Connect with us

Bitcoin News

Strategy Tahan 840.447 BTC Usai Jual Saham MSTR Senilai US$334 Juta

Tim Research Tokocrypto mengatakan meski melakukan penjualan saham, Strategy tidak membeli atau menjual Bitcoin selama periode tersebut.

Tivan

Published

on

michael saylor

Strategy mempertahankan posisi Bitcoin-nya pada pekan lalu meskipun perusahaan menjual jutaan saham MSTR untuk memperkuat fleksibilitas keuangan. Dalam periode 10–16 Agustus 2026, perusahaan menjual 3,46 juta saham dengan nilai sekitar US$333,7 juta.

Tim Research Tokocrypto mengatakan meski melakukan penjualan saham, Strategy tidak membeli atau menjual Bitcoin selama periode tersebut.

“Dengan demikian, total kepemilikan Bitcoin perusahaan tetap berada di 840.447 BTC,” jelasnya.

Langkah ini menunjukkan Strategy masih mempertahankan Bitcoin sebagai aset treasury jangka panjang, sambil memperkuat cadangan kas dan mengelola kewajiban pada instrumen saham preferen.

Cadangan Kas Naik ke US$4,8 Miliar

Dari hasil penjualan saham MSTR, Strategy mengalokasikan US$149,1 juta ke cadangan dolar AS. Dengan tambahan tersebut, reserve perusahaan meningkat sekitar US$150 juta menjadi sekitar US$4,8 miliar.

Dikutip Coinedition, cadangan kas yang lebih besar memberi ruang bagi Strategy untuk menghadapi volatilitas pasar, memenuhi kewajiban pendanaan, dan menjaga fleksibilitas keuangan tanpa harus menjual Bitcoin.

Selain itu, perusahaan menggunakan US$52,4 juta untuk membayar dividen saham preferen STRC. Pembayaran ini menjadi bagian dari strategi manajemen modal perusahaan yang kini semakin kompleks karena memiliki berbagai instrumen pendanaan.

Strategy juga mengalokasikan US$132,2 juta untuk membeli kembali sekuritas STRC melalui Digital Credit Securities Repurchase Program. Langkah ini dapat memperkuat struktur preferred stock perusahaan sekaligus menjaga posisi kas tetap besar.

Baca Juga: GoPlus Security Melonjak 33%, Volume Trading GPS Naik 863%

Bitcoin Treasury Tetap Tidak Berubah

Strategy masih memegang 840.447 BTC, setara dengan sekitar 4% dari total suplai maksimum Bitcoin yang mencapai 21 juta BTC. Posisi ini menjadikan perusahaan sebagai salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.

Total biaya akuisisi Bitcoin Strategy tercatat sekitar US$63,4 miliar, termasuk biaya dan pengeluaran. Rata-rata harga pembelian berada di sekitar US$75.385 per BTC.

Dengan harga Bitcoin saat ini berada di bawah rata-rata pembelian tersebut, portofolio BTC Strategy masih mencatat kerugian belum terealisasi sekitar US$10 miliar. Meski demikian, perusahaan tidak melakukan penjualan BTC pada periode terbaru.

Keputusan untuk tidak menjual Bitcoin memperkuat sinyal bahwa Strategy tetap melihat BTC sebagai aset strategis jangka panjang, bukan instrumen trading jangka pendek.

Penjualan Saham Bukan untuk Beli Bitcoin

Salah satu poin penting dari laporan ini adalah hasil penjualan saham MSTR tidak digunakan untuk menambah kepemilikan Bitcoin. Sebaliknya, dana tersebut diarahkan untuk cadangan kas, pembayaran dividen STRC, dan repurchase sekuritas preferen.

Hal ini berbeda dari pola sebelumnya, ketika Strategy sering menggunakan pendanaan dari pasar modal untuk membeli lebih banyak Bitcoin. Kali ini, perusahaan tampak lebih fokus memperkuat neraca dan menjaga kemampuan pendanaan.

Strategi tersebut dapat dibaca sebagai langkah defensif di tengah harga Bitcoin yang masih berada di bawah rata-rata biaya pembelian perusahaan. Dengan memperbesar cadangan kas, Strategy memiliki waktu lebih panjang untuk menunggu pemulihan harga BTC.

Perusahaan juga disebut telah memperpanjang runway pendanaan dividen menjadi 2,8 tahun. Artinya, Strategy memiliki cadangan yang lebih cukup untuk memenuhi kewajiban dividen tanpa tekanan langsung untuk menjual aset Bitcoin.

Investor Pantau Tekanan Paper Loss

Meski posisi Bitcoin tidak berubah, investor tetap mencermati besarnya paper loss pada treasury BTC Strategy. Dengan rata-rata harga pembelian US$75.385 per BTC, harga Bitcoin perlu bergerak lebih tinggi agar posisi perusahaan kembali mendekati titik impas.

Kerugian belum terealisasi sekitar US$10 miliar tidak langsung menjadi kerugian aktual selama perusahaan tidak menjual Bitcoin. Namun, angka tersebut tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap saham MSTR.

Di sisi lain, kepemilikan Bitcoin sebesar 840.447 BTC memberi Strategy eksposur besar jika harga Bitcoin kembali pulih. Inilah yang membuat saham MSTR sering dipandang sebagai proxy terhadap pergerakan BTC.

Dengan cadangan kas yang meningkat, Strategy tampaknya berusaha menjaga kemampuan bertahan sambil mempertahankan eksposur besar terhadap Bitcoin.

Strategy Masih Bertaruh pada BTC Jangka Panjang

Secara keseluruhan, langkah Strategy menunjukkan kombinasi antara disiplin treasury dan manajemen likuiditas. Perusahaan menjual saham MSTR senilai US$333,7 juta, tetapi tidak mengurangi kepemilikan Bitcoin.

Dana dari penjualan saham digunakan untuk memperbesar cadangan kas, membayar dividen STRC, dan membeli kembali sekuritas preferen. Strategi ini memberi perusahaan ruang lebih besar untuk menghadapi volatilitas pasar tanpa harus melepas BTC.

Untuk saat ini, fokus investor akan tertuju pada dua hal. Pertama, apakah Strategy akan kembali membeli Bitcoin jika harga melemah atau likuiditas membaik. Kedua, apakah perusahaan dapat menjaga cadangan kas dan kewajiban dividen tanpa memberi tekanan tambahan pada saham MSTR.

Selama Bitcoin masih berada di bawah rata-rata harga pembelian Strategy, tekanan paper loss akan tetap menjadi perhatian. Namun, keputusan mempertahankan 840.447 BTC menunjukkan perusahaan belum mengubah tesis jangka panjangnya terhadap Bitcoin.

Dengan posisi sebesar 4% dari suplai maksimum BTC, Strategy tetap menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam narasi Bitcoin treasury korporasi. Arah berikutnya akan sangat bergantung pada pergerakan harga BTC, akses perusahaan ke pasar modal, dan kemampuan Strategy menjaga neraca tetap kuat tanpa mengurangi kepemilikan Bitcoin.

Baca Juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending