Bitcoin News
Opsi Bitcoin Kedaluwarsa US$1,31 Miliar: Apa Itu Max Pain?
Opsi Bitcoin senilai US$1,31 miliar kedaluwarsa hari ini. Penjelasan max pain dan put-call ratio untuk pemula.
Pasar kripto menghadapi salah satu agenda penting bagi pelaku derivatif pada hari ini, Jumat (23/10).
Kontrak opsi Bitcoin senilai sekitar US$1,31 miliar di Deribit dijadwalkan kedaluwarsa hari ini, sementara data pasar menunjukkan rasio put-call sekitar 1,03 dan level max pain di US$82.000.
Kombinasi ketiga indikator tersebut dapat membantu trader memahami posisi yang terbentuk di pasar opsi menjelang penyelesaian kontrak.
Namun, data itu tidak otomatis menunjukkan Bitcoin akan bergerak naik atau turun. Harga tetap dipengaruhi permintaan di pasar spot, kondisi likuiditas, sentimen makroekonomi, dan aktivitas perdagangan derivatif lainnya.
Tim Research Tokocrypto mengingatkan bahwa max pain merupakan ukuran berdasarkan distribusi kontrak opsi, bukan target harga yang pasti dicapai pasar.
Karena posisi terbuka dapat berubah menjelang kedaluwarsa, angka nilai kontrak, rasio put-call, dan max pain perlu diperiksa kembali saat artikel diterbitkan.
Daftar Isi
Apa Itu Opsi Kripto
Opsi kripto adalah kontrak derivatif yang memberikan hak kepada pembelinya untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu, sesuai ketentuan kontrak, tanpa kewajiban untuk mengeksekusinya.
Dua jenis kontrak yang umum digunakan adalah call option dan put option.
Call option memberikan hak untuk membeli aset pada harga yang telah ditentukan, sedangkan put option memberikan hak untuk menjual aset pada harga tersebut.
Harga yang ditetapkan dalam kontrak disebut strike price, sementara tanggal berakhirnya kontrak dikenal sebagai tanggal kedaluwarsa atau expiry.
Sebagai ilustrasi, seorang trader membeli opsi call Bitcoin dengan strike price US$85.000.
Jika harga Bitcoin berada di atas level tersebut saat kontrak berakhir, opsi itu berpotensi memiliki nilai intrinsik.
Sebaliknya, apabila harga tetap di bawah strike price, opsi tersebut dapat berakhir tanpa nilai intrinsik.
Pembeli opsi biasanya membayar premi untuk memperoleh hak tersebut.
Sementara itu, penjual opsi menerima premi dan menanggung kewajiban sesuai ketentuan kontrak jika opsi dieksekusi atau diselesaikan.
Pasar opsi digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari spekulasi terhadap pergerakan harga, perlindungan portofolio (hedging), hingga pengelolaan risiko oleh pelaku pasar profesional.
Karena itu, besarnya nilai kontrak yang kedaluwarsa tidak bisa langsung dianggap sebagai jumlah uang yang akan masuk atau keluar dari pasar.
Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Pemulihan Berlanjut, Bitcoin Dekati Area $85.000
Angka Kedaluwarsa Hari Ini
Berdasarkan snapshot data kontrak opsi Deribit yang dihimpun PerpFinder, kontrak opsi Bitcoin kedaluwarsa dengan tanggal 23 Oktober 2026 memiliki nilai open interest sekitar US$1,31 miliar.
Data yang sama menunjukkan rasio put-call berdasarkan open interest berada di sekitar 1,03.
Untuk Ethereum, nilai kontrak opsi yang dijadwalkan kedaluwarsa pada tanggal yang sama berada di kisaran US$250 juta.
Angka tersebut juga mengacu pada nilai nosional posisi terbuka, bukan total premi yang telah dibayarkan trader.
Level max pain Bitcoin yang digunakan dalam pembahasan ini adalah US$82.000.
Nilai tersebut menjadi salah satu referensi untuk membaca distribusi posisi opsi yang akan berakhir, tetapi tidak bisa diperlakukan sebagai prediksi harga penutupan Bitcoin.
Ketiga angka utama tersebut perlu dibaca sesuai konteksnya.
Nilai US$1,31 miliar menggambarkan besaran nosional kontrak yang masih terbuka pada tanggal kedaluwarsa tertentu.
Rasio 1,03 membandingkan posisi put dan call, sedangkan max pain merupakan hasil perhitungan berdasarkan distribusi kontrak pada berbagai strike price.
Waktu pengambilan data juga penting. Kontrak Deribit untuk tanggal 23 Oktober dijadwalkan berakhir pada pukul 08.00 UTC, atau pukul 15.00 WIB.
Posisi terbuka dapat berubah sebelum waktu penyelesaian karena trader menutup, membuka, atau memindahkan posisi mereka.
Dengan demikian, angka US$1,31 miliar, rasio 1,03, max pain US$82.000, dan nilai opsi Ethereum sekitar US$250 juta sebaiknya diperlakukan sebagai snapshot, bukan angka permanen.
Apa Itu Put-Call Ratio
Put-call ratio atau PCR adalah indikator yang membandingkan jumlah atau nilai kontrak put dengan kontrak call.
Perhitungannya dapat menggunakan volume perdagangan maupun open interest, sehingga dasar pengukurannya harus diperhatikan saat membandingkan data dari sumber berbeda.
Dalam data yang digunakan pada artikel ini, rasio 1,03 merujuk pada perbandingan open interest opsi put dan call.
Secara sederhana, angka di atas 1 menunjukkan nilai posisi terbuka put sedikit lebih besar dibandingkan call pada kelompok kontrak yang diukur.
Opsi put sering digunakan untuk mengantisipasi penurunan harga atau melindungi portofolio dari risiko koreksi.
Karena itu, PCR di atas 1 kadang dibaca sebagai indikasi bahwa permintaan perlindungan terhadap risiko penurunan relatif besar.
Namun, interpretasi tersebut memiliki batas. Tidak semua pembeli put sedang bertaruh bahwa harga akan jatuh.
Sebagian pelaku pasar mungkin menggunakan opsi untuk hedging, sedangkan penjual opsi memiliki eksposur risiko yang berbeda dari pembelinya.
Rasio ini juga tidak menunjukkan secara langsung apakah seluruh posisi tersebut bersifat bullish atau bearish.
Angka 1,03 pun hanya sedikit berada di atas ambang 1. Tanpa melihat distribusi strike price, waktu kedaluwarsa, perubahan posisi, dan kondisi pasar secara keseluruhan, rasio tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa tekanan bearish mendominasi pasar Bitcoin.
Bagi trader, PCR lebih tepat digunakan sebagai salah satu alat untuk membaca posisi pasar.
Indikator ini akan lebih berguna jika dibandingkan dengan pergerakan harga spot, volume perdagangan, volatilitas tersirat, serta perubahan open interest menjelang penyelesaian kontrak.

Apa Itu Max Pain dan Batasnya
Max pain adalah level harga teoretis ketika total nilai intrinsik opsi yang berakhir dalam posisi in-the-money bagi para pembelinya mencapai titik paling rendah, atau dengan kata lain, ketika kerugian agregat pembeli opsi pada saat kedaluwarsa paling besar berdasarkan distribusi kontrak yang dihitung.
Dalam analisis ini, level max pain Bitcoin berada di sekitar US$82.000.
Artinya, berdasarkan posisi opsi yang menjadi dasar perhitungan, level tersebut merupakan titik yang secara matematis menghasilkan nilai pembayaran agregat terendah bagi pembeli opsi saat kontrak berakhir.
Sebagian trader memperhatikan max pain karena konsentrasi kontrak pada strike price tertentu dapat memengaruhi cara pelaku pasar mengelola eksposur dan melakukan lindung nilai.
Aktivitas penyesuaian posisi menjelang kedaluwarsa berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan, terutama ketika open interest terkonsentrasi pada level harga tertentu.
Meski demikian, max pain bukan target harga, bukan level dukungan atau resistansi yang pasti, dan bukan jaminan Bitcoin akan bergerak menuju US$82.000.
Harga pasar tidak memiliki kewajiban untuk mengikuti hasil perhitungan tersebut. Tim Research Tokocrypto menekankan bahwa tidak semua trader menjadikan max pain sebagai patokan.
Pelaku pasar memiliki strategi, kebutuhan lindung nilai, serta eksposur yang berbeda-beda.
Selain itu, perhitungan max pain hanya menggambarkan distribusi kontrak yang digunakan dalam model dan tidak mencakup seluruh faktor yang menentukan harga Bitcoin.
Angka ini juga dapat berubah ketika open interest dan posisi pada berbagai strike price berubah.
Perbedaan cakupan kontrak atau metode perhitungan antarsumber dapat menghasilkan level max pain yang tidak sama.
Oleh karena itu, trader perlu memastikan bahwa angka yang digunakan merujuk pada aset, tanggal kedaluwarsa, dan metodologi yang sesuai.
Untuk membaca kondisi pasar dengan lebih utuh, max pain sebaiknya dipadukan dengan data harga spot, volume, volatilitas, serta perubahan posisi derivatif.
Jika harga Bitcoin berada di sekitar US$82.000, kedekatan tersebut tetap tidak membuktikan bahwa max pain menjadi penyebab pergerakan harga.
Kesimpulan
Opsi Bitcoin kedaluwarsa senilai sekitar US$1,31 miliar di Deribit pada 23 Oktober 2026 menjadi agenda yang patut diperhatikan pelaku pasar.
Data snapshot juga menunjukkan put-call ratio sekitar 1,03, max pain di US$82.000, serta opsi Ethereum yang kedaluwarsa dengan nilai sekitar US$250 juta.
PCR memberikan gambaran perbandingan posisi put dan call, sedangkan max pain menunjukkan titik perhitungan ketika nilai intrinsik agregat opsi bagi pembeli paling rendah.
Keduanya membantu membaca struktur pasar derivatif, tetapi tidak bisa digunakan sendirian untuk memastikan arah harga Bitcoin.
Investor juga perlu membedakan nilai nosional kontrak dari premi opsi atau arus dana yang benar-benar berpindah.
Kedaluwarsa kontrak tidak berarti seluruh nilai tersebut akan masuk atau keluar dari pasar pada waktu yang sama.
Angka-angka dalam artikel ini wajib diperiksa kembali menjelang publikasi karena open interest, rasio put-call, dan estimasi max pain dapat berubah sepanjang hari.
Perbedaan waktu pengambilan data juga dapat membuat angka dari berbagai penyedia terlihat tidak sama.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Academy7 days agoRiset Kripto 12-16 Oktober 2026: Bitcoin Terkoreksi Imbas Memanasnya Inflasi-—Buy the Dip?!
-
Crypto7 days agoHarga Solana Hari Ini: Naik 2,4% ke US$105, Ini Faktor yang Mendukung SOL
-
Crypto7 days agoAnalisa Harga Ethereum Hari Ini: Rebound, Kapitalisasi Pasar ETH Dekati US$300 Miliar
-
Crypto6 days agoAnalisa Harga Solana Hari Ini Turun 1,05% ke US$104,37, Tekanan Koreksi Bayangi Laju SOL

