Altcoin News
AAVE Aman atau Tidak? Ini Risiko dan Cara Kerja DeFi Lending
DeFi lending banyak dilirik karena menjadi salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan dari pasar kripto melalui staking dan memberikan likuiditas, tanpa harus melakukan trading.
AAVE banyak menjadi pilihan para pecinta DeFi, selain karena menjadi protokol DeFi dengan TVL tertinggi, AAVE juga kembali disorot setelah proposal baru mereka disetujui oleh para pemegang token.
Tapi gimana sih sebenarnya cara kerja DeFi Lending, dan gimana risikonya? Simak lebih lengkap!
Daftar Isi
Cara Kerja DeFi Lending

DeFi lending pada dasarnya mirip seperti menabung di bank, tapi tanpa perantara dan semuanya melalui smart contract. Saat kamu melakukan deposit aset seperti USDT, USDC, atau WETH ke protokol DeFi Lending seperti AAVE, maka aset tersebut masuk ke lending pool sebagai likuiditas dan bisa dipinjam oleh para peminjam di protokol tersebut.
Sebagai orang yang meminjamkan, maka kamu akan mendapatkan bunga (yield) dari bunga pinjaman yang dibayar oleh peminjam. Semakin banyak permintaan pinjaman, maka akan semakin tinggi pula APY yang kamu terima.
Di sisi lain, pengguna yang meminjam aset kripto juga tidak sepenuhnya secara bebas bisa meminjam sesuka hati, para peminjam ini juga diwajibkan memberikan aset kripto sebagai bentuk jaminan atau collateral.
Jadi… Peminjam dapat menggunakan dana yang dipinjam tersebut untuk trading, berinvestasi, atau sekadar mengakses modal tanpa harus menjual kepemilikan aset kripto mereka.
Baca juga: Staking AAVE: Cara Kerja, Keuntungan, dan Risiko yang Perlu Diketahui
Risiko Staking yang Perlu Dipahami
Tidak ada keuntungan tanpa risiko, begitu pula dengan dunia kripto dan DeFi lending. Berikut adalah risiko-risiko yang perlu dipahami sebelum memutuskan untuk staking di platform DeFi lending seperti AAVE.
Risiko Slashing
Ini adalah risiko dari staking AAVE yang mana jika terjadi Shortfall Event, sebagian aset yang kamu stake bisa “di-slash” atau dikurangi paksa untuk menutup defisit protokol. Kabar baiknya, meskipun fitur ini sudah ada sejak 2020, slashing belum pernah benar-benar dieksekusi sekalipun.
Risiko Pasar
Meski reward terus mengalir masuk selama periode staking, jika harga token AAVE mengalami penurunan, total nilai portofolio kamu juga tetap bisa turun. Sederhananya, imbal hasil 6-8% dari staking tentunya tidak akan bisa membantu jika harga token turun lebih dari itu.
Risiko Smart Contract
Meski Aave adalah salah satu protokol yang paling banyak diaudit di dunia DeFi, risiko adanya eksploit pada tentunya masih tetap ada. Karena Aave berjalan di blockchain, dan semua transaksi bergantung pada smart contract maka jika ada celah keamanan, dana pengguna bisa terdampak.
Risiko Likuiditas (Cooldown)
AAVE memiliki periode cooldown 20 hari. Terkadang dalam kondisi pasar yang bergerak cepat, ketidakmampuan menarik aset secara instan bisa berujung pada kehilangan opportunity, jadi masa tunggu 20 hari untuk melakukan unstake ini harus dipertimbangkan.
Terlebih lagi setelah periode cooldown selesai, kamu hanya memiliki waktu 2 hari untuk membatalkan staking token. Jika tidak, kamu harus menunggu 20 hari berikutnya.
Baca juga: Harga AAVE Hari Ini: Update, Grafik, dan Faktor yang Mempengaruhi
Apakah Staking AAVE Aman?
AAVE termasuk salah satu protokol yang paling lama, paling diaudit, dan memiliki Total Value Locked (TVL) yang sangat besar.
Audit rutin oleh firma ternama dan sistem governance yang matang membuat Aave dianggap sebagai salah satu protokol DeFi paling kredibel. Bahkan kamu bisa langsung melihat laporan audit terbaru mereka secara langsung melalui laman berikut: Security | Aave.
Namun, perlu diingat, bahwa meskipun terlihat tetap memiliki risiko, termasuk peristiwa tak terduga atau “black swan” seperti kejatuhan harga yang memicu likuidasi massal, kesalahan oracle, bug atau exploit smart contract, serta kegagalan tata kelola. Sehingga pengguna harus siap menghadapi skenario terburuk sebelum berpartisipasi.
Bagi investor yang ingin mencoba melakukan staking, kamu juga bisa mencoba staking langsung di aplikasi Tokocrypto. Ada berbagai pilihan mulai dari Ethereum hingga Solana lho! Cek lebih lengkap di sini: Tokocrypto Staking | Banyak Pilihan, Staking Kripto dengan Nyaman
Baca juga: Aave Ganti Mesin! Revenue Kini Mengalir Langsung
Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Sumber:
-
Bitcoin News7 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $71.536, Koreksi Sehat
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Koreksi $70.806, Sinyal Turun?
-
Market5 days ago3 Altcoin Wajib Pantau: Ada yang Melejit 3.500%
-
Bitcoin News6 days agoSaat Dunia Memanas, Michael Saylor Justru Siap Borong Bitcoin Lagi?

