Altcoin News
SNDKB Meroket 10% Saat Bitcoin Turun, Harga Siap Tembus US$1.900?
SNDKB berhasil mencetak alpha yang cukup besar dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan.
Volume perdagangan juga melonjak sekitar 54% menjadi US$86,2 juta.
SanDisk Tokenized bStocks (SNDKB) melonjak 10,08% ke US$1.756,84 dalam 24 jam meski Bitcoin terkoreksi. Rally saham SanDisk, booming sektor memory chip berbasis AI, serta ekspansi tokenized stocks di jaringan Base menjadi kombinasi katalis utama di balik kenaikan tersebut.
SanDisk Tokenized bStocks (SNDKB) mencatat lonjakan 10,08% dalam 24 jam ke level US$1.756,84, berdasarkan snapshot data pasar yang digunakan.
Data CoinMarketCap, pergerakan tersebut menjadi semakin menarik karena terjadi ketika pasar kripto justru melemah dan Bitcoin turun sekitar 1,85%.
Artinya, SNDKB berhasil mencetak alpha yang cukup besar dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan.
Volume perdagangan juga melonjak sekitar 54% menjadi US$86,2 juta, mengindikasikan kenaikan harga disertai peningkatan aktivitas transaksi yang signifikan.
Namun, faktor paling kuat bukan hanya datang dari sektor tokenized stocks. Saham SanDisk yang menjadi underlying SNDKB juga mencatat rally besar pada perdagangan Jumat, 4 September.
Daftar Isi
Saham SanDisk Jadi Jawara S&P 500
Saham SanDisk (NASDAQ: SNDK) menjadi salah satu saham dengan performa terbaik di Wall Street pada Jumat.
SanDisk ditutup naik sekitar 12%, menjadi saham dengan kenaikan terbesar di indeks S&P 500 pada sesi tersebut. Micron, Seagate, Western Digital, dan sejumlah saham memory chip lainnya juga ikut menguat meski indeks saham AS secara umum berakhir melemah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rally SNDKB memiliki katalis yang lebih fundamental dibandingkan sekadar mengikuti sentimen kripto.

Sebagai tokenized stock, SNDKB memberikan eksposur ekonomi terhadap pergerakan saham SanDisk. Ketika harga saham underlying mengalami kenaikan signifikan, nilai tokenized stock dapat ikut bergerak mengikuti aset acuannya.
Baca juga: The Fed Ubah Peta Pasar Jelang September, Bagaimana Dampak ke Kripto?
AI Kembali Angkat Saham Memory Chip
Rally saham SanDisk berlangsung di tengah meningkatnya optimisme terhadap prospek industri memory dan penyimpanan data untuk kebutuhan Artificial Intelligence (AI).
Permintaan AI data center terus menyerap kapasitas memory dalam jumlah besar. Kondisi pasokan NAND dan DRAM juga masih ketat, sehingga harga produk memory tetap berada pada level tinggi.
Investing.com mencatat fundamental pasar NAND menjadi salah satu faktor yang menopang rally SanDisk, dengan ekspansi pusat data AI terus meningkatkan kebutuhan flash storage.
Optimisme investor terhadap AI semakin meningkat setelah NVIDIA mengumumkan akuisisi Hugging Face senilai hampir US$13 miliar.
Sentimen tersebut turut mengangkat berbagai perusahaan yang berada dalam rantai pasok AI, termasuk produsen memory dan storage seperti SanDisk.
SanDisk sendiri memiliki posisi penting di pasar NAND flash yang digunakan dalam SSD, penyimpanan data center, perangkat konsumen, hingga berbagai infrastruktur komputasi.
Dengan investasi AI yang terus meningkat, kebutuhan terhadap penyimpanan berkapasitas besar ikut menjadi salah satu tema utama di industri semikonduktor.
Coinbase Tambah SanDisk Tokenized Stock di Base
Pada saat bersamaan, perkembangan baru muncul di sektor tokenized equities.
Coinbase memperluas jajaran tokenized stocks di jaringan layer-2 Base pada 4 September dengan menambahkan enam aset baru, yaitu Amazon, Microsoft, Strategy, SpaceX, Tesla, dan SanDisk.
Produk SanDisk yang diterbitkan Coinbase menggunakan ticker SNDKc. Dengan tambahan tersebut, jumlah Coinbase Tokenized Stocks yang tersedia di Base bertambah menjadi sepuluh aset.
Namun, penting untuk dicatat bahwa SNDKc berbeda dengan SNDKB.
SNDKc merupakan tokenized SanDisk yang diterbitkan melalui program Coinbase di Base, sedangkan SNDKB merupakan produk bStocks yang diterbitkan melalui struktur berbeda.
Karena itu, listing SNDKc di Base bukan listing langsung bagi SNDKB dan tidak dapat dianggap sebagai penyebab mekanis kenaikan harga SNDKB.
Meski demikian, perkembangan tersebut tetap menjadi katalis sektor karena memperluas akses on-chain terhadap saham SanDisk dan semakin meningkatkan perhatian investor terhadap kelas aset tokenized equities.
Coinbase Tokenized Stocks Makin Besar
Ekspansi Coinbase terjadi setelah batch awal tokenized stocks di Base mencatat pertumbuhan aktivitas yang cukup cepat.
Laporan mengenai ekspansi tersebut menyebut produk tokenized stocks Coinbase telah membukukan sekitar US$227,7 juta volume DEX dalam waktu sekitar 30 hari sebelum enam aset baru ditambahkan.
Base juga telah menampilkan SNDKc sebagai salah satu tokenized equities resmi yang tersedia dalam ekosistemnya, bersama aset seperti Microsoft, Strategy, SpaceX, dan Tesla.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa tokenisasi saham mulai berkembang menjadi arena persaingan baru antarplatform blockchain.
Semakin banyak saham populer yang tersedia secara on-chain, semakin besar pula peluang investor kripto mendapatkan eksposur terhadap pasar modal tradisional melalui infrastruktur blockchain.
Tokenized Stocks Terus Dapat Dukungan Regulasi
Momentum sektor semakin diperkuat oleh perkembangan regulasi global.
Financial Services Commission (FSC) Korea Selatan pada 4 September mengumumkan roadmap tiga tahap untuk pengembangan tokenized securities.
Tahap pertama ditargetkan mulai Februari 2027, ketika tokenized securities secara resmi diakui sebagai bentuk digital dari sekuritas berdasarkan aturan baru Korea Selatan.
Roadmap tersebut akan mencakup tokenisasi berbagai instrumen seperti saham, obligasi, hingga funds, kemudian secara bertahap berkembang menuju seluruh jenis sekuritas publik dan penyelesaian transaksi secara on-chain.
Meski kebijakan tersebut tidak berkaitan langsung dengan SNDKB, perkembangan ini memberikan sinyal semakin besarnya penerimaan institusional terhadap konsep tokenisasi aset keuangan tradisional.
SNDKB Naik Saat Bitcoin Justru Turun

Hal lain yang menarik dari rally terbaru adalah divergensi antara SNDKB dan pasar kripto.
Bitcoin turun sekitar 1,85% dalam snapshot periode yang digunakan, sementara SNDKB justru menguat lebih dari 10%.
Kondisi tersebut menunjukkan SNDKB kali ini tidak bergerak semata-mata sebagai aset berbeta tinggi terhadap Bitcoin.
Performa underlying saham SanDisk menjadi faktor yang jauh lebih dominan.
Wall Street sendiri menghadapi tekanan setelah data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari prediksi meningkatkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Namun, saham memory chip justru mampu melawan tekanan tersebut. SanDisk menjadi pemimpin rally, sementara Micron dan perusahaan semiconductor-memory lainnya juga membukukan kenaikan kuat.
Hal ini semakin memperkuat indikasi bahwa kenaikan SNDKB berasal dari tema spesifik memory chip dan AI, bukan hanya risk-on rally pasar.
SNDKB Bisa Menuju US$1.900?
Setelah lonjakan dua digit tersebut, area US$1.710 menjadi level penting yang perlu diperhatikan dalam jangka pendek.
Jika SNDKB mampu mempertahankan harga di atas level tersebut, momentum bullish berpotensi membawa aset menuju resistance berikutnya di sekitar US$1.900.
Namun, setelah kenaikan lebih dari 10% dalam sehari, risiko aksi ambil untung juga meningkat.
Jika harga gagal mempertahankan US$1.710, tekanan jual dapat membawa SNDKB kembali menguji area di bawahnya.
Level sekitar US$1.575 menjadi support berikutnya yang perlu diperhatikan apabila terjadi koreksi lebih dalam.
Investor juga perlu mencermati pergerakan saham SanDisk ketika perdagangan Wall Street kembali dibuka. Divergensi yang terlalu jauh antara SNDKB dan underlying saham dapat meningkatkan risiko penyesuaian harga.
Outlook SNDKB Bullish, tapi Waspadai Profit-Taking
Untuk jangka pendek, outlook SNDKB masih berada dalam kategori bullish momentum.
Kenaikan 10,08% memiliki dukungan yang relatif kuat karena terjadi bersamaan dengan rally besar pada underlying SanDisk dan lonjakan volume perdagangan SNDKB.
Pertumbuhan sektor tokenized stocks dan ekspansi Coinbase ke SanDisk melalui SNDKc di Base memberikan tambahan sentimen positif terhadap kelas aset tersebut.
Namun, rally yang sangat cepat juga meningkatkan risiko profit-taking.
Karena itu, US$1.710 menjadi support utama yang perlu dipertahankan, sementara US$1.900 menjadi target resistance berikutnya jika tekanan beli berlanjut.
Untuk arah berikutnya, investor perlu memantau bukan hanya Bitcoin, tetapi terutama pergerakan saham SanDisk dan sentimen terhadap industri NAND serta memory chip AI.
Baca juga: CryptoQuant: Data Demand Tunjukkan Bear Market Mungkin Sudah Selesai
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event6 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 31 Agustus 2026: Awali Pekan dengan Altcoin Menguat
-
Bitcoin News6 days agoSentimen Bitcoin Berbalik, Fear & Greed Index Sempat Naik ke 82 Extreme Greed
-
Bitcoin News6 days agoOrang Dewasa di AS Lebih Banyak Hold BTC dibanding Emas

