Altcoin News
Stablecoin StablR Depeg Setelah Eksploit US$2,8 Juta
Stablecoin milik StablR, yaitu StablR Euro (EURR) dan StablR USD (USDR), kehilangan peg di jaringan Ethereum pada 24 Mei 2026.
Tim Research Tokocrypto mengatakan kasus StablR menunjukkan bahwa status teregulasi tidak otomatis menghilangkan risiko teknis dan operasional.
Stablecoin milik StablR, yaitu StablR Euro (EURR) dan StablR USD (USDR), kehilangan peg di jaringan Ethereum pada 24 Mei 2026 setelah terjadi eksploitasi pada sistem minting proyek tersebut.
Serangan ini memungkinkan pelaku mencetak token baru dalam jumlah besar dan menukarnya melalui liquidity pool yang tersedia. Total kerugian aktual diperkirakan mencapai sekitar US$2,8 juta.
Firma keamanan blockchain Blockaid menyebut insiden ini bukan berasal dari bug smart contract, melainkan dari compromised private key atau kegagalan tata kelola dan manajemen kunci.
Daftar Isi
Multisig Lemah Jadi Titik Masuk Serangan
Menurut Blockaid, kontrak minting StablR dikendalikan oleh multisig dengan konfigurasi 1-of-3. Artinya, hanya satu dari tiga tanda tangan yang diperlukan untuk menjalankan aksi penting.
Struktur ini menjadi kelemahan besar karena satu private key yang disusupi sudah cukup untuk mengambil alih kendali kontrak.
Setelah berhasil masuk, attacker menambahkan alamat miliknya sebagai owner dan menghapus dua signer sah lainnya. Dengan kendali tersebut, pelaku kemudian mencetak token baru dalam jumlah besar.
Attacker Cetak USDR dan EURR Senilai US$10,4 Juta
Menurut laporan BeInCrypto, pelaku mencetak sekitar 8,35 juta USDR dan 4,5 juta EURR. Jika dihitung berdasarkan nilai peg, total token yang dicetak memiliki face value sekitar US$10,4 juta.
Namun, karena likuiditas di decentralized exchange relatif tipis, pelaku tidak bisa mencairkan seluruh nilai tersebut secara penuh. Saat token hasil minting ditukar ke pool yang dangkal, attacker hanya berhasil memperoleh sekitar 1.115 ETH.
Nilai ETH tersebut setara dengan sekitar US$2,8 juta.
Likuiditas Tipis Batasi Kerugian
Meski token yang dicetak bernilai lebih dari US$10 juta secara nominal, kerugian aktual jauh lebih kecil karena pasar tidak memiliki cukup likuiditas untuk menyerap tekanan jual sebesar itu.
Kondisi ini membuat EURR turun sekitar 20% pada likuiditas Ethereum yang terlacak, sementara USDR juga kehilangan peg terhadap dolar AS.
Tekanan jual dari token yang dicetak secara tidak sah membuat pool tidak mampu menjaga harga tetap stabil.
Baca juga: Cadangan USD1 di Bursa Melonjak 3.200%, Stablecoin Makin Dilirik
Blockaid: Ini Bukan Bug Smart Contract
Blockaid menegaskan bahwa eksploitasi ini bukan disebabkan oleh celah pada smart contract utama. Masalah utamanya adalah key management dan governance failure.
Dengan kata lain, desain teknis kontrak mungkin berjalan sesuai aturan, tetapi aturan governance yang terlalu lemah membuat sistem mudah diambil alih ketika satu key disusupi.
Kasus ini menunjukkan bahwa keamanan DeFi tidak hanya bergantung pada audit smart contract, tetapi juga pada konfigurasi multisig, manajemen akses, dan prosedur operasional internal.
Pola Serangan Mirip Kasus Stablecoin Lain
Insiden StablR mengingatkan pada beberapa serangan stablecoin sebelumnya yang juga melibatkan unauthorized minting. Ketika attacker dapat mencetak token baru secara sepihak, tekanan jual biasanya langsung memicu depeg.
Kasus serupa juga terjadi pada Resolv stablecoin pada awal 2026, ketika satu key yang tidak terlindungi dengan baik memungkinkan pelaku mencetak token dalam jumlah besar.
Pola ini memperlihatkan bahwa private key compromise masih menjadi salah satu risiko terbesar di sektor DeFi dan stablecoin.
StablR Punya Lisensi EMI di Malta
StablR memiliki Electronic Money Institution atau EMI license dari regulator keuangan Malta. Perusahaan juga beroperasi di bawah kerangka Markets in Crypto-Assets Regulation atau MiCA Uni Eropa.
Selain itu, StablR pernah menerima investasi strategis dari Tether pada akhir 2024. Namun, hingga laporan ini dibuat, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai bagaimana hubungan regulasi dan dukungan investor tersebut akan memengaruhi proses pemulihan.
Insiden Ini Jadi Ujian untuk Stablecoin Teregulasi
Tim Research Tokocrypto mengatakan kasus StablR menunjukkan bahwa status teregulasi tidak otomatis menghilangkan risiko teknis dan operasional. Stablecoin yang memiliki lisensi tetap bisa menghadapi masalah serius jika tata kelola minting dan keamanan private key tidak cukup kuat.
“Bagi pasar, insiden ini menjadi pengingat bahwa stablecoin bukan hanya soal cadangan aset dan kepatuhan regulasi. Keamanan operasional, desain multisig, dan kontrol penerbitan token juga menjadi faktor penting untuk menjaga peg,” ujarnya.
Kepercayaan Pengguna Jadi Faktor Utama
Setelah depeg, fokus pasar akan tertuju pada respons StablR. Investor dan pengguna akan menunggu apakah perusahaan dapat memulihkan peg EURR dan USDR, mengganti kerugian, serta memperkuat sistem minting agar insiden serupa tidak terulang.
Jika respons pemulihan berjalan cepat dan transparan, dampak kepercayaan mungkin bisa dibatasi. Namun, jika tidak ada kejelasan mengenai recovery plan, tekanan terhadap EURR dan USDR dapat berlanjut.
Untuk saat ini, insiden StablR menjadi contoh terbaru bahwa stablecoin, terutama yang memiliki fungsi minting terpusat, sangat bergantung pada keamanan key management dan tata kelola yang ketat.
Baca juga: WLFI Diguncang USD1, Tapi Dompet Besar Diam-Diam Borong
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event7 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Market6 days agoJadwal Piala Dunia 2026: Tanggal, Format Baru, dan Negara Tuan Rumah
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah, Koreksi Berlanjut?
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 18 Mei 2026: Tekanan Potensi Konflik di Iran

