Connect with us

Altcoin News

Bukan Cuma Starship, Ini 3 Faktor yang Bisa Menggerakkan Harga SPCXB

SpaceX Tokenized bStocks (SPCXB) memiliki karakter yang berbeda dari aset kripto biasa.

Tivan

Published

on

SpaceX Tokenized bStocks (SPCXB) menawarkan eksposur terhadap salah satu perusahaan teknologi paling besar di dunia melalui pasar crypto. Namun, arah harganya tidak hanya ditentukan keberhasilan SpaceX. Regulasi tokenized stocks, perkembangan DeFi hingga bertambahnya saham SpaceX yang dapat diperdagangkan juga bisa ikut memengaruhi pergerakannya.

Menurut data CoinMarketCap, SpaceX Tokenized bStocks (SPCXB) memiliki karakter yang berbeda dari aset kripto biasa.

Di satu sisi, instrumen ini memberikan eksposur ekonomi terhadap saham Space Exploration Technologies Corp. (NASDAQ: SPCX). Artinya, perkembangan Starship, pertumbuhan Starlink, laporan keuangan hingga perubahan valuasi saham SpaceX tetap menjadi faktor fundamental utamanya.

Di sisi lain, SPCXB diperdagangkan melalui infrastruktur crypto selama 24/7 dan mulai digunakan di ekosistem decentralized finance (DeFi). Hal ini menambahkan faktor likuiditas, regulasi dan supply-demand yang tidak selalu bergerak sama persis dengan saham SpaceX.

Binance menjelaskan SPCXB diterbitkan sebagai tokenized security oleh BTech Holdings Limited dan dirancang dengan backing 1:1 oleh saham SpaceX melalui struktur kustodian. Namun, pemegang SPCXB tidak menjadi pemegang saham SpaceX secara langsung dan tidak otomatis mendapatkan hak shareholder.

Kinerja SpaceX Tetap Jadi Penggerak Utama

Faktor pertama dan paling fundamental tetap berasal dari bisnis SpaceX.

Laporan kuartal II-2026 menunjukkan pendapatan SpaceX mencapai 7,8 miliar dollar AS, tumbuh 92 persen secara tahunan. Adjusted EBITDA naik 191 persen menjadi 3,5 miliar dollar AS.

Bisnis Starlink menjadi salah satu motor utama. Jumlah pelanggan Starlink mencapai 12 juta pada akhir Juni 2026, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan segmen Connectivity naik 66 persen secara tahunan menjadi sekitar 4,3 miliar dollar AS.

Perhatian investor berikutnya juga tertuju pada Starship.

SpaceX telah memperkenalkan arsitektur Starship V3 dan menargetkan sejumlah milestone lanjutan sepanjang 2026, termasuk long-duration flight serta demonstrasi transfer propelan antarpesawat di orbit. Waktu pastinya masih bergantung pada hasil flight test sebelumnya.

Strategi perusahaan bahkan mulai bergeser lebih jauh ke Starship. SpaceX dilaporkan mulai menghentikan penawaran rideshare baru menggunakan Falcon 9 untuk memusatkan sumber daya pada sistem peluncuran generasi berikutnya tersebut.

Keberhasilan Starship dapat memperkuat kapasitas peluncuran, menurunkan biaya dan membantu ekspansi Starlink. Namun, kegagalan atau keterlambatan pengujian juga dapat menjadi sumber volatilitas bagi saham SPCX dan kemudian SPCXB.

Regulasi AS Jadi Peluang, tetapi Ada Syarat Besar

Faktor kedua datang dari regulasi tokenized stocks.

Securities and Exchange Commission (SEC) pada 17 September 2026 mengeluarkan Innovation Exemption yang memberikan pengecualian sementara dan bersyarat selama lima tahun bagi Tokenized Securities Venues tertentu untuk memperdagangkan tokenized NMS stocks secara on-chain.

Secara umum, perkembangan tersebut menjadi kabar positif bagi industri tokenisasi karena membuka jalur regulasi bagi perdagangan saham di blockchain.

Namun, kebijakan SEC tidak otomatis membuat SPCXB dapat ditawarkan di Amerika Serikat.

Innovation Exemption mensyaratkan tokenized stock yang diperdagangkan melalui kerangka tersebut memberikan hak dan manfaat yang sama dengan saham tradisional kelas setara, termasuk hak menerima dividen dan voting rights. Emiten underlying juga diberikan kesempatan untuk menolak sahamnya diperdagangkan melalui venue tertentu.

Struktur bStocks saat ini berbeda. Binance menyatakan holder bStocks tidak mendapatkan direct voting rights, direct dividend rights, maupun status sebagai pemegang saham underlying. Produk tersebut juga saat ini tidak ditawarkan kepada U.S. persons.

Artinya, Innovation Exemption merupakan perkembangan positif bagi industri tokenized securities, tetapi tidak berarti SPCXB dalam struktur saat ini otomatis memenuhi jalur baru tersebut.

Bagi SPCXB, perubahan struktur produk, kebijakan regulator atau bertambahnya yurisdiksi yang mengizinkan perdagangan dapat memengaruhi akses dan likuiditasnya.

DeFi Bikin SPCXB Punya Utility Baru

Faktor ketiga datang dari berkembangnya penggunaan SPCXB di DeFi.

Venus Protocol memasukkan SPCXB ke Core Pool di BNB Chain sejak Juni 2026. Aset ini dapat digunakan sebagai collateral dengan collateral factor 50 persen.

Pada akhir Juni, sekitar 85.000 dollar AS SPCXB telah disuplai ke Venus, atau sekitar seperempat dari supply cap awalnya. Borrowing SPCXB masih nol pada saat itu karena implementasi dilakukan secara konservatif.

Integrasi tersebut memberi SPCXB fungsi yang tidak dimiliki saham konvensional secara langsung.

Holder dapat mempertahankan eksposur terhadap SpaceX sambil menggunakan tokennya sebagai collateral dalam protokol on-chain. Jika adopsi DeFi bertambah, utility semacam ini berpotensi memperluas permintaan dan meningkatkan efisiensi modal.

Namun, lapisan baru ini juga membawa risiko tambahan seperti smart contract, oracle, likuidasi dan likuiditas on-chain.

Unlock Saham SpaceX Bisa Menambah Tekanan Supply

Satu faktor yang juga penting diperhatikan adalah bertambahnya saham SpaceX yang dapat diperdagangkan setelah IPO.

SpaceX resmi menjadi perusahaan publik pada Juni 2026. Dokumen IPO perusahaan menyebut adanya skema staggered lock-up release.

Untuk sebagian besar saham yang tidak termasuk dalam kelompok tertentu, pelepasan lock-up dimulai setelah laporan kuartal II-2026 dan berlangsung bertahap hingga sekitar 180 hari setelah IPO, atau awal Desember 2026. Elon Musk memiliki lock-up yang jauh lebih panjang selama 366 hari, sementara sebagian investor, pejabat dan direktur memiliki jadwal berbeda.

SpaceX juga telah mendaftarkan sekitar 136,95 juta saham Class A yang dapat dijual kembali dari waktu ke waktu oleh sejumlah karyawan, mantan karyawan dan penyedia jasa melalui reoffer prospectus. Dokumen tersebut tidak berarti seluruh saham akan langsung dijual ke pasar.

Perbedaan tersebut penting.

Unlock berarti saham menjadi eligible untuk dijual, bukan berarti pemiliknya pasti menjual. Namun, semakin banyak saham yang bebas dari pembatasan dapat meningkatkan potensi supply dan menciptakan overhang apabila sebagian pemegang memilih merealisasikan keuntungan.

Jika tambahan supply menekan saham SPCX, dampaknya juga berpotensi tercermin pada SPCXB.

SPCXB Punya Risiko dari Dua Dunia

SPCXB pada akhirnya membawa kombinasi karakter pasar saham dan crypto.

Kinerja SpaceX tetap menjadi anchor fundamental utama. Pertumbuhan Starlink, perkembangan Starship, laporan keuangan dan valuasi saham SPCX berpotensi menjadi penggerak harga terbesar.

Namun, SPCXB juga membawa lapisan tambahan berupa likuiditas 24/7, penggunaan sebagai collateral di DeFi, struktur produk tokenisasi, regulasi lintas yurisdiksi serta perbedaan supply-demand antara token dan saham acuannya.

Di saat yang sama, jadwal pelepasan lock-up saham SpaceX hingga akhir 2026 menjadi faktor yang patut diperhatikan, meski tidak dapat diasumsikan bahwa seluruh saham yang unlock akan langsung dijual.

Karena itu, arah SPCXB ke depan kemungkinan ditentukan oleh tiga hal besar: seberapa cepat SpaceX mampu mengeksekusi pertumbuhan Starlink dan Starship, seberapa luas tokenized stocks dapat diterima regulator dan DeFi, serta apakah tambahan supply saham SpaceX setelah IPO dapat diserap pasar tanpa tekanan harga yang besar.

Dengan kata lain, holder SPCXB bukan hanya mengambil eksposur terhadap pertumbuhan SpaceX. Mereka juga mengambil risiko tambahan dari mekanisme pasar tokenisasi yang membuat aset ini dapat bergerak berbeda dari saham SPCX dalam jangka pendek.

Baca juga: Bedah Underlying Asset Tokenized Stocks: Nvidia, Tesla, hingga ETF Nasdaq


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Trending