Connect with us

Market

Tokocrypto Market Signal 17 Agustus 2022: Kripto Gerak Perkasa di HUT RI ke-77

Published

on

Ilustrasi daftar 5 aset kripto bullish dan bearish pekan ketiga Agustus 2022.

Pergerakan aset kripto pada Rabu (17/8) atau bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia terpantau perkasa di zona hijau. Ada reli singkat terjadi pada Rabu siang yang mendorong beberapa aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap melonjak harganya.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB, dari 10 aset kripto big cap kompak bergerak optimis ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) naik tipis 0,92% ke US$ 24.122 per keping dalam sehari terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) naik 2,37% ke US$ 1.911 di waktu yang sama. XRP, Cardano (ADA) dan Solana (SOL) punya nasib yang sama melonjak harganya masing-masing 4,88%, 4,67% dan 2,55%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pola pergerakan kripto bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 RI ini terpantau mulai pulih setelah terbaring lemas sejak awal pekan. Investor juga sepertinya sedang memiliki selera risiko pasar yang tinggi. 

“Hal ini terbukti dari performa altcoin yang lebih baik dari aset kripto yang lebih aman, sebut saja seperti BTC dan ETH. SHIB, DOGE, XTZ dan CHZ tumbuh sangat baik pada pekan ini. Tingginya selera risiko investor juga tercermin dari nilai indeks BTC Dominance yang saat ini berada di 39,9%, jauh lebih rendah dari 48% dua bulan sebelumnya,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Afid menjelaskan rendahnya indeks dominasi BTC menjadi indikator yang mengukur kekuatan kapitalisasi pasar BTC terhadap keseluruhan pasar kripto. Semakin rendah akan menjadi lebih baik untuk pertumbuhan altcoin. Artinya investor kini lebih memilih untuk akumulasi altcoin dibanding BTC.

Market kripto akan diproyeksikan jauh lebih baik menjelang akhir tahun, ada beberapa faktor penyebabnya, seperti:

  • Departemen Ketenagakerjaan AS mengumumkan tingkat inflasi tahunan sebesar 8,5% di Juli. Inflasi yang melandai bisa membuat The Fed, mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneternya. Hal itu, tentu saja, akan meningkatkan selera risiko investor di pasar aset kripto.
  • Ethereum mengumumkan jadwal upgrade jaringan dari proof-of-work ke proof-of-stake, yang dikenal sebagai The Merge, dari jadwal semula 19 September menjadi 15 September mendatang.
  • Banyak institusi yang masuk ke industri kripto dan blockchain, seperti BlackRock yang menyediakan jasa konsultasi untuk klien mereka di investasi kripto.

Menanti Risalah The Fed

Sentimen yang diantisipasi oleh investor kripto saat ini adalah menanti hasil risalah rapat (minutes of meeting) bank sentral AS, The Fed yang dirilis Kamis (18/8) dini hari waktu Indonesia. Dokumen tersebut diharapkan dapat memberi gambaran terkait kebijakan moneter yang bakal ditempuh otoritas moneter AS itu ke depannya.

“Jadi, jika tidak ada perubahan dari keputusan sebelumnya, di mana The Fed akan bersikap tenang menekan laju inflasi AS, prospek market kripto masih tetap terlihat menjanjikan di jangka menengah,” jelas Afid.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: Indonesia Alami Pertumbuhan Jumlah Pekerja di Industri Blockchain

Dari gerak harga Bitcoin, investor sejatinya masih sangsi untuk mengakumulasi BTC, setelah kripto itu gagal mempertahankan posisinya di atas US$ 25.000. Terlebih,  trading volume yang menipis sejak awal pekan ikut membuat investor ragu-ragu melakukan aksi akumulasi.

Pergerakan harga Bitcoin masih berada diatas day-20 exponential moving average (EMA) yang menandakan masih uptrend. Target kenaikan masih berada di level US$ 25.343 dan apabila breakout target selanjutnya berada di level US$ 26.526. Sementara, level support terdekat masih berada di level US$ 23.536, sebagai pertahanan jika harga Bitcoin kembali turun.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan Agustus ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Unifi Protocol DAO (UNFI)

Analisis teknikal Unifi Protocol DAO (UNFI).

Membuka daftar aset kripto potensi bullish pekan ini adalah Unifi Protocol DAO (UNFI). Unifi Protocol merupakan platform decentralized finance (DeFi) yang bertujuan untuk membawa teknologi modern ke dunia keuangan. 

Platform ini juga memiliki rewards program, yang memungkinkan investor dan trader untuk mendapatkan staking value untuk memegang token UNFI. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan token UNFI memiliki potensi untuk naik harga pada pekan ini.

“Sentimen positif yang mendorong token UNFI akan reli adalah Unifi Protocol menciptakan jaringan blockchain baru yang memecahkan masalah volatilitas dan spekulasi yang mengganggu industri kripto. Peluncuran blockchain Unifi ini dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2022,” kata Afid.

Dari analisis teknikalnya, saat ini pergerakan UNFI dalam reli bullish yang singkat. Fase bullish dapat mencoba mendorong harga token tembus ke level resistensinya di US$ 14. Prediksi harga UNFI bisa mencapai US$ 14,75 atau naik 25% dari US$ 13,31.

Peringkat UNFI di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #370, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 59.844.730. Pasokan yang beredar 4.515.405 koin UNFI dan maksimal pasokan 10.000.000 koin UNFI.

2. Cardano (ADA)

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Cardano (ADA) berada di posisi sleanjutnya dalam daftar kripto potensi bullish pekan ini. Afid melihat ADA masih besar untuk melanjutkan relinya, setelah kemarin sempat naik akibat isu Vasil hard fork, namun akhirnya harus ditunda karena masalah teknis

Afid mengatakan sentimen positif yang mendorong reli ADA masih dikuatkan oleh isu Vasil hard fork. Itu adalah salah satu hard fork yang paling dinanti, dan dirancang untuk meningkatkan skalabilitas dan kegunaan Cardano secara keseluruhan.

“Dengan banyak investor yang menantikan Vasil hard fork Vasil, ada baiknya melihat bagaimana hal ini dapat berdampak pada ADA. Sentimen Vasil mengenai ADA melaporkan angka positif karena harga melonjak lebih dari 22% dalam tiga minggu terakhir,” jelas Afid.

Lebih lanjut, Afid mengungkapkan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar harga ADA akan terus melaju menuju harga US$ 0,66. ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,58 hingga US$ 0,66 atau naik 15-20% dalam beberapa hari ke depan.

Namun, investor ADA perlu melihat rasio transaksi profit taking yang tinggi memiliki kemungkinan retracement harga jangka pendek yang lebih tinggi, yang berarti harus berhati-hati.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #6, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 19.028.771.024. Jumlah koin yang beredar 33.934.048.406 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

3. Ethereum (ETH)

Analisis teknikal Ethereum (ETH).

Ethereum (ETH) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bullish pekan ini. Afid menjelaskan nilai ETH telah meroket setelah peluncuran Goerli pada minggu lalu. 

Di samping itu, menurut data wallet Ethereum, whales di jaringan ETH telah meningkat nilainya hampir satu miliar dolar AS selama 30 hari terakhir di belakang reli ETH yang kuat.

“Dengan waktu The Merge yang semakin dekat, investor kaya atau whales semakin ingin mengakumulasi ETH. Keberhasilan investor berkantong tebal yang memegang ETH selama reli altcoin berpotensi membuat harga Ethereum kembali melonjak,” ucap Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya ETH pagi ini ditutup pada harga US$ 1.899, saat ini level tertinggi berada di harga US$ 2.012 dan level terendah berada pada harga US$ 1.872. 

Jika berhasil breakout, maka target naik ETH selanjutnya berada di day-200 EMA pada level US$ 2.257. Sedangkan, level support masih solid di US$ 1.768 untuk menahan laju penurunan jika harga ETH koreksi.

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 231.229.056.113. Jumlah koin yang beredar 121.994.077 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Token TKO Terdaftar Bappebti, Dorong Ekosistem Blockchain Lebih Masif 

4. XRP (XRP)

Analisis teknikal XRP (XRP).

XRP menjadi salah satu aset kripto big cap yang potensi bullish pekan ini. Afid melihat XRP punya sentimen positif datang dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengabulkan banding Ripple untuk melayani panggilan pengadilan dan mengotentikasi video pernyataan publik yang dibuat oleh pejabat badan pengatur.

“Selain keputusan SEC, sentimen XRP juga datang dari laporan yang menyatakan XRP diklasifikasikan sebagai mata uang digital oleh Goldman Sachs, Wells Fargo dan HSBC. Ripple juga diidentifikasi sebagai peluang dalam metode pembayaran,” tutur Afid.

Dari analisis teknikalnya, fase bull mencoba untuk mendorong XRP bergerak ke atas level resistance overhead di US$ 0,39. Jika tembus, maka kenaikan akan kembali mencoba untuk melewati rintangan overhead dan mendorong XRP ini ke US$ 0,48 dan kemudian ke US$ 0,54.

Peringkat XRP di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #7, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 18.968.716.408. Jumlah koin yang beredar 49.377.587.823 koin XRP dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin XRP.

5. Optimism (OP)

Analisis teknikal Optimism (OP).

Optimism (OP) adalah blockchain layer-dua di atas Ethereum. Optimisme mendapat manfaat dari keamanan mainnet Ethereum dan membantu menskalakan ekosistem Ethereum dengan menggunakan optimistic rollups. Afid memproyeksikan OP memiliki kesempatan untuk bullish pada pekan ini.

“Protokol Optimism telah berkembang pesat selama sebulan terakhir ini. Ini semakin meningkatkan value-nya secara keseluruhan pada tahun 2022, meskipun ada hambatan bearish. Pertumbuhan Optimism terlihat dalam perluasan protokol peringkat teratasnya. Faktanya, protokol ini menarik akumulasi whales dalam beberapa hari terakhir,” jelas Afid.

Dari analisis teknikalnya, saat ini Optimism (OP) berada di $1,47. Jika polanya berlanjut, harga OP mungkin akan mencapai level resistance US$ 2,235. Jika tren berbalik, maka harga OP bisa turun ke US$ 1,766 dan US$ 1,412.

Peringkat OP di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #109, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 345.045.620. Jumlah koin yang beredar 234.748.364 koin OP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Acala Token (ACA)

Analisis teknikal Acala Token (ACA).

Acala adalah jaringan decentralized finance (DeFi) all-in-one yang menawarkan platform blockchain yang diamankan oleh Polkadot, serta rangkaian aplikasi keuangan lintas-rantai lainnya. Acala Token (ACA) digunakan sebagai token utilitas untuk mengoperasikan jaringan.

Afid memperkirakan ACA akan memasuki fase bearish pada pekan ini yang disebabkan oleh sentimen negatif dari stablecoin asli Acala Network, aUSD, yang jatuh ke nol pada hari Minggu (14/8) lalu, setelah peretas mengeksploitasi bug yang  digunakan untuk mencetak lebih dari 1,28 miliar token.

“Akibat peristiwa itu, hampir 24 jam setelah kejadian, sebagian besar fungsi jaringan Acala dibekukan, dengan sedikit pembaruan dari proyek mengenai langkah selanjutnya. Mengikuti berita tersebut, token asli jaringan, ACA, turun sekitar 7%, dari sekitar US$ 0,29 menjadi US$ 0,26,” ungkapnya.

Menurut Afid, nilai ACA kini sulit untuk tembus harga US$ 0,29 lagi. Ada kemungkinan harga akan ditarik turun hingga US$ 0,24 dalam beberapa hari ke depan, karena penyebab peretasan tersebut belum terselesaikan.

Peringkat ACA di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #179, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 131.282.038. Jumlah koin yang beredar 487.394.605 koin ACA dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin ACA.

2. Tornado Cash (TORN)

Analisis teknikal Tornado Cash (TORN).

Tornado Cash adalah platform yang menyediakan solusi privasi non-kustodian terdesentralisasi yang dibangun di atas jaringan blockchain Ethereum. Afid menerkan nilai TORN akan masuk ke fase bearish pada pekan ini.

Menurut Afid, penyebab penurunan harga bisa berdampak dari pengembang TORN ditangkap di Belanda. Penangkapan itu berawal dari Departemen Keuangan AS yang memasukkan Tornado Cash ke dalam daftar hitam, karena diklaim telah digunakan untuk mencuci aset yang diperoleh secara ilegal senilai US$ 7 miliar.

“Bersama dengan sanksi yang diberikan, harga token TORN kian anjlok, tanda investor mulai khawatir layanan menjadi benar-benar tidak dapat digunakan di masa depan. Bahkan, sejak mencetak ATH di tanggal 13 Februari 2021, harga token telah merosot lebih dari 95%,” ungkap Afid.

Harga token TORN kini berada di kisaran US$ 11,98-US$ 12,61. Peristiwa penangkapan akan membuat TORN bisa jauh terdepresiasi hingga turun harga menjadi US$ 11,54 dalam beberapa waktu ke depan.

Peringkat TORN di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #715, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 13.844.526. Jumlah koin yang beredar 1.099.795 koin TORN dan maksimal pasokan 10.000.000 koin TORN.

Baca juga: Regulasi Baru Bappebti Dorong Tingkat Keamanan Investor Kripto

3. Voyager Token (VGX)

Analisis teknikal Voyager Token (VGX).

Voyager Token masih kuat untuk potensi bearish pada pekan ini. Afid menjelaskan sentimen negatif dari VGX terjadi karena lebih banyak token yang meninggalkan bursa daripada masuk, satu-satunya kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa investor sudah mulai keluar dari posisi akumulasi mereka.

Mengikuti perintah yang diberikan pengadilan AS, Voyager Digital mendapatkan persetujuan untuk mengembalikan US$ 270 juta kepada pelanggannya, yang menyumbang sebagian kecil dari aset investor yang telah dikunci sejak pengajuan kebangkrutannya bulan lalu.

“Dengan pembayaran yang akan segera dimulai, minat pada token VGX telah hilang. Ini terjadi setelah harga altcoin naik 100% dalam waktu tujuh hari sejak pengajuan kebangkrutan. Pada grafik harian, tekanan jual untuk VGX mulai meningkat. Hasilnya, Relative Strength Index-nya berada di 46,31,” ucap Afid.

Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #293, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 89.297.065. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.

4. Spell Token (SPELL)

Analisis teknikal Spell Token (SPELL).

Spell Token (SPELL) adalah aset kripto dan beroperasi pada platform Ethereum. SPELL kini sudah dikenal luas di dunia kripto dengan status sebagai aset yang sangat menjanjikan. Namun, dalam beberapa waktu status sedang merana.

“Dalam beberapa waktu terakhir nilai SPELL terus turun tajam. Penurunannya di pekan ini bahkan diperkirakan akan mencapai -26%. Dari harga saat ini dikisaran US$ 0,001614, bisa turun kembali hingga level US$ 0,001489,” ungkap Afid.

Di sisi lain, banyak analis percaya bahwa harga token Spell akan naik tajam di masa depan. Namun, kembali lagi pasar kripto sangat fluktuatif. Kenaikan harga yang besar dan penurunan harga dapat terjadi dalam jangka pendek.

Peringkat SPELL di CoinMarketCap pada Rabu (17/3) pukul 12.00 WIB adalah #165, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 157.529.078. Pasokan yang beredar 97.605.590.467 koin SPELL dan maksimal pasokan 196.008.739.620 koin SPELL.

5. Dogecoin (DOGE)

Analisis teknikal Dogecoin (DOGE).

Dogecoin (DOGE) jadi aset kripto big cap yang masuk ke dalam daftar bearish pekan ini, alasannya karena ada kemungkinan segera membentuk pola overbought yang bisa membuat investor jenuh mengakumulasi. Pasalnya, DOGE telah naik 15% dan mungkin bisa menembus level penting.

Afid melihat kenaikan DOGE banyak dikaitkan dengan peluncuran solusi blockchain Layer-2 dari komunitas penggemar Dogecoin. Namun, seseorang harus sangat berhati-hati, karena inisiatif semacam itu tidak seperti yang mereka gambarkan. 

“Banyak proyek penipuan yang mengasosiasikan diri dengan Dogecoin asli mulai muncul secara online. Pada saat itu, pengembang dan komunitas Dogecoin mendistribusikan peringatan yang memberi tahu semua orang untuk menjauh. Jika pertumbuhan DOGE saat ini dipicu oleh pengumuman seperti itu oleh proyek palsu, maka mungkin itu bersifat buatan dan harga bisa langsung turun,” kata Afid.

Dari analisis teknikalnya, saat ini DOGE berada di US$ 0,08775. Jika polanya berlanjut, harga DOGE mungkin akan turun ke US$ 0,07500 atau anjlok sekitar 10%.

Peringkat DOGE di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #10, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 11.499.529.056. Pasokan yang beredar 132.670.764.300 koin DOGE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Market

The Fed Genjot Suku Bunga, Market Kripto Terus Turun

Published

on

Bitcoin zona merah

Market kripto hadapi serangan mendadak pasca bank sentral AS, The Fed mengumumkan peningkatan suku bunga acuan sebesar 0,75 basis poin untuk ketiga kalinya berturut-turut pada Kamis (22/9) dini hari. Sejumlah kripto big cap langsung turun ke zona merah.

Dengan inflasi yang terus tidak terkendali, kenaikan terbaru ini membawa suku bunga dasar The Fed ke level tertinggi dalam hampir 15 tahun. Ketua Fed, Jerome Powell, mengakui tidak ada cara “tanpa rasa sakit” untuk mengakhiri krisis biaya hidup.

Kenaikan suku bunga AS tersebut merupakan yang kelima kalinya sepanjang 2022. Sebelumnya, The Fed mulai menaikkan suku bunga sebesar 0,25% pada Maret, kemudian 0,50% di bulan Mei, 0,75% di bulan Juni, dan 0,75% pada Juli.

Dalam pengumumannya, Powell menyatakan pihaknya bertekad untuk membawa inflasi kembali turun sekitar 4% pada akhir tahun 2022. Sekadar informasi, untuk Agustus 2022 angka inflasi AS berada di angka 8,3%.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Segala Hal Penting Masa Depan Ethereum Setelah The Merge

Market kripto Tiarap

Bitcoin bergerak secara dramatis saat pengumuman kenaikan suku bunga The Fed semakin dekat. Data CoinMarketCap menunjukkan aset kripto terbesar di dunia itu, awalnya reli ke US$ 19.500 dalam beberapa menit sebelum suku bunga baru dikonfirmasi. Dalam 20 menit, kemudian jatuh ke US$ 18.975.

Begitu juga dengan Ethereum, mencapai US$ 1.376 pada saat detik-detik pengumuman The Fed. Kemudian menukik tajam ke US$ 1.260. Sebagian besar kripto memiliki reaksi yang sama setelah pengumuman suku bunga baru.

Kenaikan drastis 75 basis poin dari The Fed telah diperkirakan, tetapi itu tidak berarti bahwa investor kripto tidak terlalu ketakutan. Perlu juga dicatat bahwa aksi jual ini tidak khusus untuk Bitcoin, dengan pasar saham juga mengalami perubahan yang tidak menentu.

Hubungan Bitcoin dengan The Fed

Tidak ada tanda-tanda bahwa The Fed bermaksud untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga, yang berarti segala sesuatunya kemungkinan akan menjadi lebih buruk. Bitcoin tidak pernah berada di kondisi di mana suku bunga setinggi ini.

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

Baca juga: CEO Tokocrypto: Web3 Sangat Potensial untuk Masa Depan

Pejabat The Fed mengharapkan kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring berjalannya tahun, dan rata-rata mereka memproyeksikan tanda yang tinggi sebesar 4,6% tahun depan. Semua ini bisa membuat BTC jauh kurang menarik jika dibandingkan dengan aset yang lebih aman seperti obligasi.

Ahli strategi komoditas senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone baru-baru ini mengatakan kepada Kitco News bahwa The Fed berkontribusi pada salah satu bear market terbesar secara global.

McGlone percaya mungkin ada rasa sakit lebih lanjut untuk BTC di bulan-bulan mendatang, dan berpotensi terendah baru 12 bulan. Meski begitu, ia tetap bersikukuh bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mencapai rekor tertinggi baru dan itu hanya masalah waktu sebelum berpacu ke US$ 100.000.

Continue Reading

Market

Bloomberg: Bitcoin Bisa Raih Harga Rp 1,5 Miliar di Tahun 2025

Published

on

Iustrasi aset kripto Bitcoin

Market kripto sasat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Namun, masih banyak analis yang meyakinkan, market akan kembali bull run, sehingga nilai Bitcoin (BTC) bisa capai all time high (ATL) baru di tahun 2025.

Ahli strategi komoditas senior di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone mengatakan Bitcoin bakal menyentuh harga ATH terbaru sektiar US$ 100.000 atau Rp 1,5 miliar pada tahun 2025. Hal tersebut dinilai dapat terwujud, setelah kondisi makroekonomi saat ini yang sedang dibayangi inflasi tinggi berakhir.

Bitcoin bagi saya, ini masalah waktu sebelum mencapai US$ 100.000. Fakta kuncinya adalah bahwa adopsi dan permintaan meningkat. Dengan begitu harga akan melambung, dan sekali lagi ini hanya masalah waktu sekarang,” kata McGlone dikutip Kitco News.

Adopsi dan Permintaan Bitcoin

Menurut McGlone, pemicu Bitcoin untuk bergerak naik akan terhubung dengan meningkatnya adopsi dan permintaan. BTC dan aset kripto lainnya secara umum berpotensi tampil paling atas di antara semua kelas aset instrumen investasi saat ini.

Senior Commodity Strategist at Bloomberg, Mike McGlone. Foto: Bloomberg.
Senior Commodity Strategist at Bloomberg, Mike McGlone. Foto: Bloomberg.

Baca juga: Riset: Adopsi Kripto Tumbuh Subur di Indonesia 

Ia berdalih, aset kripto dapat membawa keuntungan tambahan karena memiliki teknologi dengan pertumbuhan tercepat. Web3 dan blockchain akan menjadi kunci adopsi kripto di masa depan.

Bitcoin kemungkinan akan menjadi emas digital baru. Tapi akan membutuhkan waktu karena status kripto andalan saat ini masih sebagai aset berisiko, dan tentunya akan membutuhkan waktu untuk dihilangkan,” jelas McGlone.

Crypto Winter dan The Fed

McGlone juga membandingkan kondisi pasar kripto saat ini, dengan fenomena gelembung dot-com di tahun 2000, yang mana aset tertentu muncul di atas sementara yang lain hancur. Namun, ia pun juga menyampaikan bahwa kebijakan The Fed mungkin akan memainkan peran kunci dalam mengakhiri kondisi saat ini.

“Kuncinya adalah kripto merupakan kuda tercepat dalam perlombaan. Mereka memiliki keunggulan teknologi yang berkembang pesat dan menantikan masa depan yang akan terus mereka hargai. Ini seperti tahun 2000 semuanya turun dan sebenarnya, bahkan lebih buruk dari tahun 2000 karena pasar obligasi benar-benar diperdagangkan dengan baik saat itu,” tuturnya.

Menurutnya, Bitcoin dan pasar kripto umum telah terjebak dalam kondisi ekonomi winter global. Bitcoin telah babak belur pada tahun 2022, dengan harga berjuang untuk diperdagangkan bisa mencapai di bawah US$ 20.000.

“Ini bukan crypto winter saja, ini adalah winter bagi makroekonomi global. Saya pikir kripto hanyalah sebagian kecil dari itu, tetapi itulah mengapa saya pikir makronya luar biasa,” ujar McGlone.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Segala Hal Penting Masa Depan Ethereum Setelah The Merge

Momentum Ethereum Setelah The Merge

McGlone turut mengomentari peluang Ethereum (ETH) membalik Bitcoin dalam waktu dekat, terutama setelah peningkatan The Merge. Menariknya, ahli strategi tersebut mencatat Ethereum pada akhirnya mungkin mengambil alih Bitcoin tetapi tidak saat ini.

Pergeseran Ethereum yang telah lama dinanti-nantikan dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake akhirnya terjadi minggu lalu dan, tentu saja, merupakan salah satu topik yang paling banyak dibahas di ruang kripto.

McGlone juga di antara mereka yang berpikir bahwa transisi menerima terlalu banyak publisitas, dan itulah yang akan berdampak negatif pada penilaian token dalam jangka pendek. Ia mengharapkan harga ETH naik menjadi US$ 6.000 atau sekitar Rp 90 juta pada tahun 2025.

“Saya pikir gambaran besar tentang Ethereum adalah merevolusi keuangan seperti futures dan ETF, tetapi sekarang kita melewati The Merge ini, dan sekarang kita harus khawatir tentang potensi hambatan di jalan, yang kita semua tahu terjadi dengan teknologi semacam ini,” pungkasnya.

Continue Reading

Market

Analisa Pasar: Kripto Masih Sideways, Waspada Ancaman The Fed

Published

on

market aset kripto

Pergerakan market kripto pada Selasa (20/9) pagi melaju lebih baik dibandingkan Senin kemarin. Sejumlah aset kripto, seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) hingga Solana (SOL) berhasil rebound ke zona hijau dengan kenaikan tipis.

Melansir CoinMarketCap pada Selasa (20/9) pukul 11.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) alami kenaikan 2,94% di posisi US$ 19.377 dalam sehari terakhir. ETH bernasib lebih baik naik 4,08% capai posisi US$ 1.354. Altcoin lainnya seperti XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) terbang ke zona hijau.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat gerak market kripto sedang mengalami konsolidasi, meski kenaikan saat ini masih tergolong sideways. Sejumlah kripto masih bergerak direntang harga pendek dan mencoba untuk melewati jauh level support-nya.

“Sejumlah kripto big cap berhasil masuk ke zona hijau, namun belum bisa membalikan keuntungan dari reli pekan lalu. Sejauh ini sikap investor sejatinya terbilang anomali. Pasalnya, di tengah antisipasi pengumuman rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS, The Fed yang dimulai Selasa (20/9), market bergerak variasi,” kata Afid.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Epic Games Rilis Game NFT Blankos Block Party

Ia menambahkan kenaikan harga kripto ini juga mungkin di dorong oleh faktor indeks dolar AS yang menurun pada Selasa pagi ini, berada 109.64 -0.09%. Hal tersebut berhasil mendorong investor bergairah ke kripto.

“Turunnya harga kripto yang drastis sejak akhir pekan lalu, tampaknya membuat sebagian investor melakukan akumulasi atau memborongnya. Mereka menganggap waktu yang tepat karena aset kripto harganya terjun bebas dalam beberapa hari terakhir,” terangnya.

Waspada Kebijakan The Fed

Menurut Afid, investor perlu mewaspadai The Fed yang bisa bikin galau. Ia menjelaskan kondisi market kripto sejatinya masih terbilang bergejolak dan rawan untuk breakdown lebih jauh.

Dalam survei terakhir, sekitar 80% analis dan investor meramalkan The Fed dapat mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin, sementara sisanya menaksir kenaikan hingga 100 basis poin.

“Sentimen makroekonomi, utamanya pengumuman kebijakan moneter The Fed pada pekan ini, masih menghantui gerak-gerik investor. Jika kenaikan suku bunga acuan di atas ekspektasi, maka kinerja pasar aset berisiko, termasuk aset kripto, akan terseok-seok,” tuturnya.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Tesla Jual Pluit Rp 800 Ribu Harus Bayar Pakai Dogecoin

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin (BTC) masih bisa terus mengalami penurunan. Level support terdekat BTC pada harga US$ 19.305. Pergerakan harga BTC masih terus menunjukan perlawanan. Khawatir BTC bisa menuju major support pada level US$ 17.567 yang merupakan all time low (ATL) atau harga terendah sementara pada 2022.

Sementara, Ethereum masih menujukan perlawanan di level support-nya pada harga US$ 1.325. Proyeksi terburuk, ETH bisa valid breakdown, kemungkinan harganya akan melanjutkan laju turunnya dengan target US$ 880-US$ 1.128.

Continue Reading

Popular