Connect with us

Altcoin News

Apa itu Open USD? Stablecoin yang Didukung Visa, Mastercard hingga Google

Published

on

Dunia aset digital kembali kedatangan inovasi besar yang langsung mengubah peta persaingan mata uang kripto global. Open Standard, sebuah proyek stablecoin baru bernama Open USD (OUSD) resmi diperkenalkan.

Tidak tanggung-tanggung, kehadiran Open USD langsung mencuri perhatian dunia karena didukung oleh mitra raksasa yang melibatkan lebih dari 140 perusahaan global, dipimpin oleh nama-nama besar di industri pembayaran seperti Visa dan Mastercard, serta didukung raksasa teknologi dan finansial seperti Stripe, Google, Coinbase, hingga BlackRock.

Lalu, apa sebenarnya Open USD dan mengapa dukungan besar ini bisa menjadi titik balik penting bagi industri keuangan masa depan? Berikut ulasannya.

Apa Itu Open USD dan Open Standard?

Open USD (OUSD) adalah stablecoin yang dipatok terhadap nilai dolar Amerika Serikat (USD) dan diterbitkan oleh Open Standard, sebuah perusahaan independen yang dibentuk untuk mengembangkan infrastruktur stablecoin yang lebih terbuka dan kolaboratif.

Berbeda dengan stablecoin pada umumnya, Open USD tidak hanya berfokus sebagai aset digital untuk transaksi, tetapi juga menghadirkan model ekonomi yang memungkinkan para mitra ekosistem ikut memperoleh manfaat dari aset cadangan (reserve assets) yang menopang stablecoin tersebut.

Dengan pendekatan ini, Open USD dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari pembayaran digital, transfer dana lintas negara, hingga integrasi ke layanan keuangan dan aplikasi berbasis blockchain.

Dikutip dari laman resminya, Open USD (OUSD) baru akan diluncurkan secara resmi pada akhir 2026.

Siapa Saja yang Mendukung Open USD?

Salah satu kekuatan terbesar Open USD adalah dukungan dari lebih dari 140 perusahaan global yang berasal dari berbagai sektor, seperti perbankan, perusahaan pembayaran, fintech, blockchain, dan teknologi.

Beberapa di antaranya adalah Visa, Mastercard, Stripe, Google, Coinbase, BlackRock, BNY, Mercado Pago, Grab, Shopify, Solana, Polygon, Ripple, hingga MetaMask.

Dukungan lintas industri ini menunjukkan bahwa Open USD tidak hanya menyasar ekosistem kripto, tetapi juga berpotensi menjadi infrastruktur pembayaran digital yang dapat digunakan oleh institusi keuangan dan perusahaan teknologi di seluruh dunia.

Baca lebih lengkap daftarnya di sini: Ini Daftar 140 Perusahaan Mitra Stablecoin Open USD yang Bikin Saham Circle Ambruk

Bagaimana Cara Kerja Open USD?

Open USD dibangun berdasarkan tiga prinsip utama yang membedakannya dari banyak stablecoin lainnya.

Build for Scale

Mitra dapat melakukan proses mint dan redeem Open USD tanpa dikenakan biaya serta tanpa batasan volume tertentu. Model ini dirancang untuk mendukung penggunaan dalam skala besar oleh institusi maupun perusahaan.

Earn by Default

Pendapatan (yield) yang dihasilkan dari aset cadangan Open USD tidak sepenuhnya menjadi milik penerbit. Sebaliknya, hasil tersebut akan didistribusikan kepada para mitra, setelah dikurangi biaya pengelolaan (management fee) untuk operasional Open Standard.

Govern Collaboratively

Open USD dikelola melalui model collaborative governance, di mana keputusan strategis tidak ditentukan oleh satu perusahaan saja. Tata kelola dilakukan oleh Open Standard bersama dewan independen yang terdiri dari para mitra ekosistem sehingga setiap keputusan diambil berdasarkan kepentingan bersama.

Apa Perbedaan Open USD dengan USDC dan USDT?

Meski sama-sama merupakan stablecoin yang dipatok terhadap dolar AS, Open USD (OUSD) hadir dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan USDC maupun USDT. Perbedaan tersebut tidak hanya terletak pada penerbitnya, tetapi juga model tata kelola, pembagian pendapatan dari aset cadangan, hingga target penggunaannya.

AspekOpen USD (OUSD)USDCUSDT
Penerbit & Tata KelolaDikelola oleh Open Standard dengan model tata kelola kolaboratif melalui dewan yang terdiri dari para mitra.Diterbitkan oleh Circle Internet Group, perusahaan publik (NYSE: CRCL).Diterbitkan oleh Tether, perusahaan swasta dengan tata kelola yang terpusat.
Pendukung UtamaDidukung lebih dari 140 perusahaan, termasuk Visa, Stripe, Mastercard, Google, BlackRock, Coinbase, dan Shopify.Didukung oleh Circle, Coinbase (mitra distribusi), serta investor institusional dan DeFi.Didukung oleh Tether Holdings dan iFinex.
Model Biaya & PendapatanTidak mengenakan biaya mint maupun redeem, tanpa batas volume. Pendapatan dari aset cadangan dibagikan kepada para mitra.Pendapatan bunga dari aset cadangan menjadi milik Circle sebagai penerbit.Pendapatan bunga dari aset cadangan menjadi milik Tether sebagai penerbit.
Fokus PenggunaanDitujukan untuk kebutuhan perusahaan (enterprise), agentic commerce, dan menjadi stablecoin bawaan di ekosistem Stripe.Banyak digunakan untuk DeFi, penyelesaian transaksi institusional (institutional settlement), dan pasangan perdagangan di bursa kripto.Dominan digunakan untuk perdagangan lintas negara (cross-border trading), likuiditas dolar digital, dan transaksi di bursa kripto.
Skala AdopsiMasih dalam tahap peluncuran dan akan diperluas ke jaringan Base serta blockchain lainnya.Menguasai sekitar 25% pangsa pasar stablecoin (per April 2026).Menguasai sekitar 62% pangsa pasar stablecoin (per April 2026) dan menjadi stablecoin terbesar saat ini.
Sumber: Payspacemagazine.com

Dari perbandingan tersebut, terlihat bahwa keunggulan utama Open USD terletak pada model ekonominya yang lebih kolaboratif.

Jika USDC dan USDT mempertahankan pendapatan dari aset cadangan sebagai sumber pendapatan mereka, Open USD justru membagikan hasil tersebut kepada para mitra, sehingga memberikan insentif bagi perusahaan untuk mendorong adopsi stablecoin secara lebih luas.

Sementara itu, dari sisi penggunaan, Open USD lebih difokuskan untuk kebutuhan pembayaran dan bisnis, sedangkan USDC dan USDT telah lebih dahulu mendominasi ekosistem perdagangan aset kripto dan DeFi.

Baca juga: Kyrgyzstan Ingin Jadi Hub Kripto Lewat Stablecoin Berbasis Emas

Apakah Open USD Bisa Menjadi Pesaing USDT dan USDC?

Saat ini USDT dan USDC masih mendominasi pasar stablecoin secara global dari sisi kapitalisasi pasar maupun penggunaan. Namun, Open USD hadir dengan pendekatan yang berbeda melalui tata kelola kolaboratif serta pembagian hasil dari aset cadangan kepada para mitra. 

Menurut Yahoo, model ini berpotensi menjadi ancaman bagi dominasi USDC dan USDT apabila berhasil mendorong adopsi secara luas di kalangan perusahaan dan institusi keuangan. Apabila semakin banyak institusi keuangan, perusahaan pembayaran, dan penyedia layanan digital yang mengadopsinya, Open USD berpotensi menjadi salah satu pemain penting dalam perkembangan ekosistem stablecoin di masa depan.

Kesimpulan

Kehadiran Open USD menunjukkan bahwa inovasi di dunia stablecoin terus berkembang, tidak hanya dari sisi teknologi tetapi juga model bisnis dan tata kelolanya. Dengan dukungan ratusan perusahaan global, Open USD menjadi salah satu proyek yang layak diperhatikan dalam perkembangan ekosistem aset digital.

Bagi kamu yang ingin mulai memiliki stablecoin, berbagai pilihan stablecoin setara dolar kini tersedia di Tokocrypto dengan fee trading 0% melalui fitur Beli/Jual. DOWNLOAD DI SINI


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Open Standard: Introducing Open USD
Yahoo: A New Stablecoin Is Taking Aim at Circle’s USDC. Here’s What Investors Need to Know.
PaySpace Magazine: Open USD Stablecoin Launches With 140 Fintech & Banking Partners Including Stripe And Visa

Trending