Connect with us

Market

Tokocrypto Market Signal 27 Juli 2022: Gerak Kripto Maju Teratur, Awas Tersungkur

Published

on

Ilustrasi daftar 5 aset kripto bullish dan bearish pekan terakhir Juli 2022.

Pergerakan aset kripto pada Rabu (27/7) pagi terlihat sedikit maju teratur. Ada reli singkat yang terjadi pada beberapa aset kripto yang masuk ke zona hijau.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap, ada delapan yang bergerak optimis ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) naik tipis 0,10% ke US$ 21.136 per keping dalam sehari terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) naik 0,53% ke US$ 1.431 di waktu yang sama. Cardano (ADA) dan Solana (SOL) punya nasib yang berbeda karena anjlok masing-masing 1,37% dan 0,83%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pola pergerakan kripto Rabu pagi ini menjadi bukti bahwa harga aset kripto masih diselimuti oleh bayang-bayang sentimen makroekonomi yang kuat. Dibandingkan dengan harga awal pekan lalu, pergerakan ini merupakan kenaikan harga tipis.

“Investor secara umum masih menahan diri untuk terjun lebih jauh ke market kripto. Hal ini untuk mengantisipasi dua pengumuman penting untuk mengambarkan situasi makroekonomi lebih jauh. Ada pengumuman kenaikan suku bunga acuan, The Fed dan laporan data Produk Domestik Bruto (PDB) AS,” kata Afid.

Sentimen di market kripto sebenarnya semakin mencekam. Pelemahan market dengan aksi wait and see membuat investor lebih memilih melepaskan aset kripto untuk sementara waktu dan masuk ke instrumen yang lebih aman, seperti uang fiat.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Investor juga tampaknya masih melakukan price actions menyusul akan ada perilisan laporan keuangan dari perusahaan raksasa teknologi AS. Rencananya, Microsoft, Meta Platforms Inc, Google dan Apple akan mengumumkan kinerja kuartalannya pada pekan ini.

Di samping itu, International Monetary Fund (IMF) merilis World Economic Outlook July 2022 yang memperkirakan perlambatan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi global jadi rata-rata 3,2% tahun ini dan 2,9% pada 2023. Ini bisa berdampak pada market kripto yang saat ini memiliki korelasi yang tinggi dengan situasi makroekonomi.

Baca juga: Potensi Pertumbuhan Adopsi Kripto di Asia Tenggara

Waspada Harga Kripto Bisa Tersungkur

Investor perlu memperhatikan hasil rapat The Fed pada akhir bulan ini. Investor tampaknya sudah priced in dengan kondisi makroekonomi dan memprediksi The Fed mungkin akan mengerek suku bunga 75 basis poin. Tapi, data historis menunjukkan harga kripto bisa tersungkur atas respons kenaikan tersebut.

Lebih lanjut, jika ditengok dari sisi analisis teknikal, Bitcoin mengalami penolakan pada titik resistensi US$ 23.300, yang menyebabkan harganya turun. Namun, pergerakan selama tiga hari terakhir malah mengindikasikan sinyal pelemahan BTC.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

BTC saat ini masih tertahan di level support krusialnya di US$ 20.500. Titik support tersebut menjadi penentu dari ketahanan harga Bitcoin. Jika level tersebut breakdown, maka harga Bitcoin kemungkinan akan kembali di bawah US$ 20.000, dan support selanjutnya berada pada harga US$ 18.900.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan Juli ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Lido DAO (LDO)

Analisis teknikal Lido DAO (LDO).

Lido DAO (LDO), membuka deretan aset kripto berpotensi bullish pekan ini. Setelah awal bulan Juli lalu, LDO sempat alami masa sulit, kini mulai unjuk gigi dengan peluang kenaikan harga.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan kenaikan nilai LDO didorong oleh sentimen positif dari kabar Lido treasury yang tumbuh sebesar 66% antara 15-21 Juli lalu, karena kenaikan harga token dan pendapatan protokol. Namun, menurutnya kenaikan harga akan berlangsung bertahap.

“Harga token LDO melonjak lebih dari 113% selama 30 hari terakhir. Kenaikan harga kemungkinan besar akan bertahap dan masih akan koreksi terlebih dahulu. Pasalnya, LDO masih dibayangi oleh sentimen penolakan proposal oleh komunitas LDO untuk kesepakatan tata kelola jaringan,” kata Afid.

Dari analisis teknikalnya, nilai LDO kemungkinan akan terkoreksi atau turun terlebih dahulu hingga harga US$ 1,2. Kemudian, naik secara bertahap ke harga 1,78 atau tumbuh sekitar 41%. Sementara, level resistance-nya berada di angka US$ 1,9.

Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #78, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 453.282.945. Pasokan yang beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin LDO.

2. Polygon (MATIC)

Analisis teknikal Polygon (MATIC).

Polygon (MATIC) memiliki peluang untuk bullish pada pekan terakhir Juli 2022 ini. Afid mengatakan sentimen positif yang menggerakan harga MATIC datang dari kabar bahwa Polygon telah mengumumkan terobosan signifikan dalam usahanya untuk menskalakan Ethereum.

“Ethereum selalu bergulat dengan masalah penskalaan sejak diluncurkan, yang mengarah pada munculnya solusi Layer-2 (L2). Polygon tampaknya telah memecahkan teka-teki untuk menskalakan Ethereum. Tim Polygon telah mengumumkan peluncuran zkEVM yang akan datang sebagai solusi cerdik melihat pengurangan biaya secara dramatis dan peningkatan kecepatan transaksi,” ujar Afid.

Lebih lanjut, dari segi analisis teknikalnya pergerakan MATIC kemungkinan besar selama batas bawah pada US$ 0,68 masih terjaga, dapat naik hingga US$ 0,8083 atau naik 17% dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat MATIC di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #13, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 6.212.222.109. Jumlah koin yang beredar 8.031.803.943 koin MATIC dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin MATIC.

Baca juga: Glassnode: Akhir Bear Market Sudah Dekat, Ini Tandanya

3. Aave (AAVE)

Analisis teknikal Aave (AAVE).

AAVE kembali masuk ke deretan aset kripto bullish pekan ini. Sentimen positif untuk AAVE berasal dari Aave DAO, bagian tata kelola dari protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) Aave, telah menukar token AAVE senilai US$ 1,6 juta dengan token Balancer (BAL) senilai US$ 1,13 juta dalam pertukaran untuk setiap koin project’s treasury.

Aave sendiri adalah protokol keuangan terdesentralisasi yang memungkinkan orang untuk melakukan transaksi pinjam dan meminjam aset kripto.

“Pertukaran token, ditambah akuisisi tambahan, cukup signifikan bagi Aave untuk menjadi pemegang 30 besar token BAL. Ini akan, pada gilirannya, meningkatkan likuiditas dan pendapatan untuk Aave,” jelas Afid.

Analisis teknikalnya, pergerakan nilai AAVE kemungkinan besar akan terkoreksi dahulu turun hingga batas harga US$ 70. Kemudian dapat bergerak naik menuju US$ 90 atau naik 24% dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat AAVE di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #44, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.123.223.727. Jumlah koin yang beredar 13.968.130 koin AAVE dan maksimal pasokan 16.000.000 koin AAVE.

4. Cardano (ADA)

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Selanjutnya ada Cardano (ADA) yang kemungkinan punya potensi bullish pada pekan ini. Kripto Cardano ada kemungkinan akan bersinar dengan hard fork Vasil yang dijadwalkan rilis sekitar akhir bulan Juli 2022.

Afid mengatakan hard fork Vasil pada jaringan Cardano awalnya dijadwalkan untuk ditayangkan pada bulan Juni, tetapi ditunda hingga akhir Juli karena beberapa masalah. Kemungkinan besar masih sesuai jadwal untuk perilisannya, namun Input Output Hong Kong (IOHK), perusahaan di balik pengembangan blockchain Cardano, belum mengumumkan tanggal peluncuran yang tepat.

“Vasil diharapkan membawa peningkatan kinerja dan kemampuan yang signifikan ke blockchain Cardano, termasuk pembuatan blok yang lebih cepat dan kecepatan transaksi yang lebih tinggi. Dari perspektif fundamental, upgrade dapat meningkatkan adopsi ADA karena peningkatan efisiensi jaringan,” jelas Afid.

Lebih lanjut, Afid mengungkapkan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar harga ADA akan terus terkoreksi terlebih dahulu menuju harga US$ 0,43. ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,4655 hingga US$ 0,5158 atau naik 15% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 15.767.098.555. Jumlah koin yang beredar 33.934.048.406 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

5. THORChain (RUNE)

Analisis teknikal THORChain (RUNE).

Menutup daftar aset kripto potensi bullish adalah THORChain (RUNE). Perlu diketahui RUNE sudah lama ‘nyaman’ dalam fase bullish sejak beberapa pekan lalu. 

THORChain sendiri adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya.

Kali ini, token RUNE dipengaruhi oleh sentimen positif dari tim THORChain yang akhirnya akan melepaskan pengelolaan Planned Obsolescene pada akhir bulan Juli ini. Dan selanjutnya jaringan akan diambil alih oleh komunitas.

Treasury akan diberikan kepada 5-10 tim komunitas untuk pengembangan protokol, pengembangan middleware, antarmuka, dan pendidikan/promosi. Selain itu, sekitar 10 tim komunitas saat ini menerima sekitar US$ 100.000 per bulan dalam bentuk hibah pengembang.

“Berdasarkan analisis teknikalnya, harga RUNE akan sedikit alami penurunan dahulu menuju US$ 2,1. Kemudian bisa bounce ke harga US$ 2,5 atau naik 17%,” jelas Afid.

Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #56, dengan kapitalisasi pasar US$ 763.800.207. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Voyager Token (VGX)

Analisis teknikal Voyager Token (VGX).

Voyager Token masih betah dalam daftar kripto potensi bearish sejak pekan lalu. Afid mengungkap sentimen negatif dari perusahaan MetaFormLabs yang memulai kampanye untuk penyelamatan Voyager masih terasa.

VGX, token asli dari broker kripto yang bangkrut, Voyager Digital, masih kesuitan untuk menstabilkan harga. Pada dua pekan lalu hari token VGX Voyager sempat melonjak 178% mencapai tertinggi intraday US$ 0,891 sebelum jatuh kembali ke sekitar US$ 0,559.

“VGX memang sempat meroket meskipun akan kesulitan untuk menstabilkan harga. Dalam hal prediksi harga VGX dapat melihat harganya turun menjadi US$ 0,300 selama beberapa hari mendatang, karena ada penarikan yang kuat, meski bakal terjadi kenaikan harga,” kata Afid.

Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #163, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 111.886.762. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.

Baca juga: Investor Kripto Yakin Harga Bitcoin Tembus Rp 7,4 M Dalam 5 Tahun

2. Terra Classic (LUNC)

Analisis teknikal Terra Classic (LUNC).

Tren harga Terra Classic (LUNC) telah mengungkapkan potensi bearish berjuang untuk mendapatkan kembali kendali atas ekosistem Terra. Afid melihat prospek LUNC tetap bearish dalam jangka waktu panjang.

Hal tersebut terlihat setelah aksi jual besar-besaran yang mengikuti runtuhnya token LUNA-UST dan ada tekanan jual yang luar biasa pada Terra Classic. Di samping itu, Terraform Labs dan Do Kwon telah ditampar dengan gugatan baru di Amerika Serikat.  

“Beberapa analis menawarkan prediksi bearish untuk LUNC dengan munculnya LUNA 2.0. Dari segi analisis teknikal, LUNC kemungkinan besar dapat turun hingga US$ 0,00007452 atau anjlok 19% dari harga US$ 0,00009028,” jelas Afid.

Peringkat LUNC di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #213, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 625.876.939. Jumlah koin yang beredar 6.568.976.396.414 koin LUNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Marlin (POND)

Analisis teknikal Marlin (POND).

Marlin (POND) adalah protokol terbuka yang menyediakan infrastruktur jaringan berperforma tinggi yang dapat diprogram untuk Web 3.0. Afid melihat potensi penurunan harga dari POND dalam waktu ke depan.

POND sebelumnya mendapat peringkat bullish pada pekan lalu dengan naik 13,25% menjadi US$ 0,01581 sementara pasar kripto yang lebih luas turun 4,03%. Namun, Marlin berpotensi berada dalam posisi volatil, jika reli habis.

“Kemungkinan besar reli dari POND akan habis dalam waktu dekat. Marlin telah diperdagangkan pada volume rendah baru-baru ini. Penurunan harga besar terjadi sekitar 10% dari harga US$ 0,01573 ke US$ 0,01400,” ungkap Afid.

Peringkat POND di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #325, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 61.801.036. Jumlah koin yang beredar 3.906.753.055 koin POND dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin POND.

Baca juga: Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

4. Audius (AUDIO)

Analisis teknikal Audius (AUDIO).

Audius (AUDIO) adalah project blockchain yang fokus pada sektor layanan streaming musik dan memberikan kekuatan moneter, serta kepemilikan hak cipta kepada pembuat karya. Menariknya, Audius dilaporkan telah melakukan kerja sama dengan TikTok.

Token AUDIO kini sedang dalam tekanan pasca peristiwa peretasan jaringan. Hacker berhasil menjarah lebih dari 18 juta token AUDIO pada nilai tukar bernilai sekitar US$ 6,2 juta. Semua smart contract di Audius sempat ditangguhkani.

“Peristiwa itu membuat harga AUDIO jatuh dan investor mulai kehilangan kepercayaan. Penurunan harga token ini bisa mencapai US$ 0,260 atau sekitar 14% dari US$ 0,309,” ungkap Afid.

Peringkat AUDIO di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #121, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 229.039.441. Jumlah koin yang beredar 725.865.017 koin AUDIO dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. DeXe (DEXE)

Analisis teknikal DeXe (DEXE).

DeXe (Decentralized Social Trading Platform) adalah platform perdagangan sosial terdesentralisasi yang dirancang untuk menyalin strategi trading terbaik kepada pengguna. Ini menawarkan platform yield farming hasil yang menggunakan DEXE sebagai token staking. Token DeXe (DEXE) mengeklaim untuk mengaktifkan sistem terbuka.

Token DEXE pada Selasa (26/7) menyaksikan reli 9,63% di US$ 4,10 bersama dengan kenaikan volume 465%, menurut CoinMarketCap. Kripto ini juga telah mengalami kenaikan selama sekitar 30 hari terakhir. 

“Namun, kemungkinan fase bearish akan menarik harga DEXE dalam beberapa waktu ke depan. Harga DEXE bisa terus turun hingga US$ 3,500 atau sekitar 11% dari US$ 3,975,” tutur Afid.

Peringkat DEXE di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #586, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 21.439.714. Jumlah koin yang beredar 5.555.413 koin DEXE dan maksimal pasokan 98.942.301 koin DEXE.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Market

The Fed Genjot Suku Bunga, Market Kripto Terus Turun

Published

on

Bitcoin zona merah

Market kripto hadapi serangan mendadak pasca bank sentral AS, The Fed mengumumkan peningkatan suku bunga acuan sebesar 0,75 basis poin untuk ketiga kalinya berturut-turut pada Kamis (22/9) dini hari. Sejumlah kripto big cap langsung turun ke zona merah.

Dengan inflasi yang terus tidak terkendali, kenaikan terbaru ini membawa suku bunga dasar The Fed ke level tertinggi dalam hampir 15 tahun. Ketua Fed, Jerome Powell, mengakui tidak ada cara “tanpa rasa sakit” untuk mengakhiri krisis biaya hidup.

Kenaikan suku bunga AS tersebut merupakan yang kelima kalinya sepanjang 2022. Sebelumnya, The Fed mulai menaikkan suku bunga sebesar 0,25% pada Maret, kemudian 0,50% di bulan Mei, 0,75% di bulan Juni, dan 0,75% pada Juli.

Dalam pengumumannya, Powell menyatakan pihaknya bertekad untuk membawa inflasi kembali turun sekitar 4% pada akhir tahun 2022. Sekadar informasi, untuk Agustus 2022 angka inflasi AS berada di angka 8,3%.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Segala Hal Penting Masa Depan Ethereum Setelah The Merge

Market kripto Tiarap

Bitcoin bergerak secara dramatis saat pengumuman kenaikan suku bunga The Fed semakin dekat. Data CoinMarketCap menunjukkan aset kripto terbesar di dunia itu, awalnya reli ke US$ 19.500 dalam beberapa menit sebelum suku bunga baru dikonfirmasi. Dalam 20 menit, kemudian jatuh ke US$ 18.975.

Begitu juga dengan Ethereum, mencapai US$ 1.376 pada saat detik-detik pengumuman The Fed. Kemudian menukik tajam ke US$ 1.260. Sebagian besar kripto memiliki reaksi yang sama setelah pengumuman suku bunga baru.

Kenaikan drastis 75 basis poin dari The Fed telah diperkirakan, tetapi itu tidak berarti bahwa investor kripto tidak terlalu ketakutan. Perlu juga dicatat bahwa aksi jual ini tidak khusus untuk Bitcoin, dengan pasar saham juga mengalami perubahan yang tidak menentu.

Hubungan Bitcoin dengan The Fed

Tidak ada tanda-tanda bahwa The Fed bermaksud untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga, yang berarti segala sesuatunya kemungkinan akan menjadi lebih buruk. Bitcoin tidak pernah berada di kondisi di mana suku bunga setinggi ini.

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

Baca juga: CEO Tokocrypto: Web3 Sangat Potensial untuk Masa Depan

Pejabat The Fed mengharapkan kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring berjalannya tahun, dan rata-rata mereka memproyeksikan tanda yang tinggi sebesar 4,6% tahun depan. Semua ini bisa membuat BTC jauh kurang menarik jika dibandingkan dengan aset yang lebih aman seperti obligasi.

Ahli strategi komoditas senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone baru-baru ini mengatakan kepada Kitco News bahwa The Fed berkontribusi pada salah satu bear market terbesar secara global.

McGlone percaya mungkin ada rasa sakit lebih lanjut untuk BTC di bulan-bulan mendatang, dan berpotensi terendah baru 12 bulan. Meski begitu, ia tetap bersikukuh bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mencapai rekor tertinggi baru dan itu hanya masalah waktu sebelum berpacu ke US$ 100.000.

Continue Reading

Market

Bloomberg: Bitcoin Bisa Raih Harga Rp 1,5 Miliar di Tahun 2025

Published

on

Iustrasi aset kripto Bitcoin

Market kripto sasat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Namun, masih banyak analis yang meyakinkan, market akan kembali bull run, sehingga nilai Bitcoin (BTC) bisa capai all time high (ATL) baru di tahun 2025.

Ahli strategi komoditas senior di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone mengatakan Bitcoin bakal menyentuh harga ATH terbaru sektiar US$ 100.000 atau Rp 1,5 miliar pada tahun 2025. Hal tersebut dinilai dapat terwujud, setelah kondisi makroekonomi saat ini yang sedang dibayangi inflasi tinggi berakhir.

Bitcoin bagi saya, ini masalah waktu sebelum mencapai US$ 100.000. Fakta kuncinya adalah bahwa adopsi dan permintaan meningkat. Dengan begitu harga akan melambung, dan sekali lagi ini hanya masalah waktu sekarang,” kata McGlone dikutip Kitco News.

Adopsi dan Permintaan Bitcoin

Menurut McGlone, pemicu Bitcoin untuk bergerak naik akan terhubung dengan meningkatnya adopsi dan permintaan. BTC dan aset kripto lainnya secara umum berpotensi tampil paling atas di antara semua kelas aset instrumen investasi saat ini.

Senior Commodity Strategist at Bloomberg, Mike McGlone. Foto: Bloomberg.
Senior Commodity Strategist at Bloomberg, Mike McGlone. Foto: Bloomberg.

Baca juga: Riset: Adopsi Kripto Tumbuh Subur di Indonesia 

Ia berdalih, aset kripto dapat membawa keuntungan tambahan karena memiliki teknologi dengan pertumbuhan tercepat. Web3 dan blockchain akan menjadi kunci adopsi kripto di masa depan.

Bitcoin kemungkinan akan menjadi emas digital baru. Tapi akan membutuhkan waktu karena status kripto andalan saat ini masih sebagai aset berisiko, dan tentunya akan membutuhkan waktu untuk dihilangkan,” jelas McGlone.

Crypto Winter dan The Fed

McGlone juga membandingkan kondisi pasar kripto saat ini, dengan fenomena gelembung dot-com di tahun 2000, yang mana aset tertentu muncul di atas sementara yang lain hancur. Namun, ia pun juga menyampaikan bahwa kebijakan The Fed mungkin akan memainkan peran kunci dalam mengakhiri kondisi saat ini.

“Kuncinya adalah kripto merupakan kuda tercepat dalam perlombaan. Mereka memiliki keunggulan teknologi yang berkembang pesat dan menantikan masa depan yang akan terus mereka hargai. Ini seperti tahun 2000 semuanya turun dan sebenarnya, bahkan lebih buruk dari tahun 2000 karena pasar obligasi benar-benar diperdagangkan dengan baik saat itu,” tuturnya.

Menurutnya, Bitcoin dan pasar kripto umum telah terjebak dalam kondisi ekonomi winter global. Bitcoin telah babak belur pada tahun 2022, dengan harga berjuang untuk diperdagangkan bisa mencapai di bawah US$ 20.000.

“Ini bukan crypto winter saja, ini adalah winter bagi makroekonomi global. Saya pikir kripto hanyalah sebagian kecil dari itu, tetapi itulah mengapa saya pikir makronya luar biasa,” ujar McGlone.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Segala Hal Penting Masa Depan Ethereum Setelah The Merge

Momentum Ethereum Setelah The Merge

McGlone turut mengomentari peluang Ethereum (ETH) membalik Bitcoin dalam waktu dekat, terutama setelah peningkatan The Merge. Menariknya, ahli strategi tersebut mencatat Ethereum pada akhirnya mungkin mengambil alih Bitcoin tetapi tidak saat ini.

Pergeseran Ethereum yang telah lama dinanti-nantikan dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake akhirnya terjadi minggu lalu dan, tentu saja, merupakan salah satu topik yang paling banyak dibahas di ruang kripto.

McGlone juga di antara mereka yang berpikir bahwa transisi menerima terlalu banyak publisitas, dan itulah yang akan berdampak negatif pada penilaian token dalam jangka pendek. Ia mengharapkan harga ETH naik menjadi US$ 6.000 atau sekitar Rp 90 juta pada tahun 2025.

“Saya pikir gambaran besar tentang Ethereum adalah merevolusi keuangan seperti futures dan ETF, tetapi sekarang kita melewati The Merge ini, dan sekarang kita harus khawatir tentang potensi hambatan di jalan, yang kita semua tahu terjadi dengan teknologi semacam ini,” pungkasnya.

Continue Reading

Market

Analisa Pasar: Kripto Masih Sideways, Waspada Ancaman The Fed

Published

on

market aset kripto

Pergerakan market kripto pada Selasa (20/9) pagi melaju lebih baik dibandingkan Senin kemarin. Sejumlah aset kripto, seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) hingga Solana (SOL) berhasil rebound ke zona hijau dengan kenaikan tipis.

Melansir CoinMarketCap pada Selasa (20/9) pukul 11.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) alami kenaikan 2,94% di posisi US$ 19.377 dalam sehari terakhir. ETH bernasib lebih baik naik 4,08% capai posisi US$ 1.354. Altcoin lainnya seperti XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) terbang ke zona hijau.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat gerak market kripto sedang mengalami konsolidasi, meski kenaikan saat ini masih tergolong sideways. Sejumlah kripto masih bergerak direntang harga pendek dan mencoba untuk melewati jauh level support-nya.

“Sejumlah kripto big cap berhasil masuk ke zona hijau, namun belum bisa membalikan keuntungan dari reli pekan lalu. Sejauh ini sikap investor sejatinya terbilang anomali. Pasalnya, di tengah antisipasi pengumuman rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS, The Fed yang dimulai Selasa (20/9), market bergerak variasi,” kata Afid.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Epic Games Rilis Game NFT Blankos Block Party

Ia menambahkan kenaikan harga kripto ini juga mungkin di dorong oleh faktor indeks dolar AS yang menurun pada Selasa pagi ini, berada 109.64 -0.09%. Hal tersebut berhasil mendorong investor bergairah ke kripto.

“Turunnya harga kripto yang drastis sejak akhir pekan lalu, tampaknya membuat sebagian investor melakukan akumulasi atau memborongnya. Mereka menganggap waktu yang tepat karena aset kripto harganya terjun bebas dalam beberapa hari terakhir,” terangnya.

Waspada Kebijakan The Fed

Menurut Afid, investor perlu mewaspadai The Fed yang bisa bikin galau. Ia menjelaskan kondisi market kripto sejatinya masih terbilang bergejolak dan rawan untuk breakdown lebih jauh.

Dalam survei terakhir, sekitar 80% analis dan investor meramalkan The Fed dapat mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin, sementara sisanya menaksir kenaikan hingga 100 basis poin.

“Sentimen makroekonomi, utamanya pengumuman kebijakan moneter The Fed pada pekan ini, masih menghantui gerak-gerik investor. Jika kenaikan suku bunga acuan di atas ekspektasi, maka kinerja pasar aset berisiko, termasuk aset kripto, akan terseok-seok,” tuturnya.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Tesla Jual Pluit Rp 800 Ribu Harus Bayar Pakai Dogecoin

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin (BTC) masih bisa terus mengalami penurunan. Level support terdekat BTC pada harga US$ 19.305. Pergerakan harga BTC masih terus menunjukan perlawanan. Khawatir BTC bisa menuju major support pada level US$ 17.567 yang merupakan all time low (ATL) atau harga terendah sementara pada 2022.

Sementara, Ethereum masih menujukan perlawanan di level support-nya pada harga US$ 1.325. Proyeksi terburuk, ETH bisa valid breakdown, kemungkinan harganya akan melanjutkan laju turunnya dengan target US$ 880-US$ 1.128.

Continue Reading

Popular