Connect with us

Crypto

Harga Pi Network Anjlok 9,62% ke US$0,0882, Likuiditas Tipis Perparah Tekanan

Penurunan harga Pi Network ini jauh lebih dalam dibandingkan pelemahan pasar kripto secara umum, sehingga menunjukkan bahwa tekanan terhadap PI berasal dari kombinasi faktor internal dan eksternal

Tivan

Published

on

Harga Pi Network (PI) mengalami tekanan jual yang cukup besar pada perdagangan hari ini. Dalam 24 jam terakhir, harga PI turun 9,62% dan diperdagangkan di kisaran US$0,0882.

Penurunan harga Pi Network ini jauh lebih dalam dibandingkan pelemahan pasar kripto secara umum, sehingga menunjukkan bahwa tekanan terhadap PI berasal dari kombinasi faktor internal dan eksternal.

Meski pasar kripto secara keseluruhan hanya melemah tipis, Pi Network justru mencatat salah satu penurunan terbesar di antara aset kripto utama.

Kondisi ini menandakan bahwa investor masih sangat berhati-hati terhadap aset dengan likuiditas yang relatif rendah.

Baca Juga: Sentimen Fear Melanda, Harga Pi Network Anjlok 6%

Likuiditas Tipis Memperbesar Tekanan Jual

Menurut laporan Coinmarketcap pada Senin (13/7), faktor utama di balik anjloknya harga Pi Network adalah rendahnya likuiditas perdagangan.

PI memiliki turnover ratio sekitar 0,0146, yang menunjukkan bahwa aktivitas transaksi masih terbatas dibandingkan ukuran kapitalisasi pasarnya.

Dalam kondisi seperti ini, tekanan jual yang sebenarnya tidak terlalu besar dapat memicu penurunan harga yang jauh lebih tajam.

Akibatnya, Pi Network bergerak layaknya aset dengan volatilitas tinggi, di mana setiap perubahan sentimen pasar langsung berdampak signifikan terhadap harga.

Menariknya, tidak ada perkembangan negatif yang secara khusus berkaitan dengan proyek Pi Network dalam periode ini.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa penurunan lebih disebabkan oleh struktur pasar yang masih tipis daripada perubahan fundamental proyek.

Pelemahan Altcoin Dipicu Sentimen Makro

Selain masalah likuiditas, Pi Network juga ikut tertekan oleh pelemahan yang melanda pasar altcoin secara luas.

Investor terlihat mengalihkan dana dari aset berisiko ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk Bitcoin.

Peningkatan dominasi Bitcoin menunjukkan bahwa pelaku pasar lebih memilih bertahan pada aset dengan kapitalisasi besar dibandingkan altcoin.

Rotasi dana ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah serta sikap bank sentral Amerika Serikat yang masih mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Kombinasi kedua faktor tersebut membuat minat terhadap altcoin menurun, sementara aset dengan likuiditas lebih rendah seperti Pi Network menerima tekanan jual yang lebih besar.

Pergerakan Bitcoin Akan Menentukan Nasib Pi Network

Dalam jangka pendek, arah pergerakan Pi Network diperkirakan masih sangat bergantung pada kondisi Bitcoin.

Kemungkinan, area US$62.000–US$63.000 Bakal menjadi zona support penting bagi aset kripto terbesar tersebut.

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut dan sentimen pasar mulai membaik, tekanan jual terhadap Pi Network berpotensi mereda sehingga harga dapat memasuki fase konsolidasi.

Namun, apabila Bitcoin kembali kehilangan support dan turun di bawah US$62.000, tekanan terhadap pasar altcoin kemungkinan akan meningkat.

Dalam skenario tersebut, Pi Network berisiko melanjutkan tren penurunannya dan kembali menguji level terendah yang sempat tercapai beberapa waktu lalu.

Investor Menanti Data Inflasi AS

Selain mencermati pergerakan Bitcoin, pelaku pasar juga menunggu rilis data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada 14 Juli.

Data inflasi ini menjadi salah satu indikator penting yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, peluang bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi akan meningkat, yang biasanya memberikan tekanan pada aset berisiko seperti kripto.

Sebaliknya, data inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi dapat memperbaiki sentimen pasar dan membuka peluang terjadinya pemulihan pada Bitcoin maupun altcoin.

Prospek Jangka Pendek Masih Bearish

Untuk saat ini, prospek Pi Network masih cenderung bearish.

Penurunan tajam yang terjadi lebih mencerminkan efek dari pasar yang kurang likuid dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko dibandingkan adanya masalah fundamental pada proyek itu sendiri.

Dalam beberapa hari ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada dua faktor utama, yaitu kemampuan Bitcoin mempertahankan support di US$62.000 dan apakah volume perdagangan Pi Network mulai menunjukkan tanda-tanda akumulasi.

Jika kedua indikator tersebut membaik, tekanan jual berpotensi mereda.

Namun jika tidak, Pi Network masih berisiko melanjutkan tren pelemahannya sebelum menemukan titik keseimbangan baru.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Trending