Connect with us

Bitcoin News

Bitcoin Tertahan di US$64.000, CLARITY Act hingga Arus ETF Jadi Penentu Arah

Tim Research Tokocrypto melihat pergerakan tersebut membuat Bitcoin masih terjebak di antara support penting US$60.000 dan resistance kuat di sekitar US$70.000.

Tivan

Published

on

Ilustrasi Bitcoin.

Harga Bitcoin kembali bergerak di bawah tekanan setelah turun sekitar 2% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di sekitar US$64.000. Pelemahan ini terjadi saat pasar kripto secara keseluruhan turun 1,37% ke sekitar US$2,19 triliun.

Tim Research Tokocrypto melihat pergerakan tersebut membuat Bitcoin masih terjebak di antara support penting US$60.000 dan resistance kuat di sekitar US$70.000.

“Dengan kapitalisasi pasar sekitar US$1,28 triliun, arah BTC berikutnya kini sangat bergantung pada arus dana institusional, perkembangan regulasi Amerika Serikat, serta risiko geopolitik global,” jelasnya.

Salah satu agenda utama yang dipantau investor adalah perkembangan CLARITY Act di Senat AS. Senate Majority Leader John Thune sebelumnya memastikan bahwa pemungutan suara tidak dilakukan sebelum reses Agustus, tetapi pembahasan RUU struktur pasar aset digital tersebut akan kembali masuk agenda pada September.

CLARITY Act Jadi Katalis Regulasi

CLARITY Act bertujuan memberikan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi pasar aset digital di Amerika Serikat. RUU ini berupaya memperjelas pembagian peran antara regulator federal, termasuk Securities and Exchange Commission dan Commodity Futures Trading Commission.

Namun, prosesnya masih menghadapi sejumlah hambatan. Perdebatan terkait ketentuan etika, perlindungan decentralized finance, serta isu perbankan masih menjadi faktor yang membuat pembahasan belum selesai.

Jika proses di Senat kembali berjalan pada September dan mendapat dukungan bipartisan, kepercayaan investor terhadap pasar kripto dapat meningkat. Kejelasan regulasi berpotensi memperkuat minat institusional terhadap Bitcoin dan aset digital lain.

Sebaliknya, jika pembahasan kembali tertunda atau gagal mencapai dukungan yang cukup, ketidakpastian regulasi dapat melebar. Kondisi ini dapat menekan sentimen pasar, terutama karena Bitcoin saat ini masih belum mampu menembus resistance US$70.000.

Baca juga: Bitcoin dan XRP Hadapi Pekan Volatil, Data CPI hingga Konflik Iran Jadi Sorotan

Penjualan Bitcoin Strategy Tekan Sentimen

Selain faktor regulasi, pasar juga mencermati aktivitas treasury perusahaan besar. Strategy milik Michael Saylor dilaporkan menjual 1.690 Bitcoin pada pekan lalu dengan nilai sekitar US$109 juta.

Penjualan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelepasan Bitcoin selama empat pekan berturut-turut. Dalam periode yang sama, Strategy dilaporkan menjual 6.916 Bitcoin senilai sekitar US$429,4 juta.

Sebagian hasil penjualan disebut digunakan untuk membeli kembali saham preferen, sementara penjualan saham biasa juga membantu perusahaan meningkatkan cadangan kas. Meski demikian, Strategy masih memiliki treasury Bitcoin yang besar.

Namun, frekuensi penjualan dapat memengaruhi sentimen investor. Selama ini, Strategy dikenal sebagai salah satu simbol akumulasi korporasi terhadap Bitcoin. Karena itu, penjualan berulang dapat menimbulkan kekhawatiran bahwa permintaan korporasi tidak lagi sekuat sebelumnya.

ETF Bitcoin Kembali Jadi Fokus

Arus dana ETF spot Bitcoin juga menjadi faktor penting bagi arah harga. Pada 10 Agustus, ETF spot Bitcoin AS dilaporkan mencatat outflow bersih sekitar US$145 juta. ETF spot Ethereum juga mencatat penarikan sekitar US$14,6 juta.

Outflow ini terjadi setelah beberapa sesi sebelumnya menunjukkan arus dana positif pada produk investasi kripto. Dalam pekan sebelumnya, ETF Bitcoin dan Ethereum sempat menarik sekitar US$1,1 miliar, menunjukkan minat institusional belum sepenuhnya hilang.

Jika outflow berlanjut, kemampuan Bitcoin untuk kembali menguji US$70.000 dapat melemah. Arus dana keluar dari ETF dapat mengurangi tekanan beli institusional dan membuat BTC lebih rentan terhadap koreksi.

Sebaliknya, jika ETF kembali mencatat inflow, level US$60.000 berpotensi mendapat dukungan lebih kuat. Inflow baru juga dapat membantu Bitcoin membangun momentum untuk kembali menguji US$65.000, US$68.000, hingga US$70.000.

Risiko Geopolitik AS-Iran Masih Membayangi

Dilaporkan Coingape, faktor geopolitik juga menjadi perhatian pasar. Ketegangan AS-Iran masih dapat memengaruhi harga minyak, ekspektasi inflasi, dan minat investor terhadap aset berisiko.

Presiden Donald Trump dilaporkan mulai mengalihkan pendekatan dari tekanan militer langsung ke tekanan ekonomi terhadap Iran. Strategi tersebut dapat mengurangi risiko militer jangka pendek, tetapi ketegangan berkepanjangan tetap berpotensi mengganggu jalur energi global.

Jika ketegangan di kawasan Teluk meningkat, harga minyak dapat kembali bergerak naik. Kenaikan harga energi berisiko memperumit outlook inflasi dan menekan aset berisiko seperti Bitcoin.

Sebaliknya, jika ketegangan mereda dan jalur perdagangan energi kembali lebih stabil, tekanan inflasi dapat berkurang. Kondisi tersebut dapat membantu sentimen pasar kripto, terutama jika bersamaan dengan ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih dovish.

Bitcoin Butuh Rebut US$65.000

Secara teknikal, Bitcoin perlu kembali menembus US$65.000 untuk memulihkan momentum jangka pendek. Jika level ini berhasil direbut, area US$68.000 akan menjadi resistance berikutnya.

Jika permintaan ETF membaik dan support US$60.000 tetap bertahan, peluang Bitcoin menuju US$70.000 masih terbuka. Kemajuan CLARITY Act pada September juga dapat memperkuat skenario bullish tersebut.

Namun, tekanan jual masih perlu diwaspadai. Jika BTC gagal mempertahankan US$63.500, harga berisiko turun menuju US$62.000. Risiko penurunan yang lebih besar akan muncul jika Bitcoin kehilangan support US$60.000.

Dalam skenario tersebut, BTC dapat melemah ke US$55.000. Jika tekanan jual semakin kuat, level psikologis US$50.000 bisa kembali menjadi perhatian pasar.

Untuk saat ini, Bitcoin masih berada dalam fase penentuan. Support US$60.000 dan resistance US$70.000 menjadi dua batas utama yang menentukan arah berikutnya.

Jika arus ETF membaik, tekanan geopolitik mereda, dan CLARITY Act menunjukkan kemajuan pada September, Bitcoin berpeluang kembali menguji US$70.000. Namun, jika outflow ETF berlanjut, penjualan institusional meningkat, dan risiko makro memburuk, BTC dapat kembali tertekan menuju US$60.000 hingga US$50.000.

Baca juga: Metaplanet Bangun Venture Firm Fokus Ekosistem Bitcoin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending