Ethereum News
Analisa Harga Ethereum Hari Ini: Kehilangan Momentum, ETH Turun 2,28% ke US$2.438
Pergerakan harga Ethereum kembali memasuki fase koreksi setelah gagal mempertahankan momentum penguatan di atas US$2.500.
Pergerakan harga Ethereum kembali memasuki fase koreksi setelah gagal mempertahankan momentum penguatan di atas US$2.500.
Harga ETH hari ini bergerak melemah dan sempat turun hingga US$2.408,72, menandakan bahwa tekanan jual mulai meningkat setelah reli besar yang terjadi sepanjang beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan data terbaru, Ethereum berada di level US$2.438,31 per ETH, turun 2,28% dalam 24 jam terakhir.
Dalam perdagangan 24 jam, ETH sempat mencapai US$2.525,84 sebelum berbalik turun. Kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar US$294,26 miliar, dengan volume perdagangan mencapai US$16,03 miliar.
Meski mengalami penurunan harian, performa Ethereum dalam jangka menengah masih menunjukkan penguatan yang cukup besar.
ETH tercatat naik 27,50% dalam 30 hari, 53,48% dalam 60 hari, dan 20,38% dalam 90 hari. Karena itu, koreksi hari ini belum serta-merta menunjukkan perubahan tren utama menjadi bearish.
Baca Juga: Harga Ethereum Bertahan di $1.882, ETH Kehilangan Momentum
Daftar Isi
Ethereum Kehilangan Momentum di Atas US$2.500
Tekanan terhadap Ethereum mulai terlihat setelah harga gagal bertahan di area US$2.500.
Level tersebut menjadi penting secara psikologis karena sebelumnya berfungsi sebagai area yang mendorong optimisme pasar.
Ketika ETH mencapai US$2.525,84, sebagian trader kemungkinan mulai merealisasikan keuntungan setelah harga mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Penurunan kemudian membawa Ethereum kembali ke kisaran US$2.400. Kondisi ini menunjukkan adanya tarik-menarik yang cukup kuat antara pembeli yang masih melihat peluang kenaikan dan penjual yang memilih mengamankan keuntungan.
Secara sederhana, Ethereum sedang mengalami proses pendinginan setelah reli besar. Kenaikan lebih dari 50% dalam 60 hari membuat aksi ambil untung menjadi sesuatu yang wajar, terutama ketika momentum mulai kehilangan tenaga.
Sentimen Makro Menjadi Beban bagi ETH
Selain faktor teknikal, penurunan Ethereum hari ini juga tidak dapat dilepaskan dari kondisi pasar keuangan global.
Pasar kripto masih sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga Amerika Serikat.
Pernyataan hawkish dari Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole kembali meningkatkan perhatian investor terhadap risiko inflasi dan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat dalam waktu lebih lama.
Situasi seperti ini cenderung memberikan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk Ethereum.
Ketika investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, cryptocurrency biasanya menjadi salah satu aset yang mengalami aksi jual lebih cepat karena volatilitasnya lebih tinggi.
Tekanan makro tersebut menjadi semakin terasa setelah Ethereum sebelumnya mencatat kenaikan besar.
Investor yang sudah mendapatkan keuntungan memiliki insentif lebih besar untuk melakukan profit taking ketika sentimen global mulai berubah menjadi lebih defensif.
Koreksi ETH Mengikuti Pelemahan Bitcoin
Ethereum juga tidak bergerak sendirian. Pergerakan ETH masih memiliki korelasi kuat dengan Bitcoin sebagai aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.
Pada perdagangan hari ini, Bitcoin juga mengalami penurunan tajam hingga sekitar 3,87% ke US$77.672. Pelemahan BTC memberikan tekanan terhadap aset kripto lainnya, termasuk Ethereum.
Ketika Bitcoin mengalami koreksi setelah gagal mempertahankan area US$80.000, sentimen risiko di pasar kripto secara keseluruhan ikut memburuk.
Investor biasanya menjadi lebih berhati-hati terhadap altcoin ketika aset utama pasar mulai kehilangan momentum.
Hal tersebut membantu menjelaskan mengapa Ethereum ikut terkoreksi meskipun fundamental dan performa jangka menengahnya masih relatif kuat.
Aksi Ambil Untung Setelah ETH Naik Lebih dari 50%
Data historis dari Tokocrypto pada Sabtu (29/8) memberikan gambaran penting mengenai posisi Ethereum saat ini.
Dalam 60 hari terakhir, harga ETH telah meningkat 53,48%. Bahkan dalam 30 hari terakhir, kenaikannya masih mencapai 27,50%.
Kenaikan sebesar itu membuat posisi Ethereum cukup rentan terhadap aksi ambil untung.
Trader yang membeli ETH ketika harga masih berada jauh di bawah US$2.000 kini memiliki keuntungan yang relatif besar dan dapat memilih untuk menjual sebagian kepemilikannya.
Tekanan profit taking biasanya semakin kuat ketika harga mendekati resistance psikologis seperti US$2.500.
Apabila tidak ada katalis baru yang cukup kuat untuk membawa harga menembus resistance tersebut, pasar dapat mengalami konsolidasi atau koreksi.
Dengan demikian, penurunan 2,28% hari ini lebih terlihat sebagai kombinasi profit taking dan memburuknya sentimen pasar daripada indikasi bahwa investor telah sepenuhnya meninggalkan Ethereum.
US$2.400 Menjadi Area Penting untuk ETH
Dari perspektif teknikal jangka pendek, area US$2.400 menjadi level yang patut diperhatikan.
Ethereum hari ini sempat menyentuh US$2.408,72. Artinya, area tersebut telah diuji oleh tekanan jual.
Jika ETH mampu bertahan di atas US$2.400 dan kembali bergerak menuju US$2.500, peluang terjadinya technical rebound masih terbuka.
Sebaliknya, apabila US$2.400 ditembus dengan tekanan jual yang kuat, Ethereum berpotensi mencari support yang lebih rendah.
Kondisi tersebut dapat membuat sentimen jangka pendek berubah menjadi lebih bearish.
Di sisi atas, US$2.500-US$2.525 menjadi zona resistance penting. Ethereum harus mampu melewati area tersebut untuk kembali menunjukkan momentum bullish yang lebih meyakinkan.

Ethereum Masih Jauh dari Rekor Tertinggi
Meskipun Ethereum sedang terkoreksi, harga saat ini masih cukup jauh dari rekor tertingginya sebesar US$4.953,73.
Dengan harga sekitar US$2.438,31, ETH masih berada lebih dari 50% di bawah level ATH tersebut. Kondisi ini memberikan gambaran bahwa reli yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir belum membawa Ethereum kembali mendekati puncak historisnya.
Di sisi lain, jarak yang masih lebar dari ATH juga menjadi salah satu alasan mengapa sebagian investor jangka menengah masih melihat potensi kenaikan apabila kondisi pasar kripto kembali mendukung.
Namun, untuk mencapai level tersebut, Ethereum membutuhkan kombinasi arus modal baru, sentimen pasar yang lebih kuat dan kondisi makroekonomi yang lebih bersahabat terhadap aset berisiko.
Kapitalisasi Pasar Ethereum Bertahan di US$294 Miliar
Dengan harga US$2.438,31, kapitalisasi pasar Ethereum kini mencapai sekitar US$294,26 miliar.
Volume perdagangan dalam 24 jam berada di US$16,03 miliar, menunjukkan aktivitas transaksi yang masih cukup besar.
Jumlah Ethereum yang beredar mencapai sekitar 120,68 juta ETH. Berbeda dengan Bitcoin yang memiliki batas suplai maksimum 21 juta koin, data yang tersedia untuk Ethereum tidak menetapkan total pasokan maksimum.
Volume yang cukup besar dibandingkan kapitalisasi pasar menunjukkan bahwa Ethereum masih menjadi salah satu aset paling aktif diperdagangkan di pasar kripto.
Karena itu, perubahan sentimen global dapat dengan cepat tercermin dalam pergerakan harga ETH.
Baca Juga: Harga Ethereum Bergerak Datar di $1.881, ETH Kehilangan Tenaga Setelah Rebound
Secara keseluruhan, penurunan harga Ethereum sebesar 2,28% ke US$2.438,31 hari ini terutama dipengaruhi oleh kombinasi tekanan makro, pelemahan Bitcoin, aksi ambil untung setelah reli besar, serta kegagalan ETH mempertahankan momentum di atas US$2.500.
Koreksi tersebut perlu dilihat dalam konteks performa yang lebih luas. Ethereum masih mencatat kenaikan 27,50% dalam 30 hari dan 53,48% dalam 60 hari.
Dengan demikian, penurunan hari ini belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan tren jangka menengah.
Untuk jangka pendek, US$2.400 menjadi area support penting. Selama level tersebut mampu dipertahankan, Ethereum masih berpeluang melakukan rebound menuju US$2.500.
Namun, jika tekanan jual membawa ETH menembus US$2.400, risiko koreksi lebih dalam perlu diwaspadai.
Sebaliknya, keberhasilan Ethereum kembali menembus US$2.525 dapat menjadi sinyal positif bahwa pembeli mulai kembali menguasai pasar.
Secara keseluruhan, pergerakan ETH hari ini lebih mencerminkan koreksi setelah reli besar daripada keruntuhan tren bullish.
Namun, arah Bitcoin dan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed tetap akan menjadi faktor penting yang menentukan apakah Ethereum mampu kembali melanjutkan kenaikannya atau justru memasuki fase konsolidasi yang lebih panjang.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News5 days agoDampak AS Buyback Obligasi Terhadap Bitcoin Ternyata Lebih Besar dari Dugaan!
-
Market5 days agoPasar kripto Hadapi Pekan Penting: Data PCE hingga Jackson Hole Jadi Penentu Arah
-
Altcoin News7 days agoTokenized Stock Holder Hampir Tembus 2 Juta, Volume Naik 246%
-
Market5 days agoPasar Kripto Hari Ini 24 Agustus 2026: Altcoin Mulai Tunjukkan Momentum

