Connect with us

Market

Tokocrypto Market Signal 27 Juli 2022: Gerak Kripto Maju Teratur, Awas Tersungkur

Published

on

Ilustrasi daftar 5 aset kripto bullish dan bearish pekan terakhir Juli 2022.

Pergerakan aset kripto pada Rabu (27/7) pagi terlihat sedikit maju teratur. Ada reli singkat yang terjadi pada beberapa aset kripto yang masuk ke zona hijau.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap, ada delapan yang bergerak optimis ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) naik tipis 0,10% ke US$ 21.136 per keping dalam sehari terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) naik 0,53% ke US$ 1.431 di waktu yang sama. Cardano (ADA) dan Solana (SOL) punya nasib yang berbeda karena anjlok masing-masing 1,37% dan 0,83%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pola pergerakan kripto Rabu pagi ini menjadi bukti bahwa harga aset kripto masih diselimuti oleh bayang-bayang sentimen makroekonomi yang kuat. Dibandingkan dengan harga awal pekan lalu, pergerakan ini merupakan kenaikan harga tipis.

“Investor secara umum masih menahan diri untuk terjun lebih jauh ke market kripto. Hal ini untuk mengantisipasi dua pengumuman penting untuk mengambarkan situasi makroekonomi lebih jauh. Ada pengumuman kenaikan suku bunga acuan, The Fed dan laporan data Produk Domestik Bruto (PDB) AS,” kata Afid.

Sentimen di market kripto sebenarnya semakin mencekam. Pelemahan market dengan aksi wait and see membuat investor lebih memilih melepaskan aset kripto untuk sementara waktu dan masuk ke instrumen yang lebih aman, seperti uang fiat.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Investor juga tampaknya masih melakukan price actions menyusul akan ada perilisan laporan keuangan dari perusahaan raksasa teknologi AS. Rencananya, Microsoft, Meta Platforms Inc, Google dan Apple akan mengumumkan kinerja kuartalannya pada pekan ini.

Di samping itu, International Monetary Fund (IMF) merilis World Economic Outlook July 2022 yang memperkirakan perlambatan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi global jadi rata-rata 3,2% tahun ini dan 2,9% pada 2023. Ini bisa berdampak pada market kripto yang saat ini memiliki korelasi yang tinggi dengan situasi makroekonomi.

Baca juga: Potensi Pertumbuhan Adopsi Kripto di Asia Tenggara

Waspada Harga Kripto Bisa Tersungkur

Investor perlu memperhatikan hasil rapat The Fed pada akhir bulan ini. Investor tampaknya sudah priced in dengan kondisi makroekonomi dan memprediksi The Fed mungkin akan mengerek suku bunga 75 basis poin. Tapi, data historis menunjukkan harga kripto bisa tersungkur atas respons kenaikan tersebut.

Lebih lanjut, jika ditengok dari sisi analisis teknikal, Bitcoin mengalami penolakan pada titik resistensi US$ 23.300, yang menyebabkan harganya turun. Namun, pergerakan selama tiga hari terakhir malah mengindikasikan sinyal pelemahan BTC.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

BTC saat ini masih tertahan di level support krusialnya di US$ 20.500. Titik support tersebut menjadi penentu dari ketahanan harga Bitcoin. Jika level tersebut breakdown, maka harga Bitcoin kemungkinan akan kembali di bawah US$ 20.000, dan support selanjutnya berada pada harga US$ 18.900.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan Juli ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Lido DAO (LDO)

Analisis teknikal Lido DAO (LDO).

Lido DAO (LDO), membuka deretan aset kripto berpotensi bullish pekan ini. Setelah awal bulan Juli lalu, LDO sempat alami masa sulit, kini mulai unjuk gigi dengan peluang kenaikan harga.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan kenaikan nilai LDO didorong oleh sentimen positif dari kabar Lido treasury yang tumbuh sebesar 66% antara 15-21 Juli lalu, karena kenaikan harga token dan pendapatan protokol. Namun, menurutnya kenaikan harga akan berlangsung bertahap.

“Harga token LDO melonjak lebih dari 113% selama 30 hari terakhir. Kenaikan harga kemungkinan besar akan bertahap dan masih akan koreksi terlebih dahulu. Pasalnya, LDO masih dibayangi oleh sentimen penolakan proposal oleh komunitas LDO untuk kesepakatan tata kelola jaringan,” kata Afid.

Dari analisis teknikalnya, nilai LDO kemungkinan akan terkoreksi atau turun terlebih dahulu hingga harga US$ 1,2. Kemudian, naik secara bertahap ke harga 1,78 atau tumbuh sekitar 41%. Sementara, level resistance-nya berada di angka US$ 1,9.

Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #78, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 453.282.945. Pasokan yang beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin LDO.

2. Polygon (MATIC)

Analisis teknikal Polygon (MATIC).

Polygon (MATIC) memiliki peluang untuk bullish pada pekan terakhir Juli 2022 ini. Afid mengatakan sentimen positif yang menggerakan harga MATIC datang dari kabar bahwa Polygon telah mengumumkan terobosan signifikan dalam usahanya untuk menskalakan Ethereum.

“Ethereum selalu bergulat dengan masalah penskalaan sejak diluncurkan, yang mengarah pada munculnya solusi Layer-2 (L2). Polygon tampaknya telah memecahkan teka-teki untuk menskalakan Ethereum. Tim Polygon telah mengumumkan peluncuran zkEVM yang akan datang sebagai solusi cerdik melihat pengurangan biaya secara dramatis dan peningkatan kecepatan transaksi,” ujar Afid.

Lebih lanjut, dari segi analisis teknikalnya pergerakan MATIC kemungkinan besar selama batas bawah pada US$ 0,68 masih terjaga, dapat naik hingga US$ 0,8083 atau naik 17% dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat MATIC di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #13, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 6.212.222.109. Jumlah koin yang beredar 8.031.803.943 koin MATIC dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin MATIC.

Baca juga: Glassnode: Akhir Bear Market Sudah Dekat, Ini Tandanya

3. Aave (AAVE)

Analisis teknikal Aave (AAVE).

AAVE kembali masuk ke deretan aset kripto bullish pekan ini. Sentimen positif untuk AAVE berasal dari Aave DAO, bagian tata kelola dari protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) Aave, telah menukar token AAVE senilai US$ 1,6 juta dengan token Balancer (BAL) senilai US$ 1,13 juta dalam pertukaran untuk setiap koin project’s treasury.

Aave sendiri adalah protokol keuangan terdesentralisasi yang memungkinkan orang untuk melakukan transaksi pinjam dan meminjam aset kripto.

“Pertukaran token, ditambah akuisisi tambahan, cukup signifikan bagi Aave untuk menjadi pemegang 30 besar token BAL. Ini akan, pada gilirannya, meningkatkan likuiditas dan pendapatan untuk Aave,” jelas Afid.

Analisis teknikalnya, pergerakan nilai AAVE kemungkinan besar akan terkoreksi dahulu turun hingga batas harga US$ 70. Kemudian dapat bergerak naik menuju US$ 90 atau naik 24% dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat AAVE di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #44, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.123.223.727. Jumlah koin yang beredar 13.968.130 koin AAVE dan maksimal pasokan 16.000.000 koin AAVE.

4. Cardano (ADA)

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Selanjutnya ada Cardano (ADA) yang kemungkinan punya potensi bullish pada pekan ini. Kripto Cardano ada kemungkinan akan bersinar dengan hard fork Vasil yang dijadwalkan rilis sekitar akhir bulan Juli 2022.

Afid mengatakan hard fork Vasil pada jaringan Cardano awalnya dijadwalkan untuk ditayangkan pada bulan Juni, tetapi ditunda hingga akhir Juli karena beberapa masalah. Kemungkinan besar masih sesuai jadwal untuk perilisannya, namun Input Output Hong Kong (IOHK), perusahaan di balik pengembangan blockchain Cardano, belum mengumumkan tanggal peluncuran yang tepat.

“Vasil diharapkan membawa peningkatan kinerja dan kemampuan yang signifikan ke blockchain Cardano, termasuk pembuatan blok yang lebih cepat dan kecepatan transaksi yang lebih tinggi. Dari perspektif fundamental, upgrade dapat meningkatkan adopsi ADA karena peningkatan efisiensi jaringan,” jelas Afid.

Lebih lanjut, Afid mengungkapkan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar harga ADA akan terus terkoreksi terlebih dahulu menuju harga US$ 0,43. ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,4655 hingga US$ 0,5158 atau naik 15% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 15.767.098.555. Jumlah koin yang beredar 33.934.048.406 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

5. THORChain (RUNE)

Analisis teknikal THORChain (RUNE).

Menutup daftar aset kripto potensi bullish adalah THORChain (RUNE). Perlu diketahui RUNE sudah lama ‘nyaman’ dalam fase bullish sejak beberapa pekan lalu. 

THORChain sendiri adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya.

Kali ini, token RUNE dipengaruhi oleh sentimen positif dari tim THORChain yang akhirnya akan melepaskan pengelolaan Planned Obsolescene pada akhir bulan Juli ini. Dan selanjutnya jaringan akan diambil alih oleh komunitas.

Treasury akan diberikan kepada 5-10 tim komunitas untuk pengembangan protokol, pengembangan middleware, antarmuka, dan pendidikan/promosi. Selain itu, sekitar 10 tim komunitas saat ini menerima sekitar US$ 100.000 per bulan dalam bentuk hibah pengembang.

“Berdasarkan analisis teknikalnya, harga RUNE akan sedikit alami penurunan dahulu menuju US$ 2,1. Kemudian bisa bounce ke harga US$ 2,5 atau naik 17%,” jelas Afid.

Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #56, dengan kapitalisasi pasar US$ 763.800.207. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Voyager Token (VGX)

Analisis teknikal Voyager Token (VGX).

Voyager Token masih betah dalam daftar kripto potensi bearish sejak pekan lalu. Afid mengungkap sentimen negatif dari perusahaan MetaFormLabs yang memulai kampanye untuk penyelamatan Voyager masih terasa.

VGX, token asli dari broker kripto yang bangkrut, Voyager Digital, masih kesuitan untuk menstabilkan harga. Pada dua pekan lalu hari token VGX Voyager sempat melonjak 178% mencapai tertinggi intraday US$ 0,891 sebelum jatuh kembali ke sekitar US$ 0,559.

“VGX memang sempat meroket meskipun akan kesulitan untuk menstabilkan harga. Dalam hal prediksi harga VGX dapat melihat harganya turun menjadi US$ 0,300 selama beberapa hari mendatang, karena ada penarikan yang kuat, meski bakal terjadi kenaikan harga,” kata Afid.

Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #163, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 111.886.762. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.

Baca juga: Investor Kripto Yakin Harga Bitcoin Tembus Rp 7,4 M Dalam 5 Tahun

2. Terra Classic (LUNC)

Analisis teknikal Terra Classic (LUNC).

Tren harga Terra Classic (LUNC) telah mengungkapkan potensi bearish berjuang untuk mendapatkan kembali kendali atas ekosistem Terra. Afid melihat prospek LUNC tetap bearish dalam jangka waktu panjang.

Hal tersebut terlihat setelah aksi jual besar-besaran yang mengikuti runtuhnya token LUNA-UST dan ada tekanan jual yang luar biasa pada Terra Classic. Di samping itu, Terraform Labs dan Do Kwon telah ditampar dengan gugatan baru di Amerika Serikat.  

“Beberapa analis menawarkan prediksi bearish untuk LUNC dengan munculnya LUNA 2.0. Dari segi analisis teknikal, LUNC kemungkinan besar dapat turun hingga US$ 0,00007452 atau anjlok 19% dari harga US$ 0,00009028,” jelas Afid.

Peringkat LUNC di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #213, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 625.876.939. Jumlah koin yang beredar 6.568.976.396.414 koin LUNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Marlin (POND)

Analisis teknikal Marlin (POND).

Marlin (POND) adalah protokol terbuka yang menyediakan infrastruktur jaringan berperforma tinggi yang dapat diprogram untuk Web 3.0. Afid melihat potensi penurunan harga dari POND dalam waktu ke depan.

POND sebelumnya mendapat peringkat bullish pada pekan lalu dengan naik 13,25% menjadi US$ 0,01581 sementara pasar kripto yang lebih luas turun 4,03%. Namun, Marlin berpotensi berada dalam posisi volatil, jika reli habis.

“Kemungkinan besar reli dari POND akan habis dalam waktu dekat. Marlin telah diperdagangkan pada volume rendah baru-baru ini. Penurunan harga besar terjadi sekitar 10% dari harga US$ 0,01573 ke US$ 0,01400,” ungkap Afid.

Peringkat POND di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #325, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 61.801.036. Jumlah koin yang beredar 3.906.753.055 koin POND dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin POND.

Baca juga: Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

4. Audius (AUDIO)

Analisis teknikal Audius (AUDIO).

Audius (AUDIO) adalah project blockchain yang fokus pada sektor layanan streaming musik dan memberikan kekuatan moneter, serta kepemilikan hak cipta kepada pembuat karya. Menariknya, Audius dilaporkan telah melakukan kerja sama dengan TikTok.

Token AUDIO kini sedang dalam tekanan pasca peristiwa peretasan jaringan. Hacker berhasil menjarah lebih dari 18 juta token AUDIO pada nilai tukar bernilai sekitar US$ 6,2 juta. Semua smart contract di Audius sempat ditangguhkani.

“Peristiwa itu membuat harga AUDIO jatuh dan investor mulai kehilangan kepercayaan. Penurunan harga token ini bisa mencapai US$ 0,260 atau sekitar 14% dari US$ 0,309,” ungkap Afid.

Peringkat AUDIO di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #121, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 229.039.441. Jumlah koin yang beredar 725.865.017 koin AUDIO dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. DeXe (DEXE)

Analisis teknikal DeXe (DEXE).

DeXe (Decentralized Social Trading Platform) adalah platform perdagangan sosial terdesentralisasi yang dirancang untuk menyalin strategi trading terbaik kepada pengguna. Ini menawarkan platform yield farming hasil yang menggunakan DEXE sebagai token staking. Token DeXe (DEXE) mengeklaim untuk mengaktifkan sistem terbuka.

Token DEXE pada Selasa (26/7) menyaksikan reli 9,63% di US$ 4,10 bersama dengan kenaikan volume 465%, menurut CoinMarketCap. Kripto ini juga telah mengalami kenaikan selama sekitar 30 hari terakhir. 

“Namun, kemungkinan fase bearish akan menarik harga DEXE dalam beberapa waktu ke depan. Harga DEXE bisa terus turun hingga US$ 3,500 atau sekitar 11% dari US$ 3,975,” tutur Afid.

Peringkat DEXE di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #586, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 21.439.714. Jumlah koin yang beredar 5.555.413 koin DEXE dan maksimal pasokan 98.942.301 koin DEXE.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Market

Proyeksi Market Kripto Bulan Februari Selepas Rapat FOMC The Fed

Published

on

Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Market kripto memasuki tahun baru dengan semangat bullish. Bagaimana tidak? Bitcoin (BTC) yang merupakan kripto dengan market cap terbesar saja mampu memperoleh keuntungan lebih dari 35% dalam bulan pertama 2023.

Kapitalisasi pasar kripto global pun melampaui angka US$ 1 triliun setelah menghabiskan beberapa bulan di bawah US$ 900 miliar. Namun, pasar mulai turun menjelang akhir Januari 2023. Bagaimana dengan proyeksi Februari nanti?

Tim Riset Tokocrypto melihat Februari kemungkinan besar masih menjadi bulan yang baik untuk market kripto.Berdasarkan indeks Bitcoin Monthly Returns dalam dua tahun terakhir, Februari menjadi bulan bullish bagi Bitcoin. Apalagi Januari ini, Bitcoin mampu pecah rekor menjadi bulan dengan keuntungan lebih dari 40% yang terakhir terjadi pada tahun 2013.

“Februari optimis market kripto masih dalam tren bullish. Terlepas dari situasi makroekonomi ke depan, dari indeks Bitcoin Monthly Returns, BTC selalu untung di bulan Februari ini. Namun, investor juga patut waspada dengan efek dari kebijakan moneter The Fed,” jelas dalam analisisnya.

Akankah Market Kripto Terus Turun?

Bitcoin Monthly Returns.
Bitcoin Monthly Returns.

Baca juga: ChatGPT Prediksi Bagaimana Bitcoin Akan Akhiri Dominasi Uang Fiat

Menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) di mana jadi salah satu momen penentu pergerakan ekonomi dunia, market kripto terlihat koreksi dan investor cenderung memilih untuk wait and see. Rapat FOMC akan berlangsung pada 31 Januari hingga 1 Februari 2023. Kemungkinan besar The Fed akan kembali menaikkan suku bunga, namun tidak terlalu agresif dengan target kenaikan 25 basis poin (4,5% menjadi 4,75%).

“Penurunan ini juga kemungkinan karena kurangnya semangatnya investor dalam memperoleh keuntungan. Terlihat dari volume perdagangan Bitcoin telah melonjak 38,9%, sementara harganya tampaknya turun, menunjukkan tekanan jual yang lebih tinggi.”

Inflasi di AS mendingin, dan suku bunga juga diperkirakan lebih ringan dari sebelumnya menjadi katalisator yang positif bagi pergerakan market kripto. Oleh karena itu, sentimen investor kemungkinan akan membaik selama beberapa bulan ke depan. Meskipun tidak ada yang dapat dikatakan dengan pasti sampai pertemuan FOMC selesai, banyak yang berharap segalanya menjadi lebih baik.

“Terlepas dari kenaikan suku bunga, investor juga akan fokus pada komentar yang dibuat oleh Ketua The Fed, Jerome Powell tentang ketahanan ekonomi, pasar kerja, pemulihan makro di AS. Jika dia mengisyaratkan langkah-langkah pelunakan ke depan, maka lonjakan harga jangka pendek diharapkan dapat terwujud.”

Analisis Teknikal

Analisis pergerakan aset kripto Bitcoin (BTC). Sumber: Trading View.
Analisis pergerakan aset kripto Bitcoin (BTC). Sumber: Trading View.

Baca juga: Adopsi Kripto Tahun 2022: Jumlah Wallet Bitcoin dan ETH Terus Tumbuh

Dengan demikian, aktivitas pasar dapat melonjak setelah diskusi FOMC selesai mengingat hasilnya positif. Namun, jika kenaikan suku bunga lebih tinggi dari yang diantisipasi, mungkin ada aksi jual yang lebih besar.

Dari segi analisis teknikal, jika The Fed memutuskan hasil seperti yang diharapkan, maka kenaikan sesaat yang dipicu oleh hype dapat membantu harga Bitcoin melampaui US$ 25.400 atau sekitar Rp 380 juta (kurs US$ 1 = Rp 14.989). Namun, jika kenaikan tersebut dianggap sebagai perpanjangan hawkish oleh investor, maka penurunan kemungkinan besar terjadi ke sekitar US$ 20.700 atau Rp 310 juta dapat diharapkan dan paling pahit menuju area US$ 18.800 (Rp 281 juta).

“Level US$ 24.000 sebagai zona penting bagi BTC untuk masuk periode bullish lanjutkan. Jika menembus titik itu mengharapkan likuiditas naik untuk dieksploitasi hingga dapat mendorong harga ke kisaran level resistensi di US$ 25.000.”

Di sisi lain dari Fear and Greed Index Crypto menunjukkan bahwa Bitcoin (BTC) telah berada di luar zona “Fear” selama 11 hari berturut-turut. Ini adalah waktu terlama Bitcoin berada di luar zona “Fear” sejak bulan Maret 2022 lalu. Sentimen Bitcoin masih positif per 30 Januari 2023 dengan berada di zona “Greed” dengan skor 61, level tertinggi sejak BTC menyentuh ATH nya pada 16 November 2021, ketika harganya mencapai US$ 69.000.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Market

Bitcoin Terus Reli, Investor Kripto Tetap Bertahan Cari Untung

Published

on

Iustrasi aset kripto Bitcoin

Pergerakan kripto Bitcoin (BTC) terus reli kencang hingga menembus level US$ 23.000 pada hari Selasa (24/1) pagi. Secara keseluruhan market kripto terus menunjukan keperkasaannya sejak dua minggu lalu.

Tim riset Tokocrypto menjelaskan di awal pekan ke-4 Januari 2023 ini, harga Bitcoin lainnya masih tergolong bullish, bahkan capai level US$ 23.000, angka ini menjadikan harga tertinggi BTC sejak Agustus 2022.

“Walau ada sedikit mulai terlihat koreksi, tapi tidak signifikan. BTC masih berada di atas level psikologisnya dan momentum untuk bull run masih sangat besar,” tulis analisisnya.

Sentimen Positif

Ada beberapa penyebab harga aset kripto big cap melonjak dan kemungkinan akan bull run. Market tampaknya masih melanjutkan sentimen positif dari data inflasi Amerika Serikat yang turun.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: 3 Prediksi Teratas Harga Bitcoin untuk Tahun 2023, Bakal Naik?

Hal tersebut tentunya menambah keyakinan investor kripto, bahwa The Fed dapat melakukan kenaikan suku bunga berukuran lebih kecil atau bersikap dovish sepanjang tahun 2023, karena tanda-tanda dari laporan CPI bahwa strategi The Fed telah berhasil menjinakan inflasi.

Disamping itu, indeks dolar AS (DXY) yang terpantau masih berkinerja buruk menjadi salah satu katalis kenaikan harga BTC pada hari Selasa (24/1) pukul 10.33 WIB berada di level 101.93 (-0,21%). Secara historis ketika DXY turun, sentimen untuk aset berisiko seperti Bitcoin meningkat. Pasar saham AS juga masih dalam situasi baik.

Kondisi Cukup Stabil

Kondisi makroekonomi yang cukup stabil menguntungkan market kripto. jika suku bunga AS mereda dan ekonomi tumbuh, Bitcoin dapat terus menguat. Semakin baik iklim makro, semakin baik untuk harga Bitcoin. Hal tersebut juga dapat membuat keseluruhan aset kripto mengalami penguatan harga lebih lanjut.

Arus Keluar Bitcoin Besar-besaran dalam 7 Hari dari Bursa, Sinyal Mega Bullish?
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin.

Baca juga: Bappebti: Bursa Kripto Indonesia Hadir Paling Lambat Juni 2023

Sementara dari sisi situasi ekosistem industri kripto yang terpantau memburuk tidak terlalu menyurutkan semangat investor. Kabar bangkrutnya Genesis dan efek domino yang dapat ditimbulkannya, tidak terlalu membuat investor khawatir. Namun, saat kabar itu muncul, BTC sempat terkoreksi sebentar sekitar 2%, tapi dapat kembali reli.

Saat ini, sentimen pasar kripto pun masih terlihat stabil dengan kondisi pasar yang cenderung sideways, setelah mengalami kenaikan harga. Fear and greed index ditutup pada level 52, dengan kategori Neutral dan lepas dari status Fear.

Investor Tetap Bertahan

Harga BTC yang telah melonjak dalam beberapa minggu terakhir, membantu investor jangka pendek dan jangka panjang untuk mendapatkan keuntungan.

Menurut firma analitik Glassnode, pada saat penulisan, persentase pemegang BTC yang mendapat untung jangka pendek meningkat menjadi 97,5%, level tertinggi sejak November. Bitcoin juga menguntungkan bagi pemegang BTC jangka panjang, menurut Glassnode.

Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.
Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.

Baca juga: Kontestan El Savador Pakai Kostum Tema Bitcoin di Miss Universe 2022

Sebagai informasi investor jangka panjang adalah individu yang memegang BTC lebih dari 155 hari, sedangkan investor jangka pendek kurang dari 155 hari.

Dikutip Cointelegraph, laporan Glassnode menunjukkan bahwa pemegang BTC jangka panjang tetap teguh dan tidak keluar dari pasar atau taking profit, ​​bahkan setelah kerugian lebih dari setahun.

Analisis perilaku menunjukkan bahwa pemegang jangka pendek dan penambang telah termotivasi oleh kesempatan untuk melikuidasi sebagian dari kepemilikan mereka. Sebaliknya, pasokan yang dipegang oleh pemegang jangka panjang terus tumbuh, yang dapat dikatakan sebagai sinyal kekuatan dan keyakinan di seluruh kelompok ini.

Continue Reading

Market

Market Kripto Kembali Reli Panjang, Adakah Risiko Bull Trap?

Published

on

Ilustrasi market kripto bullish. Sumber: Shutterstocks.

Mengawali tahun 2023, market kripto nampak bergairah. Terbukti harga Bitcoin (BTC) kembali capai level psikologis di atas US$ 20.000 atau sekitar Rp 300 juta dalam beberapa hari terakhir.

Tim analis Tokocrypto melihat kenaikan market ini didorong oleh indeks dolar AS (DXY) yang mendingin dan data inflasi AS yang positif dalam laporan Consumer Price Index (CPI) terbaru dirilis pekan lalu, menjaga laju kripto yang lebih tinggi.

Data inflasi AS diumumkan turun sesuai dengan prediksi menjadi sebesar 6,5 persen. Laju inflasi yang lebih lambat kemungkinan akan membuka jalan bagi The Fed untuk menurunkan laju kenaikan suku bunga menjadi 25 basis poin dari 50 bps pada bulan Desember 2022.

Sejak harga Bitcoin naik ke level tertinggi tahunan di level US$ 18.898 pada 12 Januari lalu, banyak investor dan trader yang menyakini bahwa US$ 15.600 merupakan titik bottom BTC yang baru. 

Sentimen Positif

Kenaikan ke titik US$ 20.000 ini merupakan yang pertama kalinya sejak keruntuhan, FTX, yang mulai kolaps pada November lalu. Saat itu, BTC terjun bebas dari US$ 21.300 menjadi US$ 15.600 atau 20% hanya dalam waktu lima hari saja. Meski harga masih belum pulih sepenuhnya, nilai BTC saat ini masih lebih rendah 71% dari all time high (ATH) di US$ 69.000 pada November 2021.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin Naik di Atas Rp 318 Juta, Top Altcoin Raih Keuntungan Dua Digit

“Kenaikan harga BTC juga memompa kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan hingga hampir menyentuh US$ 1 triliun. Ini juga menjadi menambah kepercayaan diri pelaku pasar kripto, sehingga sentimen market kembali positif,” jelas Tim Analis Tokocrypto.

Ada kenaikan dari Fear and Greed Index yang berhasil menyentuh level 45 pada Senin (16/1) ATAU naik 20 poin dari tujuh hari sebelumnya. Pencapaian market pada pekan lalu, bisa dilabeli sebagai “green weekend”, karena keseluruhan aset kripto mengalami kenaikan yang cukup signifikan, baik Bitcoin maupun altcoin pada penutupan kandil mingguannya.

Ancaman Bull Trap dan Overbought

Dari analisis teknikal, Bitcoin tampaknya sudah masuk dalam zona resistensi yang berada di kisaran angka US$ 21.000. Namun di sisi lain ada ancaman bull trap yang harus diwaspadai investor.

Tekanan beli tinggi menjadi faktor utama naiknya harga Bitcoin, hal tersebut terlihat dari kenaikan Relative Strength Index (RSI) yang berhasil menyentuh level 50. Jika sinyal RSI berada di atas 50, maka tren sedang naik.

Di sisi lain, tim Analis Tokocrypto melihat dari RSI BTC sudah menunjukkan sinyal overbought menuju level di bawah 50. Dengan sinyal tersebut harga BTC diproyeksikan akan kembali terkoreksi. Overbought sudah sering terjadi di market kripto, ketika harga aset sudah mencapai reli panjang, akan mengalami sedikit koreksi dan ada kemungkinan bisa bull run.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Mastercard & Polygon Kolaborasi Bikin Program Bantu Artis Eksis di Web3

Menanti Sikap The Fed

Saat ini, BTC mungkin akan mengalami pola koreksi jika gagal breakout. Level resistensi terdekat berada di US$ 21.321 dan menjadi penghalang terdekat yang harus ditembus untuk bergerak lebih tinggi. Namun, apabila terjadi breakout akan menarik ke level support pada harga US$ 20.879.

Di samping itu, sikap The Fed juga menjadi penentu masa depan market kripto. Jika melihat pergerakan suku bunga pada pertemuan FOMC di Februari mendatang terjadi kenaikan sebesar 50 basis poin, maka masih berada di jalan yang panjang untuk menekan inflasi AS pada tahun ini.

Secara mayoritas, para ahli percaya bahwa kenaikan suku bunga dan kebijakan moneter yang lebih ketat tidak akan memungkinkan Bitcoin untuk pulih secara tajam dalam waktu dekat. Seperti di pasar yang tidak pasti seperti ini, investor tidak akan memilih untuk berinvestasi atau membeli aset berisiko, seperti Bitcoin.

Continue Reading

Popular