Altcoin News
Hyperliquid Pimpin Kenaikan Top 10 Crypto di Agustus, tapi Smart Money Justru Short HYPE
Tim Research Tokocrypto menganalisa kenaikan HYPE sekitar 3,3 kali lebih besar dari Solana yang naik 4,26% dan sekitar 6,8 kali lebih kuat dari Bitcoin yang hanya naik 2,07% pada periode yang sama.
Harga Hyperliquid (HYPE) mencatat kinerja terbaik di antara 10 aset kripto terbesar sepanjang Agustus. Token ini naik 13,99% secara month-to-date, mengungguli Bitcoin, Ethereum, Solana, dan aset besar lainnya.
Tim Research Tokocrypto menganalisa kenaikan HYPE sekitar 3,3 kali lebih besar dari Solana yang naik 4,26% dan sekitar 6,8 kali lebih kuat dari Bitcoin yang hanya naik 2,07% pada periode yang sama.
“Namun, di balik performa positif tersebut, sejumlah data menunjukkan sinyal yang belum sepenuhnya searah,” ujarnya.
Arus ETF mulai membaik pada awal Agustus, tetapi berhenti mencatat inflow baru setelah 10 Agustus. Sementara itu, data Nansen menunjukkan whale, smart traders, dan public figures justru berada dalam posisi net short terhadap HYPE.
Daftar Isi
HYPE Ungguli Bitcoin dan Solana
Data CryptoRank menunjukkan HYPE naik 13,99% sepanjang Agustus. Performa ini menjadikan Hyperliquid sebagai aset dengan kenaikan paling kuat di kelompok top 10 crypto, di luar stablecoin.
Kenaikan tersebut terjadi setelah HYPE sempat terkoreksi 21,94% dari rekor tertingginya hingga awal Agustus. Dengan demikian, reli 13,99% saat ini masih belum sepenuhnya mengembalikan harga ke level puncak sebelumnya.

Meski begitu, pemulihan ini cukup menonjol karena beberapa aset besar lain bergerak jauh lebih lambat. Bitcoin hanya naik sekitar 2,07%, sementara Solana naik 4,26%. XRP bahkan menjadi salah satu aset besar yang masih melemah, turun 5,98% pada bulan ini.
Kinerja relatif yang kuat membuat HYPE kembali menarik perhatian trader. Namun, kekuatan harga belum sepenuhnya didukung oleh semua indikator pasar.
ETF HYPE Belum Tunjukkan Demand Berkelanjutan
Dari sisi institusional, arus dana ETF HYPE masih belum stabil. Data SoSoValue menunjukkan ETF HYPE sempat mencatat tiga pekan berturut-turut outflow hingga 31 Juli.
Dilaporkan BeInCrypto, memasuki Agustus, arus dana mulai berbalik positif pada dua pekan pertama. Namun, pemulihan tersebut kemudian berhenti, dengan tidak ada inflow baru yang tercatat sejak 10 Agustus.
Kondisi ini menunjukkan investor institusional belum kembali secara konsisten. Meskipun harga HYPE memimpin kenaikan top 10 crypto, arus ETF belum memperlihatkan keyakinan yang sama kuat.
Jika inflow ETF kembali muncul, hal itu dapat memperkuat narasi bahwa demand institusional mulai pulih. Namun, selama inflow masih berhenti, kenaikan HYPE lebih banyak bergantung pada aktivitas spot, derivatif, dan pergerakan holder besar.
Whale Bergerak Campuran
Pergerakan whale HYPE juga menunjukkan sinyal yang tidak sepenuhnya bullish. Beberapa wallet besar terlihat membeli, tetapi ada juga yang menjual dalam jumlah signifikan.
Wallet yang dikaitkan dengan Maven11 Capital dilaporkan menarik 202.705 HYPE dari OKX pada pekan lalu. Sementara itu, wallet yang dikaitkan dengan Monetalis disebut menjual 3,72 juta UNI melalui Cumberland dan membeli 171.543 HYPE senilai sekitar US$9,56 juta pada akhir pekan.
Namun, aksi jual juga terjadi bersamaan. Salah satu whale menjual 923.743 HYPE senilai sekitar US$53,02 juta pada pekan lalu.
Lookonchain juga melaporkan bahwa HyperLabs membuka lagi 433.025 HYPE senilai sekitar US$23,46 juta dan secara bertahap menyetorkan token ke exchange, termasuk Flowdesk dan OKX. Pergerakan seperti ini sering dipantau pasar karena dapat mengindikasikan potensi tekanan jual.
Dengan data yang saling bertentangan, perilaku whale belum memberi sinyal arah yang jelas. Sebagian pelaku besar terlihat mengakumulasi, sementara sebagian lainnya justru melepas posisi.
Smart Traders Masih Net Short
Data derivatif memberi sinyal yang lebih hati-hati. Nansen menunjukkan whale, smart traders, dan public figures berada dalam posisi net short terhadap HYPE.
Funding rate berada di sekitar 0,00125% per jam atau sekitar 10,95% secara tahunan. Dalam kondisi ini, posisi long membayar short, menunjukkan pasar derivatif masih memiliki bias tertentu meski harga HYPE naik.
Net short dari kelompok smart money dapat berarti mereka memperkirakan reli HYPE mulai terbatas atau ingin melakukan hedging terhadap posisi spot. Namun, sinyal ini juga tidak selalu berarti harga pasti turun.
Jika harga terus naik saat banyak trader besar berada di posisi short, short squeeze dapat terjadi. Sebaliknya, jika momentum melemah, posisi net short dapat memperkuat tekanan turun.
Karena itu, arah berikutnya akan bergantung pada apakah pembeli spot mampu mempertahankan momentum harga di tengah posisi derivatif yang masih condong bearish.
Spot Flow Belum Jadi Penentu
Arus spot HYPE juga belum memberi jawaban yang tegas. Nansen mencatat sekitar US$5,7 juta HYPE keluar dari exchange dalam tujuh hari terakhir, yang biasanya dapat dibaca sebagai sinyal akumulasi atau pengurangan tekanan jual langsung.
Namun, dalam horizon 30 hari, data juga menunjukkan akumulasi besar di centralized exchange dan OTC. Kondisi ini membuat sinyal spot tidak sepenuhnya jelas.
Outflow exchange dapat mendukung pandangan bullish jika token dipindahkan ke wallet pribadi untuk disimpan lebih lama. Namun, aktivitas OTC dan pergerakan exchange tetap perlu dipantau karena bisa mencerminkan transaksi besar yang belum tentu langsung tercermin pada harga.
Dengan kata lain, data spot, ETF, whale, dan derivatif saat ini belum memberikan konfirmasi yang sama. HYPE naik kuat, tetapi struktur pendukungnya masih terpecah.
Outlook HYPE Masih Kuat, tapi Rawan Volatilitas
Secara keseluruhan, Hyperliquid menjadi aset dengan performa terbaik di kelompok top 10 crypto sepanjang Agustus. Kenaikan 13,99% menunjukkan momentum harga yang kuat, terutama dibanding Bitcoin dan Solana.
Namun, sinyal pasar di balik kenaikan tersebut masih campuran. ETF inflow sempat pulih tetapi berhenti setelah 10 Agustus. Whale bergerak dua arah, sementara smart traders dan public figures di Nansen masih net short.
Agar reli HYPE lebih meyakinkan, pasar perlu melihat inflow ETF kembali berlanjut, whale mulai lebih dominan di sisi akumulasi, dan posisi derivatif bergeser dari net short menuju net long.
Jika sinyal tersebut mulai selaras, HYPE berpeluang mempertahankan statusnya sebagai pemimpin kenaikan di antara aset besar. Namun, jika inflow tetap mandek dan tekanan short meningkat, reli terbaru dapat memasuki fase konsolidasi atau koreksi.
Untuk saat ini, HYPE masih unggul dari sisi performa harga, tetapi belum sepenuhnya didukung oleh keyakinan pasar yang merata. Inilah yang membuat outlook Hyperliquid tetap positif secara momentum, namun rawan volatilitas dalam jangka pendek.
Baca juga: Rahasia SpaceX yang Baru IPO: Punya 18.712 Bitcoin, Lebih Banyak dari Tesla!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Market7 days agoData CPI Juli Jadi Ujian Besar untuk The Fed, Bitcoin, dan Pasar Global
-
Academy4 days agoRiset Kripto 10-14 Agustus 2026: Inflasi AS Turun, Bitcoin Malah Melemah?!
-
Altcoin News5 days agoSEC Siapkan Regulasi Baru untuk Crypto, Apa yang Bakal Berubah?
-
Market6 days agoKapal Dagang Mau Masuk Blockchain, Bidik Tokenisasi Pasar $2 Triliun


