Bitcoin News
Prediksi Bitcoin saat Minyak Volatil dan Pembicaraan AS-Iran Diragukan
Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah pada 30 Juni, turun sekitar 3,5% ke area US$58.400.
Tim Research Tokocrypto mengatakan meski terlihat negatif, kondisi LTH-SOPR di bawah 1 juga sering muncul di area market bottom.
Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah pada 30 Juni, turun sekitar 3,5% ke area US$58.400.
Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah Iran membantah adanya jadwal pembicaraan dengan Amerika Serikat di Qatar.
Pada saat yang sama, harga minyak mentah naik ke sekitar US$71, menambah tekanan pada aset berisiko seperti Bitcoin.
Daftar Isi
Pembicaraan AS-Iran di Qatar Jadi Sorotan
Dilaporkan Coingape, sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut melalui Truth Social bahwa Iran telah meminta pertemuan dengan AS.
Pertemuan tersebut disebut akan berlangsung di Doha, Qatar, pada 30 Juni, dengan tujuan membahas potensi penyelesaian konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan.
Namun, pernyataan itu kemudian dibantah oleh pihak Iran.
Iran Bantah Ada Negosiasi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa tidak ada pertemuan negosiasi yang dijadwalkan dengan pihak Amerika dalam beberapa hari mendatang.
Pernyataan ini memunculkan keraguan baru apakah kesepakatan damai dapat segera dicapai.
Ketidakpastian tersebut membuat pasar kembali berhati-hati, terutama karena konflik AS-Iran sebelumnya sempat menekan sentimen global.
Harga Minyak Naik ke US$71
Keraguan terhadap pembicaraan damai ikut mendorong kenaikan harga minyak mentah ke sekitar US$71.
Kenaikan harga minyak biasanya dapat memperkuat kekhawatiran inflasi dan menekan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.
Dalam kondisi seperti ini, aset berisiko seperti Bitcoin cenderung menghadapi tekanan karena investor lebih memilih mengurangi eksposur terhadap instrumen yang volatil.

Bitcoin Turun ke Area US$58.000
Harga Bitcoin ikut bereaksi terhadap perkembangan tersebut dan turun ke area US$58.900, sebelum bergerak di sekitar US$58.400.
Penurunan ini juga memicu likuidasi senilai sekitar US$69 juta pada 29 Juni.
Tekanan jual meningkat karena trader mulai mengantisipasi risiko eskalasi geopolitik dan dampaknya terhadap pasar global.
BTC Keluar dari Area Konsolidasi
Sebelum penurunan terbaru, Bitcoin bergerak dalam kisaran konsolidasi antara US$59.300 hingga US$60.800 sejak 25 Juni.
Namun, tekanan jual berhasil membawa BTC turun di bawah support US$59.300.
Breakdown dari area ini membuat struktur jangka pendek Bitcoin melemah dan membuka peluang penurunan menuju level support berikutnya.
Support US$58.115 Jadi Target Terdekat
Level yang kini menjadi fokus pasar adalah low 25 Juni di sekitar US$58.115.
Area ini juga disebut memiliki likuiditas yang belum tersapu, sehingga dapat menjadi magnet harga dalam jangka pendek.
Jika tekanan jual berlanjut, Bitcoin berpotensi menguji kembali area US$58.115 sebelum mencoba membentuk pantulan.
Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Strategy Akan Beli Bitcoin Lagi di Tengah Tekanan Pasar

RSI Masih Menguntungkan Seller
Indikator Relative Strength Index atau RSI berada di sekitar 33.
Angka ini menunjukkan momentum masih lebih berpihak kepada seller, meskipun harga mulai mendekati area oversold.
Selama RSI belum menunjukkan pembalikan yang jelas, tekanan bearish terhadap Bitcoin masih berisiko berlanjut.
BTC Perlu Reclaim US$59.300
Untuk menghindari pelemahan lanjutan ke area US$58.000, Bitcoin perlu kembali naik di atas US$59.300.
Tidak hanya itu, BTC juga perlu mencatatkan tiga penutupan berturut-turut di atas level tersebut agar struktur jangka pendek kembali membaik.
Jika gagal, seller masih berpeluang mempertahankan tekanan dan membawa harga menuju support yang lebih rendah.
Resistance Utama di US$60.847
Selain US$59.300, resistance penting berikutnya berada di sekitar US$60.847, yang merupakan batas atas Bollinger Band.
Level ini menjadi area penting untuk mengonfirmasi pemulihan yang lebih kuat.
Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas US$60.847, outlook jangka pendek dapat mulai berubah lebih positif.

Data On-Chain Beri Sinyal Akumulasi
Di tengah tekanan harga, data on-chain mulai menunjukkan sinyal yang lebih konstruktif.
Analis CryptoQuant, Facunda, menyoroti bahwa Long-Term Holder Spent Output Profit Ratio atau LTH-SOPR turun di bawah 1.
Secara umum, LTH-SOPR di bawah 1 menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang menjual Bitcoin dalam kondisi rugi.
LTH-SOPR di Bawah 1 Bisa Jadi Sinyal Bottom
Tim Research Tokocrypto mengatakan meski terlihat negatif, kondisi LTH-SOPR di bawah 1 juga sering muncul di area market bottom.
“Pada fase seperti ini, pemegang jangka panjang mulai mengalami tekanan, tetapi sebagian investor justru melihatnya sebagai peluang akumulasi,” jelasnya.
Facunda membandingkan kondisi ini dengan Oktober 2022, ketika BTC diperdagangkan di sekitar US$20.000 dan LTH-SOPR juga turun di bawah 1.
Perbandingan dengan Oktober 2022
Pada Oktober 2022, penurunan LTH-SOPR di bawah 1 terjadi sebelum Bitcoin mulai pulih.
Beberapa bulan setelahnya, tepatnya pada April 2023, harga BTC naik ke sekitar US$31.000.
Jika pola serupa kembali terjadi, kondisi saat ini dapat menjadi sinyal bahwa pemegang jangka panjang mulai melihat area harga sekarang sebagai zona akumulasi.
Risiko Geopolitik Masih Jadi Penghalang
Meski data on-chain memberi sinyal potensial akumulasi, pemulihan Bitcoin masih bergantung pada kondisi makro dan geopolitik.
Jika ketegangan AS-Iran kembali meningkat atau harga minyak terus naik, tekanan terhadap aset berisiko dapat berlanjut.
Untuk mendukung pemulihan yang lebih kuat, pasar membutuhkan kejelasan terkait potensi kesepakatan damai dan meredanya risiko eskalasi.
Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Academy5 days agoRiset Kripto 22-26 Juni 2026: Bitcoin Menukik, The Fed Siap Naikkan Suku Bunga
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 25 Juni 2026: Koreksi Tekanan Arus Keluar
-
Market5 days agoPasar Kripto Hari Ini 26 Juni 2026: Bitcoin Sentuh Titik Terendah
-
Altcoin News6 days agoMoody’s Integrasikan Sistem Kredit Rating Blockchain di Solana, Apa Maksudnya?

