuman suku bunga baru.

Kenaikan drastis 75 basis poin dari The Fed telah diperkirakan, tetapi itu tidak berarti bahwa investor kripto tidak terlalu ketakutan. Perlu juga dicatat bahwa aksi jual ini tidak khusus untuk Bitcoin, dengan pasar saham juga mengalami perubahan yang tidak menentu.

Hubungan Bitcoin dengan The Fed

Tidak ada tanda-tanda bahwa The Fed bermaksud untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga, yang berarti segala sesuatunya kemungkinan akan menjadi lebih buruk. Bitcoin tidak pernah berada di kondisi di mana suku bunga setinggi ini.

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

Baca juga: CEO Tokocrypto: Web3 Sangat Potensial untuk Masa Depan

Pejabat The Fed mengharapkan kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring berjalannya tahun, dan rata-rata mereka memproyeksikan tanda yang tinggi sebesar 4,6% tahun depan. Semua ini bisa membuat BTC jauh kurang menarik jika dibandingkan dengan aset yang lebih aman seperti obligasi.

Ahli strategi komoditas senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone baru-baru ini mengatakan kepada Kitco News bahwa The Fed berkontribusi pada salah satu bear market terbesar secara global.

McGlone percaya mungkin ada rasa sakit lebih lanjut untuk BTC di bulan-bulan mendatang, dan berpotensi terendah baru 12 bulan. Meski begitu, ia tetap bersikukuh bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mencapai rekor tertinggi baru dan itu hanya masalah waktu sebelum berpacu ke US$ 100.000.

Continue Reading

Market

Bloomberg: Bitcoin Bisa Raih Harga Rp 1,5 Miliar di Tahun 2025

Published

on

Iustrasi aset kripto Bitcoin

Market kripto sasat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Namun, masih banyak analis yang meyakinkan, market akan kembali bull run, sehingga nilai Bitcoin (BTC) bisa capai all time high (ATL) baru di tahun 2025.

Ahli strategi komoditas senior di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone mengatakan Bitcoin bakal menyentuh harga ATH terbaru sektiar US$ 100.000 atau Rp 1,5 miliar pada tahun 2025. Hal tersebut dinilai dapat terwujud, setelah kondisi makroekonomi saat ini yang sedang dibayangi inflasi tinggi berakhir.

Bitcoin bagi saya, ini masalah waktu sebelum mencapai US$ 100.000. Fakta kuncinya adalah bahwa adopsi dan permintaan meningkat. Dengan begitu harga akan melambung, dan sekali lagi ini hanya masalah waktu sekarang,” kata McGlone dikutip Kitco News.

Adopsi dan Permintaan Bitcoin

Menurut McGlone, pemicu Bitcoin untuk bergerak naik akan terhubung dengan meningkatnya adopsi dan permintaan. BTC dan aset kripto lainnya secara umum berpotensi tampil paling atas di antara semua kelas aset instrumen investasi saat ini.

Senior Commodity Strategist at Bloomberg, Mike McGlone. Foto: Bloomberg.
Senior Commodity Strategist at Bloomberg, Mike McGlone. Foto: Bloomberg.

Baca juga: Riset: Adopsi Kripto Tumbuh Subur di Indonesia 

Ia berdalih, aset kripto dapat membawa keuntungan tambahan karena memiliki teknologi dengan pertumbuhan tercepat. Web3 dan blockchain akan menjadi kunci adopsi kripto di masa depan.

Bitcoin kemungkinan akan menjadi emas digital baru. Tapi akan membutuhkan waktu karena status kripto andalan saat ini masih sebagai aset berisiko, dan tentunya akan membutuhkan waktu untuk dihilangkan,” jelas McGlone.

Crypto Winter dan The Fed

McGlone juga membandingkan kondisi pasar kripto saat ini, dengan fenomena gelembung dot-com di tahun 2000, yang mana aset tertentu muncul di atas sementara yang lain hancur. Namun, ia pun juga menyampaikan bahwa kebijakan The Fed mungkin akan memainkan peran kunci dalam mengakhiri kondisi saat ini.

“Kuncinya adalah kripto merupakan kuda tercepat dalam perlombaan. Mereka memiliki keunggulan teknologi yang berkembang pesat dan menantikan masa depan yang akan terus mereka hargai. Ini seperti tahun 2000 semuanya turun dan sebenarnya, bahkan lebih buruk dari tahun 2000 karena pasar obligasi benar-benar diperdagangkan dengan baik saat itu,” tuturnya.

Menurutnya, Bitcoin dan pasar kripto umum telah terjebak dalam kondisi ekonomi winter global. Bitcoin telah babak belur pada tahun 2022, dengan harga berjuang untuk diperdagangkan bisa mencapai di bawah US$ 20.000.

“Ini bukan crypto winter saja, ini adalah winter bagi makroekonomi global. Saya pikir kripto hanyalah sebagian kecil dari itu, tetapi itulah mengapa saya pikir makronya luar biasa,” ujar McGlone.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Segala Hal Penting Masa Depan Ethereum Setelah The Merge

Momentum Ethereum Setelah The Merge

McGlone turut mengomentari peluang Ethereum (ETH) membalik Bitcoin dalam waktu dekat, terutama setelah peningkatan The Merge. Menariknya, ahli strategi tersebut mencatat Ethereum pada akhirnya mungkin mengambil alih Bitcoin tetapi tidak saat ini.

Pergeseran Ethereum yang telah lama dinanti-nantikan dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake akhirnya terjadi minggu lalu dan, tentu saja, merupakan salah satu topik yang paling banyak dibahas di ruang kripto.

McGlone juga di antara mereka yang berpikir bahwa transisi menerima terlalu banyak publisitas, dan itulah yang akan berdampak negatif pada penilaian token dalam jangka pendek. Ia mengharapkan harga ETH naik menjadi US$ 6.000 atau sekitar Rp 90 juta pada tahun 2025.

“Saya pikir gambaran besar tentang Ethereum adalah merevolusi keuangan seperti futures dan ETF, tetapi sekarang kita melewati The Merge ini, dan sekarang kita harus khawatir tentang potensi hambatan di jalan, yang kita semua tahu terjadi dengan teknologi semacam ini,” pungkasnya.

Continue Reading

Market

Analisa Pasar: Kripto Masih Sideways, Waspada Ancaman The Fed

Published

on

market aset kripto

Pergerakan market kripto pada Selasa (20/9) pagi melaju lebih baik dibandingkan Senin kemarin. Sejumlah aset kripto, seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) hingga Solana (SOL) berhasil rebound ke zona hijau dengan kenaikan tipis.

Melansir CoinMarketCap pada Selasa (20/9) pukul 11.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) alami kenaikan 2,94% di posisi US$ 19.377 dalam sehari terakhir. ETH bernasib lebih baik naik 4,08% capai posisi US$ 1.354. Altcoin lainnya seperti XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) terbang ke zona hijau.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat gerak market kripto sedang mengalami konsolidasi, meski kenaikan saat ini masih tergolong sideways. Sejumlah kripto masih bergerak direntang harga pendek dan mencoba untuk melewati jauh level support-nya.

“Sejumlah kripto big cap berhasil masuk ke zona hijau, namun belum bisa membalikan keuntungan dari reli pekan lalu. Sejauh ini sikap investor sejatinya terbilang anomali. Pasalnya, di tengah antisipasi pengumuman rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS, The Fed yang dimulai Selasa (20/9), market bergerak variasi,” kata Afid.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Epic Games Rilis Game NFT Blankos Block Party

Ia menambahkan kenaikan harga kripto ini juga mungkin di dorong oleh faktor indeks dolar AS yang menurun pada Selasa pagi ini, berada 109.64 -0.09%. Hal tersebut berhasil mendorong investor bergairah ke kripto.

“Turunnya harga kripto yang drastis sejak akhir pekan lalu, tampaknya membuat sebagian investor melakukan akumulasi atau memborongnya. Mereka menganggap waktu yang tepat karena aset kripto harganya terjun bebas dalam beberapa hari terakhir,” terangnya.

Waspada Kebijakan The Fed

Menurut Afid, investor perlu mewaspadai The Fed yang bisa bikin galau. Ia menjelaskan kondisi market kripto sejatinya masih terbilang bergejolak dan rawan untuk breakdown lebih jauh.

Dalam survei terakhir, sekitar 80% analis dan investor meramalkan The Fed dapat mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin, sementara sisanya menaksir kenaikan hingga 100 basis poin.

“Sentimen makroekonomi, utamanya pengumuman kebijakan moneter The Fed pada pekan ini, masih menghantui gerak-gerik investor. Jika kenaikan suku bunga acuan di atas ekspektasi, maka kinerja pasar aset berisiko, termasuk aset kripto, akan terseok-seok,” tuturnya.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Tesla Jual Pluit Rp 800 Ribu Harus Bayar Pakai Dogecoin

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin (BTC) masih bisa terus mengalami penurunan. Level support terdekat BTC pada harga US$ 19.305. Pergerakan harga BTC masih terus menunjukan perlawanan. Khawatir BTC bisa menuju major support pada level US$ 17.567 yang merupakan all time low (ATL) atau harga terendah sementara pada 2022.

Sementara, Ethereum masih menujukan perlawanan di level support-nya pada harga US$ 1.325. Proyeksi terburuk, ETH bisa valid breakdown, kemungkinan harganya akan melanjutkan laju turunnya dengan target US$ 880-US$ 1.128.

Continue Reading

Popular